YANG DIKEMBANGKAN
12. BUNGA GERBERA
pada saat pengolahan lahan dengan menggunakan kompos, pupuk kandang atau pupuk hijau. Pupuk selanjutnya dapat diberikan urea dosis 60 gr, TSP dosis 75 gr, KCl dosis 40 gr yang diberikan pada waktu penanaman, pupuk lanjutan dapat diberikan ZA, TSP, KNO3 dan MgSO4,
O P T : Hama yang banyak menyerang
adalah Aphids, Cyclamen
mites, Trips, Kupu-kupu putih, ulat dan Snail, hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida jika seranga sudah parah
Penyakit yang umum menyerang
adalah Phytophthora,
Powdery mildew, dan Botrytis,
penanggulanagn dapat dilakukan dengan menjaga kelembaban tanaman dan lahan, menjaga kebersihan dan jika serangan sudah berada dalam tahap parah diberikan pestisida dan tanaman yang terserang harus segera dimusnahkan.
Umur Panen : Panen dapat dilakukan pada
Famili : Apocynaceae
Nama Latin : Adenium Sp
Nama Lain : Desert rose
Agroklimat Ketinggian Tempat : 700 m dpl Intensitas Cahaya : 60 – 70 % Temperatur : 25 – 30 0C Kelembaban Udara : 70 % Budidaya
Perbanyakan : Perbanyakan dapat dilakukan
secara vegetatif (biji) dan Generatif (stek), dengan kondisi bibit harus segar, batang tegak, daun berwarna hijau segar, bonggol mulus dan tidak luka atau cacat.
Media Tanam : Media yang digunakan jika
ditanam dilahan adalah tanah top soil dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1, jika ditanam dalam pot, media yang digunakan yaitu pasir, pupuk kandang, sekam padi = 1:1:1 atau serbuk serabut kelapa, pupuk kandang, pecahan karang = 2:1:1.
Penyiraman : Penyiraman dilakukan setiap hari pada musim kemarau, dan dapat dikurangi pada musim hujan. Penyiraman dilakukan pada pagi hari.
Pemupukan : Pupuk slow releae seperti
Growmore, Hyponex dan dextar dapat diberikan 3 bulan sekali atau sesuai dosis.
Pupuk daun seperti Gandasil digunakan dengan dosis setengah dari taaran yang tertera ditabel.
Pupuk kandang diaplikasikan pada permukaan media setuap sekali dalam sebulan.
Penggunakan pupuk NPK secara seimbang.
Pupuk Phosfor untuk
merangsang pembungaan.
OPT • Tungau merah dikendalikan
dengan menyemprotkan insektisidacotakkilling dan nervous disturbing seperti Ye Man Te atau Demiter
• Kutu Kuning/Putih
dikendalikan dengan isnektisida seperti Supracide, Decis,
OPT : • Nematoda dikendalikan dengan Furadan 3G
• Jamur dan Bakteri dikendalikan
dengan penyemprotan fusngisida
• Aphids dikendalikan dengan
insektisida seperti Conidor 0,5- 1 ml/L air
• Thrips dikendalikan dengan
disemprotkan Agrimex dengan dosis 0,5 ml/L air atau Mentigo 1 g/L air
• Root mealybug dikendalikan
dengan penyemprotan Dazomet 98%, Dursban atau Diazinon dosis 1 ml/L air, larutan disiram ke media, juka serangan sudah parah, media harus diganti.
• Fungus gnat dikendalikan
dengan menyemprot Trigard, Agrimec dosis 0,5 ml/L air pada bagian yang terserang.
• Pomopsis dikendalikan dengan menyemprotkan fungisida seperti Manzate, Daconil atau Ortocide dengan dosis 1 g/L air.
• Layu pucuk/Fusarium
dikendalikan dengan menyemprotkan Manzane daconi atau Ortocide dengan dosis 1 g/L air
OPT : • Busuk akar dikendalikan dengan membongkar media dan memotong media yang busuk kemudian diolesi fungisida Benlate kemudian diberi media baru.
• Kutu kuning/putih dikendalikan dengan menyemprotkan Insektisida.
Umur Panen Tanaman dipanen setelah cukup
umur atau sesuai spesiikasi yang diinginkan (tinggi tanaman, bentuk bonggol, warna bunga, sehat, mulus), hindari panen pada waktu hujan dan lakukan secara hati-hati.
Penempatan & Kegunaan Tanaman
- Luar Ruangan & Tanaman Hias Taman, Lansekap
Famili : Iridaceae
Nama Latin : Gladiolus hybridus
Nama Lain : Gladiol
Agroklimat
Ketinggian Tempat : 500 – 1.500 m dpl
Intensitas Cahaya : Butuh cahaya matahari penuh
Temperatur : 10 – 25 0C
Kelembaban Udara : sedang
Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan mengguna
kan biji
Vegetatif melalui kultur jaringan, pemisahan umbi (anak subang), Umbi dan anak umbi yang digunakan berasal dari tanaman yang sudah dipanen.
Media Tanam : Tanah yang cocok adalah
andosol dan latosol yang subur, gembur, dan banyak bahan organik dengan pH 5,5 – 5,9. Pembutan bedengan dilakukan untuk mempermudah pemelihara-an dan pemanenan.
Penyiraman : Drainase diatur diantara
bedengan tanaman. Penyiraman dilakukan jika
tanaman terlihat kekeringan, atau pada musim kemarau.
Pemupukan : Pemupukan pertama diberikan pada saat pengolahan tanah sebagai pupuk dasar berupa pupuk organik. Pupuk tabahan berupa pupuk N, K, Ca, dan P yang diberikan sesuai dosis.
OPT • Thrips gladiol : gejala dapat
berupa bercak-bercak perak pada permukaan daun, ditanggulangi oleh penyiangan gulma area penanaman, penggunaan insektisida.
• Kutu putih : menghambat
pertumbuhan tunas dan umbi tanaman, dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida.
• Ulat pemakan daun :
dikendalikan dengan menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thurngiensis.
• Busuk kumbang (Cendawan
penicilium gladioli) menginfeksi subang gladiol
yang terluka, pengendalian dapat dilakukan dengan menyimpan subang dengan
• Hawar bakteri (Xanthomonas gummisudan) berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik, dengan gejala bercak-bercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat yang kemudain menutupi seluruh permukaan daun dan menjadikan daun kering dan mati. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara perendaman subang yang sehat dan merendam subang tampa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida.
• Layu fusarium (cendawan
fusarium oxysporum var. Gladiol atau f.orthoceras var. Gladiol) penanggulanagn dapat dilakukan dengan emnyimpan subang ditempat yang tidak lembab serta merendam dalam larutan fungisida sebelum ditanam.
• Busuk kering (cendawan Botrytis cinera atatu B. Gladiolorum. Gejala bunga berbintik-bintik, subang yang terserang jadi busuk dn daun berbintik-bintik keabu- abuan. Pengendalian dengan cara mengeringanginkan subang yan dipanen sebelum disimpan
pada tempat yang kering, penyemprotan fungisida captan, zineb atau nabam. • Busuk keras (septoria
gladioli) gejala hampir sama dengan busuk kering tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Tanaman yang terserang biasanya berasal dari anak subang, pengendalian sama dengan busuk kering.
Umur Panen Panen sudah dapat dilakukan
pada umur 60 – 80 hari sejak tanam, dan dapat dilakukan setiap 10 har
Penempatan & Kegunaan Tanaman
- Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman
Famili : Amaryllidaceae
Nama Latin : Hippeastrum sp
Nama Lain : Bakung
Agroklimat
Ketinggian Tempat : 200 – 1.200 m dpl
Intensitas Cahaya : Cahaya matahari penuh,
cahaya kurang
Pembungaan sulit dan umbi kecil
Temperatur : 15 – 24 0C ;
Induksi bunga 21 – 27 0C
Kelembaban Udara : 60 – 70 %
Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan biji (untuk
pemuliaan)
Vegetatif melalui umbi, sisik, dan kultur jaringan.
Media Tanam : Campuran kompos dedaunan,
pupuk kandang dan pasir (1:1:1) Umbi diletakkan 2/3 bagian media dan 1/3 bagian media dibiarkan terbuka.
Penyiraman : Pemberian air tidak terlalu
banyak, biarkan media sampai kering baru disiram kembali. Terlalu banyak air akan merusak perakaran dan mengganggu pembentukan umbi.