BAB V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
CARA MENDIDIKAN TRISATYA DAN DASADARMA KEPADA PRAMUKA PENEGAK
I. PENDAHULUAN
Trisatya merupakan janji Pramuka Penegak dan Dasadarma Pramuka merupakan pedoman dalam kehidupannya atau ketentuan moral bagi Pramuka Penegak dalam kehidupannya sehari-hari di masyarakat. Trisatya Pramuka penegak secara lengkap berbunyi sebagai berikut:
1. Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. - menepati Dasadarma.
2. Dasadarma
1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. 3) Patriot yang sopan dan kesatria.
4) Patuh dan suka bermusyawarah. 5) Rela menolong dan tabah. 6) Rajin, terampil dan gembira. 7) Hemat, cermat dan bersahaja. 8) Disiplin, berani dan setia.
9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. 10) Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.
II. MATERI POKOK
1. Trisatya dan Dasadarma Pramuka
a. Trisatya, merupakan janji seorang pramuka:
1) janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon Pramuka setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan.
2) tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji 3) titik-tolak memasuki proses pendidikan diri-sendiri untuk mengembangkan visi, intelektual,
emosi, sosial, spiritual, dan fisiknya.
b. Dasadarma merupakan ketentuan moral seorang pramuka, sebagai:
1) alat proses pendidikan diri-sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. 2) upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota muda menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat di mana ia hidup dan menjadi anggota. 3) landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong pramuka manunggal (menyatu) dengan masyarakat, bersikap demokratis saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong-royong. 4) kode etik organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan ketentuan moral tersebut dapat disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
2. Satya dan Darma Pramuka merupakan Kode Kehormatan Pramuka, oleh karena itu bila seseorang pramuka mengingkari satyanya dan berperilaku menyimpang dari darmanya, dia tidak akan mempunyai kehormatan lagi di mata pramuka lainnya.
3. Agar Pembina pramuka dapat melaksanakan tugas membina dengan baik seyogyanya memahami kebutuhan dan tugas perkembangan jiwa anggota mudanya, ialah sebagai berikut: a. Kebutuhan anggota muda
Secara umum kebutuhan dan aspirasi anggota muda, yakni:
1) tempat dan kesempatan yang menyenangkan dan memperoleh kegiatan yang menyenangkan. BAHAN KURSUS 6.2.
2) dorongan naluri untuk memperoleh kebebasan berfikir, berpendapat dan berprestasi. 3) hak azazi untuk memperoleh pembinaan, bimbingan dan kasih sayang dari orang dewasa,
orang tua dan masyarakat.
4) pengembangan bakat, minat, dan peningkatan kemampuan serta kecakapan. 5) peningkatan daya cipta
6) cipta, rasa, karsa dan karya 7) hasrat hidup, berjasa dan berbakti
b. Tugas-tugas perkembangan jiwa anak usia Pramuka Penegak: 1) menerima perubahan keadaan fisiknya.
2) adanya proses melepas diri dari ketergantungan secara emosional.
3) kehidupan emosinya mulai terintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis lainnya sehingga lebih stabil dan lebih terkendali.
4) mampu mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan sikap yang sesuai dengan lingkungannya.
5) mulai mengembangkan kemampuan dan mengadakan hubungan sosial. 6) menemukan tokoh idola yang akan menjadi panutan pada perkembangan pribadinya. 7) mengetahui dan menerima kemampuan sendiri.
8) memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma. 9) meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan.
4. Mendidikan Trisatya dan Dasadarma pada Pramuka Penegak tidak akan dilakukan dengan cara mendoktrinkan atau dengan cara memaksakan, melainkan dengan menggunakan tehnik dan metode yang bervariasi dengan memperhatikan kebutuhan, aspirasi dan tugas-tugas perkembangan jiwa anak, sehingga kegiatan yang diberikan selalu merupakan hal yang menarik, menantang dan menyenangkan. Media mendidikkan satya dan darma pada Pramuka Penegak, agar mereka terlatih untuk menemukan dan merasakan sendiri, dilakukan dengan kegiatan:
a. Menjalankan ibadah/berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan jalan: 1) mengikuti acara-acara hari besar agama.
2) mendengarkan ceramah-ceramah agama.
3) menjalankan ibadah setiap saat sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya. b. Berpartisipasi pada kegiatan yang bersifat gotong-royong di masyarakat, membantu dengan
melaksanakan P3K pada korban bencana alam, dll.
c. Pada setiap upacara mengucapkan darma, dan pada saat pelantikan-pelantikan yang bersangkutan diminta untuk mengulangi satyanya.
d. Melakukan proses penghayatan dalam bentuk: 1) diskusi kelompok/ambalan.
2) kemasan pesan pembina setelah latihan mingguan. 3) dialog antara anggota muda dengan pembinanya.
e. Mengaplikasi Dasadarma menjadi kata-kata Sandi Ambalan Penegak, disusun sesuai dengan romantika perkembangan jiwa Penegak, dengan pilihan kata yang puitis yang dapat menyentuh jiwa Penegak dengan lebih mendalam.
f. Renungan Penegak.
g. Setiap kegiatan/latihan-latihan diusahakan selalu diberikan tema tertentu sejalan dengan bunyi satya dan darmanya.
h. Setiap kegiatan diberikan refleksi, sehingga penegak dapat menangkap makna yang esensial dalam kegiatan tersebut dalam membangun karakternya.
Catatan:
Setiap kegiatan tersebut di atas selesai dilaksanakan Pembina Pramuka Penegak hendaknya melemparkan masalah yang dikaitkan dengan satya dan darma pramuka sebagai bahan dialog untuk menggali temuan mereka dari kegiatan yang baru dilakukan, sehingga pemahaman Satya dan Darma langsung didapat dari kegiatan yang mereka lakukan.
III. PENUTUP
1. Mendidikan satya dan darma dilakukan dengan melalui kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan dan meningkat dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta di laksanakan di alam terbuka.
2. Pembina Pramuka Penegak yang di dalam suatu kegiatan menempatkan posisinya sebagai mitra Pramuka Penggalang dan aktif memberikan motivasi, rangsangan serta ajakan untuk bergiat sesuai dengan kebutuhan, aspirasi dan tugas perkembangan jiwa anggota mudanya, akan dapat menciptakan kegiatan yang menarik, menantang dan menyenangkan dari kegiatan semacam itu anggota muda dengan fasilitator pembinanya akan menemukan dan merasakan sendiri hal-hal yang mencerminkan pengamalan tema kegiatan.
CARA MENYELESAIKAN SKU DAN MENDAPATKAN TKU