Kebijakan Kesehatan untuk Kota dan Komunitas Sehat
Topik 5 : Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan
5.3 BUDAYA, SEHAT-SAKIT DAN KEPERAWATAN .1 Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhyah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Kebudayaan yaitu sistem pengetahauan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehati-hari, kebudayaaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda
70 yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
5.3.2 Nilai-Nilai Budaya
Sistem budaya mengandung berbagai orientasi nilai. Nilai merupakan bentuk kepercayaan bagaimana seseorang harus perperilaku , kepercayaan adalah sesuatu pertanyaan yang tujuannya berpegang kepada kebenaran tapi mungkin boleh atau tidak boleh berlandaskan kenyataan empiris. Salah satu elemen yang paling penting terbangun dalam budaya dan nilainya. Nilai ini bersama – sama memiliki budaya yang paling penting terbangun dalam budaya dan nilainya. Nilai ini bersama memberikan stabilitas dan keamanan budaya, menyajikan standart perilaku. Bila dua orang bersama – sama memiliki budaya yang serupa dan pengalamanya cenderung serupa, nilai-nilai mereka akan serupa, walaupun dua orang tersebut tidak mungkin pola nilai yang tetap serupa, namun mereka cukup serupa untuk mengenal kesamaan dan utuk mengidentifkasi‖ yang lain sama sepeti saya‖ (Gooenough, 2016).
5.3.3 Perbedaan Budaya
Sesungguhnya karena tradisi berbeda budaya dan peningkatan mobilitas dan memiliki standart pereilaku yang sama. Individu yang dibesarkan dalam kelompok seperti itu mengikuti budaya oleh norma-norma yang menentukan jalan pikiran dan perilaku mereka.
a. Kolektifitas Etnis
Adalah kelompok dengan asal yang umum, perasaan identitas dan memiliki standart perilaku yang sama. Individu yang bedasarkan dalam kelompok seperti itu mengikuti
71 budaya oleh norma-norma yang menentukan jalan ikiran dan perilaku mereka ( Harwood, 2008).
b. Shok Budaya
Adalah salah satu sebab karena bekerja dengan individu yang latar belakang kulturnya ber beda. Shock budaya sebagai perasaan yang tidak ada yang menolong ketidaknyamanan dan kondisi disoirentasi yang dialami oleh orang luar yang berusaha beradaptasi secara komprehensif atau secara efektif dengan kelompok yang berbeda akibat akibat paraktek nilai-nilai dan kepercayaan (Leininger, 2016).
Perawat dapat mengurangi shock budaya dengan mempelajari tentang perpedaan kelompok budaya dimana ia terlibat. Pemting untuk perawat mengembangkan hormat kepada orang lain yang berbeda budaya sambil menghargai perasaan dirinya. Praktik perawatan kesehatan memerlukan toleransi kepercayaan yang bertentangan dengan perawat. c. Pola Komunikasi
Kendala yang paling nyata timbul bila kedua orang berbicara dengan bahasa ang berbeda. Kebiasaan berbahasa dari klien adalah salah satu cara untuk melihat isi dari budaya. Menurut Kluckhohn,2012, bahwa tiap bahasa adalah merupakan jalan khusus untuk meneropong dan interprestasi pengalaman tiap bahasa membuat tatanan seluruhnya dari asumsi yang tidak disadari tetang dunia dan penghidupan. Kendala untuk komunkasi bisa saja terjadi walaupun individu berbicara dengan bahasa yang sama. Perawat kadang kesulitan untuk menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang sederhana, bebas dari bahasa yang jlimet yang klien bisa menagkap. Sangat penting untuk menentukan ahwa pesan kita bisa diterima dan dimengerti maksudnya.
d. Jarak Pribadi dan Kontak
Jarak pribdi adalah ikatan yang tidak terlihat dan flesibel. Pengertian tentang jarak pribadi bagi perawat
72 kesehatan masyarakat memungkinkan proses pengkajian dan peningkatan interaksi perawat klien. Profesional kesehatan merasa bahwa mereka mempunyai ijin keseluruh daerah badan klien. Kontak yang dekat sering diperlukan perawat saat pemeriksaan fisik, perawat hendaknya berusaha untuk mengurangi kecemasan dengan mengenal kebutuhan individu akan jarak dan berbuat yang sesuai untuk melindungi hak privasi.
e. Padangan Sosiokultural Tentang Penyakit dan Sakit
Budaya mempengaruhi harapan dan persepsi orang mengenai gejala cara memberi etika kepada penyakit, juga mempengaruhi bilamana, dan kepada siapa mereka harus mengkomunikasikan masalah-masalah kesehatan dan berapa lama mereka berada dalam pelayanan. Karena kesehatan dibentuk oleh faktor-faktor budaya, maka terdapat variasi dari perilaku pelayanan kesehatan, setatus kesehatan, dan pola-pola sakit dan pelayanan didalam dan diantara budaya yang berbeda-beda.
Perilaku pelayanan kesehatan merujuk kepada kegiatan-kegiatan sosial dan biologis individu yang disertai penghormatan kepada mempertahankan akseptabilitas status kesehatan atau perubahab kondisi yang tidak bisa diterima. Perilaku pelayanan kesehatan dan status kesehatan saling keterkaitkan dan sistem kesehatan ( Elling, 2017 ).
5.3.4 Fakor -Faktor Sosiokultural Masyarakat
Yang berikut ini adalah daftar faktor-faktor sosiokultural yang menonjol yang harus dikaji dalam masyarakat :
1. Pengaruh-pengaruh yang selalu ada yang membagi oran kedalam kelompo-kelompok dalam masyarakat seperti etnis, agama , kelas sosial, pekerjaan, tempat tinggal, bahasa, pendidikan, jenis kelamin, kesuksesan dan umur.
73 2. Kondisi – kondisi yang menimbulkan konflik sosial dan / aturan
jalur social
3. Sikap terhadap kelompok minoritas, anak muda dengan orang dewasa, pria dengan wanita.
4. Pembagian masyarakat kedalam tantangan atau distrik dengan karakteristiknya
5. Jalur – jalur formal dan informal utuk komunikasi diantara berbagai program dan masyarakat
6. Kendala -kendala timbul akibat perbedaan kepercayaan budaya praktek
7. Politik orientasi dimasyarakat (sikap terhadap autoritas serta pemakaiannya pada masalah kesehatan )
8. Pola – pola migrasi baik didalam maupun diluar masyarakat dan pengaruhnya terhadap jasa pelayanan kesehatan
9. Hubungan agama dan pengobatan dalam masyarakat (siapa dan apa penyebab dari penyakit dan bagaimana cara mencegahnya) 10. Betuk penyakit atau sakit yang dipandang oleh berbagai
anggota masyarakat bagaimana hal itu bisa timbul (kondisi budaya yang spesifik, seperti penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara panas dan dingin atau penyakit yang disebabkan oleh magig).
5.3.5 Faktor – Faktor Sosiokultural Keluarga Dan / Atau Individu Bila mengkaji keluarga atau individu perawat kesehatan masyarakat harus menyadari yang berikut :
1. Kekhasan keluarga, peranan yang dipegagan oleh keluarga dan kerabat, pola – pola pemukiman
2. Berbagai jenis ritual dan berbagai upacara yang dianggap penting dalam siklus kehidupan seperti kelahiran, kematian, masa remaja, pernikahan.
3. Kepercayaan kesehatan dan nilai-nilai anggota keluarga dan arti sosial yang bergantung kepada kesejahteraan dan sakit :
74 a. Kepercayaan mengenai organ rubuh dan/atau sistem dan
bagiamana cara berfungsinya.
b. Metode tertentu yang dipakai untuk mempertahankan kesehatan, seperti higine dan praktek merawat diri sendiri c. Sikap terhadap imunisasi, penyaringan dan usaha-usaha
pencegahan yang lian
d. Kepercayaan dan praktek diseputar konsepsi, hamil, melahirkan, laktasi dan membesarkan anak
e. Skap terhadap penyakit mental, cacat, mati.
4. Orang dalam keluarga yang bertanggung jawab untuk berbagai kepercayaan kesehatan dan prakteknya dari program kesehatan yang sudah ditentukan.