YANG DIKEMBANGKAN
34. PALEM KUNING
Pemupukan : Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos, untuk pupuk selanjutnya diberikan pupuk NPK degan dosis dan interval sesuai anjuran.
O P T : Mealybugs (kutu putih), aphids,
spider mites (tungau), scale insects (kutu tempurung), hama ini dapat dikendalikan dengan cara sistem budidaya yang sehat dan jika serangan sudah tergolong parah dapat digunakan insektisida.
Umur Panen : Tanaman ini dapat dipindahkan
mulai dari umur 6 – 8 bulan Penempatan &
Kegunaan Tanaman
: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman
Famili : Liliaceae
Nama Latin : Cordyline sp
Nama Lain : Hanjuang, cordyline
Agroklimat
Ketinggian Tempat : 50 – 800 m dpl Intensitas Cahaya : 3.000 – 3.500 fc
Temperatur : 18 – 35 0C
Kelembaban Udara : Butuh kelembaban tinggi
65 – 100 % Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan biji.
Vegetatif melalui stek, cangkok akar dan batang yang lunak
Media Tanam : Media tanam tidak terlalu
porous, dapat berupa campuran media tanah, kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1
Penyiraman : Penyiraman diberikan pada
saat media terlihat sudah kering, penggunaan pengkabutan 2-3 hari sekali.
Pemupukan : Sebaiknya dilakukan pada
waktu tanam dengan penggunaan NPK (3:1:2 atau 24:8:16 atau 20:10:20) dan bahan organik, pemupukan
O P T : Hama yang umum ditemukan
adalah Spider mites,
Mealybugs, dan scale insects
Sedangkan penyakit yang ditemukan adalah serangan jamur Erwinia, Fusarium dan phyllostica.
Umur Panen : Panen dilakukan sesuai dengan
kebutuhan konsumen baik tinggi tanaman, warna daun, bentuk aun dan lainnya.
Penempatan & Kegunaan Tanaman
: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman
Famili : Myrtaceae
Nama Latin : Syzygium Oleina
Nama Lain : Pucuk Merah
Agroklimat
Intensitas Cahaya : Cahaya Penuh
Temperatur : Cukup
Kelembaban Udara : 80 – 90 %
P H : 4 - 6,5
Budidaya
Perbanyakan : Stek atau dengan biji
Media Tanam : Media dapat berupa tanah lempung
berpasir, memiliki banyak humus atau bahan organik yang tinggi.
Penyiraman : Penyiraman pucuk merah juga
sangat perlu dilakukan setiap hari. Selebihnya pucuk merah yang merupakan tanaman yang membutuhkan banyak sinar mata hari, maka tentu harus ditempatkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari. Hal ini dilakukan agar tanaman ini tetap terus bertunas, sehingga akan menghasilkan daun yang berwarna merah.
Penyiraman ini sebaiknya dilakukan setiap sehari,yaitu; Pagi pukul 07:00 - 09:00 WIB, dan sore pukul 15:00 – 18:00 WIB. Penyiraman ini dapat dilakukan
Pemupukan : Pemupukan ini harus dilakukan karena untuk menambah unsur hara pada tanah. Pemupukan dilakukan dengan pemberian NPK seimbang setiap 2 – 3 bulan sekali, cara dilarutkan dengan air.
O P T : Salah satu pengganggu
tanaman ini adalah ulat coklat. Untuk membasminya, dapat menggunakan suprasit.
Umur Panen : Panen dapat dilakukan setelah
tanaman tumbuh dengan sempurna atau, sesuai dengan kebutuhan pasar.
Penempatan & Kegunaan Tanaman
: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman
Famili : Adiantaceae (Pteridaceae)
Nama Latin : Adiantum sp
Nama Lain : Suplir
Agroklimat Ketinggian Tempat : 100 – 800 m dpl Intensitas Cahaya : 1.200 – 1.500 fc Temperatur : Siang 21 – 32 0C Malam 16 – 18 0C Kelembaban Udara : 80 – 100 % Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan spora
Vegetatif dengan pemisahan anakan
Media Tanam : Media harus porous, memiliki
banyak rongga dan lembab. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pupuk kandang dan pasir denga perbandingan 1:1:1
Penyiraman : Penyiraman dilakukan 2-3 kali
sehari, karena suplir membutuh kan media tanam yang selalu lembab, namun jangan sampai tergenang. Kekurangan air dapat menyebabkan kematian dan kelebihan air menyebabkan perakaran menjadi rusak.
Pemupukan : Dilakukan pada saat penanaman dengan memberikan pupuk organik
dan NPK (3:2:1 atau 2:1:2), dan pupuk tambahan dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan NPK.
O P T : Hama yang umumnya
menyerang adalah Mealybugs
dan Scale insects. Penyakit yang sering menyerang adalah
Rhizoctonia (terutama pada musim kemarau) dan Pythium
yang biasanya menyerang akar dan menyebabkan daun layu dan berwarna kuning.
Penanggulanag sebaiknya dilakukan secara organik dan mekanis, karena tanaman ini sangat sensitif terhadap bahan kimia.
Umur Panen : Umur panen suplir termasuk
cepat, panen dilakukan sesuai denga kebutuhan pasar dan konsumen.
Penempatan & Kegunaan Tanaman
: - Dalam ruangan & Rangkaian
- Luar Ruangan & Tanaman Hias Taman, Lansekap
Famili : Cycadaceae
Nama Latin : Cycodopsida
Nama Lain : Pakis Haji
Agroklimat
Ketinggian Tempat : 0 - 200 meter Intensitas Cahaya : 80 - 100 %
Temperatur : 27 – 29,2 ° C
Kelembaban Udara : 66 – 75 %
Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan Biji
Vegetatif dengan pemisahan anakan
Media Tanam : Media harus porous, memiliki
banyak rongga dan lembab. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1
Penyiraman : Tanaman sikas pada umumnya
tidak suka terlalu banyak air, hal ini dikarenakan kebanyakan berasal dan daerah yang curah hujan rendah kecuali yang berasal dan hutan hujan Amerika tengah. Agar tumbuh lebih baik, disarankan agar tidak menyiram sikas setiap
Pemupukan : Lakukan pemupukan secara berkala setiap bulan sekali. Pupuk yang digunakan bisa organik maupun anorganik, hanya saja perlu dijaga keseimbangan kandungan unsur kimia (micro dan makro) yang diperlukan tanah supaya tanaman tumbuh subur. Beri pupuk NPK di sekitar tanaman sikas. Niscaya dalam tempo 1-2 bulan, tunas-tunas baru pun tumbuh.
1. Kutu Putih : bila tingkat serangan baru memasuki tahap awal, pengendalian bisa memakai insektisida yang dicampur dengan air tembakau potongan. Lakukan 2 kali seminggu, sampai telur dan kepompong ludes. Namun, jika serangannya sudah mengganas, satu-satunya jalan adalah dengan cara radikal, yakni memotong semua daun sikas sampai ke pangkal batang, lalu bakar potongan daun-daun tersebut. Sikat sela-sela tangkai daun dan pangkal batang sampai
O P T : bebas hama kutu putih, baru kemudian disemprot dengan insektisida. Penyemprotan harus dilakuakan dengan hati-hati, jangan sampai mengenai titik tumbuh sikas. Pasalnya, bila hal itu terjadi malah memperlambat pertumbuhan, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa fatal akibatnya. Penyemprotan pada minggu pertama dilakukan setiap hari, lalu minggu-minggu berikutnya cukup tiga kali seminggu. Kendati tampak gundul, bukan berarti sikas mati.
2. Kutu Cokelat : Hama ini suka menempel sangat erat pada permukaan atas daun. Celakanya, berdasar pengalaman, kutu cokelat ini tak mempan dan insektisida apa pun. Itulah sebabnya, digunakan alternatif yang tepat guna, yakni dengan larutan air sabun cuci. Ambil kain, lalu celupkan dalam larutan air sabun tadi. Setelah itu, jepit daun sikas dan tarik pelan-pelan (bahasa Jawa: diplurut). Yang penting teliti, rajin, satu persatu daun disapu dengan lap basah tadi.
O P T : 3. Ulat Serit : Sejenis ulat kecil dan lembut yang merupakan produk metamorfosis dari kupu-kupu kecil berwarna putih. Kupu-kupu itu biasanya hinggap pada pucuk daun sikas yang masih kuncup. Tindakan pengendaliannya cukup mudah. Secara preventif, dapat dilakukan dengan cara mengusir setiap kupu- kupu putih yang hendak hinggap pada pucuk daun sikas. Jika telat mengusir ‘tamu tak diundang’ itu, maka ia akan bertelur, dan kemudian menetes menjadi ulat serit. Jika tanaman sikas telanjur diserang ulat serit, semprot dengan insektisida seminggu sekali, dengan dosis sesuai label pakainya.
Umur Panen : Panen dilakukan setelah
penampilan seluruh tanaman prima, susunan daun antara helai harus terisi penuh sesuai selera konsumen
Penempatan & Kegunaan Tanaman
: - Dalam ruangan & Rangkaian - Luar Ruangan & Tanaman
Famili : Polypodiaceae
Nama Latin : Arachnoides adiantiformis
Nama Lain : Pakis hias, Pakis Hias
Agroklimat
Ketinggian Tempat : 100 – 1.200 m dpl Intensitas Cahaya : 1.500 – 2.500 fc ;
Butuh shading net 60 – 70 %
Temperatur : 13 – 27 0C
Kelembaban Udara : 60 – 80 %
Budidaya
Perbanyakan : Vegetatif melalui rimpang / su-
lur
Media Tanam : Media harus berongga banyak,
lembab dn porous. Campuran media yang dapat digunakan adalah kompos dedaunan, pu- puk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1
Penyiraman : Penyiraman dilakukan pada
sore atau pagi hari, atau sesuai dengan kebutuhan air tanaman.
Pemupukan : Pemupukan dapat menggu-
nakan pupuk organik, urea 600 kg/ha/tahun, TSP 600 kg/ha/ta- hun pupuk dibagi menjadi 6 ba- gian kemudian diberikan setiap 2 bulan