TRANSMISI DATA
2. Landasan Teor
3.3 Bit Parity Check
Metode parity bit adalah untuk mendeteksi bit error dengan asynchronous dan transmisi
synchronous yang berorientasi karakter. Pada suatu skema bahwa transmitter memberikan bit
tambahan (parity bit) untuk setiap karakter pokok yang ditransmisi. Dua jenis paritas ini yaitu:
1. Paritas Genap (Event Parity): Penghitungan paritas genap secara garis benar adalah menghitung banyaknya bit 1 yang terdapat di dalam steram data dan apabila jumlah ganjil, maka bita paritas yang digunakan adalah bit 1. Sehingga dengan demikian jumlah total bit 1 di dalam data menjadi genap.
2. Paritas Ganjil (Odd Parity): pengecekkan paritas ganjil memiliki mekanisme yang berlawanan dengan paritas genap dimana jumlah total bit 1 di dalam stream data harus ganjil.
Kedua skema paritas ini, baik paritas genap maupun ganjil, apabila salah satu bit didalam
stream data mengalami perubahan, dari 0 ke 1 atau sebaliknya, maka basil perhitungan paritas
penerima tidak akan sama dengan bit paritas yang diberikan pengirim.
3.4 Analisa Longitudinal Redudancy Check (LRC)
Teknik LRC ini biasa dikatakan merupakan pengembangan teknik parity check. Pada LRC, data (payload) atau data yang hendak ditransmisikan disusun menjadi sejumlah baris yang ditentukan (blok), kemudian dilakukan perhitungan bit paritas untuk setiap basis dan setiap kolom. Bit paritas baris ditaruh di unjung kanan, sedang bit paritas kolom diletakkan di bagian bawah. Sedangkan urutan transmisi dimulai dari kolom paling kiri kearah bawah.
Row Parity d1,1 ... d1,j d1,j+1 d2,1 ... d2,j d2,j+1 d3,1 ... d3,j d3,j+1 .... ... .... .... di,1 ... di,j di,j+1
Colummn Parity
di+1,1 ... di+1,j di+1,j+1
Gambar 4: Gambaran Longitudinal Redudancy Check
Untuk melakukan perhitungan LRC, ditambahkan karakter tambahan (bukan satu bit) di bagian kiri dan bagian bawah blok:
5092
dari blok yang mempunyai nomor bit yang sama. Jadi bit 1 dan BCC merupakan pariti genap dari semua bit 1 karakter yang ada pada blok tersebut, dan seterasnya.
2. Ditentukan seperti parity, tetapi menghitung secara longitudinal pada pesan (dan juga secara vertikal).
3. Kalkulasi berdasarkan pada bit ke-1, ke-2 dst (dari semua karakter) pada blok menggunakan operator XOR (paritas genap) atau —XOR (paritas ganjil).
4. Bit ke-1 dari BCC B jumlah 1 pada bit ke-1 dari karakter 5. Bit ke-2 dari BCC 13 jumlah I pada bit ke-2 dari karakter a. 98% laju deteksi error untuk burst errors ( > 10 bit)
b. Mampu mengoreksi error sebuah bit
c. Mampu mengoreksi error sebuah drive yang rusak (dalam RAID) 6. Perbaikan signifikan dibandingkat parity checking
4. Pembahasan
4.1. Algoritma Pengiriman Longitudinal Redundancy Check (LRC)
Perangkat lunak pendeteksian bit error dengan metode Longitudinal Redudancy Check ada dua kegiatan yang hams dilakukan pertama pada sisi pengirim dan kedua pada sisi penerima.
Pada sisi penerima kegiatan yang dilakukan antara lain: 1. Menginputkan data berupa pesan teks.
2. Pesan teks dikonversikan ke biner yang masing basil konversi setiap karakternya di urutkan secara vertikal.
3. Hasil dari konversi teks ke biner, leasing-leasing bit setiap karakter secara horizontal di XOR kan dan menghasilkan paritas baris dan secara vertikal di XOR kan dan menghasilkan paritas kolom. 4. Pesan dikirim.
Untuk lebih jelas algoritma pengiriman longitudinal redundancy check di atjabarkan sebagai berikut:
Algoritrna Pengiriman Longitudinal Redundancy Check (LRC)
Algoritma Pengiriman LRC} Input: P Karakter Pesan; Integer i, j, LRC; Integer xdec; String xListKonv:
prosedur kon2bin (variant mynum)
string;
prosedur lvVRC string; prosedur lvVRC string; Output :
LRC Nilai Kolom Parity XOR;
Proses:
5093 For i = 1 To LenP
xdec
StrReverse(kon2bin(Asc(Mid(Left(P, i), i, 1))));
If Len(xdec) = 7 Then
xListKonv (xdec) & ―0‖
endif
xString Mid$(Left(P,i), I, 1); xListKonv;
xString; endfor
prosedur kon2bin (input variant mynum) string
{konversi pesan ke biner}
Deklarasi
Integer loopcounter;
Deskripsi
if mynum >=2^21 Then
kon2bin ‖Bilangan terlalu besar!‖;
exit function endif
Do
if (mynum And 2^ loopcounter) = 2 ^loopcounter then
kon2bin ―1‖ & kon2 bin; else
kon2bin ―0‖ & kon2 bin; endif
loopcounter loopcounter +1;
Loop Until 2^ loopcounter > mynum;
Prosedur lvVRC string;
{menghitung nilai VRC dengan di XOR kannya setiap bit pada xListKonv secara mendatar}.
Deklarasi
String a, b, c, d;
String xListKonv;
Deskripsi
for c = 1 to xListKonv – 1 {nilai pada kolom 1 baris 1} a = xListKonv
5094 b = xListKonv X= a xor b For d = 3 to 7 nB = xListKonv(d) X = X xor nB xListKonv(8) = X endfor endfor prosedur lvLRC string;
{menghitung nilai LRC dengan di XOR kannya setiap bit pada xListKonv secara menurun}
Deklarasi String i, s, w, d; String x0, xl, xLRC; String xListKonv; Deskripsi For i=1 to 8 for s = 1 to xListKonv - 1
{nilai pada kolom 1 baris 1} x0 xListKonv(i) Int
{nilai pada kolom 1 baris 2} x1 xListKonv(i) > Int xLCR = (x0 xor xl) for w = 3 to xListKonv - l xl xListKonv(i) lnt xLCR (xLCR xor xl) endfor xListKonv(i) xLCR endfor endfor
4.2. Algoritma Penerimnaan Longitudinrrl Redundancy Check (LRC)
Untuk algoritma penerimaan pesan akan masuk dengan basil setiap karakter telah di konversikan ke biner dengan di XOR kan setiap bit biner pada masing-masing karakter.
Input:
{Pesan Diterima}
P 4-- Bit Binery Pesan; Integer t, s, w; String xO, xi
String xListKonv;
Output:
{basil XOR setiap bit secara menurun maka diketahui nilai ReceivedLRC)
ReceivedLRC t- Nilai Parity XOR keseluruhan Kolom; Proses:
5095
For t =1 To 8
For s = 1 To LV.Listltems.Count -1 {nilai pada kolom 1 baris 11
x0 4- xListKonv(i) Int {nilai pada kolom 1 baris 21 xl 4- xListKonv(i) Int cLCR = (x0 xor xi) For w = 3 To xListKonv xl (xListKonv (w). xListKonv (t)) Int cLCR (cLCR xor xl) endfor ReceivedLRC = cLCR endfor endfor 5. Kesimpulan
Setelah menvelesaikan perangkat lunak deteksi kesalahan dengan metode LRC, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam mendeteksi bit error pada transmisi data, data pesan disaat dikirim akan di pecahkan kedalam biner yang setiap biner akan di XOR kan untuk menggambil nilai parity yang akan disisipkan pada setiap frame pesan yang dikirim, yang berfungsi sebagai penanda disaat terjadi error pada salah satu bit pada karakter.
2. Pada metode Longitudinal Redundancy Check dalam deteksi kesalahan yang terjadi dilakukan pada receiver dengan langkah pengecekan dilakukan dengan menyusun pesan secara horizontal yang basil konversi biner nya disusun secara blok, dengan masing-rnasing blok memiliki nilai paritas yang di XOR kan secara Horizontal dengan menggunakan paritas XOR yang basil pengiriman pesan yang didapat benar atau salah terletak pada basil
receivedXOR.
3. Di dalam perangkat lunak deteksi dengan MVietode LRC ini memberikan gambaran dalam mendeteksi kesalahan pada saat pengiriman frame antar perangkat keras, dan gambaran bagaimana didalam transmitter tersebut pesan dikonvert ke biner sebelum sampai kepada
receiver (penerima).
Daftar Pustaka
http://dir.unikom.ac.id/laporan-kerja-praktek/fak ultas-so spolli lmu-pemerintahan/2010.
http://elib.unikom.ac.id/files/diskl/400/jbptuniko mpp-gdl-durahmanni-19982-8babii i. pdf.
blog.unsri.ac.id/download5/13092. pdf.
http://elib.unikom.ac.id/files/diskl/400/jbptuniko mpp-gdl-durahmanni-1 9982-8-babii. pdf.
William Stalling diterjemahkan Thamir Abdul Hafedh Al-Hamdany, 2001, Komunikasi Data &
Kompuler, Penerbit Andi.
Jogiyanto HM, 2001, Pengenalan Komputer, Penerbit Andi, Jogjakarta, Edisi 2.
Jr. Wijaya Widjanarka, 2006, Teknik Digital, Penerbit Andi.
Dony Arius & Rum Andri K.R, 2006, Komunikasi Data, Penerbit Andi.
5096
www.artikata.com