• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETANI PENYULUHAN

PENGALAMAN DEMAREA

5. Bisa Diamati

Petani dapat melihat dari jauh rekannya yang telah beralih menerapkan biodekomposer untuk mempercepat residu organik menjadi bahan organik tanah dan membantu meningkatkan ketersediaan hara NPK di tanah, tetapi mungkin tidak tahu biodekomposer apa yang telah digunakan petani tetangganya tersebut. Atau bisa juga dalam mengaplikasikan pestisida nabati bioprotektor. Mereka belajar dengan cara mengamati dan berdiskusi mengenai pengalaman rekannya. Pengamatan mereka seringkali menjadi sebab untuk memulai suatu diskusi.

Beberapa catatan penting

Sikap dapat mempengaruhi perilaku petani. Sikap positif terhadap inovasi teknologi jarwo super akan mendorong adopsi berbagai macam inovasi. Dengan demikian, sikap dapat memberikan indikasi yang jelas mengenai keefektifan pesan-pesan penyuluhan yang dapat diinformasikan.

Beberapa inovasi yang seharusnya diperhatikan oleh agen penyuluhan adalah (1) metode baru untuk membantu keputusan petani dalam pengelolaan usahataninya, seperti dalam penerapan inovasi teknologi jarwo super diawali dengan pengujian tanah menggunakan metode PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah). Mengajari petani untuk menggnakan metode ini dapat meningkatkan ketrampilan mereka dalam mengambil keputusan saat akan melakukan pemupukan dan dapat membuat mereka lebih mandiri dalam menentukan dosis pupuk yang tepat. (2) sistim usahatani baru, seperti perubahan dalam sistim tanam yang bersifat eksisting ke sistim tanam jarwo super yang mengarah kepada peningkatan produksi dan pengelolaan lahan sawah yang lebih modern. (3) organisasi sosial baru seperti LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) maupun Koperasi.

Sebuah inovasi teknologi selalu memiliki dua komponen

Membangun Trust Petani terhadap Inovasi…. (Hariyanto W) |151

perangkat keras dan perangkat lunak yang sama-sama diperlukan. Perangkat lunak yang sama yang digunakan untuk varietas lama mungkin dapat digunakan pula untuk varietas baru, tetapi kita sering menggunakan tenik-teknik baru untuk penanamannya, penggunaan pupuk dan sebagainya untuk memastikan produksi optimal dengan varietas baru tersebut.

PENUTUP

Kepercayaan (trust) merupakan keniscayaan dalam introduksi teknologi. Apabila trust petani/kelompok sasaran kepada agen pembaharu berkurang/hilang, langkah awal yag diperlukan adalah menumbuhkan trust tersebut. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan Demarea Jarwo Super di desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, cara menumbuhkan trust adalah melalui komunikasi interpersonal/pribadi.

Komunikasi ini telah dilakukan oleh penyuluh pendamping yang bertugas di desa tersebut. Penyuluh pertanian di lokasi demarea merupakan penyuluh senior yang sudah lama bertugas di desa tersebut, sehingga dia sangat memahami karakter petani dan wilayah dimana dia bertugas. Modal sosial yang telah ia miliki merupakan salah satu faktor penentu trust tersebut terbangun.

Kedekatan penyuluh secara personal dengan petani dan kedekatan tempat tinggal penyuluh dengan lokasi kegiatan merupakan faktor lain yang ikut menunjang dalam pelaksanaan demarea. Koordinasi antara petani dan penyuluh yang dilakukan melalui telephon (HP) dan kehadiran didalam pertemuan teknis membahas tahapan pelaksanaan demarea sesuai petunjuk teknis selalu dilakukan, baik secara spontan maupun terjadwal.

Keterpaduan ini juga ikut menentukan trust petani.

Aktivitas keyperson (penyuluh dan petani kooperator) yang terjalin berkesinambungan selama proses pelaksanaan demarea merupakan kunci kepercayaan petani terhadap inovasi teknologi

jarwo super yang telah diterapkan dalam kegiatan demarea. Hal ini penting karena demarea merupakan media akselerasi penerapan inovasi, promosi dan show window hasil penelitian Balitbangtan, capacity building bagi pelaku dan kelembagaan, dan advokasi teknologi pertanian bagi para pemangku kebijakan.

Kepercayaan (trust) dapat dibangun secara bertahap dengan metode dan pendekatan yang tepat, pendampingan oleh petugas (peneliti dan Penyuluh) secara terus menerus (berkelanjutan), serta memilih teknologi yang tepat yang diperlukan petani dengan mempertimbangan kondisi sosial budaya setempat sebagai eksistensinya yaitu modal sosial, modal ekonomi dan modal budaya sebagai garansi dari kuatnya suatu ikatan hubungan sosial. Beberapa komponen sosial tersebut perlu diperhatikan disamping aspek teknis yang menjadi titik ungkit sebagai daya tarik untuk ditawarkan dan dikembangkan menjadi sebuah inovasi teknologi yang mensejahterakan petani.

PUSTAKA

BPLP (1993) ‘Agribisnis, Seri I’. Jakarta: BPLP Departemen Pertanian.

Dilts R. (1992) ‘Sekolah Lapangan: Suatu Upaya Pembaharuan Penyuluhan Pertanian. Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu’. Jakarta: Departemen Pertanian

Effendy, Onong Uchjana (2011) ‘Ilmu Komunikasi. Teori dan Praktek’. Bandung : Rosda

Ekstensia (2005) ‘Revitalisasi Penyuluhan Pertanian : Merajut Kembali Daya Hidup Penyuluhan Pertanian’. Ektensia, Volume 012005. Jakarta: Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Departemen Pertanian.

Fatchiya, A, S. Amanah, dan Y.I. Kusumastuti (2016) ‘Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan

Membangun Trust Petani terhadap Inovasi…. (Hariyanto W) |153

Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani’. Jurnal Penyuluhan, 12 (2). September 2016.

Field, John, (2011) ‘Modal Sosial’. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Freud, Sigmund (2002) ‘Psikoanalisis, (penerjemah: Ira Puspitarini).

Yogyakarta: Ikon.

Haryati, Y dan Sukmaya (2015) ‘Preferensi Petani Terhadap Varietas Unggul Padi Di Kabupaten Bogor ‘. Agrosn 17(1), pp.

145-152.

Hendrawati, E., Yurisnthae, E., dan Radian (2014) ‘Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah’. Agriekonomika, 3 (1). Pp.1 - 9. Jurnal Social Economic of Agriculture, 3 (1), pp 53-57.

https://id.wikipedia.org/wiki/Keyakinan_dan_kepercayaan

https://pakarkomunikasi.com/cara-membangun-kepercayaan-dalam-komunikasi-interpersonal

Imelda, I, OH. Widjaya, A. Wijaya (2016) ‘Pengaruh Inovasi Kepercayaan, Inovasi Pola Pikir Dan Inovasi Keyakinan Terhadap Keinginan Berprestasi Bagi Wirausaha Wanita Di Mangga Dua’. Prosiding Seminar Nasional Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis VI. Jakarta : Universitas Tarumanegara.

Indraningsih KS. (2018) ‘Strategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian’. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35 (2), pp.107-123.

Jalaluddin Rakhmat (2001) ‘Psikologi komunikasi edisi revisi’.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2016) ‘Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super’. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 44 p

Moorman, Christine, Gerald Zaltman, dan Rohit Deshpande, (1992), "Relationships Between Providers and Users of Market Research: the Dynamics of Trust Within and Between Organizations", Journal of Marketing Research, XXIX, pp. 314-328.

Pasandaran, E. dan M. O. Adnyana (1995) ‘Peranan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dalam Meningkatkan Keterkaitan antara Peneliti dan Penyuluh’. Makalah pada Lokakarya Dinamika dan Perspektif Penyuluhan Pertanian pada PJP II. Bogor, 5-6 Juli 1995.

Sadono D (2009) ‘Perkembangan Pola Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian di Indonesia’. Jurnal Komunikasi Pembangunan. 07 (2) Juli 2009.

Sadono, D. (1999) ‘Tingkat Adopsi Inovasi pengendalian Hama terpadu oleh Petani, Kasus di Kabupaten Karawang Jawa Barat’. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Sheth, Jagdish N and Mittal, Banwari (2004) ‘The Power of Brands’. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Griffin, Jill.

Pearson Educational International.

Syakir M (2016) ‘Pemantapan inovasi dan diseminasi teknologi dalam memberdayakan petani. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta [Internet]. [diunduh 2018 September].

Van den Ban, A.W., H.S. Hawkins (1999) ‘Penyuluhan Pertanian’.

Yogyakarta: Kanisius

Zanuar, P Rahmadi, B. Santoso (2016) ‘Modal Sosial Petani Sawah Berlahan Sempit dalam Pemenuhan Nafkah Rumah Tangga’.

Jurnal Analisa Sosiologi. 5(1), pp. 62-73

Diseminasi Teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super di Kab. Tegal (Kushartanti E., A.S. Romdon dan T.

Suhendrata) |155

DISEMINASI TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO