• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bukti Evolus

Dalam dokumen sma12bio MudahDanAktif Rikky (Halaman 163-167)

Aktivitas Biologi 6

C. Bukti Evolus

Buku Darwin, rigin of Species, mengandung beberapa bukti tidak langsung yang memperlihatkan bahwa evolusi terjadi. Contohnya, Darwin menjelaskan bukti dari catatan fosil untuk memperlihatkan bahwa bentuk kehidupan lain pernah ada di bumi. Oleh karena evolusi terjadi dalam waktu yang sangat lama, sangatlah sulit untuk melihat dan mengamati evolusi secara langsung. Sejak teori Darwin diteruskan, para ahli biologi telah banyak mengumpulkan informasi baru untuk mendukung teori evolusi.

1. Bukti Fosil

Fosil merupakan catatan sejarah kehidupan paling penting. Kata fosil berasal dari bahasa latin, fodere, artinya menggali. Oleh karena itu, fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu atau terperangkap di dalamnya. Fosil yang ditemukan dapat berupa tulang- tulang dan jejak yang membatu (Gambar 6.17). Ilmu tentang fosil disebut Paleontologi.

Zam an Saat ini Pleistosin Kin i (5.000 t ahun) P li o s in M io s in O li g o s in E o si n Te n g a h A w a l A k h ir Te n g a h A w a l A k h ir Te n g a h A w a l A k h ir Te n g a h A w a l A k h ir Equus Ca lip p u s Nan n ip p u s Hip p arion Neoh ipparion M eg a h ip p u s Hi p p i d i o n Pi l o h i p p u s M erych ippus Parah ippus M i o h i p p u s M esoh ip p u s Ep ih ip p u s Hyracotherium Anchit herium Archaeo h ip p u s Hyp oh ip p u s 2 7 2 6 3 8 5 4 Orohippus

H asil penelitian menunjukkan bahwa banyak fosil yang berasal dari makhluk hidup yang telah punah. Namun, terdapat juga beberapa fosil dari makhluk hidup yang ternyata masih ada atau mirip dengan yang masih ada sekarang.

Fosi l bi asanya di t emukan secara kebet ul an dan j arang sekal i dit emukan fosil dalam keadaan ut uh. Terdapat beberapa fakt or yang menyebabkan jarang ditemukannya fosil dalam keadaan utuh, yaitu: 1. pengaruh angin, aliran air, dan bakteri pembusuk;

2. t erdapat beberapa organisme at au bagiannya yang t idak dapat membatu;

3. terjadi lipatan batuan bumi akibat gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi;

4. hewan-hewan pemakan bangkai yang sering membawa bagian tubuh bangkai ke tempat lain.

Salah satu fosil yang ditemukan dalam keadaan lengkap adalah fosil kuda. Fosil kuda ini dit emukan pada hampir semua periode geologi. Perhatikan Gambar 6.18 berikut.

Gambar 6.18

Evolusi kuda berdasarkan penem uan fosil

Sumber: Essentials of Biology, 1990

Sekilas

Biologi

Ket ika banyak t engkorak sepert i di atas ditemukan di Mediterania, orang Yunani purba membayangkan manusia raksasa bermata satu. Hal ini m enim bulkan legenda siklop bermata satu. Padahal, ini adalah tengkorak gajah.

Dalam Gambar 6.18, terlihat pohon filogenetik dan penampakan kuda berdasarkan gambaran pelukis terhadap fosil yang ditemukan. Pohon filogenetik adalah pohon yang memperlihatkan kekerabatan (filogeni) makhluk hidup. D ari gambar t ersebut t erlihat bahwa ukuran kuda cenderung membesar dari waktu ke waku. Berdasarkan pohon filogenetik t ersebut juga, banyak cabang dari pohon kekerabat an kuda ini yang akhirnya punah.

2. Homologi

St rukt ur fisik makhluk hidup memberikan pet unjuk akan nenek moyangnya. Teori evolusi Darwin menyatakan bahwa satu spesies dapat membentuk spesies yang lain.

Gambar 6.1 memperlihat kan st rukt ur t ungkai depan beberapa hewan. Tungkai depan burung memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan kuda atau anjing, namun mereka semua memiliki struktur tulang yang mirip. Persamaan struktur ini merupakan petunjuk bahwa hewan-hewan ini memiliki nenek moyang yang sama. Ket ika spesies yang berbeda berevolusi, seleksi alam menghasilkan modifikasi yang teradaptasi pada lingkungan yang berbeda. Struktur tubuh dengan fungsi berbeda, tetapi mempunyai bentuk asal yang sama disebut struktur homolog.

Salah satu petunjuk evolusi adalah adanya organ vestigial. Organ vest igial adalah organ kecil at au organ yang t idak lengkap dan t idak memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan teori evolusi, organ vestigial adalah organ yang dulunya mempunyai fungsi tertentu. Beberapa contoh organ- organ vest igial, yakni t ulang yang diduga bekas kaki pada ikan paus; usus buntu dan tulang ekor pada manusia.

Gambar 6.19

St rukt ur hom olog t ungkai depan b eb erap a hew an.

An j in g Kuda

Bu ru n g

Sumber: Heath Biology, 1985

Gambar 6.20

Tulang vest igial pada t ulang rangka ikan paus.

Sumber: Heath Biology, 1985

3. Embriologi Perbandingan

Pet unj uk evol usi dapat j uga di t emukan pada perkembangan beberapa organisme. Perkembangan sel telur yang sudah dibuahi hingga dilahirkan disebut embrio. A dapun ilmu tentang perkembangan organisme ini disebut Embriologi.

Ket i ka membandi ngkan perkembangan organi sme yang dekat kekerabat annya, t erkadang sulit unt uk membedakan t ahap awal sat u spesies dengan spesies lainnya. Perhatikan gambar (Gambar 6.21).

Kata Kunci

• Em b riologi

• Filog en et ik

• Filog en i

• Fosil

• Organ vest igial

Ikan Salamander Kura Kura Burung Kelinci Manusia

Gambar 6.21

Perb andingan em b rio p ada b eb erap a vert eb rat a

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

Awal perkembangan ikan mirip dengan perkembangan embrio hewan lain dan manusia. M eskipun bentuk dewasa setiap organisme tersebut jauh berbeda, kesamaan mereka saat awal perkembangannya merupakan hal yang menguatkan adanya kesamaan nenek moyang hewan-hewan tersebut.

Kesamaan embrio ini sering digunakan sebagai pet unjuk adanya evolusi. Jika dua spesies berasal dari nenek moyang yang sama, keduanya mungkin masih memiliki kesamaan dalam perkembangannya.

4. Bukti dari Biokimia dan Genetika

Genetika modern juga memberikan bukti kuat adanya evolusi. Semua makhluk hidup menggunakan kode genetika yang sama dalam menyintesis protein. Kode genetik yang sama menunjukkan bahwa semua makhluk hidup berevolusi dari satu organisme yang menggunakan kode genetika yang sama.

A hli biokimia, juga telah membandingkan urutan asam amino dari protein yang ditemukan pada organisme yang berbeda. Organisme yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat biasanya memiliki protein dengan urut an asam amino yang sama. Pada organisme yang jauh kekerabatannya, urutan asama amino dari proteinnya memperlihatkan banyak perbedaan.

5. Seleksi Alam yang Teramati

Evolusi terjadi dalam ribuan hingga jutaan tahun. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk mengamati seleksi di alam liar. A kan tetapi, terdapat satu contoh seleksi alam di alam liar yang tercatat sangat baik. Pada kasus ini, melibatkan evolusi warna sayap pada spesies ngengat iston betularia (Gambar 6.22). N gengat ini umumnya terdapat di desa-desa Inggris.

Pada awal t ahun 1850 sebelum t erjadi revolusi indust ri, populasi ngengat sayap putih lebih banyak ditemukan. Jarang sekali ditemukan ngengat warna hitam. Saat itu, jika ngengat putih hinggap pada batang pohon, burung dan predat or lain sulit menemukan ngengat t ersebut .

Gambar 6.22

Sayap Bist on bet ularia yang berw arna put ih dan hit am

arna batang yang cerah menyamarkan ngengat putih. H al ini berbeda dengan ngengat hitam sehingga ngengat hitam mudah ditemukan oleh predator.

Sekitar awal tahun 1900-an, polusi akibat revolusi industri di Inggris membuat batang pohon menghitam. H al tersebut menyebabkan ngengat warna put ih lebih mudah t erlihat oleh burung dan predat or lainnya. A dapun ngengat warna hitam menjadi lebih mudah berbaur dengan warna latar batang pohon. A kibatnya, burung dapat dengan mudah menangkap ngengat warna put ih dan memangsanya lebih banyak dibandingkan ngengat hitam. A khirnya, ngengat hitam dapat bertahan dan melakukan reproduksi. M elalui seleksi alam, frekuensi gen unt uk warna hit am meningkat dalam populasi. Prediksikan apa yang terjadi jika polusi di daerah tersebut dapat dikendalikan kembali?

1. Sebutkan bukti-bukti yang dapat menjadi petunjuk adanya evolusi.

2. M engapa jarang sekali fosil yang ditemukan dalam keadaan utuh?

3. A pakah yang dimaksud dengan organ homolog? 4. Jelaskan evolusi pada ngegat iston betularia di Inggris. Kerjakanlah di dalam buku latihan.

Latihan Pemahaman Subbab C

Dalam dokumen sma12bio MudahDanAktif Rikky (Halaman 163-167)