• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

CARA BERKEMAH YANG BAIK DAN MANAJEMEN RISIKO

I. PENDAHULUAN

1. Berkemah merupakan kegiatan di alam terbuka yang penuh dengan muatan pendidikan yang akan mengembangkan secara efektif dan efisien atas proses pendidikan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.

2. Berkemah sebagai media proses pendidikan di alam terbuka perlu dilakukan secara reguler/periodik karena dengan perkemahan proses pemantapan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. akan terbina dan terkembangkan secara efektif dan efisien.

II. MATERI POKOK

1. Tujuan dan sasaran penyelenggaraan perkemahan a. Tujuan

Berkemah bertujuan untuk menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka dalam kehidupan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan jiwa mereka. b. Sasaran

Setelah mengikuti perkemahan para peserta mampu :

1) m e n y u s u n p e r e n c a n a a n k e g i a t a n d a n m e l a k s a n a k a n n y a d e n g a n b a i k ; 2) meningkatkan kepeduliannya terhadap sesamanya, karena sadar bahwa sebagai anggota masyarakat akan selalu terjadi proses saling ketergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan lainnya;

3) hidup bergotong royong;

4) menyadari bahwa daya kreasi, ketangkasan dan keterampilan itu, harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap orang;

5) meningkat rasa percaya dirinya;

6) bertambah pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kemampuan kreatifnya; 7) terbina jiwa kemandiriannya;

8) meningkatkan kecintaannya pada tanah air dan bangsa serta bertambah kesadarannya untuk membaktikan dirinya demi kejayaan nusa dan bangsa.

9) meningkat ketakwaanya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Agar berkemah dapat berfungsi sebagai media pendidikan, kita hendaknya memperhatikan hal - hal sebagai berikut:

a. Adanya program kegiatan yang dipersiapkan dengan baik b. Pemilihan lokasi perkemahan yang tepat.

c. Pengaturan perkampungan perkemahan d. Perlengkapan perkemahan yang memadai

e. Manajemen perkemahan dan mekanisasi kegiatan yang tertata rapi. 3. Memahami permasalahan dalam perencanaan perkemahan

Di dalam perencanaan perkemahan beberapa hal harus diperhatikan, baik administratif maupun teknis perkemahan. Masalah-masalah administratif menyangkut perizinan, perencanaan pra-kegiatan (peninjauan dan penilaian lokasi), memahami terhadap kemungkinan dan konsekuensi yang dapat ditimbulkan.

a. Persiapan administratif. Persiapan-persiapan adminitratif sangat penting dilakukan terhadap sebuah penyelenggaraan kegiatan, sekalipun hanya kegiatan lokal/kecil. Persiapan administratif kegiatan seperti izin orangtua, penyiapan asuransi, izin/pemberitahuan kepada aparat berwenang/tokoh masyarakat setempat menjadi perhatian yang penting dari kegiatan persiapan. b. Persiapan teknis. Suatu kegiatan dapat berjalan baik apabila dimulai dengan persiapan yang matang dan terencana. Persiapan teknis kegiatan perkemahan sangat memerlukan suatu tindakan peninjauan lapangan yang sangat bermanfaat untuk menilai suatu kelayakan lokasi, baik dari segi keamanan, kesehatan, kenyamanan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Persiapan teknis yang dapat dilaksanakan antara lain berupa peninjauan lapangan, penyiapan petunjuk kegiatan, simulasi atau ujicoba pelaksanaan. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menjaga agar kegiatan BAHAN KURSUS : 4.2.

perkemahan dapat berjalan lancar, tertib, aman dan menyenangkan serta bermanfaat bagi Pramuka maupun masyarakat.

c. Tanggap darurat. Dalam persiapan pelaksanaan kegiatan perkemahan, tentu di dalam perencanaan telah memperkirakan atau setidaknya memahami kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat terjadi. Kecelakaan atau cedera sekekecil apapun dapat terjadi dengan tiba-tiba. Untuk menjaga hal-hal demikian dan tidak menjadi besar suatu kejadian, penyelenggara tentu harus menyiapkan tenaga sebagai upaya penanggulangannya. Beberapa pihak dapat dihubungi atau bekerjasama antara lain, Badan SAR setempat, Puskesmas/RS serta pihak-pihak berwenang terkait dengan keamanan, keselamatan dan kesehatan pada lokasi terdekat.

Pasca kegiatan, jangan diremehkan untuk membuat suatu ucapan terimakasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu pelaksanaan kegiatan. Hal ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan stick holder.

4. Kegiatan dalam perkemahaan.

Berkemah merupakan kegiatan yang komplek yang dilaksanakan di alam terbuka yang menantang, menarik dan menyenangkan, tidak hanya bagi anak dan pemuda tetapi juga bagi orang dewasa, oleh karena itu kegiatan apa saja dan bagaimana proses pelaksanaannya hendaknya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

a. Acara kegiatan dalam perkemahan antara lain sebagai berikut: 1) kegiatan persaudaraan;

2) penjelajahan; 3) lintas alam

- climbing ( panjat tebing )

- caving ( penjelajahan dalam goa ) - mountaineering ( pendakian ) - diving ( penyelaman ), - rowing/rafting (mendayung/berakit) dll. 4) bakti masyarakat - penghijauan - sanitasi lingkungan - penyelenggaraan posyandu

- penanggulangan buta aksara dan angka - penyuluhan rumah sehat, dll.

5) olah raga 6) Seni budaya - pentas seni - api unggun - melukis - memantung pasir, dll

7) pengetahuan / teknologi / keterampilan kepramukaan: - kelestarian lingkungan

- konservasi alam

- teknologi tepat guna: mengatasi kebutuhan air bersih, membuat jambatan darurat, dll 8) kemasyarakatan

9) keagamaan b. Pelaksanaan kegiatan

Baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan perkemahan pembina pramuka hendaknya mendayagunakan para pramuka/peserta didik, agar mereka terlibat langsung dalam upaya memfungsikan mereka sebagai subyek pendidikan, selanjutnya pembina menepatkan posisinya sebagai pendamping, konsultan advisor.

5. Pemilihan lokasi perkemahan

Lokasi perkemahan yang baik, diantaranya memenuhi kriteria sebagai berikut: a. dialam terbuka yang bebas polusi;

b. lokasi bertanah rata dan sedikit miring; c. terdapat pohon pelindung;

e. pemandangan di sekitar lokasi menarik; f. terdapat arena bertualang;

g. aman;

h. tidak terlalu dekat dengan jalan raya dan perkampungan penduduk. i. tidak terlalu jauh dari pasar, pos keamanan, dan pos kesehatan. 6. Pengaturan perkampungan perkemahan.

a. Perkemahan putera terpisah dengan perkemahan puteri.

b. Perkemahan ditata sedemikian rupa sehingga terkesan merupakan perkampungan yang dapat disusun dalam kelompok: RT, RW, kelurahan, kecamatan dst. (disesuaikan dengan jumlah peserta perkemahan).

c. Masing-masing unit perkemahan hendaknya dilengakapi dengan: 1) tenda tidur 2) tenda dapur 3) jemuran 4) rak piring 5) rak sepatu 6) meja makan 7) pagar dan gapura

8) tempat sampat / galian tanah 9) galian parit di sekelilling tenda

d. Di masing-masing RW tersedia lapangan untuk kegiatan dan upacara. 7. Perlengkapan perkemahan

Perlengakapan perkemahan yang dapat menunjang keberhasilan kegiatan dalam perkemahan di antaranya terdiri dari :

a. Perlengkapan pribadi:

1) pakaian seragam pramuka, olah raga, kerja, harian;

2) obatan-obatan pribadi (sesuai dengan yang biasa digunakan ketika menyandang sakit); 3) perlengkapan kegiatan : kompas, peluit, meja dada, senter, tali, tongkat, dan lain-lain. b. Perlengkapan regu/sangga/kelompok:

1) tenda tidur, tenda dapur;

2) perlengkapan perkemahan: tongkat, tali, alat memasak, alat kerja (cangkul, parang, dsb) yang banyaknya disesuaikan dengan kebutuhan;

3) perlengkapan kegiatan: radio FM, perlengkapan PPK, perlengkapan untuk bakti masyarakat. c. Perlengkapan panitia:

1) alat-alat kesekretariatan; 2) perlengakapan kegiatan;

3) alat komunikasi (pemancar radio FM, MT, dll); 4) alat transportasi;

5) pos P3K, perlengkapan perawatan, abat-abatan; 6) lampu tekan/generator;

7) MCK. 7. Contoh-contoh Tenda

52

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan Golongan Penegak

Tenda dapur

8. Kegiatan menantang dan progresif

a. Pada prinsipnya manajemen perkemahan dilaksanakan oleh peserta didik sendiri dengan bimbingan dan bantuan para pembina. Keterlibatan pembina dalam mengelola perkemahan sangat tergantung pada tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik serta banyak sedikitnya jumlah peserta perkemahan.

b. Dalam mengelola perkemahan perlu dibentuk: 1) Panitia induk, yang bertugas:

- menyusun perencanaan kegiatan; - menetapkan lokasi perkemahan;

- mempersiapkan perangkat penunjang kegiatan: Pos kesehatan, sekretariat, MCK, pasar perkemahan, dll.;

- menyusun penjadwalan kegiatan; - mengadakan evaluasi;

- mengadakan koordinasi dengan istansi terkait; 2) Panita pelaksanaan kegiatan, yang bertugas :

- mendistribusikan dan melaksanakan kegiatan;

- menciptakan suasana perkemahan yang selalu dalam suasana gembira; - selalu mengamati dan menciptakan kelancaran pelaksanaan kegiatan. - memfungsikan perangkat RT,RW, Kelurahan dan Camat perkemahan sebagai kepanjangan tangan panitia pelaksana dalam menangani terlaksananya kegiatan sesuai dengan penjadwalan yang ada.

c. Perkampungan perkemahan ditata berkelompok sebagaimana kelompok-kelompok dalam pemerintahan, sebagai berikut :

1) Kelompok terkecil disebut RT yang terdiri dari 2 (dua) regu; 2) Beberapa RT terhimpun dalam RW;

3) Beberapa RW terhimpun dalam Kelurahan;

4) Beberapa Kelurahan terhimpun dalam Kecamatan, dst. d. Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan Camat, bertugas :

1) menciptakan suasana persaudaraan dalam perkemahan; 2) membantu kelancaran jalannya kegiatan;

3) mengatur agar tercipta suasana aman dalam perkemahan;

4) menciptakan lingkungan bersih dan sehat selama kegiatan berlangsung maupun setelah kegiatan berakhir.

54

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan Golongan Penegak

Tenda tamu - Tenda Piket - Tenda Panitia

III. PENUTUP

1. Hanya pada perkemahan yang disiapkan dengan baik yang akan dapat berfungsi sebagai media pendidikan.

2. Berkemah sebagai proses pendidikan di alam terbuka perlu dilakukan secara reguler/periodik minimum 2 (dua) bulan sekali.