• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menghitung Skor Individual dan Tim

WIRAUSAHA DI KELAS XI SMK AL-WASHLIYAH 3 MEDAN

2.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS ( Think-Pair-Share )

2.1.3. Menghitung Skor Individual dan Tim

Penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

a. Menghitung skor individu

Menurut Slavin (2008: 158) untuk memberikan skor perkembangan individu dihitung seperti tabel 2.1 sebagai berikut:

Tabel 2.1. Perhitungan Skor Perkembangan Individu

Skor Kuis Poin Kemajuan

Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 5

10 – 1 poin di bawah skor awal 10

Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal 20

Lebih dari 10 poin di atas skor awal 30

Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) 30

b. Menghitung skor kelompok

Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok, diperoleh kategori seperti tercantum pada tabel 2.2 sebagai berikut:

Tabel 2.2. Perhitungan Skor Perkembangan Kelompok

Rata-rata Tim Penghargaan

15 Tim Baik

16 Tim Sangat Baik

17 Tim Super

(Sumber: Slavin, 2008: 160) c. Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat,

guru memberikan hadiah/penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikatnya.

Metode Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan yang beralamat di Jalan Garu II No. 93 Medan Amplas. Materi pembelajaran yang diterapkan selama pengambilan data di kelas XI AK SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan adalah kerajinan bahan lunak dan wirausaha. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai dengan November 2014.

Populasi dan Subjek Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan. Dengan mempertimbangkan perolehan nilai terendah untuk seluruh kelas XI adalah pada kelas XI AK, maka subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AK SMK Swasta Al-Washliyah 3 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015, dengan jumlah siswa 45 orang.

Prosedur Penelitian

Berdasarkan hasil belajar siswa pada materi pokok kerajinan bahan lunak dan wirausaha masih rendah, maka prosedur penelitian yang penulis rencanakan dalam menuntaskan hasil belajar tersebut adalah sebagai berikut:

5117

1. Melakukan konsultasi dengan pembimbingan PTK 2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3. Menyusun tes hasil belajar

4. Menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

5. Menyusun lembar observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran dan menentukan sampel penelitian 6. Menyusun lembar sikap siswa

Tahap Tindakan

1. Melaksanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam tahap ini, sebelum guru memulai materi pembelajaran, maka guru menciptakan suasana yang kondusif.

2. Melakukan evaluasi hasil pembelajaran, yaitu dengan cara memberikan soal yang sama pada tes diagnostik untuk mengetahui hasil belajar.

3. Melakukan pengolahan tes hasil belajar. Ini dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa dan sebagai informasi atau referensi jika terjadi kesalahan.

Tahap Observasi

Selama proses pelaksanaan model pembelajaran kooperatif type Think-Pair-Share (TPS), peneliti menggunakan dua pengamat untuk mengamati kegiatan kerja kelompok siswa.

Tahap Refleksi

1. Mengadakan refleksi. Dari hasil analisis siklus I, bahwa masih terdapat bberapa siswa yang memperoleh hasil belajar dibawah nilai ketuntasan (KKM).

2. Melakukan siklus II. Adapun sub materi pokok yang dipelajari adalah sub materi pokok yang belum dipahami siswa. Dalam pembelajaran ini dibarengi dengan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat terhadap aktivitas belajar siswa. Setelah selesai, maka dilakukan evaluasi hasil pembelajaran pada Siklus II.

3. Melakukan refleksi. Dari hasil analisis Siklus II ternyata hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan (KKM) dan begitu juga dengan penguasaan siswa terhadap tiap sub materi pokok maka diperoleh hasil belajar siswa minimal mencapai KKM.

Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK pertama kali diperkenalkan psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946 (Aqib, 2006: 13). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau disekolah dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses pembelajaran. Menurut Lewin dalam Aqib (2006: 21) menyatakan bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan

(planning), tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting).

Adapun desain pelaksanaan PTK yang penulis rencanakan dalam penelitian ini adalah dalam dua siklus PTK seperti gambar berikut:

5118

Gambar 3.1. Spiral Tindakan Kelas (Hopkins dalam Aqib, 2006: 31)

Hasil Penelitian Dan Pembahasan

1. Siklus I

Hasil belajar siswa (uji awal) sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Distribusi Uji Awal

Nilai Frekuensi Rata-rata S.D

10 8 23,7 8,86 20 15 30 20 40 1 50 1 Jumlah 45

Grafik Hasil Pretes

Gambar 4.1. Grafik Data Hasil Pretes

a. Data Postes I

Pada akhir pertemuan kedua pada Siklus I diberikan tes hasil belajar (Postes I) pada siswa dan dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2 Distribusi Hasil Postes I

Nilai Frekuensi Tuntas

Individu Tuntas Kelas Rata-rata

40 3 - - 73,3 60 14 - - 80 24 24 53,3% 100 4 4 8,8% Jumlah 45 29 62,1% 0 10 20 30 10 20 30 40 50 Identifikasi Perencanaan Tindakan Observasi Refleksi Perencanaan Ulang Refleksi Tindakan Observasi

5119

Dapat dilihat pada gambar 4.2.

Grafik Postes I

Gambar 4.2 Grafik Data Hasil Postes I

2. Siklus II

Hasil analisis tes hasil belajar (Postes II) pada pertemuan kedua (Siklus II) disajikan pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Distribusi Hasil Postes II

Nilai Frekuensi Tuntas

Individu Tuntas Kelas Rata-rata

60 5 - -

86,6

80 22 22 48,8%

100 18 18 40,0%

Jumlah 45 37 62,1%88,8%

Data hasil postes II ini dapat disajikan kembali dalam grafik histogram sebagai berikut:

Grafik Postes II

Gambar 4.3. Grafik Data Hasil Postes II

Peningkatan hasil tes siswa dapat dilihat melalui tabel dan histogram berikut: Tabel 4.4. Rekapitulasi Hasil Tes Belajar Selama KBM

No Hasil Tes Data Awal Siklus I Siklus II

1. Nilai Tertingi 50 100 100

2. Nilai Terendah 10 40 60

3. Rata-rata Nilai Tes 23,7% 73,3 86,6

4. Ketuntasan Klasikal 0% 62,1% 88,8%

Gambar 4.4. Grafik Hasil Belajar Kognitif

3. Hasil Observasi Aktivitas

Data aktivitas belajar siswa secara lengkap disajikan dalam tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5 Skor Aktivitas Belajar Siswa

Siklus I 0 5 10 15 20 25 30 40 60 80 100 0 5 10 15 20 25 60 80 100 0 20 40 60 80 100 Data Awal Siklus I Siklus II

5120

No Aktivitas Jumlah Rata-rata Proporsi

1 Menulis, membaca 87 21,75 36%

2 Mengerjakan 76 19 32%

3 Bertanya pada teman 37 9,25 15%

4 Bertanya pada guru 28 7 12%

5 Yang tidak relevan 12 3 5%

Siklus II

No Aktivitas Jumlah Rata-rata Proporsi

1 Menulis, membaca 59 14,25 24%

2 Mengerjakan 87 22,25 37%

3 Bertanya pada teman 48 11,75 19%

4 Bertanya pada guru 42 10,75 18%

5 Yang tidak relevan 4 1 2%

Data pada tabel 4.5 dapat disajikan dalam diagram batang atau histogram sesuai gambar 4.5 berikut:

Keterangan: 1. Menulis, membaca 2. Mengerjakan

3. Bertanya pada teman 4. Bertanya pada guru 5. Yang tidak relevan

Gambar 4.5. Grafik Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II

4. Respon Siswa

Hasil kuisioner disajikan dalam tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6. Data Hasil Kuisioner Sikap Konstruktif Siswa

No Indikator Sikap Konstruktif Rata-rata 1 Sikap senang terhadap pelajaran kewirausahaan 84,3 2 Sikap ingin tahu siswa terhadap pelajaran kewirausahaan 85,8 3 Sikap ingin membantu yang kesulitan belajar kewirausahaan 82,6

Data pada tabel 4.7 dapat disajikan kembali dalam histogram seperti gambar 4.7 berikut:

Gambar 4.7. Grafik Sikap Siswa

Pembahasan

Kelemahan yang terjadi pada Siklus I akan diperbaiki pada Siklus II dengan melakukan tindakan-tindakan. Adapun solusi yang diterapkan pada pelaksanaan Siklus II dari hasil refleksi di atas antara lain:

0% 20% 40% 1 2 3 4 5 Siklus I Siklus II 81 82 83 84 85 86 87 Sikap senang terhadap pelajaran kewirausahaan

Sikap ingin tahu siswa terhadap pelajaran kewirausahaan Sikap ingin membantu yang kesulitan belajar kewirausahaan Nilai rata-ra

5121

a. Guru memberikan peringatan agar setiap siswa mengemukakan pendapatnya pada saat kerja kelompok. Bagi siswa yang tidak mengemukakan pendapatnya pada saat kerja kelompok, akan dikurangi nilainya.

b. Dua orang siswa yang mengganggu teman yang lain pada saat pelaksanaan think dipisahkan tempat duduknya dan diberi pengawasan lebih.

Selama pengamatan terhadap kegiatan siswa Siklus II (ranah afektif), penilaian terhadap tes hasil belajar (ranah kognitif), dan pengamatan terhadap pelaksanaan penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) Siklus II, sudah tidak terlihat hal-hal yang harus diadakan perbaikan, siswa yang membuat gaduh pada Siklus II dapat diatasi oleh guru dengan baik, hasil belajar siswa sudah menunjukkan peningkatan dan semua siswa dikatakan tuntas. Secara keseluruhan semua aspek dalam hasil belajar mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II. Karena proses pelaksanaan pada Siklus I dan Siklus II telah dapat mencapai hasil dari pembelajaran yang diharapkan dan telah dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian ini, maka tidak diadakan Siklus selanjutnya.

Daftar Pustaka

Ahmad, A, dan Supriyono, W. (2004). Psikologi Belajar. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Aqib, Zainal. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Yrama Widya. Bandung.

Arikunto, S. (2003). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Depdikbud. (1994). Kurikulum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Lembaga Pendidikan

Tenaga S-1. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Dimyati dan Mudijono (2002). Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Djamarah, dan Zain, A. (2006). Strategi Belajar Mengajar. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Wahyu Ningsih, Eni, (2011). Kewirausahaan Jilid II Kelas XI. Percetakan Mentari. Jakarta.

Gulo, W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. PT. Grasindo. Jakarta.

Ibrahim, M, dkk. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Unsa-University Press. Surabaya.

Lie, A. (2004). Cooperative Learning Mempraktekkan Cooperatif Learning di Ruang-ruang

Kelas. Penerbit PT. Rasindo. Jakarta.

Nurhadi. (2004). Kurikulum 2004. PT. Grasindo. Jakarta.

Riyanto, Y. (2009). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Slavin, R. (2008). Cooperatif Learning. Penerbit Nusa Media. Bandung.

Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivisme. Penerbit Prestasi Pustaka. Jakarta.

5122

PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENDEKATAN AGAMA DALAM