• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cakupan dan Jenis Opsi Pelayanan

BAB II KONSEP DAN KRITERIA PENYUSUNAN MASTERPLAN/RENCANA INDUK 11

2.3. Kriteria Perencanaan

2.3.2. Cakupan dan Jenis Opsi Pelayanan

Terdapat beberapa kriteria cakupan pelayanan air limbah domestik yaitu menggunakan sistem setempat dan sistem terpusat. Persyaratan pemilihan Sistem Setempat digunakan untuk wilayah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Belum memiliki layanan penyaluran air limbah (SPALD-T).

WT - Strategies Weakness (W)

Menggunakan kekuatan untuk meraih peluang

Mengatasi keterbatasan dengan pemanfaatan

peluang Threats (T)

Menggunakan kekuatan untuk menghilangkan ancaman

Meminimalkan keterbatasan dan menghindari ancaman ST - Stategies Strength (S) Daftar Keterbatasan (Kelemahan) Daftar Kekuatan Opportunity (O) SWOT SO - Strategies WO - Strategies

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

b. Memiliki tingkat kepadatan penduduk atau bangunan yang rendah, yaitu kurang dari 150 orang/hektar atau kurang dari 30 unit bangunan/hektar.

c.

Permukaan air tanah yang tidak tinggi, yaitu setidaknya lebih dalam dari 4 meter (dari permukaan tanah).

d.

Memiliki jarak sumur dengan bidang resapan minimal 10 m.

Untuk pengolahan lumpur tinja dari sistem setempat maka diperlukan adanya IPLT. IPLT diperlukan untuk melayani pemilik tangki septik di wilayah perencanaan dengan jumlah penduduk minimal 50.000 jiwa yang memiliki tangki septik. Pengolahan lumpur tinja di IPLT diharapkan optimal sehingga menghasilkan efflunet yang memenuhi baku mutu limbah domestik yang berlaku.

Persyaratan pemilihan Sistem Terpusat digunakan untuk wilayah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Memiliki tingkat kepadatan penduduk atau bangunan yang tinggi, yaitu lebih dari 150 orang/hektar

b. Memiliki permukaan air tanah yang tinggi, sekitar kurang dari 2 meter (dari permukaan tanah).

c. Masyarakat memiliki kemauan dan kemapuan dalam membayar pemeliharaan dan operasional sistem Terpusat

d. Jika sub sistem penyaluran secara gravitasi maka harus memenuhi standart minimal kemiringan perpiaan air limbah.

Terdapat perbandingan cakupan pelayanan untuk dapat diterapkan di Kabupaten

Sukoharjo. Untuk mempermudah pemilihan cakupan pelayanan sistem terpusat yang akan diterapkan, berikut ini terdapat perbandingan antara sistem terpusat perkotaan dan terpusat permukiman yang terdapat di dalam Tabel II.2

TABEL II. 2

PERBANDINGAN CAKUPAN PELAYANAN SISTEM UNTUK SUATU KOTA

No. Aspek Cakupan Pelayanan

Sistem Terpusat Perkotaan Sistem Terpusat Permukiman

1 Kelayakan penggunaan Banyak diterapkan untuk wilayah yang lebih besar Banyak diterapkan untuk wilayah yang lebih kecil, seperti kawasan pemukiman 2 Investasi Lebih tinggi mengingat pengembangan awal yang berskala

lebih besar

Lebih rendah karena skala pengembangan awal dapat dilakukan lebih kecil

3 Pentahapan Pengembangan Kurang fleksibel mengingat pengembangannya dilakukan untuk wilayah yang lebih besar

Lebih fleksibel mengingat

pengembangannya dilakukan untuk wilayah yang lebih kecil

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

No. Aspek Cakupan Pelayanan

Sistem Terpusat Perkotaan Sistem Terpusat Permukiman

satu sistem dalam satu wilayah wilayah lebih banyak 5 Struktur organisasi pengelola Lebih sederhana, walau mungkin saja memiliki jumlah personil yang

lebih banyak

Lebih kompleks, mengingat banyaknya sistem

6 Penyaluran air limbah Membutuhkan sistem pemompaan mengingat wilayah layanan yang luas

Tidak selalu membutuhkan sistem pemompaan

7 Instalasi Pengolahan

Satu instalasi Lebih dari satu instalasi Membutuhkan lahan yang lebih luas

di suatu tempat Membutuhkan lahan yang lebih kecil walau jumlahnya lebih banyak Kapasitas yang lebih besar Kapasitas lebih kecil, walau dengan jumlah yang banyak Perlu teknologi lebih modern yang

membutuhkan banyak energi Masih dapat menerapkan teknologi sederhana yang rendah energi Membutuhkan operator dengan

kompetensi tinggi

Tidak selalu membutuhkan operator dengan kompetensi tinggi

8 Biaya Operasi

Tinggi karena menggunakan teknologi yang membutuhkan banyak energi

Rendah jika dapat mengunakan pilihan teknologi sederhana

Lebih murah jika dioperasikan sesuai kapasitas perencanaan

Lebih mahal jika menggunakan pilihan teknologi dan kapasitas yang sama dengan skala kawasan

Sumber: Pedoman Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah, 2016

Faktor pemilihan sistem pengelolaan air limbah domestik dengan menggunakan sistem setempat dan terpusat dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah perencanaan, kepadatan penduduk, pemanfaatan lahan, kecocokan lahan dan topografi seperti yang tertuang dalam kriteria kriteria yang telah dijelaskan di atas. Untuk selanjutnya yaitu dalam pemilihan teknologi pengolahan air limbah domestik mempertimbangkan faktor kepadatan, kondisi kawasan, sumber air yang digunakan, kedalaman muka air, nilai permeabilitas tanah, kondisi kemiringan yang ada, ketersediaan lahan, dan kemampuan membayar masyarakat. Proses pemilihan teknologi dapat dilihat dalam diagram alir pemilihan teknologi pada Gambar 2.2.

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

GAMBAR 2. 2

DIAGRAM ALIR PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK Sumber: Pedoman Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah, 2016

2.3.3. Rencana Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Sitem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat atau yang disebut SPALD-T adalah sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengalirkan Air Limbah Domestik dari sumber secara kolektif ke sub-sistem pengolahan terpusat untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaaan. Cakupan pelayanan SPALD-T terdiri atas:

a. Skala perkotaan

Cakupan pelayanan skala perkotaan untuk lingkup perkotaan dan/atau regional dengan minimal layanan 20.000 (dua puluh ribu) jiwa.

b. Skala permukiman

Cakupan pelayanan skala permukiman untuk lingkup permukiman dengan layanan 50 (lima puluh) sampai 20.000 (dua puluh ribu) jiwa.

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

c. Skala kawasan tertentu.

Cakupan pelayanan skala kawasan untuk kawasan komersial dan kawasan rumah susun.

Komponen Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat atau SPALD-T teridiri dari atas sub sistem pelayanan, sub sistem pengumpulan dan sub sistem pengolahan terpusat. Penjelasan dari sub sistem SPALD Terpusat adalah sebagai berikut:

a. Sub-sistem Pelayanan

Sub-sistem Pelayanan merupakan prasarana dan sarana untuk menyalurkan air limbah domestik dari sumber melalui perpipaan ke sistem Pengumpulan. Sub-sistem Pelayanan meliputi pipa tinja, pipa non tinja, bak perangkap lemak dan minyak dari dapur, pipa persil dan bak kontrol.

b. Sub-sistem Pengumpulan

Sub-sistem Pengumpulan merupakan prasarana dan sarana untuk menyalurkan air limbah domestik melalui perpipaan dari Sub-sistem Pelayanan ke Sub-sistem Pengolahan Terpusat. Sub-sistem Pengumpulan terdiri dari pipa retikulasi, pipa induk, dan prasarana dan sarana pelengkap.

c. Sub-sistem Pengolahan Terpusat

Sub-sistem Pengolahan Terpusat merupakan prasarana dan sarana untuk mengolah air limbah domestik yang dialirkan dari sumber melalui sistem pelayanan dan sub-sistem pengumpulan. Sub sub-sistem pengolahan air limbah domestik terpusat berupa instalasi pengolahan air limbah domestik (IPALD) yang berfungsi untuk mengolah air limbah domestik. Sub sistem pengolahan terdiri dari unit pengolahan air limbah domestik (pengolahan fisik, pengolahan biologis, dan/atau pengolahan kimia), pengolahan lumpur hasil olahan air limbah domestik tersebut (baik berupa lumpur dari pengolahan fisik maupun lumpur dari hasil pengolahan biologis/kimia) dan pembuangan akhir. IPALD meliputi IPALD kota untuk cakupan pelayanan skala perkotaan, skala permukiman dan skala kawasan tertentu. Prasarana dan sarana IPALD terdiri atas:

1. Prasarana utama meliputi:

a) Bangunan pengolahan air limbah domestik b) Bangunan pengolahan lumpur

c) Peralatan mekanikal dan elektrikal d) Unit pemrosesan lumpur kering.

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

2. Prasarana dan sarana pendukung meliputi: a) Gedung kantor;

b) Laboratorium;

c) Gudang dan bengkel kerja;

d) Infrastruktur jalan berupa jalan masuk, jalan operasional, dan jalan inspeksi; e) Sumur pantau;

f) Fasilitas air bersih; g) Alat pemeliharaan;

h) Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); i) Pos jaga;

j) Pagar pembatas; k) Pipa pembuangan; l) Tanaman penyangga; m) Sumber energi listrik.

Proses pengolahan air limbah domestik pada sub sistem pengolahan terpusat dilakukan dengan cara:

1. Pengolahan fisik dilakukan dengan a) Pengapungan, penyaringan;

b) Pengendapan untuk air limbah domestik ; c) Pengentalan (thickening);

d) Pengeringan (dewatering) untuk lumpur. 2. Pengolahan biologis dilakukan dengan

a) Aerobik; b) Anaerobik;

c) Kombinasi aerobik;

d) Anaerobik, dan/atau anoksik.

3. Pengolahan kimiawi dapat dilakukan dengan cara pemberian zat kimia ke dalam air limbah domestik dan lumpur.

LAPORAN AKHIR MASTERPLAN SISTEM AIR LIMBAH SKALA KAWASAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

GAMBAR 2. 3

DIAGRAM PENGELOLAAN SPALD-T

Sumber: Pedoman Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah, 2016

2.3.4. Rencana Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)