• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

B. ANALISIS DATA

2. Cara Berpikir Reflektif Siswa

Pada sub bab sebelumnya hasil tes belajar siswa telah dianalisis sehingga proses berpikir siswa tampak pada lampiran C.6. Pada tabel 4.13 sampai tabel 4.19 dapat dilihat banyak siswa dengan tingkat akademik tinggi, sedang, maupun rendah yang melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah ditentukan oleh peneliti sebagai penanda dilakukannya tahap-tahap berpikir reflektif. Indikator yang menjadi tanda dilakukannya berpikir reflektif tahap satu adalah siswa mengalami kesulitan dan siswa membaca

soal secara berulang-ulang. Indikator yang menjadi tanda dilakukannya tahap dua dari berpikir reflektif adalah siswa menentukan data yang diketahui dan ditanyakan dari soal. Indikator yang menjadi tanda dilakukannya berpikir reflektif tahap ketiga yaitu siswa menentukan saran pemecahan masalah yang mungkin sebelum melakukan langkah-langkah penyelesaian. Indikator untuk tahap keempat berpikir reflektif adalah siswa menentukan penyelesaian masalah yang dianggap terbaik. Selanjutnya indikator untuk tahap kelima berpikir reflektif adalah siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah berdasarkan penyelesaian masalah yang ditentukan dan dianggap terbaik sebelumnya dan siswa mengecek jawaban serta menarik kesimpulan.

a. Cara berpikir reflektif siswa soal nomor 1

Soal nomor satu adalah soal dengan tingkat kesukaran yang mudah. Dapat dilihat pada tabel sintesis jawaban soal nomor satu pada

lampiran C.6, bahwa 5 dari 6 siswa kelompok atas, 8 dari 9 siswa

kelompok sedang, dan 5 dari 6 siswa kelompok bawah mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Hanya terdapat tiga siswa yang merasa kesulitan pada soal nomor satu. Siswa tersebut yaitu S15 (siswa kelompok atas), S8 (siswa kelompok sedang), dan S3 (siswa kelompok bawah). Walaupun hanya terdapat tiga siswa yang mengalami kesulitan pada soal nomor satu, namun tetap dapat dikatakan bahwa soal nomor satu adalah masalah bagi semua siswa. Alasannya, karena soal nomor satu merupakan suatu pertanyaan yang

tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan prosedur rutin yang diketahui siswa, akan tetapi harus dipecahkan berdasarkan langkah-langkah tertentu untuk mencapai sebuah jawaban yang benar. Hal ini seperti yang telah dijelaskan pada bab II sebelumnya. Berikut ini akan disajikan contoh cara berpikir reflektif tiga siswa dari tingkat kemampuan akademik yang berbeda-beda (atas, sedang, bawah). Ketiga siswa yang digunakan sebagai contoh adalah perwakilan dari setiap kelompok kelas (atas, sedang, atau bawah) yang memiliki cara berpikir paling banyak dilakukan oleh siswa.

 S7 (Siswa kelompok atas)

11. P : Trus coba dilihat dari soal nomor 1 ya. Soalnya kemaren susah gak?

12. S7 : Enggak, soalnya belajar.

13. P : Soal pertama, bacanya sekali atau berulang-ulang?

14. S7 : Diulang-ulang, tapi ada yang sekali paham.

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa tidak mengalami kesulitan tetapi siswa membaca soal secara berulang-ulang untuk memahami soal terlebih dahulu. Akibatnya, saat menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal (letak dan batas kesulitan/permasalahan) siswa dapat menulis dengan lengkap dan tepat.

Soal nomor 1:

Ada 9 strip tablet dijual dengan harga Rp 540.000,00. Setiap strip berisi 6 tablet. Berapa banyak tablet yang bisa diperoleh dengan uang Rp 180.000,00?

Gambar 4.6 Jawaban S7 Soal Nomor 1

Pada saat diwawancarai, langkah selanjutkan siswa menentukan saran pemecahan yang mungkin dengan mengingat-ingat terlebih dahulu konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Setelah itu, siswa memutuskan saran pemecahan masalah yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan, tampak pada transkrip wawancara di bawah ini.

30. P : Waktu kamu kerja itu inget konsep matematika yang berkaitan dalam soal gak?

31. S7 : Inget. 32. P : Konsep apa?

33. S7 : eh ya di SD ada pelajaran kayak gini. 34. P : Iya konsepnya gimana? Rumusnya gimana?

35. S7 : Ya rumusnya gini, ditulis atau dijelasin? 36. P : Jelasin aja.

37. S7 : Kalau ngitung kan ini 9 strip tablet, kalau masing-masing strip 6

tablet berartikan dicari dulu anu…, berapa jumlah tabletnya. Sembilan kali enam, limapuluh empat. Trus berarti per tablet Rp 10.000,00. Trus kalau mau beli Rp 180.000,00 ya tinggal Rp 180.000,00 dibagi Rp 10.000,00. Nanti ketemu.

44. P : Kenapa akhirnya memutuskan pakai cara yang di lembar jawaban?

45. S7 : Soalnya … kalo yang di lembar jawab kan lebih bisa dimengerti. 46. P : Waktu selesai mengerjakan dicek lagi gak jawabannya?

47. S7 : Enggak.

Transkrip di atas menunjukkan bahwa siswa tidak memikirkan saran penyelesaian lain sebelum mengerjakan soal. Jadi, siswa hanya memiliki satu saran pemecahan masalah, dan satu saran pemecahan masalah tersebut dianggap bisa dimengerti dengan baik sehingga ditentukan sebagai langkah-langkah

penyelesaian masalah dan dipraktikkan. Siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian dengan tepat sehingga jawaban dan kesimpulan yang ditarik siswa benar. Namun, siswa tidak melakukan pengecekan pada jawaban yang diperoleh. Hal ini menunjukkan siswa tidak berpikir secara reflektif.

Berdasarkan tabel 4.13 persentase banyak siswa pada setiap taraf berpikir reflektif soal nomor satu (hal. 97), hanya terdapat 2 dari 6 siswa (33,3%) kelompok atas berpikir reflektif dan keluar dari permasalahan dengan menemukan jawaban yang benar. Sisanya, 4 dari 6 siswa (66,7%) lainnya tidak berpikir secara reflektif karena keempat siswa tersebut tidak melakukan pengecekan jawaban dan bahkan untuk S15 dan S18, siswa hanya sekali membaca soal. Namun, tiga dari empat siswa yang tidak berpikir reflektif tersebut dapat menarik kesimpulan dengan benar walaupun tidak melakukan pengecekan. Ketika ditanya alasannya kenapa tidak mengecek jawaban, salah satu siswa yaitu S18 dari siswa kelompok atas menjawab seperti di bawah ini.

29. P : Kenapa gak dicek?

30. S18 : Karna udah yakin betul.

Siswa dengan tingkat kemampuan akademik tinggi tidak mengecek jawaban karena mereka yakin atas jawaban hasil pekerjaan mereka.  S13 (Siswa kelompok sedang)

5. P : Dari soal nomor 1, mengalami kesulitan gak disoal nomor 1?

6. S13 : Enggak…

7. P : Baca soalnya sekali atau berulang-ulang?

9. P : Berkali-kali?

10. S13 : Iya.

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa tidak mengalami kesulitan tetapi siswa membaca soal secara berulang-ulang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk memahami soal terlebih dahulu. Setelah itu, siswa menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal (letak dan batas kesulitan/permasalahan) dengan lengkap dan tepat seperti terlihat pada gambar 4.7.

Soal nomor 1:

Ada 9 strip tablet dijual dengan harga Rp 540.000,00. Setiap strip berisi 6 tablet. Berapa banyak tablet yang bisa diperoleh dengan uang Rp 180.000,00?

Gambar 4.7 Jawaban S13 Soal Nomor 1

Sebelum mengerjakan soal, saat diwawancarai siswa mengingat-ingat terlebih dahulu konsep yang berkaitan dengan soal baru kemudian menentukan penyelesaian masalah. Hal ini ditunjukkan pada transkrip wawancara di bawah ini.

15. P : Trus kamu inget-inget konsep yang berkaitan dengan soal nomor 1 gak?

16. S13 : he’eh.

17. P : Iya? Konsep apa?

18. S13 : Konsep itu apa ya lupa aku… ya ini harga satuan.

19. P : Em… memikirkan lebih dari satu penyelesaian gak waktu kerja?

20. S13 : Em iya sih, diperhatiin soalnya juga. 21. P : Langkah penyelesaiannya gimana?

22. S13 : Caranya kan yang pertama itu kan diperhatiin dulu, habis itu dalam

23. P : Trus em… gimana kamu tadi cari apanya dulu pertamanya?

24. S13 : Dicari banyak tabletnya ada berapa dulu.

25. P : Trus setelah dicari banyak tabletnya, kamu cari apa?

26. S13 : Harga satu tablet.

27. P : Trus em… setelah kamu cari harga satuannya, kamu cari apanya?

28. S13 : Tablet yang itu yang diperolah dengan uang Rp 180.000,00. 29. P : He’eh caranya?

30. S13 : Harga yang diperoleh Rp 180.000,00 dibagi sama harga satuannya

tadi.

31. P : Dicek gak jawaban soal nomor 1?

32. S13 : Iya dicek.

Selanjutnya, jawaban siswa pada gambar 4.7 menunjukkan bahwa siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian dengan tepat yaitu pertama kali mencari harga satuan 1 tablet, dan kemudian mencari tablet yang diperoleh dengan harga Rp 180.000,00. Siswa menjawab dan menarik kesimpulan dengan benar. Siswa pun mengecek jawaban yang telah diperolehnya. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berpikir reflektif dan keluar dari masalah dengan menemukan jawaban yang benar.

Pada soal nomor satu ini, hanya terdapat satu dari 21 siswa yang menentukan beberapa saran pemecahan masalah yang mungkin sebelum mengerjakan soal. Siswa tersebut adalah S8 dari kelompok sedang.

15. P : Trus waktu kamu kerja soal itu kamu mengingat-ingat tentang konsep yang berkaitan dengan soal gak?

16. S8 : Iya.

17. P : Kamu kepikiran lebih dari satu penyelesaian atau lebih dari satu waktu kerja soal itu?

18. S8 : Lebih… ada yang dicoret…

19. P : kenapa pada akhirnya memilih yang ini?

20. S8 : soalnya pas nemu kayak gini tuh (menunjuk penyelesaian siswa

yang dicoret di lembar jawaban), jadinya nanti tabletnya 2 ribu kan jadi kayak gak bisa gitu, trus jadinya kalo dibagi ini tuh kayak gak bisa gitu…

Transkrip di atas menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan masalah dan memikirkan beberapa saran penyelesaian yang mungkin untuk mengerjakan soal. Hal ini dapat dilihat pada lembar jawab siswa terdapat coretan hasil pemikiran yang pertama, gambar 4.8.

Gambar 4.8 Jawaban S13 Soal Nomor 1

Pada gambar di atas, tampak bahwa pertama kali siswa menentukan letak dan batas masalah. Setelah memikirkan beberapa penyelesaian masalah, siswa merasakan bahwa jawaban yang pertama salah sehingga siswa memilih penyelesaian dengan cara yang kedua. Secara tidak langsung siswa melakukan pengecekan pada jawaban yang pertama dan menggantinya dengan penyelesaian maasalah yang menurut siswa dianggap lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa melakukan refleksi terhadap jawaban yang pertama. Namun, siswa tidak melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban kedua yang diperoleh dan kesimpulan yang diambil oleh siswa salah.

33. P : Trus eh, dicek gak soal nomor 1?

Hal ini menunjukkan bahwa awalnya siswa sudah berpikir secara reflektif, namun siswa tidak mendapat jawaban dengan benar artinya siswa tidak melakukan perulangan kembali dalam berpikir reflektif dan keluar dari permasalahan tanpa mendapatkan jawaban yang benar.

Berdasarkan tabel 4.13 persentase banyak siswa pada setiap taraf berpikir soal nomor dua (hal. 97), 7 dari 9 siswa (atau 77,8%) kelompok sedang berpikir secara reflektif, sedangkan 2 dari 9 siswa (22,2%) tidak berpikir recara reflektif. Sebesar 77,8% siswa yang berpikir reflektif tersebut, 55,5% siswa berpikir reflektif dan keluar dari masalah dengan memperoleh jawaban yang benar, sedangkan sisanya, 22,2% siswa berpikir reflektif tetapi keluar dari masalah tanpa mendapatkan jawaban yang benar. Pada soal nomor satu siswa kelompok sedang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dengan berpikir secara reflektif daripada siswa kelompok atas. Hal ini ditunjukkan dengan persentase siswa yang berpikir reflektif kelompok sedang lebih besar dari kelompok atas, yaitu 77,7% (diperoleh dari 55,2% ditambah 22,2%) lebih besar dari 33,3%.

 S3 (Siswa kelompok bawah)

13. P : Nomor 1, mengalami kesulitan gak disoal nomor 1? 14. S3 : Sulit sekali.

15. P : Bacanya sekali atau berkali-kali waktu kerja soal nomor satu? 16. S3 : Berkali-kali.

17. P : Kenapa kok berkali-kali? 18. S3 : Gak memahami soalnya.

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan sehingga siswa membaca soal berkali-kali. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berusaha memahami soal terlebih dahulu secara lebih dalam. Namun, saat menentukan apa yang ditanyakan dalam soal (letak dan batas kesulitan/permasalahan) siswa menulis dengan kurang tepat.

Soal nomor 1:

Ada 9 strip tablet dijual dengan harga Rp 540.000,00. Setiap strip berisi 6 tablet. Berapa banyak tablet yang bisa diperoleh dengan uang Rp 180.000,00?

Gambar 4.9 Jawaban S3 Soal Nomor 1

Pada jawaban siswa di atas terlihat bahwa siswa menulis yang ditanyakan “Berapa banyak tablet?”. Siswa mengabaikan bahwa banyak tablet yang ditanyakan adalah tablet yang bisa diperoleh dengan uang Rp 180.000,00. Akibatnya, siswa salah pengertian, dan langkah penyelesaian yang diambil pun tidak tepat.

15. P : Trus waktu kerja mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan soal

gak kemaren?

16. S3 : Mengingat

21. P : Kemaren penyelesaianmu kan seperti ini, kok bisa dapet kayak gini

tuh gimana? Ngasal atau emang mengingat-ingat konsep yang sebelumnya?

22. S3 : Ngasal.

23. P : Tapi tau gak nomor satu itu pake konsep tentang apa? 24. S3 : Gak tau.

27. P : Dicek gak jawaban soal nomor satu? 28. S3 : Enggak.

Transkrip di atas menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan masalah tetapi siswa asal menentukan konsep yang digunakan untuk saran penyelesaian yang mungkin. Hasilnya siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan tidak tepat. Setelah menemukan jawaban siswa tidak melakukan pengecekan dan bahkan tidak menarik kesimpulan dari jawaban yang diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak berpikir secara reflektif, dikarenakan siswa merasa kesulitan dan pemecahan masalah yang didapat adalah dengan cara asal serta tidak melakukan pengecekan kembali.

Berdasarkan tabel 4.13 persentase banyak siswa pada setiap taraf berpikir soal nomor dua (hal. 97), 5 dari 6 (83,3%) siswa tidak berpikir secara reflektif. Hal ini dikarenakan siswa tidak melakukan pengecekan terhadap jawaban dan dua dari lima siswa tersebut tidak berusaha memahami soal dengan membaca secara berulang-ulang. Sisanya, hanya terdapat 1 dari 6 siswa (16,7%) kelompok bawah yang berpikir secara reflektif yaitu berusaha memahami soal dengan membaca soal secara berulang-ulang, menentukan saran pemecahan masalah yang mungkin, melakukan pengecekan terhadap jawaban yang diperoleh. Skor nomor satu dari 4 siswa kelompok bawah yaitu 4, 5, 6 dan 6, ini menunjukkan bahwa siswa sebenarnya berada dalam kesulitan tetapi kebanyakan siswa

(83,3%) mengatakan tidak merasakan kesulitan. Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas sebagian besar siswa kelompok bawah tidak berpikir reflektif.

Pada soal nomor satu ini, siswa kelompok sedang lebih banyak yang berpikir reflektif dibandingkan dengan siswa kelompok atas dan siswa kelompok bawah. Hal ini dikarenakan ketika menghadapi soal nomor satu kebanyakan siswa kelompok atas sudah yakin dengan jawaban yang diperoleh sehingga tidak melakukan pengecekan, sedangkan siswa kelompok bawah tidak menganggap bahwa diri mereka memiliki kesulitan di soal nomor satu padahal berdasarkan poin yang diperoleh, siswa kelompok bahwa tampak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Siswa kelompok sedang tampak lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan saat mengerjakan soal nomor satu. Hal ini ditunjukkan dengan persentase banyak siswa yang berpikir reflektif pada tabel 4.13 (hal. 97), yaitu kelompok atas 33,3% (R1), kelompok sedang 77,8% (R1 + R2 = 55,6% + 22,2%), dan kelompok bawah 16,7% (R1).

b. Cara berpikir reflektif siswa soal nomor 2

Soal nomor dua adalah soal dengan tingkat kesukaran yang mudah, dapat dilihat pada tabel sintesis jawaban soal nomor dua pada

lampiran C.6, bahwa 1 dari 6 siswa kelompok atas, 4 dari 9 siswa

mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Siswa yang mengalami kesulitan terhadap soal nomor dua adalah satu siswa dari kelompok atas (S18), empat siswa kelompok sedang (S13, S17, S28, S29), dan dua siswa kelompok bawah (S9, S23). Banyak siswa yang mangalami kesulitan di nomor dua lebih dari siswa yang mengalami kesulitan di soal nomor satu.

Walaupun hanya terdapat tujuh siswa yang mengalami kesulitan pada soal nomor dua, namun tetap dapat dikatakan bahwa soal nomor dua adalah masalah bagi semua siswa. Alasannya, karena soal nomor dua merupakan suatu pertanyaan yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan prosedur rutin yang diketahui siswa, akan tetapi harus dipecahkan berdasarkan langkah-langkah tertentu untuk mencapai sebuah jawaban yang benar. Hal ini seperti yang telah dijelaskan pada bab II sebelumnya.

 S18 (Siswa kelompok atas)

35. P : Trus yang nomor 2, mengalami kesulitan gak?

36. S18 : Dikit.

37. P : Kesulitannya dimana?

38. S18 : Nentuin harga jualnya… 39. P : Lupa rumus apa gimana?

40. S18 : Lupa rumus… 41. P : Tapi akhirnya ingat?

42. S18 : Iya.

67. P : Baca soalnya sekali atau berkali-kali?

68. S18 : Berkali-kali, tiga kali…

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dan siswa membaca soal secara berulang-ulang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk memahami soal terlebih dahulu.

Soal nomor 2:

“Imak membeli buku cerita di toko “GRAMEDIA” sebanyak 2 lusin dengan harga Rp 480.000,00. Kemudian semua buku cerita itu dijualnya kembali dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 24.000,00. Berapakah harga jual satu buku cerita?

Gambar 4.10 Jawaban S18 Soal Nomor 2

Pada jawaban siswa di atas terlihat bahwa siswa menulis apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat. Ketika siswa dapat menentukan letak dan batas kesulitan dengan tepat, siswa akan lebih mudah untuk memikirkan saran pemecahan yang mungkin

43. P : Berarti mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan soal

nomor dua gak?

44. S18 : Iya.

45. P : Konsep tentang apa?

46. S18 : Mencari harga jual…

47. P : Selain itu?

48. S18 : Mencari banyak buku, harga satuan…

57. P : Oke. Punya pemikiran lain gak sebelum kerja ini atau langsung

seperti ini?

58. S18 : Langsung ini.

59. P : Dicek gak soal nomor dua?

60. S18 : Dicek.

Transkrip di atas menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan masalah dan memikirkan satu saran penyelesaian yang mungkin untuk mengerjakan soal. Siswa pun dapat mengerjakan soal dengan langkah penyelesaian yang tepat. Setelah mendapatkan jawaban siswa mengecek hasil jawabannya dan akhirnya menarik

kesimpulan dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa melakukan refleksi dalam proses menyelesaikan permasalahan dengan membaca soal berkali-kali, memutuskan saran pemecahan masalah dan melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang diperoleh. Siswa berpikir reflektif dan keluar dari masalah dengan mendapatkan jawaban yang benar.

Berdasarkan tabel 4.14 persentase siswa pada setiap taraf berpikir reflektif soal nomor dua (hal. 97), 50% kelompok atas berpikir secara reflektif. Sedangkan, 50% siswa kelompok atas yang lain tidak berpikir secara reflektif karena tidak berusaha memahami soal dengan membaca secara berulang-ulang dan/atau tidak melakukan pengecekan terhadap jawaban yang diperoleh. Itu artinya setengah dari siswa kelompok atas lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan di soal nomor dua dan melakukan tahap-tahap berpikir reflektif dengan lebih baik dibandingkan pada soal nomor satu sebelumnya. Hampir seluruh siswa kelompok atas (83,3%) dapat menarik kesimpulan dengan benar walaupun ada siswa yang tidak melakukan pengecekan dengan alasan sudah yakin dengan jawaban yang diperoleh.

 S13 (Siswa kelompok sedang)

11. P : Trus yang nomor 2, mengalami kesulitan gak?

12. S13 : Em dikit.

13. P : Baca soalnya sekali atau berulang-ulang?

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan sehingga siswa membaca soal berkali-kali. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berusaha memahami soal terlebih dahulu secara lebih dalam. Namun, saat siswa menentukan apa yang diketahui dalam soal (letak dan batas kesulitan/permasalahan), siswa menulis dengan lengkap tetapi kurang tepat.

Soal nomor 2:

“Imak membeli buku cerita di toko “GRAMEDIA” sebanyak 2 lusin dengan harga Rp 480.000,00. Kemudian semua buku cerita itu dijualnya kembali dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 24.000,00. Berapakah harga jual satu buku cerita?

Gambar 4.11 Jawaban S13 Soal Nomor 2

Pada jawaban siswa di atas terlihat bahwa siswa menulis diketahui “Untung = 24.000”. Seharusnya, keuntungan yang diketahui adalah keuntungan untuk 24 buku cerita. Akibatnya, siswa salah pengertian, dan langkah penyelesaian yang diambil pun kurang tepat.

45. P : Nginget konsep matematika yang berkaitan dengan soal gak?

46. S13 : Inget.

47. P : Konsep tentang apa?

48. S13 : Harga jual.

57. P : Punya penyelesaian lain gak dek sebelumnya atau langsung seperti ini?

58. S13 : Langsung..

61. P : Yah… dicek gak soal nomor 2?

Transkrip di atas menunjukkan bahwa siswa berusaha untuk mengingat-ingat konsep yang berkaitan dengan masalah dan siswa menentukan satu saran pemecahan masalah dan pemecahan masalah itulah yang ditentukan untuk dipraktikkan dalam menyelesaikan soal nomor dua. Siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan kurang tepat. Setelah menemukan jawaban, siswa melakukan pengecekan tetapi ragu-ragu sehingga siswa menarik kesimpulan dari jawaban yang diperoleh dengan salah. Hal ini menunjukkan bahwa berpikir reflektif yang dialami siswa kurang maksimal. Siswa merasa kesulitan dan membaca soal berulang-ulang untuk memahami soal, serta menentukan satu saran pemecahan masalah tetapi ketika melakukan pengecekan siswa merasa ragu-ragu. Keragu-raguan siswa tersebut belum terjawab karena siswa tidak mencoba untuk mencari cara penyelesaian yang lain. Akibatnya, siswa keluar dari masalah tanpa menemukan jawaban yang tepat.

Berdasarkan tabel 4.14 persentase banyak siswa pada setiap taraf berpikir soal nomor dua (hal. 97), 5 dari 9 siswa (atau 55,6%) kelompok sedang berpikir secara reflektif, sedangkan 4 dari 9 siswa (44,4%) tidak berpikir secara reflektif. Sebesar 55,6% siswa yang berpikir reflektif tersebut, 33,3% siswa berpikir reflektif dan keluar dari masalah dengan memperoleh jawaban yang benar, sedangkan sisanya, 22,2% siswa berpikir reflektif tetapi keluar dari masalah

tanpa mendapatkan jawaban yang benar. Pada soal nomor dua persentase siswa kelompok sedang yang berpikir reflektif lebih dari persentase siswa kelompok atas yang berpikir reflektif, yaitu 55,6%>50%. Namun, jika dilihat dari taraf berpikir reflektifnya, pada siswa kelompok sedang terdapat dua taraf berpikir reflektif. Kedua taraf berpikir reflektif tersebut adalah berpikir reflektif yang keluar dari masalah dengan menemukan jawaban yang benar dan berpikir reflektif yang keluar dari masalah tanpa menemukan jawaban yang benar. Sedangkan untuk siswa kelompok atas, 50% siswa berpikir reflektif dan menemukan jawaban yang benar.  S9 (Siswa kelompok rendah)

45. P : Trus yang nomor 2, mengalami kesulitan gak?

46. S9 : Ya kesulitannya tuh pas… Rumusnya. 47. P : Bingung rumusnya ya?

48. S9 : Iya.

49. P : Baca soalnya sekali atau berulang-ulang kemaren?

50. S9 : Yang nomor dua sekali.

Transkrip wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan sehingga siswa membaca soal berkali-kali. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berusaha memahami soal terlebih dahulu secara lebih dalam. Siswa pun dapat menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal (letak dan batas kesulitan/permasalahan) dengan tepat.

Soal nomor 2:

“Imak membeli buku cerita di toko “GRAMEDIA” sebanyak 2 lusin dengan harga Rp 480.000,00. Kemudian semua buku cerita itu dijualnya kembali dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 24.000,00. Berapakah harga jual satu buku cerita?”

Gambar 4.12 Jawaban S9 Soal Nomor 2

Terlihat pada gambar bahwa siswa melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan tidak tepat. Siswa membagi harga 2

Dokumen terkait