• Tidak ada hasil yang ditemukan

PALEM KUNING

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Tanaman Hias (Halaman 95-107)

YANG DIKEMBANGKAN

34. PALEM KUNING

Pemupukan : Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos, untuk pupuk selanjutnya diberikan pupuk NPK degan dosis dan interval sesuai anjuran.

O P T : Mealybugs (kutu putih), aphids,

spider mites (tungau), scale insects (kutu tempurung), hama ini dapat dikendalikan dengan cara sistem budidaya yang sehat dan jika serangan sudah tergolong parah dapat digunakan insektisida.

Umur Panen : Tanaman ini dapat dipindahkan

mulai dari umur 6 – 8 bulan Penempatan &

Kegunaan Tanaman

: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman

Famili : Liliaceae

Nama Latin : Cordyline sp

Nama Lain : Hanjuang, cordyline

Agroklimat

Ketinggian Tempat : 50 – 800 m dpl Intensitas Cahaya : 3.000 – 3.500 fc

Temperatur : 18 – 35 0C

Kelembaban Udara : Butuh kelembaban tinggi

65 – 100 % Budidaya

Perbanyakan : Generatif dengan biji.

Vegetatif melalui stek, cangkok akar dan batang yang lunak

Media Tanam : Media tanam tidak terlalu

porous, dapat berupa campuran media tanah, kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1

Penyiraman : Penyiraman diberikan pada

saat media terlihat sudah kering, penggunaan pengkabutan 2-3 hari sekali.

Pemupukan : Sebaiknya dilakukan pada

waktu tanam dengan penggunaan NPK (3:1:2 atau 24:8:16 atau 20:10:20) dan bahan organik, pemupukan

O P T : Hama yang umum ditemukan

adalah Spider mites,

Mealybugs, dan scale insects

Sedangkan penyakit yang ditemukan adalah serangan jamur Erwinia, Fusarium dan phyllostica.

Umur Panen : Panen dilakukan sesuai dengan

kebutuhan konsumen baik tinggi tanaman, warna daun, bentuk aun dan lainnya.

Penempatan & Kegunaan Tanaman

: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman

Famili : Myrtaceae

Nama Latin : Syzygium Oleina

Nama Lain : Pucuk Merah

Agroklimat

Intensitas Cahaya : Cahaya Penuh

Temperatur : Cukup

Kelembaban Udara : 80 – 90 %

P H : 4 - 6,5

Budidaya

Perbanyakan : Stek atau dengan biji

Media Tanam : Media dapat berupa tanah lempung

berpasir, memiliki banyak humus atau bahan organik yang tinggi.

Penyiraman : Penyiraman pucuk merah juga

sangat perlu dilakukan setiap hari. Selebihnya pucuk merah yang merupakan tanaman yang membutuhkan banyak sinar mata hari, maka tentu harus ditempatkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari. Hal ini dilakukan agar tanaman ini tetap terus bertunas, sehingga akan menghasilkan daun yang berwarna merah.

Penyiraman ini sebaiknya dilakukan setiap sehari,yaitu; Pagi pukul 07:00 - 09:00 WIB, dan sore pukul 15:00 – 18:00 WIB. Penyiraman ini dapat dilakukan

Pemupukan : Pemupukan ini harus dilakukan karena untuk menambah unsur hara pada tanah. Pemupukan dilakukan dengan pemberian NPK seimbang setiap 2 – 3 bulan sekali, cara dilarutkan dengan air.

O P T : Salah satu pengganggu

tanaman ini adalah ulat coklat. Untuk membasminya, dapat menggunakan suprasit.

Umur Panen : Panen dapat dilakukan setelah

tanaman tumbuh dengan sempurna atau, sesuai dengan kebutuhan pasar.

Penempatan & Kegunaan Tanaman

: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman

Famili : Adiantaceae (Pteridaceae)

Nama Latin : Adiantum sp

Nama Lain : Suplir

Agroklimat Ketinggian Tempat : 100 – 800 m dpl Intensitas Cahaya : 1.200 – 1.500 fc Temperatur : Siang 21 – 32 0C Malam 16 – 18 0C Kelembaban Udara : 80 – 100 % Budidaya

Perbanyakan : Generatif dengan spora

Vegetatif dengan pemisahan anakan

Media Tanam : Media harus porous, memiliki

banyak rongga dan lembab. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pupuk kandang dan pasir denga perbandingan 1:1:1

Penyiraman : Penyiraman dilakukan 2-3 kali

sehari, karena suplir membutuh kan media tanam yang selalu lembab, namun jangan sampai tergenang. Kekurangan air dapat menyebabkan kematian dan kelebihan air menyebabkan perakaran menjadi rusak.

Pemupukan : Dilakukan pada saat penanaman dengan memberikan pupuk organik

dan NPK (3:2:1 atau 2:1:2), dan pupuk tambahan dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan NPK.

O P T : Hama yang umumnya

menyerang adalah Mealybugs

dan Scale insects. Penyakit yang sering menyerang adalah

Rhizoctonia (terutama pada musim kemarau) dan Pythium

yang biasanya menyerang akar dan menyebabkan daun layu dan berwarna kuning.

Penanggulanag sebaiknya dilakukan secara organik dan mekanis, karena tanaman ini sangat sensitif terhadap bahan kimia.

Umur Panen : Umur panen suplir termasuk

cepat, panen dilakukan sesuai denga kebutuhan pasar dan konsumen.

Penempatan & Kegunaan Tanaman

: - Dalam ruangan & Rangkaian

- Luar Ruangan & Tanaman Hias Taman, Lansekap

Famili : Cycadaceae

Nama Latin : Cycodopsida

Nama Lain : Pakis Haji

Agroklimat

Ketinggian Tempat : 0 - 200 meter Intensitas Cahaya : 80 - 100 %

Temperatur : 27 – 29,2 ° C

Kelembaban Udara : 66 – 75 %

Budidaya

Perbanyakan : Generatif dengan Biji

Vegetatif dengan pemisahan anakan

Media Tanam : Media harus porous, memiliki

banyak rongga dan lembab. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1

Penyiraman : Tanaman sikas pada umumnya

tidak suka terlalu banyak air, hal ini dikarenakan kebanyakan berasal dan daerah yang curah hujan rendah kecuali yang berasal dan hutan hujan Amerika tengah. Agar tumbuh lebih baik, disarankan agar tidak menyiram sikas setiap

Pemupukan : Lakukan pemupukan secara berkala setiap bulan sekali. Pupuk yang digunakan bisa organik maupun anorganik, hanya saja perlu dijaga keseimbangan kandungan unsur kimia (micro dan makro) yang diperlukan tanah supaya tanaman tumbuh subur. Beri pupuk NPK di sekitar tanaman sikas. Niscaya dalam tempo 1-2 bulan, tunas-tunas baru pun tumbuh.

1. Kutu Putih : bila tingkat serangan baru memasuki tahap awal, pengendalian bisa memakai insektisida yang dicampur dengan air tembakau potongan. Lakukan 2 kali seminggu, sampai telur dan kepompong ludes. Namun, jika serangannya sudah mengganas, satu-satunya jalan adalah dengan cara radikal, yakni memotong semua daun sikas sampai ke pangkal batang, lalu bakar potongan daun-daun tersebut. Sikat sela-sela tangkai daun dan pangkal batang sampai

O P T : bebas hama kutu putih, baru kemudian disemprot dengan insektisida. Penyemprotan harus dilakuakan dengan hati-hati, jangan sampai mengenai titik tumbuh sikas. Pasalnya, bila hal itu terjadi malah memperlambat pertumbuhan, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa fatal akibatnya. Penyemprotan pada minggu pertama dilakukan setiap hari, lalu minggu-minggu berikutnya cukup tiga kali seminggu. Kendati tampak gundul, bukan berarti sikas mati.

2. Kutu Cokelat : Hama ini suka menempel sangat erat pada permukaan atas daun. Celakanya, berdasar pengalaman, kutu cokelat ini tak mempan dan insektisida apa pun. Itulah sebabnya, digunakan alternatif yang tepat guna, yakni dengan larutan air sabun cuci. Ambil kain, lalu celupkan dalam larutan air sabun tadi. Setelah itu, jepit daun sikas dan tarik pelan-pelan (bahasa Jawa: diplurut). Yang penting teliti, rajin, satu persatu daun disapu dengan lap basah tadi.

O P T : 3. Ulat Serit : Sejenis ulat kecil dan lembut yang merupakan produk metamorfosis dari kupu-kupu kecil berwarna putih. Kupu-kupu itu biasanya hinggap pada pucuk daun sikas yang masih kuncup. Tindakan pengendaliannya cukup mudah. Secara preventif, dapat dilakukan dengan cara mengusir setiap kupu- kupu putih yang hendak hinggap pada pucuk daun sikas. Jika telat mengusir ‘tamu tak diundang’ itu, maka ia akan bertelur, dan kemudian menetes menjadi ulat serit. Jika tanaman sikas telanjur diserang ulat serit, semprot dengan insektisida seminggu sekali, dengan dosis sesuai label pakainya.

Umur Panen : Panen dilakukan setelah

penampilan seluruh tanaman prima, susunan daun antara helai harus terisi penuh sesuai selera konsumen

Penempatan & Kegunaan Tanaman

: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman

Famili : Polypodiaceae

Nama Latin : Arachnoides adiantiformis

Nama Lain : Pakis hias, Pakis Hias

Agroklimat

Ketinggian Tempat : 100 – 1.200 m dpl Intensitas Cahaya : 1.500 – 2.500 fc ;

Butuh shading net 60 – 70 %

Temperatur : 13 – 27 0C

Kelembaban Udara : 60 – 80 %

Budidaya

Perbanyakan : Vegetatif melalui rimpang / su-

lur

Media Tanam : Media harus berongga banyak,

lembab dn porous. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pu- puk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1

Penyiraman : Penyiraman dilakukan pada

sore atau pagi hari, atau sesuai dengan kebutuhan air tanaman.

Pemupukan : Pemupukan dapat menggu-

nakan pupuk organik, urea 600 kg/ha/tahun, TSP 600 kg/ha/ta- hun pupuk dibagi menjadi 6 ba- gian kemudian diberikan setiap 2 bulan

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Tanaman Hias (Halaman 95-107)

Dokumen terkait