• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PEMBELAJARAN MULTI METODE UNTUK MEMOTIVASI SISWA DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PELAJARAN EKONOMI SISWA

3. Metode Jigsaw

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi idukatif, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.

Metode mengajar jigsaw dikembangkan dan diuji oleh Eliot Arronson dkk di Universitas Texas, kemudian di adaptasi oleh Salvin dkk di Universitas John Hopkin. Tehnik ini dapat digunakan dalam pembelajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun membaca. Teknik ini menggabungkan keempatnya.

Pembelajaran metode jigsaw adalah suatu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam suatu kelompok yang bertanggung jawab atas pengusaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri juga terhadap pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang

lain. Dengan demikian, ―s iswa saling tergantung dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan‖

2.4. Motivasi

Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi motivasi:

a. Motivasi merupakan alat pendorong terjadinya prilaku belajar peserta didik. b. Motivasi merupakan alat untuk mempengaruhi prestasi belajar peserta didik.

5055

d. Motivasi merupakan alat untuk membangun sistem pembelajaran lebih bermakna.

2.5. Prestasi

Menurut Syaiful B. Djamrah prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Dari beberapa devinisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan yang menyenangkan hati yang memperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok.

Sementara belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri seseorang berkat pengalaman dan pelatihan, dimana penyaluran dan pelatihan itu terjadi melalui intereksi antara individu dan lingkungan alamiah maupun lingkungan social.

Menurut Sardiman A.M belajar sebagai rangkaian kegiatan jiwaraga, psiko-fisik menuju keperkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang menyangkut unsure cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, efektif dan psikomotorik.

Setelah menelusuri definisi dari prestasi dan belajar, maka dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktifitas. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dari dalam individu, yaitu perubahan tingkah laku.

2.6. Pendidikan Mata Pelajaran Ekonomi

Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani oikonomia, yaitu dari kata oikos dan nomos.

Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti mengatur. Jadi, oikonomia adalah mengatur rumah

tangga. Seiring dengan perkembangan ilmu dan tehnologi, maka pengertian ilmu Ekonomi juga berkembang bukan saja mengatur rumah tangga dalam arti sempit, tetapi rumah tangga dalam arti luas, seperti rumah tangga perusahaan, masyarakat, Negara, bahkan dunia. Dibawah ini terdapat beberapa definisi tentang ilmu ekonomi.

a. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

b. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana menentukan pilihan dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas.

c. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran.

d. Ilmu Ekonomi merupakan studi tentang uang, suku bunga, modal, dan kekayaan.

e. Paul A. Smuelson ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi sekarang atau masa yang akan datang kepada individu atau masyarakat.

Ilmu Ekonomi dipelajari dengan berbagai alasan, yaitu untuk memahai segala masalah yang dihadapi masyarakat dalam rumah tangga untuk membantu pemerintah menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup, serta menghindari timbulnya depresi dan inflasi dan untuk menganalisis pola perilaku mayarakat.

5056

Fokus dalam penelitian ini adalah Penerapan Multi Metode Dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa SMP. Dari paparan data hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan multi metode menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan motivasi. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Nanang Hanifah bahwa motivasi dipengaruhi oleh salah satu factor ekstern yaitu guru. Dalam hal ini guru sangat berperan dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar akan dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan bila dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam kelas, baik masalah yang berkaitan dengan diri siswa maupun masalah yang berkaitan dengan guru itu sendiri. Dari banyak permasalahan yang dihadapi, yang paling menonjol di dalam kelas adalah mengenai tidak kondusifnya kegiatan pembelajaran diakibatkab karena adanya siswa yang berbicara sendiri sehingga tidak memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menggunakan variasi-variasi dalam mengajar. Variasi yang digunakan guru untuk membuat siswa

tertarik dan memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan multi metode. Dengan menggunakan multi metode ini hasil pembelajaran siswa sangat meningkat dibandingkan dengan sebelum diterapkannya multi metode ini.

Melalui Multi Metode ini, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Hubungan saling membutuhkan ini dapat menimbulkan adanya saling ketergantungan positif yang menuntut adanya interaksi yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil prestasi yang optimal. Kehadiran metode ini dapat menjadikan kegiatan belajar mengajar Ekonomi lebih menyenagkan karena model pembelajaran yang menekankan aktivitas kolaboratif siswa dalam belajar yang berbentuk kelompok kecil, mempelajari materi pembelajaran dan memecahkan masalah secara kolektif.

3.1. Perencanaan Penerapan Multi Metode Dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa

Perencanaan penerapan pembelajaran Multi Metode ini pada materi pembelajaran ekonomi dengan pembahasan Memahami Kegiatan Masyarakat, perencanaan ini dibuat berdasarkan konsep- konsep yang terdapat dalam pembelajaran Multi Metode. Adapun langkah-langkah untuk menjadikan kelas yang akan dijadikan objek penelitian, menetapkan materi yang akan dijadikan materi pembelajaran, membuar rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyiapkan lembar observasi motivasi yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa dan menyiapkan tugas untuk mengetahui presentase prestasi yang diraih oleh siswa, dan menyiapkan instrumen penelitian.

3.2. Pelaksanaan Penerapan Multi Metode dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa

Dalam penerpaan metode pembelajaran dilakukan dengan enam kali pertemuan dengan tiga siklus yang terdiri dari pre test dilaksanakan pada pertemuan 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan. Siklus II dilaksanakan 3 kali pertemuan dan siklus III dilaksanakan 1 kali pertemuan. Pre test, pada pertemuan pertama peneliti melaksanakan pemeriksaan lapangan dan memberikan pre test dengan strategi konvensional yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Dimana guru menerangkan materi Ekonomi di selangi denagn tanya jawab.

5057

Melalui pre test, dapat diketahui bahwa pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan tanya jawab ternyata menjadikan siswa kurang berminat dalam belajar Ekonomi. Siswa cenderung pasif, bergurau sendiri dengan temannya dan kurang berkonsentrasi dengan pelajaran yang diberikan.

Menyingkapi hasil pre test, pada pertemuan pertama selanjutnya guru menerapkan pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode yaitu metode inquiry, card sort dan

jigsaw. Dengan Multi Metode ini diharapkan siswa mampu berperan aktif untuk mengekspresikan

gagasannya pada kelompok.

Pada penerapan pertama penerapan konvensional masih kurang efektif, siswa masih pasif, siswa masih seriang ramai dengan teman-temannya. Menanggapi kegagalan pada pertemuan 1 maka pada pertemuan kedua peneliti menerapkan Multi Metode untuk melatih dan membiasakan siswa lebih aktif dalam menemukan konsep, dan lebih menantang sehingga menimbulkan persaingan sehat.

3.3. Penilaian Multi Metode dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas

Penilaian dalam pembelajaran ini dialkuakn pada setiap pertemuan setelah pembelajaran berlangsung. Penilaian ini dialkukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan penerapan yang telah diterapkan. Tingkat keberhasilan kelas dalam setiap siklus mengalami peningkatan yaitu pre test denagn rata-rata Indiaktor keberhasilan penerapan Multi Metode antara lain:

1. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih semangat, senang dan tidak merasa heran. Sehingga dapat menyelesaikan tugas yang diberiakn guru tepat waktu.

2. Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar, yaitu aktif dalam bertanya dan mampu menjawab pertanyaan guru secara lisan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak merasa takut lagi untuk belajar mengemukakan pendapatnya.

3. Adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari kenaikan setiap siklus.

4. Penutup

1. Penerapan pembelajaran Multi Metode pada mata pelajaran Ekonomi, yaitu dengan materi memahami kegiatan ekonomi masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Pada siklus pertama dilaksanakan tiga kali pertemuan, pada pertemuan terakhir dilaksanakan post test. Pada siklus ke dua dilaksanakan dua kali pertemuan, pada pertemuan terakhir dilaksanakan post test. Pada siklus ke tiga hanya satu kali pertemuan karena sudah dianggap cukup. Karena hasil belajar siswa sudah memuaskan. 3. Untuk mengukur tingkat motivasi siswa dapat dilihat dari prestasi siswa. Karena prestasi belajar

siswa akan meningkat seiring dengan meningkatnya motivasi belajar siswa. Dengan demikian, meningkatnya data prestasi diatas menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat.

Daftar Pustaka

Arsyad, Azhar. 2002. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya (Beberapa Pokok Pikiran). Makasar: Pustaka Pelajar.

5058

Aziz, Wahab Abdul. 2008. Metode dan Model-model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung: ALVABETA, Depag RI. 2004. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Bandung: CV. Diponegoro.

Djajadisastra, Yusuf. 1981. Metode-Metode Mengajar. Bandung: Angkasa.

Djamrah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kopetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Hanifah, Nanang dkk. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.

Lie, Anita. 2005. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperatif Learning di Ruang-ruang

Kelas. Jakarta: Grasindo.

Nurdin, Muh., dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTS kelas VII. Surabaya: CV. Karya Utama.

Senduk, Nurhadi. 2004. Pembelajaran konstektual (CTL) dan Peneraapn dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Silberman, 2004. Active Learniang (101 Strategies to Teach any Subject). Bandung: Nusa Media.

Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suparhadi, Saputro. 1993. Dasar-dasar Metodologi Pengajaran Umum. Malang: IKIP Malang.

Suprijono, 2009. Agus cooperative learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukardi, 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya (Jakarta: PT Bumi Aksara)

Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Edisi Revisi, Bandung : Remaja Rosdakarya.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Uno, Hamzah B. 2007 ―Teori Motivasi dan Pengukurannya” (Jakarta: Bumi Aksara,)

Wahidmurni dan Nur Ali. 2008. Penelitian Tindakan Kelas; Pendidikan Agama dan Umum; dari

Teori Menuju Praktik. Malang: UM Press.

Wahidmurni. 2005. Bahan Ajar Penelitian Pembelajaran. Malang: UIN Malang Press.

Wahyudi, Dedi. 2009. Metode dan Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Pemberdayaan

Peserta Didik ‖ (http:// podoluhur.blogspot.com,diakses 22 maret 2009).

Wiraatmaja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Yasin, Fatah. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang : UIN-Malang.

Zaini, Hisyam 2002 ―strategi pembelajaran aktif di perguruan tinggi‖, (Yogyakarta: PT. CTSD,)

Zuriah, Nurul. 2006 Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan;Teori-Aplikasi (Jakarta: PT Bumi Aksara)

5059

MASALAH YANG DIHADAPI GURU DALAM PENERAPAN MODEL