• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

4. Capaian Hasil Pendidikan Karakter Siswa yang Diukur dengan

Indonesia.

Untuk mengukur capaian hasil pendidikan karakter dengan menggunakan soal tes asesmen berbasis film karakter pada 10 SMP yang ada di Indonesia, sebanyak 660 siswa SMP diperlihatkan potongan film karakter pendek. Potongan film tersebut berdurasi ±1 sampai 2 menit beserta soal dengan waktu yang sudah ditentukan. Pilihan jawaban disajikan bergradasi, sehingga tidak ada jawaban benar dan salah. Dalam hal ini siswa memilih jawaban yang menurutnya paling sesuai dengan dirinya. Hasil pendidikan karakter tersebut dihitung menggunakan Norma Kategorisasi Azwar, sebagai berikut:

Tabel 4.12

Rumus Norma Tiga Kategorisasi Rendah X < M – 1SD Sedang M – 1SD < X < M + 1SD

Melalui rumus norma tiga kategorisasi tersebut, dapat di cari skor-skor mana saja yang termasuk dalam kategori rendah, sedang, maupun tinggi. Oleh sebab itu, sebelum masuk ke SPSS, peneliti mencari skor-skor terlebih dahulu sebagai berikut:

X maks = jumlah soal asesmen x nilai terbesar. = 88 x 4 = 352

X min = jumlah soal asesmen x nilai terkecil = 88 x 1 = 88

Simpangan baku/SD = Mean/X =

Tabel 4.13

Pengkategorisasian Karakter Siswa

Kategori Rumus Pengkategorisasian

Kurang Baik M – 1SD < X < 176

Cukup Baik M – 1SD < X < M + 1SD 176 ≤ 220 <264

Baik X < M + 1SD > 264

Dari jawaban tersebut dapat terlihat capaian hasil pendidikan karakter berbasis film karakter dari tingkatan kurang baik, cukup baik, hingga baik. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 4.14

Capaian Hasil Pendidikan Karakter

Capaian Hasil Karakter

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Karakter Baik 338 51.2 51.2 51.2 Cukup Baik 322 48.8 48.8 100.0 Total 660 100.0 100.0

Berdasarkan hasil perhitungan, tabel di atas menunjukkan bahwa dari 660 siswa yang mengerjakan soal tes ini, terdapat 338 siswa yang termasuk memiliki karakter Baik. Terdapat 322 siswa yang termasuk memiliki karakter cukup baik dan tidak ada anak yang memiliki karakter kurang baik.

5. Perbedaan Penilaian Siswa dari Berbagai Wilayah Desa dan Kota Terhadap Validitas Efektifitas Penggunaan Soal Tes Asesmen Hasil Pendidikan Karakter Berbasis Film Karakter Pada 10 SMP di Indonesia.

Untuk melihat apakah terdapat perbedaan penilaian dari siswa wilayah kota dan desa terhadap validitas efektifitas penggunaan soal tes asesmen, peneliti memberikan 1 lembar kertas penilaian. Lembar efektifitas siswa tersebut berisikan 35 pernyataan mengenai efektif atau tidaknya penggunaan soal tes asesmen hasil pendidikan karakter berbasis film karakter. Hasil rumusan masalah nomor 5 ini, melihat lebih spesifik

pada penilaian siswa desa dan siswa kota. Data menunjukkan bahwa jumlah siswa desa sebanyak 462 dan siswa kota sebanyak 198.

No Pernyataan

Signifikan

Persentase (%) Sig. Pv Desa Kota

1 Menarik dan asyik Ya 0,000 98% 89%

2 Menyenangkan dan menghibur Ya 0,000 95% 90% 3

Sangat bermanfaat untuk menyadari

kualitas diri Tidak 0,884 99% 98%

4

Menyadarkan saya untuk memperbaiki

perilaku Tidak 0,448 99% 98%

5 Membuka mata hati/nuraniku Ya 0,005 98% 94% 6

Mendorong tekad/keberanian berbuat

lebih baik Ya 0,005 98% 95%

7

Menyadarkanku bahwak ku pernah

berbuat salah Tidak 0,909 97% 96%

8

Membuatku merasa malu pada diri

sendiri Tidak 0,579 68% 65%

9 Menumbuhkan rasa diri berharga Ya 0,003 92% 89% 10

Menyadarkan diriku bahwa aku punya

kelemahan/kekurangan diri Tidak 0,533 97% 98% 11

Membuatku merasa sedih dan prihatin

terhadap keadaan sekelilingku Tidak 0,812 89% 88%

12

Sangat bermanfaat mendorong aku memperbaiki perilaku yang kurang

baik Tidak 0,347 98% 96%

13

Menimbulkan rasa menyesal dalam diriku terhadap kesalahan-kesalahan

yang pernah aku lakukan Tidak 0,856 91% 90% 14

Menumbuhkan keinginan menolong

orang lain Tidak 0,979 98% 97%

15 Menumbuhkan rasa bersyukur Tidak 0,781 98% 98% 16 Menantang diri untuk bertobat dari Tidak 0,941 89% 89%

Tabel 4.15

Perbedaan Penilaian Siswa Desa dan Kota Terhadap Validasi Efektifitas Penggunaan Soal Tes Asesmen Hasil Pendidikan Karakter Berbasis Film

perilaku buruk 17

(Tidak) Membosankan dan

melelahkan Ya 0,002 82% 71%

18

Soal-soalnya (tidak) berat dan (tidak)

sulit Tidak 0,010 89% 90%

19

Soalnya (tidak) terlalu panjang dan

(tidak) rumit Ya 0,032 79% 71% 20 Mendorong/menumbuhkan keberanian bertanggungjawab Tidak 0,123 97% 94% 21 Membangkitkan kesadaran

menghargai teman Tidak 0,882 98% 98%

22

Menumbuhkan rasa kemanusiaan dan

empati pada orang lain Tidak 0,840 97% 98% 23

Mempererat rasa

persaudaraan/persahabatan Ya 0,000 98% 95% 24

Menumbuhkan ketaatan terhadap

norma/peraturan Tidak 0,671 98% 97%

25

Membangkitkan keinginan

berusaha/gigih/berdaya juang Tidak 0,242 98% 96% 26

Sangat baik/cocok/tepat untuk

mengukur karakter siswa Tidak 0,865 95% 96% 27

Beberapa potongan film nyambung

dengan pertanyaan & opsi jawaban Tidak 0,309 70% 70% 28

Menumbuhkan keinginan berbagi/rela

berkorban Tidak 0,639 96% 94%

29

Mendorong siswa lebih

disiplin/berperilaku baik/tertib pada

aturan Tidak 0,218 95% 98%

30

Waktu mengerjakan tes ini (tidak)

terburu-buru dan cukup waktu Tidak 0,055 74% 73%

31

Tes ini merupakan cara menilai karakterku (siswa) secara jujur dan

adil Tidak 0,984 97% 97%

32

Tes ini bagus dilakukan di akhir tiap

semester untuk menilai karakter siswa Ya 0,000 92% 86%

33

Tes ini jika dilakukan secara berulang dapat menolong siswa untuk lebih sadar berperilaku dan membangun

karakter yang lebih baik Tidak 0,885 94% 93% 34 Tes ini sangat bermanfaat bagi ku Ya 0,004 93% 89% 35

Dalam menjawab soal tes ini siswa

jujur sesuai hati nuraninya Tidak 0,579 52% 52%

Keterangan: pernyataan nomor 17,18,19,27,30,34,35 pada awalnya adalah item

negatif, maka skor yang dicantumkan adalah skor anak yang menjawab “tidak”

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa terdapat 10 item pernyataan yang signifikan atau terdapat perbedaan penilaian antara anak desa dan anak kota, diantaranya pada nomor 1, 2, 5, 6, 9, 17, 19, 23, 32, dan 34. Artinya, pada item nomor 1 anak desa lebih banyak mengalami perasaan asik dan menarik dibandingkan dengan anak kota. Pada item nomor 2, anak desa lebih banyak merasakan perasaan yang mneyenangkan dan menghibur dari pada anak kota. Pada item nomor 5, soal tes berbasis film karakter ini mampu membuka mata hati/nurani anak desa dibandingkan dengan anak kota. Pada item nomor 6, soal tes berbasis film karakter ini mampu mendorong tekad/keberanian untuk berbuat baik pada anak desa dari pada anak kota. Pada item nomor 9, soal tes berbasis film ini mampu menumbuhkan rasa diri yang berharga pada anak desa dibandingkan dengan penilaian anak kota. Pada item nomor 17, anak desa menilai bahwa soal tes ini tidak membosankan dan melelahkan dibandingkan dengan penilaian anak kota.

Selanjutnya, pada item nomor 19, anak desa menilai bahwa soal ini tidak terlalu panjang dan rumit dibandingkan dengan penilaian anak kota. Pada item nomor 23, anak desa menilai bahwa soal tes ini lebih mampu mempererat rasa persaudaraan dan persahabatan dibandingkan dengan penilaian anak kota. Pada item nomor 32, penilaian anak desa lebih tinggi daripada penilaian anak kota bahwa tes ini bagus dilakukan di akhir tiap semester untuk menilai karakter. Sedangkan, pada item nomor 34, anak

desa lebih menganggap bahwa tes ini sangat bermanfaat bagi dirinya dibandingkan dengan penilaian anak kota.

Selanjutnya, pada soal nomor 3, 4, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, dan 35, menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Artinya, pada item-item pernyataan tersebut tidak terdapat perbedaan penilaian yang signifikan antara siswa desa dan siswa kota. Maka dari itu, soal tes ini dapat digunakan bagi siswa SMP yang berlatarbelakang tempat tinggal desa dan kota, namun dalam beberapa aspek item yang siginifikan siswa desa menilai soal tes ini lebih baik dibandingkan penilaian anak kota.

6. Perbedaan Capaian Hasil Pendidikan Karakter Berbasis Film Pada

Dokumen terkait