• Tidak ada hasil yang ditemukan

Business Prospect and Strategy

Dalam dokumen 2014 SEP Annual Report1 (Halaman 70-72)

Prospek Usaha 2015

Kondisi industri gas bumi Indonesia diprediksi akan terus berkembang seiring pemberlakuan program konversi minyak tanah ke LPG pada tahun 2007. Selain itu kebutuhan LPG di Indonesia terus meningkat.

Berdasarkan data Ditjen Migas, selama ini pasokan LPG dari kilang-kilang baik kilang Pemerintah maupun kilang swasta di d alam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini membuat persaingan di industri ini relatif masih terbuka, bahkan masih diperlukan tambahan LPG impor dengan volume yang masih sangat besar . Melihat kebutuhan LPG dalam negeri yang sangat tinggi dan diprediksiakan ter- us bertumbuh, Perseroan yakin seluruh hasil produksi LPG Perseroan akan terus diserap oleh Pertamina.

Seluruh distribusi LPG di Indonesia diatur oleh Divisi Gas Domestik Pertamina. Perseroan menyuplai LPG ke Pertamina melalui ikatan

Business Prospect 2015

Indonesian LPG industry condition is predicted to grow continuously following the implementation of Government’s kerosene to LPG conversion program efected in 2007. In addition to that, demand on LPG in Indonesia continues to increase.

According to the Directorate General of Oil and Gas, domestic supply of LPG from both government-owned and private reineries’ production is below the domestic demand. This allows relatively open, competition within this industry, while additional imported LPG in high volume is still required.Considering the very high domestic demand on LPG which is predicted to grow continuously, the Company believes that full production of LPG will sustainably be absorbed by Pertamina.

Distribution of LPG in Indonesia is under the management of Pertamina’s Domestic Gas Division. The Company supplies LPG to Pertamina under a

Harga energi internasional turun sejak kuartal ketiga 2014. Hal ini berdampak pada pendapatan dan proitabilitas Perseroan. Namun demikian peningkatan produksi yang dicapai oleh Perseroan dengan berhasilnya Proyek Ekspansi kilang telah berperan mengurangi dampak tersebut secara signiikan.

Selain produksi gas bumi, Perseroan memiliki usaha lain, yakni produksi amoniak yang akan dijalankan oleh PT Panca Amara Utama (PAU), anak usaha Perseroan. Proyek fasilitas pabrik amoniak PAU ini akan memberikan dukungan yang signiikan kepada Pemerintah Indonesia untuk pembangunan di Indonesia bagian Timur serta akan memberi nilai tambah terhadap sumber daya alam gas negara. Ekspor amoniak akan mendatangkan devisa dan membantu mengurangi devisit perdagangan negara. Produk amoniak ini juga akan memberikan dukungan terhadap produksi dalam negeri terkait pupuk, amonium nitrat dan lain-lain, saat diperlukan. Selain itu, pertumbuhan signiikan sektor industri pertambangan di Indonesia telah mendorong peningkatan permintaan amoniumnitrat yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan amoniak secara signiikan. Oleh karena itu, pembangunan pabrik amoniak di Indonesia dari sisi permintaan penawaran di Indonesia sangat prospektif.

Strategi Usaha

Perseroan telah menyusun strategi usaha untuk tahun 2015 untuk menghadapi penurunan harga energi internasional. Untuk itu Perseroan menerapkan beberapa strategi berikut:

a. Memaksimalkan produksi LPG dan Kondesat dengan produksi penuh dari Proyek Ekpansi Kilang Perseroan yang telah selesai. b. Menjaga kualitas produk dan menjaga hubungan baik dengan

oftaker.

c. Meningkatkan eisiensi kilang LPG terhadap feedgas untuk mengoptimalkan ekstraksi LPG dan kondensat.

d. Memaksimalkan utilisasi kilang pada umumnya dan mengurangi downtime (mematikan mesin produksi). Ini dilakukan dengan operasi dan perawatan kilang dengan standar tinggi sehingga mesin dapat beroperasi non-stop tanpa mengalami kerusakan. e. Menjaga dan meningkatkan kemampuan karyawan melalui

pelatihan dan pengembangan rutin, mengingat industri gas memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal.

International energy price have falling across the world since the third quarter of 2014 having an impact of the revenue and proitability of the Company. However the increased production achieved by the Company with the successful completion of the Expansion Project is mitigating the impact to a large extent.

Apart from natural gas, the Company reserves another business, namely ammonia production to be operated by PT Panca Amara Utama (PAU), the Company’s subsidiary. The ammonia project will provide signiicant support to Government of Indonesia’s objective of development of East Indonesia. Production of ammonia will add value to the natural gas resources of the country. Export of ammonia will bring in foreign currency that will help reduce the trade deicit. Ammonia production will also provide support to the domestic production of fertilizers and ammonium nitrate etc. as and when required. In addition to that, signiicant growth in Indonesia’s mining industry has allowed increase of demand of ammonium nitrate which in turn will elevate demand on ammoniac in a signiicant way. Therefore, establishment of another ammonia plant in Indonesia in term of demand and supply is considered to be highly prospective.

Business Strategy

The Company has developed a business strategy for the year of 2015 to mitigate low international energy price. The strategy includes:

a. Maximising production of LPG and Condensate making full use of the Expansion Project.

b. Maintaining product quality and maintain good relations with the oftaker.

c. Improving LPG plant eiciency on feed gas for optimum extraction of LPG and condensate.

d. Maximizing utilization of plants in general and reduction of downtime in particular. This is done by operating and maintaining the plants unders high standards to ensure that machineries are capable of non-stop operation without breakdown.

e. Maintaining and enhancing employee’s competence by means or training and regular development on the ground that gas industry requires quality and reliable human resources.

74

75

76

77

80

86

88

94

96

100

101

104

104

Dalam dokumen 2014 SEP Annual Report1 (Halaman 70-72)