• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DISKUSI DAN SARAN

II. C. Prestasi Belajar

Belajar adalah perubahan perilaku peserta didik secara bertahap, terarah,

melalui satu proses terencana dan bertahap, sehingga pada akhirnya proses belajar

peserta didik akan memiliki keterampilan. Menurut Syah (1995) belajar adalah

kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap

penyelenggaraan jenis pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya

pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang

dijalani oleh peserta didik, baik ketika mereka berada di sekolah/kampus, maupun

di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Suryabrata (1995) mengatakan

bahwa hasil belajar akan nampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan.

II.C.2. Defenisi Prestasi Belajar

Menurut Gage dan Berliner (1984) prestasi belajar adalah segala sesuatu

( dalam Suryabratra, 1995) prestasi belajar adalah kemampuan-kemampuan yang

dimiliki seseorang setelah menerima pengalaman belajar. Selanjutnya Chaplin

(1997) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil akademis yang digunakan

baik dalam bentuk lisan, tertulis, dan tugas-tugas. Adapun tujuan dari penilaian

prestasi belajar adalah untuk mengetahui prestasi atau hasil yang telah dicapai

oleh peserta didik dalam belajar.

Di perguruan tinggi, prestasi belajar mahasiswa ditentukan oleh angka

indeks prestasi. Indeks prestasi ditentukan pada setiap akhir semester dalam

bentuk evlauasi perkuliahan dan evaluasi praktikum. Evaluasi perkuliahan

dilakukan dengan cara mengadakan ujian tengah semester dan ujian akhir

semester serta nilai tugas, sedangkan evaluasi praktikum merupakan gabungan

nilai dari pelaksanaan kegiatan praktikum, laporan praktikum dan ujian praktikum

(Yoel dkk., 2002).

Indeks prestasi selama satu semester disebut sebagai indeks prestasi

semester (IPS), yang dihitung dengan cara mengalikan jumlah beban kredit yang

diambil dalam satu semester dengan bobot prestasi masing-masing mata kuliah

kemudian membaginya dengan jumlah beban kredit yang diambil selama satu

semester.

Berdasarkan nilai indeks prestasi yang diperoleh mahasiswa maka dapat

ditentukan berapa jumlah beban SKS maksimum yang bisa dibawa oleh setiap

mahasiswa untuk semester berikutnya. Hal ini dapat dilihat melalui daftar tabel 2

berikut ini :

Tabel 2

Beban Studi Berdasarkan Indeks Prestasi

IP SEMESTER BEBAN SKS MAKSIMUM  3 24 2,50 – 2,99 22 2,00 – 2,49 20 1,50 – 1,99 17 < 1,50 15

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah

tingkat keberhasilan belajar dan kemampuan yang dicapai seseorang setelah

mengikuti proses belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka ataupun huruf. Di

Perguruan Tinggi prestasi belajar mahasiswa dapat dilihat dalam bentuk indeks

prestasi yang diperoleh mahasiswa dalam setiap semester.

II.C.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Marwaty (2003) mengatakan bahwa sukses tidaknya seorang mahasiswa di

Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari birokrasi sistem

perkuliahan, dosen, lingkungan, keluarga, maupun faktor yang bersumber dari diri

individu tersebut. Sementara menurut Hakim (2000) prestasi belajar peserta didik

tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik itu

sendiri. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan oleh beberapa

faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang yang belajar dan faktor yang

berasal dari luar diri orang tersebut ( Hakim, 2000).

a. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar :

Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap

kemampuan belajar seseorang. Bila seseorang tidak sehat, sakit kepala,

demam, dan sebagainya, maka seseorang akan menjadi tidak bergairah

untuk belajar. Demikian juga halnya jika kesehatan rohani (jiwa) kurang

baik, misalnya mengalami gangguan pikiran, perasaan kecewa karena

konflik dengan orang tua, hal ini dapat mengganggu atau mengurangi

semangat belajar seseorang. Karena itu pemeliharaan kesehatan sangat

penting bagi setiap orang baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat,

pikiran selalu segar dan tetap bersemangat dalam melaksanakan kegiatan

belajar.

2. Inteligensi dan bakat

Seseorang yang memiliki inteligensi yang baik umumnya mudah belajar

dan hasilnya pun cenderung baik. Sebaliknya orang yang inteligensinya

rendah, cenderung mengalami kesukaran dalam belajar, lambat berpikir

sehingga prestasi belajarnya pun rendah.

3. Minat dan motivasi

Sebagaimana halnya dengan inteligensi dan bakat, minat dan motivasi

adalah dua aspek psikis yang juga besar pengaruhnya terhadap prestasi

belajar. Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari

sekolah/ Perguruan Tinggi, keadaan ruangan belajar, pelaksanaan tata

tertib dan sebagainya turut mempengaruhi prestasi belajar peserta didik.

Cara belajar seseorang juga akan mempengaruhi prestasi belajarnya.

Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis dan

ilmu kesehatan, akan menyebabkan hasil yang kurang memuaskan.

b. Faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar :

1. Keluarga

Keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak serta famili yang tinggal dalam satu

rumah. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan

anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya

pengasilan orang tua, rukun atau tidaknya kedua orang tua, tenang atau

tidaknya situasi dalam rumah, semuanya itu turut mempengaruhi prestasi

belajar anak.

2. Sekolah/Perguruan Tinggi

Keadaan sekolah/Perguruan Tinggi tempat belajar turut mempengaruhi

tingkat keberhasilan belajar seseorang. Kualitas guru/dosen, metode

mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan peserta didik,

keadaan fasilitas di sekolah/ Perguruan Tinggi, keadaan ruangan belajar,

pelaksanaan tata tertib dan sebagainya turut mempengaruhi prestasi belajar

peserta didik.

3. Masyarakat

Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Bila disekitar

tempat tinggal anak didik keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang

yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi

dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak untuk lebih giat belajar.

anak-anak nakal, tidak bersekolah dan pengangguran, hal ini dapat mengurangi

semangat belajar mereka sehingga motivasi belajar menjadi berkurang.

4. Lingkungan sekitar

Keadaan lingkungan tempat tinggal, dapat mempengaruhi prestasi belajar.

Keadaan bangunan, lingkungan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas

yang bising, suara hiruk-pikuk orang disekitar tempat tinggal, polusi

udara, iklim yang terlalu panas, turut mempengaruhi gairah belajar

seseorang.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang

mempengaruhi prestasi belajar dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor yang

berasal dari dalam diri individu (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar

diri individu (faktor eksternal).

Dokumen terkait