BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
V. C 2 Saran Praktis
a. Bagi pelajar remaja usia 13 -17 tahun yang mengalami sindrom hurried child
Pendidikan merupakan kebutuhan primer yang tidak dapat dihindari di era globalisasi sekarang ini. Ini merupakan zaman dimana, orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan, akan semakin maju. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar jika orang tua menginginkan anak untuk serba bisa, serba menguasai banyak kemampuan dan pengetahuan dibandingkan dengan anak zaman dahulu. Untuk menjaga kesejahteraan emosional anak dalam menjalankan kegiatan tersebut, sebaiknya anak bersikap terbuka dan positif dalam berkomunikasi dengan orang tua. Utarakan apa yang anak harapkan dari orang tua dan berdiskusilah sampai kedua belah pihak merasa puas. Pahamilah bahwa orang tua selalu memiliki alasan di balik setiap tindakan yang dilakukan.
Di sisi lain, penting bagi seorang remaja untuk mencari lebih banyak informasi positif mengenai perubahan-perubahan selama masa remaja. Bertanyalah, atau berceritalah kepada seseorang yang dapat membantu mengatasi masalah yang dialami pada masa-masa perubahan ini.
b. Bagi Orang tua pelajar
Anak merupakan individu yang bebas dan berbeda seluruhnya dari pribadi orang tua. Setiap anak memiliki karakter masing – masing (kepribadian, gaya belajar, cara berkomunikasi, cara berbahasa, kecerdasan, minat, bakat dsb) yang berbeda satu dengan yang lain. Memberikan seorang anak stimulasi untuk menggali potensi dirinya melalui les, ekskul, perlombaan dsb merupakan satu tindakan yang bijaksana apabila diikuti dengan perhatian terhadap kemampuan dan kemauan si anak.
Untuk menjembatani keinginan orang tua (yang ingin anak menguasai kemampuan tertentu) dan kemauan si anak (yang ingin belajar materi tertentu namun menolak belajar materi yang lain), diperlukan komunikasi yang baik, saling menghargai dan bersifat dua arah antara orang tua dan anak. Jadi tidak ada pihak yang dirugikan atas keputusan yang diambil. Biarkan anak menjalankan setiap kegiatan nya dengan perasaan senang dan sukarela.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah, untuk keluarga dimana ayah dan ibu sama-sama bekerja, maka kemungkinan besar, komunikasi dengan anak akan berkurang jumlahnya. Walaupun demikian, orang tua dapat mensiasati dengan memperbaiki kualitas komunikasi. Jadi, walaupun jarang bertemu dengan anak, usahakan dalam setiap kesempatan pertemuan, tetap membangun kualitas emosional yang kuat dan positif. Sehingga anak tetap dapat merasakan kepedulian, kepercayaan dan kasih
sayang dari orang tua. Bahkan seorang remaja, juga masih membutuhkan dukungan emosional seperti pujian, pelukan, ciuman atau tanda kasih sayang lainnya dari orang tua untuk bertumbuh menjadi seorang pribadi yang hangat. Seorang anak akan belajar lebih pesat jika diberikan contoh yang baik daripada diberikan kritik, makian atau cemooh.
Orang tua juga perlu menyadari bahwa, apapun prilaku dan sikap anak pada usia remaja saat ini, tidak terlepas dari pengaruh lingkungan (informasi, teman sebaya, pola asuh, pendidikan, dsb) yang sudah terakumulasi sejak tahun-tahun sebelumnya. Pembentukan karakter anak merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan tidak dapat di-karbit atau dipaksa. Bersikap realistis dalam menuntut performansi anak ataupun dalam hal memberikan dukungan kepada anak.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Hasin. (2004, 9 Agustus). Fenomena Sindrom "Hurried Child". [online] www.kompas-online.com . (16 September 2006)
American Accreditation HealthCare Comission. (2005). What is stress? [online] : http://www.healthscout.com/ency/1/002059.html. (11 Desember 2006) Armstrong, Thomas. (2004) . The Hurried Child Syndrome: What You Can Do
About It. [online] http://www.tnpc.com/article/showdesc.asp?n=682&n1=Preschool (18
September 2006)
Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta
Atkinson, Rita L. , Atkinson, Richard C. , Hilgard, Ernest R. (1983). Introduction to Psychology – Pengantar Psikologi. (3rd ed). Editor Agua Dharma & Michael Adryanto. Jakarta : Penerbit Erlangga
Azwar, S. (2000). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar _______ . 2000. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
_______ . 2000. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya edisi kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Baumel, Jan. (2000, 14 November) . Academic Stress Points in Educations. Schwablearning.org, a Parent’s guide to helping kids with learning difficulties. [online] : http://www.schwablearning.org/articles.asp?r=34 . (10 Desember 2006)
Barhyte, Dawn Marie. (2005, Juli-Agustus). Extra Curricular Overload : Is your child’s schedule making him sick. Vibrant Life [online] : http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m0826/is_4_21/ai_n15926044 . (12 Desember 2006)
Carr-Gregg, Michael. (2006). Hurried Child Syndrome. [online]: http://www.seven.com.au/sunrise/fact_060221_hurriedchildsyndrome.
Tanggal akses: 16 September 2006.
Chang, Chih-Ying, , Austin, Ann M Berghout., Piercy, Kathleen W. (2006, Juni). Provider Management of Child Stress Behavior in Family Day Care Facilities: Scaffolding for Learning and Development by Developmentally Appropriate Practice. The Journal of Genetic Psychology, New
Elkind, David. (2001). The Hurried Child : Growing Up Too Fast Too Soon. United States of America: Da Capo Press
Fremont, Suzanne. (2004). Managing Stress. Counseling & Mental Health Center at The University of Texas at Austin. [online] : http://www.utexas.edu/student/cmhc (10 December 2006)
Gadzella, Bernadetta, & Masten, William G. (2005, 5 Januari). An Analysis of The categories in Student-Life Stress Inventory. American Journal of Psychology Research [On-Line], volume : 5,01. http://www.mcneese.Edu/ colleges/ed/deptpsy/ajpr/ajpr1.pdf. (11 Desember 2006)
Gusniarti, Uly. (2002). Hubungan antara Persepsi Siswa terhadap Tuntutan dan Harapan Sekolah dengan Derajat Stres Siswa Sekolah Plus. Jurnal Psikologika No 13 Tahun VII 2002. Universitas Islam Indonesia.
Hadi, Sutrisno. (2000). Metodologi Research 1-4. Yogyakarta: Andi Offset
Johnson, B. & Christensen, L. (2004). Educational Research : Quantitative, Qualitative, and Mixed Approaches. (2nd ed.). USA: Pearson Education, Inc.
Kalat, James W. (2005). Introduction to Psychology. (7th edition). Unites States of America: Thomson Learning.
Kaplan, Paul S. (2000). A Child’s Odyssey : Child & Adolescent Development. (3rd edition). United States of America : Wadsworth Group
Kerlinger, Fred N. (1990). Asas-asas Penelitian Behavioural (3rd edition). Gadjah Mada University Press.
Ogden, Jane. (2000). Heath Psychology (2
nd
ed). Philadelphia: Open University Press.
Owen, Karen B. (2002). Child and Adolescent Development: An integrated approach. United States of America: Wadsworth Group
Pasternack, Liam FitzpatrickAlex. , Lau, David. , McBride-Chang, Catherine. (2000, 27 Maret). How Stressed is Your Kid?. Time International. (Asia ed.) Newyork. Vol. 167, Iss. 12; pg. 51. [online]: http://proquest.umi.com/pqdweb?did=1017309561&sid=1&Fmt=3&client Id=63928&RQT=309&VName=PQD. (11 Desember 2006)
Pasti, Y Priyono. (2006, November). Sekolah “Plus?”. [online]: http://www. pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id =75684. (14
Punch, F. Keith. (1998). Introduction to school Research Quantititative & Qualitative Approach. London: Sage Publication
Ross, Shanon,E., Nielbling, Bradley., & Heckert, Teresa.M. (1999). Source of stress Among College Student. College Student Journal [On-Line]: http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m0FCR/is_2_33/ai_62839434/p g_2. (13 Desember 2006)
Sarafino, Edward P. (2002). Health Psychology: Biopsychosocial Interaction. (4th edition). USA: Jhon Willey & Son Inc.
Santrock, John W. (2004). Educational Psychology. (2nd edition). New York : McGraw-Hill Higher Education
Sevilla, dkk. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Indonesia (UI – Press)
Shaughnessy, Zechmaster and Zechmaster. (2003). Research methods in Psychology. Mc Graw Hill
Warga, Richard, G. (1983). Personal Awarness: A Psychology of Adjustment. (3rd edition). Boston: Houghton Mifflin Company.
Wilburn, Virctor R. , & Smith, Delores E. 2005. Stress, self esteem, and suicidal ideation in late adolescents. Adolescent [online]: http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m2248/is_157_40/ai_n1377434 4. (12 Desember 2006)