• Tidak ada hasil yang ditemukan

SWP DAS Bodri Jragung 1. DAS Babon

Untuk data secara rinci hasil skoring masing-masing DAS diuraikan pada data sebagai berikut :

IV. SWP DAS Bodri Jragung 1. DAS Babon

Luas wilayah DAS Babon yaitu 12.291,69 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kabupaten Semarang, Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

j. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Babon memiliki lahan kritis seluas 196,7 Ha atau 1,6 %.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 5.654,18 Ha atau 46 %.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Babon yaitu 0,15.

k. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Babon yaitu 55,71 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Babon yaitu 0,06 m3/tahun.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

136

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Babon yaitu 78 ton/ha/tahun.

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten diwilayah DAS Babon terjadi banjir lebih dari satu kali tiap tahun.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Babon nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 0,39.

l. Sosial ekonomi dan kelembagaan  Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten wilayah DAS Babon diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Babon yaitu sebesar 0,4 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda di wilayah DAS Babon berupa jumlah KK miskin. Dari hasil analisis/perhitungan diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Babon yaitu 23.30 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan wilayah DAS Babon dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Babon, terdapat norma tersebut dan dipraktekkan terbatas.

m. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data diwilayah DAS Babon terdapat kota dengan kategori Kota Besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten di wilayah DAS Babon diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Babon yaitu berkisar antara Rp. 0 - 15 milyar.

n. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

137

 Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Babon (85%) merupakan kawasan budidaya dengan kelerengan 0-25 %. Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 89,25 maka DAS Babon dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipertahankan daya dukungnya.

2. DAS Blorong

Luas wilayah DAS Blorong yaitu 33.398,94 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Blorong sudah memiliki lahan kritis seluas 165 Ha atau 0,49 %.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 15.363,51 Ha atau 46 % dari luas DAS Blorong.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Blorong yaitu 0,27.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Blorong yaitu 47,42 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Blorong yaitu 1,26 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Blorong yaitu 45,16 ton/ha/tahun.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

138

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten diwilayah DAS Blorong terjadi banjir lebih dari satu kali tiap tahun.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Blorong nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 0,83.

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan  Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten di wilayah DAS Blorong diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Blorong yaitu sebesar 0,44 ha.  Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin. Dari hasil analisis/perhitungan diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Blorong yaitu 25.30 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Blorong, terdapat norma tersebut dan dipraktekkan terbatas.

d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda Kabupaten diwilayah DAS Blorong terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota Besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Blorong yaitu berkisar antara Rp. 0 - 15 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Blorong terdapat kawasan lindung dengan tutupan vegetasi sampai dengan 90%.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

139

 Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Blorong (76 %) merupakan kawasan budidaya dengan kelerengan 0-25%. Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 101,25 maka DAS Blorong dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipulihkan daya dukungnya.

3. DAS Bodri

Luas wilayah DAS Bodri yaitu 65.245,54 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Bodri memiliki lahan kritis seluas 2.380 atau 3,65 %.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, DAS Bodri memiliki luas lahan bervegetasi seluas 31.971,78 Ha atau 49 %.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Bodri yaitu 0,68.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Bodri yaitu 35,7 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Bodri yaitu 2,07 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Bodri yaitu 128,3 ton/ha/tahun.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

140

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten diwilayah DAS Bodri terjadi banjir lebih dari 1 kali tiap tahun.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Bodri nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 5,17.

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan  Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten, diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Bodri yaitu sebesar 0,46 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin, diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Bodri yaitu 27,31 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani Kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Bodri, terdapat norma tersebut dan dipraktekkan terbatas. d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda kabupaten diwilayah DAS Bodri terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota madya.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Bodri yaitu berkisar antara Rp. 45 - 60 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Bodri terdapat kawasan lindung dengan tutupan vegetasi sampai dengan 99%.

 Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Bodri terdapat kawasan budidaya sekitar 38% dengan kelerengan 0-25%.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

141

Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 100,50 maka DAS Bodri dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipulihkan daya dukungnya.

4. DAS Garang

Luas wilayah DAS Garang yaitu 21.277,36 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kabupaten Semarang, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Garang memiliki lahan kritis seluas 644,4 Ha atau 3,03 %.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 10.638,68 Ha atau 50 % dari luas DAS Garang.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Garang yaitu 0,57.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Garang yaitu 46,13 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Garang yaitu 0,99 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Garang yaitu 382 ton/ha/tahun.

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten diwilayah DAS Garang terjadi banjir 1 kali tiap tahun.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

142

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Garang nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 1,01.

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan  Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten, diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Garang yaitu sebesar 0,4 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin dan diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Garang yaitu 9 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Garang, tidak ada kontra konservasi.

d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda diwilayah DAS Garang terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten, diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Garang yaitu berkisar antara Rp. > 60 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Garang terdapat kawasan lindung dengan tutupan vegetasi sekitar 85%.

 Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Garang 73% merupakan kawasan budidaya dengan kelerengan 0-25%.

Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 105,75 maka DAS Garang dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipulihkan daya dukungnya.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

143

5. DAS Jragung

Luas wilayah DAS Jragung yaitu 59.018,33 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Jragung memiliki lahan kritis seluas 117,90 atau 0,2%.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 20.066,23 Ha atau 34 % dari luas DAS Jragung.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Jragung yaitu 0,24.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Jragung yaitu 47,42 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Jragung yaitu 0,65 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Jragung yaitu 45 ton/ha/tahun.

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten diwilayah DAS Jragung terjadi banjir lebih dari 1kali tiap tahun.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Jragung nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 1,15.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

144

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan

 Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Jragung yaitu sebesar 1,54 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Jragung yaitu 18,50 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Jragung, ada norma tetapi dipraktekkan terbatas.

d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda diwilayah DAS Jragung terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum, diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Jragung yaitu berkisar antara Rp. 30 - 45 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Jragung tidak terdapat kawasan lindung ( 0 %).  Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Jragung sekitar 81% merupakan kawasan budidaya dengan kelerengan 0-25%.

Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 101,75 maka DAS Jragung dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipulihkan daya dukungnya.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

145

6. DAS Kanal Timur

Luas wilayah DAS Kanal Timur yaitu 7,858,04 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kota Semarang. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Kanal Timur memiliki lahan kritis seluas 21,9 atau 0,28%.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 785,80 Ha atau 10 % dari luas DAS Kanal Timur.

- Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Kanal Timur yaitu 0,27.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Kanal Timur yaitu 19,33 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Kanal Timur yaitu 0,99 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Kanal Timur yaitu 163 ton/ha/tahun.

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah diwilayah DAS Kanal Timur tidak pernah terjadi banjir yang merugikan.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Kanal Timur nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 1,01.

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan  Tekanan penduduk terhadap lahan

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

146

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Kanal Timur yaitu sebesar 0,6 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Kanal Timur yaitu 5,02 %.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Kanal Timur, tidak ada norma konservasi.

d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda diwilayah DAS Kanal Timur terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum, diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Kanal Timur yaitu berkisar antara Rp. 30 - 45 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Kanal Timur tidak terdapat kawasan lindung ( 0 %).  Kawasan budidaya

Berdasarkan Peta Klasifikasi Fungsi Kawasan dan Peta Klas Kelerengan, diwilayah DAS Kanal Timur sekitar 99% merupakan kawasan budidaya dengan kelerengan 0-25%.

Berdasarkan penilaian dan pembobotan kriteria/sub kriteria tersebut di atas, diperoleh nilai tertimbang 98,25 maka DAS Kanal Timur dapat diklasifikasikan sebagai DAS yang dipertahankan daya dukungnya.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

147

7. DAS Mangkang Barat

Luas wilayah DAS Mangkang Barat yaitu 5.176,12 Ha yang secara administrasi berada diwilayah Kota Semarang. Hasil analisis/perhitungan pada masing-masing komponen kriteria/sub kriteria yang telah ditetapkan disajikan sebagaimana uraian berikut :

a. Kondisi Lahan

- Presentase lahan kritis

Berdasarkan data dari BPDAS Pemali Jratun tahun 2013 DAS Mangkang Barat tidak memiliki lahan kritis atau 0%.

- Presentase penutupan vegetasi

Berdasarkan Peta Tutupan Lahan yang dikeluarkan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Tahun 2012 dan hasil survey lapangan, teridentifikasi memiliki luas lahan bervegetasi seluas 1.190,51Ha atau 23% dari luas DAS Mangkang Barat. - Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP)

Berdasarkan hasil analisis nilai C dan P, besarnya Indeks erosi/Nilai Pengelolaan Lahan dan Tanaman (CP) yang terjadi di DAS Mangkang Barat yaitu 0,27.

b. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air (Tata Air) - Koefisien rejim aliran (KRA)

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien rejim aliran di wilayah DAS Mangkang Barat yaitu 54,38 m3.

- Koefisien aliran tahunan (C)

Dari hasil perhitungan nilai koefisien aliran tahunan diwilayah DAS Mangkang Barat yaitu 0,08 m3/tahun.

- Muatan sedimen

Berdasarkan hasil analisis besarnya muatan sedimen yang terjadi diwilayah DAS Mangkang Barat yaitu 60 ton/ha/tahun.

- Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah diwilayah DAS Mangkang Barat terjadi banjir 1 kali tiap tahun.

- Indeks penggunaan air

Dari hasil analisis/perhitungan diwilayah DAS Mangkang Barat nilai indeks penggunaan airnya yaitu sebesar 1,013.

Laporan Penyusunan Klasifikasi DAS yang Dipulihkan dan Dipertahankan Tahun 2014

148

c. Sosial ekonomi dan kelembagaan

 Tekanan penduduk terhadap lahan

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tekanan penduduk terhadap lahan yang dinyatakan dengan indeks ketersediaan lahan pertanian yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik Kota Semarang diketahui bahwa nilai indeks ketersediaan lahan pertanian diwilayah DAS Mangkang Barat yaitu sebesar 0,24 ha.

 Tingkat kesejahteraan penduduk

Data yang digunakan dalam analisis/perhitungan tingkat kesejahteraan penduduk yaitu berasal dari Bappeda berupa jumlah KK miskin diketahui bahwa nilai tingkat kesejahteraan penduduk diwilayah DAS Mangkang Barat yaitu 9,16%.

 Keberadaan dan penegakan norma

Berdasarkan data dari Dinas yang menangani kehutanan dan hasil survey lapangan, keberadaan norma yang berkaitan dengan konservasi dan implementasinya dilapangan di wilayah DAS Mangkang Barat, ada norma yang dipraktekkan terbatas. d. Asset/nilai investasi bangunan air

 Klasifikasi kota

Berdasarkan data dari Bappeda diwilayah DAS Mangkang Barat terdapat kota dengan klasifikasi/kategori kota besar.

 Klasifikasi nilai investasi bangunan air (IBA)

Berdasarkan data dari Dinas PSDA Provinsi Jateng, diprediksikan bahwa nilai investasi bangunan air yang terdapat diwilayah DAS Mangkang Barat yaitu berkisar antara Rp. 0-15 milyar.

e. Pemanfaatan ruang wilayah  Kawasan lindung

Pada wilayah Mangkang Barat tidak terdapat kawasan lindung ( 0 %).

Dokumen terkait