• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUMAR SEBAGAI SINERGI PAKTA WARSAWA & NATO

Dalam dokumen poland dari timur ke barat (Halaman 63-66)

Polandia memberikan perhatian yang cukup terhadap pengembangan kekuatan pertahanannya Saat ini, industri pertahanan Polandia didukung oleh beberapa industri seperti BUMAR SP. Z.O.O. yang fokus pada industri radar serta industri teknologi pertahanan lainnya. Pasar industri pertahanan Polandia tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, melainkan juga untuk memenuhi permintaan dari di dunia.

Di dalam implementasinya, industri-industri pertahanan ini berkolaborasi dengan beberapa Universitas di Polandia dalam menghasilkan temuan-temuan baru, tentunya dengan dukungan serta legalitas dari MoD. Hal ini salah satunya bertujuan

untuk menghasilkan wider security approach, yakni pemahaman yang lebih

komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak di luar militer. Meskipun demikian, untuk masalah inti pengembangan industri pertahanan, Polandia tetap memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi militer, meskipun pendekatan yang dilakukan melibatkan hubungan antara institusi sipil (industri, Universitas, dan MoD) serta

militer. Hubungan ini turut mendukung proses Revolution in Military Affairs (RMA)

yang mengkombinasikan sisi-sisi pertahanan dengan manajemen dan teknologi di Polandia.

Profesionalisme dan pengalaman perusahaan-perusahaan Bumar Group untuk

memenuhi persyaratan serta pesanan bagi penggunaan pertahanan maupun sipil telah berkontribusi pada reputasi Bumar di dunia. Teknologi yang diterapkan oleh

Bumar Group sebagai integrasi dari sistem pasca-Soviet dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) didukung oleh keahlian tangan pertama dari insinyur Bumar yang memiliki pengalaman yang bertahun-tahun dalam mengintegrasikan berbagai jenis peralatan pasca-Soviet dan standar NATO. Pemanfaatan kemampuan litbang oleh Bumar yang bersumber dari MoD dan universitas juga telah memberikan kontribusi yang positif bagi semua pihak yang terkait. Di satu pihak, MoD dapat

memberikan user requirement yang sesuai dengan Strategi Keamanan Nasional,

sedangkan industri mendapatkan inovasi dan kreatifitas yang sangat baik dari universitas. Selain itu, pihak universitas juga memperoleh keuntungan yang besar,

karena banyak riset yang mereka lakukan didanai oleh industri – i.e. 44% budget

WAT berasal dari litbang40 – hal tersebut juga menjadi motivasi bagi para segenap

civitas akademika untuk menghasilkan tekhnologi dan inovasi terbaik.

Sisi positif lain dari pengembangan R&D dengan melibatkan universitas adalah kemandirian tekhnologi yang dimiliki oleh Bumar. Hampir seluruh produk yang dihasilkan Bumar, desain dan tekhnologinya secara penuh dirancang oleh Bumar (bekerjasama dengan universitas). Hal tersebut menyebabkan Bumar lebih leluasa

dalam memberikan offset dalam penjualan produknya, walaupun harus tetap

mendapatkan persetujuan dari pemerintah.41 Akan tetapi, dalam hal ini Bumar tidak

terlalu membutuhkan izin atau lisensi dari perusahaan lain, karena Bumar secara penuh memiliki teknologi dan desain yang digunakan dalam produk-produknya. Setelah resmi bergabung menjadi anggota NATO pada tahun 2004, maka PAF memiliki kewajiban untuk mengembangkan alutsistanya sesuai dengan standar

40

Presentasi Kolonel Zalewski di WAT (Military University of Technology), Warsawa, tanggal 22 April 2012

41

Presentasi Grzegorz Przeradzki, Area Manager Asia Pacific Export Departement di Bumar Eletronika, Warsawa tanggal 22 April 2012.

NATO (NATO STANAG) baik untuk keperluan pelaksanaan operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Walaupun terdapat kelonggaran ataupun pilihan bagi PAF untuk secara penuh melaksanakan STANAG, atau sebagian atau bahkan tidak sama sekali, namun PAF dan MoD memandang bahwa mengikuti STANAG memiliki keuntungan tersendiri. Hal tersebut dikarenakan

adanya interoperability dengan alutsista yang dibuat atau digunakan negara anggota

NATO yang lain. Bagi Bumar, kesempatan ini juga berarti terbukanya peluang pasar bagi negara anggota NATO yang lain.

Tidak hanya anggota NATO, banyak negara non-NATO yang melengkapi alutsista angkatan bersenjatanya dengan produk Bumar -Indonesia sebagai contoh- karena

kemampuan Bumar untuk memenuhi user requirement yang diberikan oleh

konsumen.42 Selain kemampuan untuk mengakomodir user requirement, Bumar juga

melayani permintaan atau pembelian dalam jumlah terbatas (no need for inbulk

purchasement). Hal tersebut sejalan dengan strategi produksi Bumar yaitu Make to Order bukan Make to stock. Strategi produksi berdasarkan pesanan akan

menghemat budget untuk penyimpanan atau inventory dan menghindari

kemungkinan terjadinya overstock karena perubahan tren atau perubahan user

requirement dari konsumen.

Tidak hanya di bidang R&D, Bumar juga memiliki keunggulan kompetitif dibanding produsen senjata lain. Keberadaan Polandia sebagai negara eks-pakta warsawa dan anggota NATO saat ini membuat Bumar memiliki tekhnologi yang dapat

mengakomodasi standar kedua blok pertahanan tersebut.43 Dengan kata lain, para

teknisi Bumar menguasai kedua tekhnologi pertahanan, baik Barat maupun Timur. Hal tersebut menjadi salah satu keistimewaan Bumar selain R&D dan kemandirian tekhnologi yang dimilikinya. Keunggulan tersebut diperkuat dengan desentralisasi manufaktur yang mencapai 22 anak perusahaan dengan spesialisasi masing- masing. Hal tersebut selain meminimalisir rantai produksi, juga memaksimalkan kualitas produk yang dihasilkan.

Perbandingan Industrialisasi Era Western VS Soviet

42

Presentasi Grzegorz Kuzia, Business & Development Manager Bumar Elektronika di Bumar Eletronika, Warsawa tanggal 22 April 2012.

43

Bumar yang bisa dikatakan sebagai representatif dari Polandia telah melakukan revolusi pada industri pertahanannya. Polandia yang awalnya berada dalam Pakta Warsawa yang menggunakan model Soviet, sekarang menjadi anggota NATO yang menggunakan pendekatan Barat. Beberapa perbandingan yang dapat kita lihat dari revolusi yang dilakukan oleh Bumar antara lain; inovasi yang pada masa pakta

warsawa berorientasi kepada standarisasi yang ditentukan oleh produser – dalam

hal ini soviet--, saat ini lebih berorientasi kepada konsumen yaitu dengan berusaha

memenuhi user requirement dan mengutamakan innovation.

Sejalan dengan hal tersebut, seperti sudah dijelaskan sebelumnya Bumar tidak

melakukan make to stock atau memproduksi untuk skala tertentu, tetapi make to

order or in time, dan dalam jumlah yang sesuai dengan pesanan, tidak perlu dalam jumlah yang besar. Sejalan dengan hal tersebut, kemampuan Bumar dalam

memenuhi user requirement juga mempertimbangkan technology convergence

dimana Bumar memiliki kapasitas untuk memproduksi senjata di luar standar NATO ataupun Soviet, hal tersebut berbeda dengan saat menjadi anggota Pakta Warsawa, Bumar sangat terikat pada standarisasi Pakta Warsawa dan memproduksi sesuai dengan permintaan dari Soviet, dimana setiap anggota Pakta Warsawa diberikan satu spesialisasi dalam pembuatan senjata.

Bumar merupakan perusahaan yang sebagian besar kepemilikannya dimiliki oleh negara. Namun hal tersebut tidak menjadikan Bumar sebagai mesin birokrasi. Manajemen Bumar dijalankan dengan pendekatan bisnis sehingga rumitnya proses birokrasi dapat diminimalisir. Namun demikian, sebagai perusahaan milik negara, Bumar tetap harus memperoleh persetujuan dari negara dalam hal ini MoD dalam berbagai hal. Persetujuan negara tersebut meliputi penjualan, kerjasama, bentuk offset dan transfer of Technology. Hal tersebut dikarenakan Bumar harus sejalan dengan politik luar negeri Polandia dan Strategi Kemanan Nasional Polandia. Tidak hanya itu, perekrutan karyawan dan regenerasi yang baik juga memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan pemuda dan ekonomi Polandia.

Dalam dokumen poland dari timur ke barat (Halaman 63-66)