• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUNGA GERBERA

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Tanaman Hias (Halaman 46-56)

YANG DIKEMBANGKAN

12. BUNGA GERBERA

pada saat pengolahan lahan dengan menggunakan kompos, pupuk kandang atau pupuk hijau. Pupuk selanjutnya dapat diberikan urea dosis 60 gr, TSP dosis 75 gr, KCl dosis 40 gr yang diberikan pada waktu penanaman, pupuk lanjutan dapat diberikan ZA, TSP, KNO3 dan MgSO4,

O P T : Hama yang banyak menyerang

adalah Aphids, Cyclamen

mites, Trips, Kupu-kupu putih, ulat dan Snail, hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida jika seranga sudah parah

Penyakit yang umum menyerang

adalah Phytophthora,

Powdery mildew, dan Botrytis,

penanggulanagn dapat dilakukan dengan menjaga kelembaban tanaman dan lahan, menjaga kebersihan dan jika serangan sudah berada dalam tahap parah diberikan pestisida dan tanaman yang terserang harus segera dimusnahkan.

Umur Panen : Panen dapat dilakukan pada

Famili : Apocynaceae

Nama Latin : Adenium Sp

Nama Lain : Desert rose

Agroklimat Ketinggian Tempat : 700 m dpl Intensitas Cahaya : 60 – 70 % Temperatur : 25 – 30 0C Kelembaban Udara : 70 % Budidaya

Perbanyakan : Perbanyakan dapat dilakukan

secara vegetatif (biji) dan Generatif (stek), dengan kondisi bibit harus segar, batang tegak, daun berwarna hijau segar, bonggol mulus dan tidak luka atau cacat.

Media Tanam : Media yang digunakan jika

ditanam dilahan adalah tanah top soil dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1, jika ditanam dalam pot, media yang digunakan yaitu pasir, pupuk kandang, sekam padi = 1:1:1 atau serbuk serabut kelapa, pupuk kandang, pecahan karang = 2:1:1.

Penyiraman : Penyiraman dilakukan setiap hari pada musim kemarau, dan dapat dikurangi pada musim hujan. Penyiraman dilakukan pada pagi hari.

Pemupukan : Pupuk slow releae seperti

Growmore, Hyponex dan dextar dapat diberikan 3 bulan sekali atau sesuai dosis.

Pupuk daun seperti Gandasil digunakan dengan dosis setengah dari taaran yang tertera ditabel.

Pupuk kandang diaplikasikan pada permukaan media setuap sekali dalam sebulan.

Penggunakan pupuk NPK secara seimbang.

Pupuk Phosfor untuk

merangsang pembungaan.

OPT • Tungau merah dikendalikan

dengan menyemprotkan insektisidacotakkilling dan nervous disturbing seperti Ye Man Te atau Demiter

• Kutu Kuning/Putih

dikendalikan dengan isnektisida seperti Supracide, Decis,

OPT : • Nematoda dikendalikan dengan Furadan 3G

• Jamur dan Bakteri dikendalikan

dengan penyemprotan fusngisida

• Aphids dikendalikan dengan

insektisida seperti Conidor 0,5- 1 ml/L air

• Thrips dikendalikan dengan

disemprotkan Agrimex dengan dosis 0,5 ml/L air atau Mentigo 1 g/L air

• Root mealybug dikendalikan

dengan penyemprotan Dazomet 98%, Dursban atau Diazinon dosis 1 ml/L air, larutan disiram ke media, juka serangan sudah parah, media harus diganti.

• Fungus gnat dikendalikan

dengan menyemprot Trigard, Agrimec dosis 0,5 ml/L air pada bagian yang terserang.

• Pomopsis dikendalikan dengan menyemprotkan fungisida seperti Manzate, Daconil atau Ortocide dengan dosis 1 g/L air.

• Layu pucuk/Fusarium

dikendalikan dengan menyemprotkan Manzane daconi atau Ortocide dengan dosis 1 g/L air

OPT : • Busuk akar dikendalikan dengan membongkar media dan memotong media yang busuk kemudian diolesi fungisida Benlate kemudian diberi media baru.

• Kutu kuning/putih dikendalikan dengan menyemprotkan Insektisida.

Umur Panen Tanaman dipanen setelah cukup

umur atau sesuai spesiikasi yang diinginkan (tinggi tanaman, bentuk bonggol, warna bunga, sehat, mulus), hindari panen pada waktu hujan dan lakukan secara hati-hati.

Penempatan & Kegunaan Tanaman

- Luar Ruangan & Tanaman Hias Taman, Lansekap

Famili : Iridaceae

Nama Latin : Gladiolus hybridus

Nama Lain : Gladiol

Agroklimat

Ketinggian Tempat : 500 – 1.500 m dpl

Intensitas Cahaya : Butuh cahaya matahari penuh

Temperatur : 10 – 25 0C

Kelembaban Udara : sedang

Budidaya

Perbanyakan : Generatif dengan mengguna

kan biji

Vegetatif melalui kultur jaringan, pemisahan umbi (anak subang), Umbi dan anak umbi yang digunakan berasal dari tanaman yang sudah dipanen.

Media Tanam : Tanah yang cocok adalah

andosol dan latosol yang subur, gembur, dan banyak bahan organik dengan pH 5,5 – 5,9. Pembutan bedengan dilakukan untuk mempermudah pemelihara-an dan pemanenan.

Penyiraman : Drainase diatur diantara

bedengan tanaman. Penyiraman dilakukan jika

tanaman terlihat kekeringan, atau pada musim kemarau.

Pemupukan : Pemupukan pertama diberikan pada saat pengolahan tanah sebagai pupuk dasar berupa pupuk organik. Pupuk tabahan berupa pupuk N, K, Ca, dan P yang diberikan sesuai dosis.

OPT • Thrips gladiol : gejala dapat

berupa bercak-bercak perak pada permukaan daun, ditanggulangi oleh penyiangan gulma area penanaman, penggunaan insektisida.

• Kutu putih : menghambat

pertumbuhan tunas dan umbi tanaman, dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida.

• Ulat pemakan daun :

dikendalikan dengan menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thurngiensis.

• Busuk kumbang (Cendawan

penicilium gladioli) menginfeksi subang gladiol

yang terluka, pengendalian dapat dilakukan dengan menyimpan subang dengan

• Hawar bakteri (Xanthomonas gummisudan) berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik, dengan gejala bercak-bercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat yang kemudain menutupi seluruh permukaan daun dan menjadikan daun kering dan mati. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara perendaman subang yang sehat dan merendam subang tampa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida.

• Layu fusarium (cendawan

fusarium oxysporum var. Gladiol atau f.orthoceras var. Gladiol) penanggulanagn dapat dilakukan dengan emnyimpan subang ditempat yang tidak lembab serta merendam dalam larutan fungisida sebelum ditanam.

• Busuk kering (cendawan Botrytis cinera atatu B. Gladiolorum. Gejala bunga berbintik-bintik, subang yang terserang jadi busuk dn daun berbintik-bintik keabu- abuan. Pengendalian dengan cara mengeringanginkan subang yan dipanen sebelum disimpan

pada tempat yang kering, penyemprotan fungisida captan, zineb atau nabam. • Busuk keras (septoria

gladioli) gejala hampir sama dengan busuk kering tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Tanaman yang terserang biasanya berasal dari anak subang, pengendalian sama dengan busuk kering.

Umur Panen Panen sudah dapat dilakukan

pada umur 60 – 80 hari sejak tanam, dan dapat dilakukan setiap 10 har

Penempatan & Kegunaan Tanaman

- Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman

Famili : Amaryllidaceae

Nama Latin : Hippeastrum sp

Nama Lain : Bakung

Agroklimat

Ketinggian Tempat : 200 – 1.200 m dpl

Intensitas Cahaya : Cahaya matahari penuh,

cahaya kurang

Pembungaan sulit dan umbi kecil

Temperatur : 15 – 24 0C ;

Induksi bunga 21 – 27 0C

Kelembaban Udara : 60 – 70 %

Budidaya

Perbanyakan : Generatif dengan biji (untuk

pemuliaan)

Vegetatif melalui umbi, sisik, dan kultur jaringan.

Media Tanam : Campuran kompos dedaunan,

pupuk kandang dan pasir (1:1:1) Umbi diletakkan 2/3 bagian media dan 1/3 bagian media dibiarkan terbuka.

Penyiraman : Pemberian air tidak terlalu

banyak, biarkan media sampai kering baru disiram kembali. Terlalu banyak air akan merusak perakaran dan mengganggu pembentukan umbi.

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Tanaman Hias (Halaman 46-56)

Dokumen terkait