• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.6 Cara Mendapatkan Kesimpulan dan Saran

Dari analisis yang telah dilakukan maka akan diperoleh suatu kesimpulan dan saran. Kesimpulan yang didapat harus menjawab tujuan dari penelitian. Saran merupakan masukan atau nasehat yang dapat digunakan pembaca jika pembaca tertarik dengan penelitian yang telah dilakukan dan ingin mendalaminya lebih lanjut.

67

BAB IV

HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil yang didapatkan dalam penelitian mesin pengering pakaian sistem udara terbuka dengan variasi penelitian untuk kondisi hasil perasan tangan dan hasil perasan mesin cuci dengan dua kipas dan tanpa kipas, diperoleh hasil meliputi: massa pakaian basah saat t, massa pakaian kering, massa pakaian basah awal, massa air yang berhasil diambil oleh udara dari pakaian yang dikeringkan (Δm), suhu udara kering sebelum masuk mesin pengering pakaian (TAdb), suhu udara basah sebelum masuk mesin pengering pakaian (TAwb), suhu udara kering setelah melewati evaporator (TBdb), suhu udara kering setelah keluar dari kondensor (TCdb), suhu udara kering setelah keluar dari ruang pengering pakaian (TDdb), dan suhu udara basah setelah keluar dari ruang pengering pakaian (TDwb).

Penelitian dilakukan dengan 3 kali pengambilan data untuk setiap variasinya, kemudian dilakukan perhitungan rata pada setiap variasinya. Data hasil rata-rata pada setiap variasi disajikan pada Tabel 4.1 s/d 4.6

Tabel 4.1 Data hasil rata-rata perasan tangan dan dua kipas

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 7070 7070 0 0

2 20 3510 7070 6030 1040 6590

3 40 3510 7070 5087 943 5647

4 60 3510 7070 4270 817 4830

5 80 3510 7070 3698 572 4258

6 100 3510 7070 3418 280 3978

Tabel 4.1 Lanjutan data hasil rata-rata perasan tangan dan dua kipas

No.

Untuk variasi pengeringan pakaian dengan bantuan perasan mesin cuci, menggunakan mesin cuci SAMSUNG WF0702NCE dengan kapasitas 7 kg.

Kecepatan putaran pengeringan 1200 rpm yang berlangsung selama 12 menit.

Hasil rata-ratanya tersaji pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Data hasil rata-rata perasan mesin cuci dan dua kipas

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 4970 4970 0 0

2 10 3510 4970 4513 457 5073

3 20 3510 4970 4137 376 4697

4 30 3510 4970 3817 320 4377

5 40 3510 4970 3583 234 4143

6 50 3510 4970 3437 146 3997

Tabel 4.2 Lanjutan data hasil rata-rata perasan mesin cuci dan dua kipas

No.

Tabel 4.3 Data hasil rata-rata perasan tangan dan tanpa kipas

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 7070 7070 0 0

2 20 3510 7070 6182 888 6742

3 40 3510 7070 5428 754 5988

4 60 3510 7070 4786 642 5346

5 80 3510 7070 4213 573 4773

6 100 3510 7070 3842 371 4402

7 120 3510 7070 3584 258 4144

8 140 3510 7070 3475 109 4035

Tabel 4.3 Lanjutan data hasil rata-rata perasan tangan dan tanpa kipas

No.

Tabel 4.4 Data hasil rata-rata perasan mesin cuci dan tanpa kipas

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 4970 4970 0 0

2 10 3510 4970 4581 389 5141

3 20 3510 4970 4285 296 4845

4 30 3510 4970 4025 260 4585

5 40 3510 4970 3829 196 4389

6 50 3510 4970 3680 149 4240

7 60 3510 4970 3578 102 4138

8 70 3510 4970 3482 96 4042

Tabel 4.4 Lanjutan data hasil rata-rata perasan mesin cuci dan tanpa kipas

No.

Sebagai pembanding proses pengeringan pakaian ini, maka dilakukan proses pengeringan pakaian menggunakan panas matahari. Tabel 4.5 dan Tabel 4.6 menyajikan data pengeringan pakaian menggunakan panas matahari.

Tabel 4.5 Data hasil rata-rata perasan tangan dengan panas matahari

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 7070 7070 0 0

2 20 3510 7070 6443 628 7003

3 40 3510 7070 5698 745 6258

4 60 3510 7070 5068 630 5628

5 80 3510 7070 4500 568 5060

6 100 3510 7070 4053 448 4613

7 120 3510 7070 3735 318 4295

8 140 3510 7070 3583 153 4143

9 160 3510 7070 3470 113 4030

Tabel 4.6 Data hasil rata-rata perasan mesin cuci dengan panas matahari

No.

(menit) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram)

1 0 3510 4970 4970 0 0

2 10 3510 4970 4692 278 5252

3 20 3510 4970 4428 264 4988

4 30 3510 4970 4172 256 4732

5 40 3510 4970 4013 159 4573

6 50 3510 4970 3847 166 4407

7 60 3510 4970 3738 109 4298

8 70 3510 4970 3650 88 4210

9 80 3510 4970 3566 84 4126

10 90 3510 4970 3492 74 4052

4.2 Hasil Perhitungan

a. Perhitungan massa air yang menguap dari pakaian dan perhitungan lama waktu pengeringan pakaian (Δt).

Massa air yang menguap dari pakaian (Mpm) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (3.1). Massa air yang menguap dari pakaian adalah massa pakaian basah (Mpb) dikurangi dengan massa pakaian kering (Mpk).

Sebagai contoh perhitungan untuk mencari massa air yang menguap dari pakaian (Mpm) adalah pengeringan pakaian dengan perasan tangan dan dua kipas sebagai berikut:

Mpm = Mpb – Mpk

Mpm = (7070 – 3510) gram Mpm = 3560 gram

Guna menampilkan angka perhitungan lama waktu pengeringan pakaian (Δt), dapat dihitung dengan menggunakan metode interpolasi linier yang ditunjukan pada Persamaan 4.1.

=

( − ₁) + ₁

(4.1)

Sebagai contoh untuk perhitungan hasil perasan tangan dan dua kipas.

X = 3510 gram X1= 3698 gram X2= 3418 gram Y1= 80 menit Y2= 100 menit

= 100 menit − 80 menit

3418 gram − 3698 gram (3510 gram − 3698 gram) + 80 menit

= 93 menit

Hasil perhitungan untuk setiap variasinya disajikan pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7 Massa air yang menguap dari pakaian (Mpm) dan perhitungan lama waktu pengeringan pakaian (Δt)

Perasan tangan dan dua kipas 20 7070 3510 3560 93

Perasan mesin cuci dan dua kipas 20 4970 3510 1460 45 Perasan tangan dan tanpa kipas 20 7070 3510 3560 134 Perasan mesin cuci dan tanpa

kipas 20 4970 3510 1460 67

Perasan tangan dengan panas

matahari 20 7070 3510 3560 153

Perasan mesin cuci dengan panas

matahari 20 4970 3510 1460 88

b. Kelembaban spesifik udara masuk ruang pengering (WC) dan kelembaban spesifik udara setelah keluar dari ruang pengering (WD).

Kelembaban spesifik udara masuk ruang pengering (WC) dan kelembaban spesifik udara setelah keluar dari ruang pengering (WD) dapat dicari dengan mempergunakan psychrometric chart. Kelembaban spesifik udara saat masuk ruang pengering (WC) dapat diketahui melalui garis kelembaban spesifik pada titik C atau kondisi suhu udara setelah keluar kondensor. Sedangkan kelembaban spesifik udara setelah keluar dari ruang pengering (WD) dapat diketahui melalui garis kelembaban spesifik pada titik D atau kondisi suhu udara setelah melewati pakaian basah dan keluar dari ruang pengering. Sebagai contoh menemukan kelembaban spesifik udara masuk ruang pengering pakaian (WC) dan kelembaban

spesifik udara setelah keluar ruang pengering pakaian (WD) pada variasi perasan mesin cuci dan dua kipas menit ke-10 dapat di lihat pada Gambar 4.1. Dari Gambar 4.1 dapat diperoleh nilai kelembaban spesifik udara masuk ruang pengering (WC) = 11,6 grair/kgudara, dan nilai kelembaban spesifik udara setelah keluar dari ruang pengering (WD) = 30,2 grair/kgudara.

Gambar 4.1Psychrometric Chartperasan mesin cuci dandua kipas pada menit ke-10 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

c. Perhitungan massa air yang berhasil diuapkan (Δw)

Massa air yang berhasil diuapkan (Δw) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.1). Massa air yang berhasil diuapkan (Δw) adalah kelembaban spesifik udara setelah keluar dari ruang pengering (WD) dikurangi kelembaban spesifik udara masuk ruang pengering (WC). Sebagai contoh perhitungan rata-rata massa air yang berhasil diuapkan (Δw) untuk variasi perasan mesin cuci dan dua kipas pada menit ke-10 adalah sebagai berikut :

Δw = WD– WC

Δw = 30,2 grair/kgudara– 11,6 grair/kgudara Δw = 18,6 grair/kgudara

Δw = 0,0186 kgair/kgudara

d. Perhitungan laju pengeringan mesin pengering pakaian

Laju pengeringan (MLP) mesin pengering pakaian dapat dihitung dengan mempergunakan Persamaan (2.8). Laju pengeringan (MLP) adalah massa air yang berhasil diambil oleh udara dari pakaian yang dikeringkan (Δm) dibagi dengan perbedaan waktu (Δt). Sebagai contoh perhitungan laju pengeringan mesin pengering pakaian (MLP) untuk variasi perasan mesin cuci dan dua kipas pada menit ke-10 adalah sebagai berikut:

MLP=

MLP= , air

MLP= 0,0457 kgair⁄menit

e. Perhitungan laju aliran massa udara pada mesin pengering pakaian (ṁudara) Laju aliran massa udara pada mesin pengering pakaian (ṁudara) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.9). Laju aliran massa udara pada mesin pengering pakaian (ṁudara) adalah laju pengeringan (MLP) dibagi dengan massa air yang berhasil diuapkan (Δw). Sebagai contoh perhitungan laju aliran massa pada mesin pengering pakaian (ṁudara) untuk variasi perasan mesin cuci dan dua kipas pada menit ke-10 adalah sebagai berikut:

udara = LP

udara = , /

, /

udara = 2,4570 kgudara/menit

Tabel 4.8 Hasil perhitungan pengering pakaian dengan perasan tangan dan dua kipas

menit kgair/kgudara Δm

(kgair) kgair⁄menit kgudara/menit

1 20 0,0126 0,0300 0,0174 1,0400 0,0520 2,9885

2 40 0,0120 0,0276 0,0156 0,9430 0,0472 3,0224

3 60 0,0120 0,0328 0,0208 0,8170 0,0409 1,9639

4 80 0,0120 0,0416 0,0296 0,5720 0,0286 0,9662

5 100 0,0120 0,0556 0,0436 0,2800 0,0140 0,3211

Tabel 4.9 Hasil perhitungan pengering pakaian dengan perasan mesin cuci dan

menit kgair/kgudara Δm

(kgair) kgair⁄menit kgudara/menit

1 10 0,0116 0,0302 0,0186 0,4570 0,0457 2,4570

2 20 0,0116 0,0336 0,0220 0,3760 0,0376 1,7091

3 30 0,0116 0,0366 0,0250 0,3200 0,0320 1,2800

4 40 0,0118 0,0422 0,0304 0,2340 0,0234 0,7697

5 50 0,0116 0,0486 0,0370 0,1460 0,0146 0,3946

Tabel 4.10 Hasil perhitungan pengering pakaian dengan perasan tangan dan tanpa kipas

menit kgair/kgudara Δm

(kgair) kgair⁄menit kgudara/menit

1 20 0,0118 0,0319 0,0201 0,8880 0,0444 2,2090

2 40 0,0119 0,0340 0,0221 0,7340 0,0367 1,6606

3 60 0,0120 0,0362 0,0242 0,6420 0,0321 1,3264

4 80 0,0124 0,0382 0,0258 0,5730 0,0287 1,1105

5 100 0,0126 0,0419 0,0293 0,3710 0,0186 0,6331

6 120 0,0122 0,0484 0,0362 0,2580 0,0129 0,3564

7 140 0,0126 0,0522 0,0396 0,1090 0,0055 0,1376

Tabel 4.11 Hasil perhitungan pengering pakaian dengan perasan mesin cuci dan tanpa kipas

menit kgair/kgudara Δm

(kgair) kgair⁄menit kgudara/menit

1 10 0,0126 0,0336 0,0210 0,3890 0,0389 1,8524

2 20 0,0126 0,0330 0,0204 0,2960 0,0296 1,4510

Tabel 4.11 Lanjutan hasil perhitungan pengering pakaian dengan perasan mesin cuci dan tanpa kipas

No.

Waktu (t)

Kelembaban Spesifik Massa

air MLP

udara

WC WD Δw

menit kgair/kgudara Δm

(kgair) kgair⁄menit kgudara/menit

3 30 0,0126 0,0370 0,0244 0,2600 0,0260 1,0656

4 40 0,0126 0,0402 0,0276 0,1960 0,0196 0,7101

5 50 0,0128 0,0416 0,0288 0,1490 0,0149 0,5174

6 60 0,0128 0,0450 0,0322 0,1020 0,0102 0,3168

7 70 0,0130 0,0500 0,0370 0,0960 0,0096 0,2595

f. Perhitungan pada mesin Siklus Kompresi Uap

Gambar 4.2 Siklus kompresi uap pada diagram p-h R-410A pada mesin pengering pakaian yang memberikan waktu pengeringan tercepat

Gambar 4.2 menyajikan siklus kompresi uap pada diagram P-h R-410A yang dipergunakan untuk mengetahui karakteristik mesin siklus kompresi uap pada mesin pengering pakaian yang memberikan waktu pengeringan tercepat. Dari Gambar 4.2 tersebut diperoleh data-data sebagai berikut :

Tevap(Te)= 5,9 °C = 279,05 K

Tkond(Tc)= 54,9 °C = 328,05 K

P1 = 0,84 MPa P2 = 3,5 MPa

h1 = 424,1 kJ/kg h3= h4= 297,9 kJ/kg

h2 = 458,9 kJ/kg

· Energi kalor yang diserap oleh evaporator (Qin)

Perhitungan energi kalor yang diserap oleh evaporator dari udara yang melintasi evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.2).

Qin = h1– h4

= 424,1 kJ/kg – 297,9 kJ/kg Qin = 126,2 kJ/kg

· Energi kalor yang dilepas kondensor (Qout)

Perhitungan energi kalor yang dilepas kondensor ke udara di sekitar kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.3).

Qout = h2– h3

= 458,9 kJ/kg – 297,9 kJ/kg Qout = 161 kJ/kg

· Kerja kompresor (Win)

Perhitungan kerja yang dilakukan oleh kompresor persatuan massa refrigeran (Win) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.4).

Win = h2– h1

= 458,9 kJ/kg – 424,1 kJ/kg Win = 34,8 kJ/kg

· COPaktualmesin siklus kompresi uap

Perhitungan unjuk kerja aktual mesin siklus kompresi uap (COPaktual) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.5).

COPaktual = in

in

= , /

, /

COPaktual = 3,62

· COPidealmesin siklus kompresi uap

Perhitungan unjuk kerja ideal mesin siklus kompresi uap (COPideal) dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.6).

COPideal =

= ,

( , , )

COPideal = 5,69

· Efisiensi (ŋ) sistem mesin siklus kompresi uap

Perhitungan efisiensi (ŋ) mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.7).

Dari Gambar 4.2 diagram P-h R-410a dapat diketahui karakteristik dari mesin siklus kompresi uap yang dipergunakan pada mesin pengering pakaian yang memberikan waktu pengeringan tercepat yakni hasil perasan mesin cuci dan dua kipas. Diperoleh hasil energi kalor yang diserap evaporator dari udara yang melintasi evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) sebesar 126,2 kJ/kg, sedangkan untuk kalor yang dilepas kondensor ke udara di sekitar kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) sebesar 161 kJ/kg. Kerja yang dilakukan kompresor persatuan massa refrigeran (Win) sebesar 34,8 kJ/kg. Unjuk kerja sesungguhnya (COPaktual) adalah 3,62 dan unjuk kerja ideal mesin siklus kommpresi uap (COPideal) sebesar 5,69. Efisiensi yang mampu dihasilkan sebesar 63 %.

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, mesin pengering pakaian sistem udara terbuka mampu bekerja dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.1

s/d Tabel 4.11. Kondisi udara di dalam lemari pengering memiliki kondisi sama dengan kondisi udara pada lingkungan sekitar. Dari Tabel 4.1 s/d Tabel 4.11 membuktikan bahwa mesin pengering pakaian sistem udara terbuka mampu mengeringkan pakaian. Waktu yang diperlukan untuk mengeringkan 20 pakaian dengan kondisi awal pakaian hasil perasan tangan dan dua kipas memerlukan waktu 93 menit dengan massa air yang berhasil diuapkan dari pakaian sebesar 3560 gram, dengan jumlah pakaian yang sama untuk kondisi awal pakaian hasil perasan mesin cuci dan dua kipas memerlukan waktu selama 45 menit dengan massa air yang berhasil diuapkan dari pakaian sebesar 1460 gram. Waktu yang diperlukan untuk mengeringkan 20 pakaian dengan kondisi awal pakaian hasil perasan tangan dan tanpa kipas memerlukan waktu 134 menit dengan massa air yang berhasil diuapkan dari pakaian sebesar 3560 gram, bila untuk kondisi awal pakaian hasil perasan mesin cuci tanpa kipas hanya memerlukan waktu pengeringan selama 67 menit dengan massa air yang mampu diuapkan sebesar 1460 gram. Sedangkan untuk mengeringkan 20 pakaian hasil peras tangan menggunakan energi matahari membutuhkan waktu 153 menit dengan massa air yang menguap dari pakaian sebesar 3560 gram. Untuk mengeringkan 20 pakaian hasil peras mesin cuci menggunakan energi matahari membutuhkan waktu 88 menit dengan massa air yng menguap dari pakaian sebesar 1460. Dari Tabel 4.1 s/d Tabel 4.6 diperoleh sebuah grafik yang tersaji pada Gambar 4.3 sampai dengan Gambar 4.7, yang memberikan grafik penurunan massa pakaian untuk setiap variasinya.

Gambar 4.3 Grafik penurunan massa pakaian untuk kondisi awal hasil perasan mesin cuci

Gambar 4.4 Grafik penurunan massa pakaian untuk kondisi awal hasil perasan tangan

45; 3510 67; 3510 88; 3510

2000

93; 3510 134; 3510 153; 3510

Gambar 4.5 Grafik penurunan massa pakaian pada proses pengeringan menggunakan panas matahari

Gambar 4.6 Grafik penurunan massa pakaian pada proses pengeringan dengan tanpa kipas

Gambar 4.7 Grafik penurunan massa pakaian pada proses pengeringan dengan dua kipas

Dari Gambar 4.3 yang menunjukkan grafik penurunan massa pakaian untuk kondisi awal hasil perasan mesin cuci, dapat dilihat bahwa variasi proses pengeringan pakaian yang dibantu dengan adanya dua kipas dalam ruang pengering, memiliki waktu pengeringan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan variasi pengeringan pakaian yang tidak menggunakan kipas serta proses pengeringan yang bersumber dari panas matahari. Adanya kipas yang bekerja dalam mesin pengering pakaian berpengaruh terhadap laju pengeringan pakaian.

Hal ini mengakibatkan, sirkulasi udara di dalam ruang pengering menjadi lebih cepat. Dengan kondisi itu, air yang melekat pada pakaian menjadi lebih cepat terambil oleh sirkulasi udara panas sehingga pakaian menjadi lebih cepat kering.

Besarnya laju pengeringan yang mampu dihasilkan dengan adanya bantuan kipas rata-rata sebesar 0,0146 kgair/menit – 0,0457 kgair/menit dengan lama pengeringan 50 menit. Sedangkan untuk variasi proses pengeringan pakaian kondisi awal hasil

2000

perasan mesin cuci dan tanpa kipas mampu menghasilkan laju pengeringan pakaian rata-rata sebesar 0,0096 kgair/menit – 0,0389 kgair/menit dengan lama pengeringan 70 menit. Walau di bumi jumlah energi matahari sangat melimpah, namun tidak menjamin pakaian akan lebih cepat kering hal ini terlihat pada Gambar 4.2 grafik penurunan massa pakaian untuk variasi proses pengeringan dengan energi matahari yang mampu mengeringkan 20 pakaian dengan rentang waktu selama 90 menit.

Bila dilihat pada Gambar 4.3 yaitu grafik penurunan massa pakaian untuk kondisi awal hasil perasan tangan menunjukkan bahwa dengan kondisi awal hasil perasan tangan dan dua kipas mampu mengeringkan pakaian selama 100 menit serta mampu menyerap kandungan air basah dari pakaian rata-rata sebesar 0,0140 kgair/menit – 0,0520 kgair/menit. Sedangkan untuk variasi proses pengeringan pakaian untuk kondisi awal hasil perasan tangan dan tanpa kipas memiliki laju penurunan massa pakaian yang tidak jauh berbeda dengan variasi proses pengeringan menggunakan energi matahari. Untuk variasi kondisi awal hasil perasan tangan dan tanpa kipas mampu mengeringkan pakaian dengan rentang waktu 140 menit dengan kandungan uap air yang dapat diserap rata-rata sebesar 0,0110 kgair/menit – 0,0343 kgair/menit, sedangkan proses pengeringan pakaian menggunakan energi matahari mampu mengeringkan pakaian dengan rentang waktu sekitar 160 menit. Pengeringan dengan energi matahari dipengaruhi terhadap cuaca, kadang tertutup oleh awan, kadang tidak. Terkadang panas matahari bersinar kuat, dan kadang tidak. Kadang kala angin bertiup kencang, dan kadang tidak ada angin yang berhembus. Dengan demikian dari hasil data dan

kedua grafik tersebut diperoleh bahwa waktu yang diperlukan untuk mengeringkan pakaian dapat dipengaruhi dari jenis kondisi awal pakaian dan jumlah kipas yang ada di dalam ruang pengering. Hasil perasan mesin cuci mampu menghasilkan berat awal pakaian basah yang lebih ringan. Kondisi ini menyebabkan, waktu yang diperlukan untuk mengeringkan pakaian menjadi lebih cepat.

Gambar 4.5 menyajikan perbandingan penurunan massa pakaian dengan proses pengeringan menggunakan energi matahari. Terlihat bahwa kondisi awal hasil perasan mesin cuci memiliki waktu pengeringan lebih cepat dengan waktu 90 menit dibandingkan dengan kondisi awal hasil perasan tangan yang berlangsung selama 160 menit. Gambar 4.6 menyajikan grafik penurunan massa pakaian untuk proses pengeringan menggunakan mesin pengering dengan variasi tanpa kipas, kondisi awal hasil perasan mesin cuci memiliki waktu pengeringan dua kali lebih cepat daripada kondisi awal hasil perasan tangan yakni dengan waktu 70 menit. Gambar 4.7 menyajikan grafik penurunan massa pakaian untuk proses pengeringan menggunakan mesin pengering dengan variasi dua kipas, dimana untuk kondisi awal hasil perasan mesin cuci hanya memerlukan waktu 50 menit untuk mengeringkan pakaian sedangkan untuk kondisi awal hasil perasan tangan memerlukan waktu dua kali lipat yakni selama 100 menit untuk mengeringkan pakaian.

91

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Hasil penelitian dari mesin pengering pakaian menggunakan komponen AC split sistem udara terbuka dengan dua kipas dan tanpa kipas untuk kondisi awal hasil perasan tangan dan perasan mesin cuci yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

a. Mesin pengering pakaian menggunakan komponen AC split sistem udara terbuka dengan dua kipas dan tanpa kipas, telah berhasil dibuat dan dapat bekerja dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan tidak terjadinya over heating ketika penelitian berlangsung atau kebocoran refrigeran pada mesin pengering.

b. Untuk mengeringkan 20 pakaian dengan kondisi awal hasil perasan tangan dan tanpa kipas memerlukan waktu selama 134 menit, bila menggunakan bantuan 2 kipas membutuhkan waktu 93 menit. Pengeringan 20 pakaian dengan kondisi awal hasil perasan mesin cuci dan tanpa kipas memerlukan waktu 67 menit, sedangkan jika menggunakan 2 kipas hanya memerlukan waktu 45 menit.

c. Karakteristik mesin siklus kompresi uap pada mesin pengering pakaian yang memberikan waktu pengeringan pakaian tercepat memiliki suhu kerja evaporator (Te) sebesar 5,9 °C = 279,05 K dan suhu kerja kondensor (Tc) sebesar 54,9 °C = 328,05 K dan suhu rata-rata; suhu udara kering sebelum

masuk mesin pengering pakaian (TAdb) sebesar 28,9°C, suhu udara basah sebelum masuk mesin pengering pakaian (TAwb) sebesar 27,1°C, suhu udara kering setelah melewati evaporator (TBdb) sebesar 15,9°C, suhu udara kering setelah keluar kondensor (TCdb) sebesar 44,9°C, suhu udara kering setelah keluar dari ruang pengering (TDdb) sebesar 36,9°C, suhu udara basah setelah keluar dari ruang pengering (TDwb) sebesar 35,7°C sedangkan suhu kerja evaporator sebesar 5,9°C dengan tekanan kerja yang dihasilkan sebesar 0,84 MPa, suhu kerja kondensor sebesar 54,9 dengan tekanan kerja yang dihasilkan sebesar 3,5 MPa. Energi kalor yang diserap evaporator dari udara yang melintasi evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) sebesar 126,2 kJ/kg, sedangkan untuk energi kalor yang dilepas kondensor ke udara di sekitar kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) sebesar 161 kJ/kg. Kerja yang dihasilkan kompresor persatuan massa refrigeran (Win) sebesar 34,8 kJ/kg, dengan unjuk kerja sesungguhnya (COPaktual) adalah 3,62 dan unjuk kerja ideal mesin siklus kompresi uap (COPideal) sebesar 5,69. Efisiensi yang mampu dihasilkan sebesar 63 %.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian mesin pengering pakaian menggunakan AC split sistem udara terbuka variasi dua kipas dan tanpa kipas yang telah dilakukan ada beberapa saran yang dapat dikemukakan :

a. Perlu memperhatikan penempatan atau jarak antar pakaian supaya udara dapat tersirkulasi dengan baik saat melewati pakaian.

b. Penggantungan pakaian dibuat lebih baik supaya ketika terdapat kipas pada ruang pengering pakaian, tidak menghalangi aliran udara kipas.

c. Perlu adanya penambahan ukuran ruang pengering bila ingin mengeringkan lebih dari 20 pakaian.

DAFTAR PUSTAKA

Dinh. 1994. Closed-loop Drying Process and System, Patent Aplication Publication, Pub. No : US 8,601,717 B2. Dec.10, 2013.

Hasan Syamsuri, Widodo Sapto. 2008. Sistem Refrigerasi dan Tata Udara.

Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Hal 82-85

Maruca. 2008. Low Temperature Clothes Dryer, Unite States Patent, Patent No:

US 7,377,052 B2, May. 27, 2015

Moran Michael. 2004. Termodinamika Teknik. Jakarta: Erlangga, Hal 144-153 Prabowo, Ardy. 2017. Mesin Pengering Pakaian Sistem Tertutup dengan

Menggunakan Daya Listrik 1122 watt. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

Sumanto.1985. Dasar-Dasar Mesin Pendingin. Yogyakarta: ANDI OFFSET, Hal 59

Wijaya, Kurniandy. 2016. Mesin Pengering Handuk dengan Energi Listrik.

Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

https://www.chemours.com/Refrigerants/en_US/assets/downloads/h64423_Suva4 10A_thermo_prop_si.pdf

Purwadi, PK dan Kusbandono Wibowo. 2017. Peningkatan Waktu Pengeringan dan Laju Pengeringan pada Mesin Pengering Pakaian Energi Listrik.

https://journal.sttnas.ac.id/ReTII/article/viewFile/494/420.

Purba Juni Edi dan Dwiyandini Wulan. 2013. Heat Exchanger (Alat Penukar Panas). http://jepjourney.blogspot.co.id/2013/06/heat-exchanger.html

94

LAMPIRAN

Gambar L.1 Mesin pengering pakaian

Gambar L.2 Evaporator dan Kondensor

Gambar L.3 Kipas potensio

Gambar L.4 Pakaian yang digunakan dalam penelitian

Gambar L.5 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan dua kipas menit ke-10 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.6 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan dua kipas menit ke-20 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.7 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan dua kipas menit ke-30 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.8 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan dua kipas menit ke-40 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.9 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan dua kipas menit ke-50 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.10 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-10 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.11 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-20 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.12 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-30 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.13 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-40 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.14 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-50 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.15 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-60 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.16 Psychrometric Chart hasil peras mesin cuci dan tanpa kipas menit ke-70 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.17 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan dua kipas menit ke-20 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.18 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan dua kipas menit ke-40 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.19 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan dua kipas menit ke-60 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.20 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan dua kipas menit ke-80 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.21 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan dua kipas menit ke-100 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.22 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-20 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.23 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-40 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.24 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-60 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.25 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-80 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.26 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-100 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.27 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-120 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Gambar L.28 Psychrometric Chart hasil peras tangan dan tanpa kipas menit ke-140 (sumber: http://flycarpet.net/en/PsyOnline)

Dokumen terkait