• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN UMUM DESA CIHIDEUNG UDIK

CIHIDEUNG UDIK

Sejarah dan Stuktur Organisasi Posdaya Eka Mandiri di Desa Cihideung Udik

Sejarah terbentuknya Posdaya Eka Mandiri melalui kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) oleh Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Tematik Posdaya. Posdaya Eka Mandiri berada di wilayah RW 06 Kampung Sinagar Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Secara resmi Posdaya Eka mandiri berdiri pada tanggal 19 Juni 2009 dengan ketuanya adalah Bapak Iy hingga sekarang. Jumlah anggota Posdaya Eka Mandiri mulai berdiri pada tahun 2009 sebanyak 20 orang namun hanya 15 orang yang aktif dan sekarang anggotanya bertambah menjadi 117 orang. Beberapa program yang telah dilaksanakan oleh Posdaya Eka Mandiri diantaranya adalah beternak domba, beternak kelinci, usaha konveksi, dan budidaya tanaman pangan. Adapun unit kegiatan dibidang ekonomi yang dilaksanakan Posdaya Eka Mandiri adalah pembuatan arang batok kelapa, beternak ayam Bangkok, dan tabuangan/simpan pinjam Posdaya.

Tahun 2009 Posdaya Eka Mandiri belum mendapatkan bantuan atau sumbangan dana dari pihak luar, hal tersebut menjadikan kegiatan Posdaya Eka Mandiri tidak aktif. Pada tahun 2010 pertengahan IPB memasilitasi Posdaya Eka Mandiri untuk mengajukan proposal bantuan dana kepada Pemda Bogor, sehingga pada akhir tahun 2010 Pemda Kabupaten Bogor memberi bantuan dana pada Posdaya Eka Mandiri sebesar Rp50 000 000. Dana tersebut oleh pengurus Posdaya beserta seluruh anggota dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu tabungan/simpan pinjam Posdaya, beternak Ayam Bangkok, dan usaha pembuatan arang batok. Adapun alokasi dana tersebut pada masing-masing kegiatan secara berturut-turut adalah Rp19 000 000, Rp8 000 000, dan Rp23 000 000.

Permasalahan yang dihadapi Posdaya Eka Mandiri saat ini adalah pengurus terutama ketua Posdaya merasa belum bisa mengintegrasikan seluruh kelompok atau lembaga lain. Ketua Posdaya sudah sering mengajak rapat dan mengadakan perkumpulan untuk membicarakan hal tersebut namun pihak yang bersangkutan selalu tidak datang. Hal tersebut menjadikan Bapak Iy merasa dirinya sebagai sosok kurang diperhitungkan sehingga sulit untuk menggabungkan Posdaya dengan kelompok lain. Selanjutnya, menurut pengurus jika kepengurusan Posdaya dipegang oleh aparat desa maka dikhawatirkan akan tumpang tindih kepentingan dengan pembangunan desa.

Secara umum, ruang lingkup kegiatan Posdaya ini terdiri dari empat bidang, yakni bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang lingkungan. Tujuan dari masing-masing bidang tersebut adalah guna menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat.

Berikut merupakan struktur organisasi Posdaya Eka Mandiri di Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor:

Gambar 2 Struktur kepengurusan Posdaya Eka Mandiri Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor

Sebagaimana tercantum dalam bagan kepengurusan Posdaya Eka Mandiri, Pembina Posdaya tersebut adalah P2SDM IPB Bogor. Fungsi Pembina adalah pengendali dan pemantau pelaksanaan seluruh kegiatan Posdaya. Adapun penasihat sebagai penanggung jawab dari penyelenggaraan Posdaya ini adalah Kepala Desa Cihideung Udik. Kepala desa bertanggungjawab penuh atas laporan seluruh kegiatan yang ada pada Posdaya dari seluruh bidang. Ketua Posdaya Eka Mandiri dipimpin oleh Bapak IS, meskipun beliau hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) namun hal tersebut tidak dijadikan sebagai hambatan dalam mengurus Posdaya. Tugas ketua adalah sebagai pengambil keputusan pada seluruh kegiatan Posdaya dalam setiap bidang. Selain itu, Ketua juga bertugas mengontrol keuangan, proposal kegiatan, laporan bulanan, dan seluruh operasionalisasi kegiatan pada Posdaya. Kerja ketua Posdaya setiap hari dibantu oleh Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri dari Sekretaris dan Bendahara.

Pemantauan dan pembinaan dari P2SDM IPB ini dibantu oleh seorang Pendamping yang secara langsung mengevaluasi dan bersama dengan masyarakat mencari solusi terhadap semua permasalahan yang ada pada Posdaya. Tugas

PENDAMPING RM ANGGOTA Masyarakat ANGGOTA Masyarakat ANGGOTA Masyarakat ANGGOTA Masyarakat DIVISI EKONOMI MI DIVISI PENDIDIKAN EK DIVISI KESEHATAN AT DIVISI LINGKUNGAN JY SEKRETARIS IR BENDAHARA EJ KETUA IS PENANGGUNG JAWAB JS PEMBINA P2SDM-IPB PENASIHAT EJ, SMA, dan AD

Pendamping adalah membantu memberi motivasi, pelatihan, dan membantu mengarahan pembuatan laporan kegiatan. Pendamping merupakan mahasiswa IPB yang berstatus magang dengan tugas mendampingi Posdaya. Adapun Pendamping memegang antara tiga sampai empat Posdaya dalam satu kecamatan pada satu periode masa kerja. Masa tugas para Pendamping dalam satu periode masa tugas adalah satu tahun, dengan demikian Pedamping pada Posdaya Eka Mandiri telah berganti sebanyak tiga orang.

Posdaya Eka Mandiri memiliki empat bidang kegiatan, antara lain bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang lingkungan. Setiap bidang memiliki satu orang koordinator. Sesuai dengan bagan struktur kepengurusan di atas koordiator pada bidang berturut-turut adalah AT, EK, MI, JY. Kerja masing-masing koordinator dibantu oleh anggota divisi sebanyak empat anggota pada setiap bidang (divisi). Seluruh pengurus baik pengurus harian maupun koordinator pada setiap bidang belum mengalami pergantian jabatan sejak awal berdirinya Posdaya Eka Mandiri pada tahun 2009. Pengurus dipilih melalui musyawarah desa yang diikuti oleh seluruh warga desa Cihedeung Udik.

Pelaksanaan Posdaya Eka Mandiri di Desa Cihideung Udik

Bidang Kesehatan

Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, kegiatan yang diadakan pada bidang kesehatan berupa Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan berupa senam atau aerobik setiap dua minggu sekali. Kegiatan aerobik ini berjalan mulai tahun 2014. Instruktur aerobik adalah Ni mahasiswa IPB yang merupakan teman dari Pendamping Lapang periode tahun 2014. Selain kegiatan aerobik, Posdaya Eka Mandiri juga mengadakan kegiatan pengobatan gratis dan pemeriksaan gula darah yang bekerjasama dengan bidan sekitar desa Cihideung Udik pada golongan keluarga miskin.

Bidang Pendidikan

Secara konkrit, kegiatan di bidang Pendidikan ini dibuktikan dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang didirikan pada tahun 2010 dan telah mendapat izin secara hukum dari pemerintah. Adapun tim pengajar dari PAUD Eka Mandiri terdiri dari tiga orang perempuan. Namun ternyata, PAUD ini belum memiliki gedung sendiri sehingga masih menggunakan rumah dari koordinator bidang pendidikan (Ibu Es) sebagai sarana gedung pengajaran. Penentuan hari libur adalah hari Jumat sampai Minggu. Jumlah peserta didik pada PAUD Eka Mandiri sebanyak 23 siswa terbagai menjadi 13 siswa kelas A dan 10 siswa pada kelas B. Peserta didik tersebut ada yang berasal dari luar RW yakni RW 5. Terdapat iuran setiap hari sebesar Rp 1.000 dari orang tua murid. Hasil iuran tersebut digunakan untuk menggaji Guru PAUD. Biaya perawatan gedung dan pengadaan prasarana pengajaran diambil dari laba penjual buku pelajaran.

Selain PAUD, pada bidang pendidikan juga terdapat Bina Lansia yaitu suatu kegiatan pembianaan untuk masyarakat yang sudah Lanjut Usia (Lansia) berupa belajar membaca dan menulis. Belajar membaca dan menulis dilaksanakan setiap seminggu dua kali pada malam hari sesuai kesepakatan peserta didik dan pengajar. Namun demikian, kegiatan ini sekarang tidak berjalan lagi. Lebih lanjut, pada bidang pendidikan ini juga memberi fasilitas ujian kejar paket A, B, dan C bagi masyarakat desa Cihideung Udik yang igin menumpuh pendidikan dan mendapat ijazah lulusan SD, SMP, dan SMA. Namun, pengadaan kelas belajar atau lebih sering disebut Sekolah Kejar Paket guna persiapan ujian masih belum diadakan. Hal tersebut menjadikan warga desa yang ingin menemupuh ujian melakukan persiapan ujian sendiri.

Bidang Ekonomi

Kegiatan yang pernah diadakan pada bidang ekonomi adalah berupa pembuatan kerajinan tas dari hasil daur ulang sampah plastik. Peserta dari kegiatan ini adalah ibu-ibu khususnya warga RW 06. Kendala yang dihadapi oleh peserta adalah kurang tersedianya sampah plastik sebagai bahan baku. Selain itu, banyak peserta yang belum menguasai cara membuat kerajinan tas tersebut sehingga produksinya sedikit dan hasilnya kurang maksimal.

Kendala tersebut berdampak pada proses pemasarannya yang tidak berjalan lancar sehingga sekarang kegiatan ini tidak berjalan lagi. Sesuai dengan yang telah dijelaskan diatas bahwa tahun 2010 Posdaya Eka Mandiri mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor sebesar Rp50 000 000 yang digunakan dalam berbagai kegiatan, yakni tabungan/simpan pinjam Posdaya, ternak ayam Bangkok, dan pembuatan arang batok. Berikut penjelasan secara rinci dari masing-masing kegiatan tersebut.

Tabungan/Simpan Pinjam Posdaya

Kegiatan pada bidang ekonomi yang sampai sekarang masih berjalan adalah tabungan dan simpan pinjam Posdaya. Awalnya, kegiatan ini hanya berupa tabungan bagi seluruh warga baik laki-laki maupun perempuan. Modal dari tabungan yang semakin banyak dikembangkan oleh Bapak IY beserta seluruh pengurus Posdaya mengembangkannya menjadi Simpan Pinjam. Bantuan dari Pemda Kabupaten Bogor dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp 19 000 000 untuk 20 orang peminjam. Jumlah anggota Tabungan/Simpan Pinjam sekarang telah bertambah menjadi 69 orang. Tabungan (biasanya disebut simpanan wajib) yang dibayarkan kepada pengurus sebesar Rp20 000 setiap minggu. Adapun simpanan sukarela yang dibayarkan kepada pengurus berapapun jumlah nominalnya. Terdapat tiga golongan anggota dalam kegiatan Tabungan, Simpan Pinjam, dan Konsumer Posdaya ini. Adapun golongan tersebut adalah:

1. Anggota baru yaitu angota Posdaya Eka Mandiri yang baru bergabung dengan kegiatan ini. Anggota baru hanya diberi kesempatan meminjam uang sebesar Rp500 000

2. Anggota menengah merupakan anggota kegiatan tabungan dan simpan pinjam Posdaya yang telah melalukan pinjaman dan pengembalian secara lunas minimal satu kali periode. Angota menengah mendapat kesempatan meminjam dana Rp500 000-Rp1 000 000

3. Anggota lama adalah anggota yang telah melakukan pinjaman dan pengembalian secara lunas minimal dua kali periode dan mendapatakan kesempatan meminjam dana lebih dari Rp1 000 000

Selanjutnya, kategori pinjaman pada kegiatan Tabungan/Simpan Pinjam Posdaya Eka Mandiri terbagi mejadi dua, yaitu Usaha dan Konsumer. Kategori Usaha maksudnya adalah kategori pinjaman dana yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baik berupa dagang, ternak, pertanian, maupun yang lainnya. Adapun pengalokasian dana pinjaman untuk dana sekolah anak juga termasuk pada kategori usaha. Kategori konsumer adalah pengalokasian dana pinjaman untuk keperluan rumah tangga seperti membangun rumah, membeli perabot rumah (kulkas, kipas angin, lemari, dan lain sebagainya), dan kendaraan. Sistem kategori konsumer adalah pengurus membeli perabot rumah sesuai harga pabrik kemudian menjualnya pada anggota sesuai harga pasar secara kredit. Sejauh ini pengurus bekerjasama dengan perusahaan Adfiz.

Sebagaimana kategori yang telah disepakati diatas, terdapat ketentuan dari kegiatan Tabungan dan Simpan Pinjam Posdaya. Ketentuan yang telah disepakati oleh seluruh pengurus dan anggota meliputi:

1. Peminjam merupakan anggota Posdaya Eka Mandiri Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor

2. Memenuhi persyaratan seperti menyerahkan fotocopy KTP , KK, dan membayar administrasi sebesar Rp10 000

3. Memiliki tabungan pada Posdaya Eka Mandiri sebesar Rp20 000 yang dibayar satu minggu sekali.

4. Pada kategori usaha peminjam bersedia membayar dana hibah sebesar 8 persen dari dana yang dipinjam

5. Pada kategori konsumer peminjam bersedia membayar dana hibah sebasar 20 persen dari harga barang yang dibeli

6. Kategori konsumer harus mencantumkan dan melaporkan struk pembayaran barang yang diberi pada pengurus

7. Dana hibah tersebut baik dari kategori usaha maupun konsumer sebesar 70 persen untuk pengurus dan pembelian Alat Tulis Kantor (ATK)

8. Sisa dana hibah sebesar 30 persen masuk pada kas posdaya Eka Mandiri 9. Angsuran dibayar setiap satu minggu sekali pada hari Jum’at

10.Bagi anggota yang terlambat membayar angsuran setiap minggunya harus membayar infaq sebesar Rp1 000 atau seikhlasnya pada pengurus

11.Dana infaq tersebut disalurkan setiap satu tahun sekali untuk anak yatim piatu desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Adapun pengambil keputusan anggota boleh mengajukan pinjaman lagi atau tidak adalah Ketua (Bapak IY), Bendahara (Bapak IR), dan koordinator simpan pinjam (Ibu PI). Anggota dapat ditolak mengajukan pinjaman jika niat dari melakukan pinjaman adalah untuk membayar hutang ke tempat lain. Selanjutnya, hal yang perlu dipertimbangkan oleh pengurus dalam menyetujui anggota melakukan pinjaman adalah mengetahui jenis dan potensi perkembangan usaha yang dilakukan oleh anggota.

Ternak Ayam Bangkok

Ternak ayam mendapatkan bagian dana sebesar Rp8 000 000 dari bantuan Pemda Bogor. Namun, kegiatan ini tidak berjalan lagi karena seluruh ayam

Bangkok tersebut terserang virus flu burung sehingga seluruh ternak mati. Posdaya mengalami kerugian besar. Bapak IS sebagai pengurus bertanggungjawab atas kerugian tersebut dengan mengembalikan dana yang hilang pada pengurus meskipun hanya setengahnya yakni sekitar Rp4 000 000 dengan cara menyicil. Koordinator dan pengurus enggan mencoba beternak lagi karena memikirkan terlalu tingginya resiko gagal.

Pembuatan Arang Batok

Pembuatan arang batok kelapa menjadi pilihan salah satu kegiatan Posdaya karena terdapat pengusaha batok kelapa di Kampung Sinagar yakni Bapak SR. Selanjutnya, beliau diamanahkan menjadi koordinator kegiatan ini. Usaha arang batok tidak berkembang karena sulitnya untuk mendapatkan bahan baku. Batok yang digunakan adalah batok kelapa yang sudah tua, sementara di pasar batok yang tersdia mayoritas kelapa muda. Biasanya pedagang batok kelapa tua sudah bekerjasama dengan tengkulak untuk menjual batok tersebut pada pengusaha lain. Berdasarkan alasan tersebut maka kegiatan pengadaan arang batok ditiadakan karena dikhawatirkan akan mengalami kerugian jika ditetap dilanjutkan.

Bidang Lingkungan

Tujuan program dari bidang lingkungan adalah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan bersih, sehat, indah, dan nyaman. Kegiatan tersebut meliputi gotong-royang membersihkan pekarangan, jalan, dan sungai yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pada tahun 2014, ketua Posdaya menginisiasikan pengelolaan sampah mulai dari pemilahan jenis sampah hingga pengolahan sampah. Pengurus telah merumuskan kegiatan ini, namun belum terlaksana karena masih banyak anggota Posdaya yang belum memiliki kesadaran dalam pentingnya mengelola sampah dengan baik. Selain itu juga tidak tersedianya lahan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga menyulitkan warga untuk mengeola sampah. Alternatif yang ditawarkan oleh ketua Posdaya beserta pengurus adalah dengan membayar mobil atau truk sampah masuk desa Cihideung Udik guna mengangkut seluruh sampah limbah rumah tangga. Dana yang digunakan membayar mobil/truk tersebut dari iuran warga dengan jumlah nominal sesuai kesepakatan bersama.

PROFIL RUMAH TANGGA PESERTA RUMAH TANGGA

Dokumen terkait