Video Komentar Public Figure Mengenai Pemilu
8. Persiapan Komunikator
Dalam melaksanakan berbagai program dan strategi yang telah direncanakan untuk sosialisasi Pemilu Legislatif 2014, KPU Kota Surakarta tidak bekerja sendiri. Keterbatasan staff dan komisioner membuat kerjasama dengan pihak luar menjadi sangat penting. Untuk sosialisasi melalui struktur birokrasi, KPU Kota Surakarta bisa dikatakan tidak mengalami kesulitan yang berarti. Akan tetapi untuk menjangkau kalangan masyarakat lainnya dibutuhkan perpanjangan tangan dari KPU Kota Surakarta. Sehingga KPU Kota Surakarta menunjuk beberapa orang yang sudah dilatih dan dibekali untuk melakukan sosialisasi. Komunikator yang ditunjuk terutama ditugaskan untuk melakukan sosialisasi pada kelompok struktur penyelenggara dan komunitas. Pada sosialisasi untuk kelompok struktur
commit to user
penyelenggara, KPU Kota Surakarta memanfaatkan kepanitiaan ad hoc Pemilu untuk menjadi komunikator. Sementara, sosialisasi yang menyasar pada kelompok komunitas menggunakan peran Relawan Demokrasi sebagai komunikator.
a. Kepanitiaan ad hoc
Kepanitiaan ad hoc adalah bagian dari setiap penyelenggaraan Pemilu.
Tugas kepanitiaan ad hoc dapat dikatakan hampir mirip dengan KPU, hanya dengan lingkup tugas yang jauh lebih kecil. Jajaran kepanitiaan ad hoc dalam penyelenggaraan Pemilu meliputi : Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara dan Pemungutan Suara (KPPS). PPK, PPS dan KPPS biasanya merupakan tokoh masyarakat di daerah masing – masing yang dianggap mampu untuk mengkoordinir penyelenggaran pemungutan suara di daerah masing – masing. Jumlah anggota PPK adalah 5 orang untuk tiap kecamatan, anggota PPS adalah 3 orang untuk tiap desa / kelurahan dan KPPS adalah 7 orang untuk tiap TPS. Berdasarkan UU Nomor 15 tahun 2011 ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seseorang mencalonkan / dicalonkan menjadi PPK, PPS maupun KPPS, yakni:
Pasal 53
Syarat untuk menjadi anggota PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN meliputi:
a. warga negara Indonesia;
b. berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun;
commit to user
c. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
d. mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan adil;
e. tidak menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan;
f. berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN;
g. mampu secara jasmani dan rohani;
h. berpendidikan paling rendah SLTA atau sederajat untuk PPK, PPS, dan PPLN; dan
i. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.65
Selain harus memenuhi persyaratan tersebut, calon anggota PPK, PPS maupun KPPS juga diharuskan untuk mengikuti seleksi dengan komisioner KPU Kota Surakarta sebelum diangkat menjadi bagian dari kepanitiaan ad hoc Pemilu.
Kita juga harus mengikuti seleksi. Seleksi yang diselenggarakan oleh KPU. Ditanya tentang wawasan penyelenggaran Pemilu. Jadi sesuai dengan UU No. 15 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Khususnya untuk Pemilu Legislatif itu juga harus memahami UU No. 8 tahun 2013 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD.66
65 UU Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
66 Wawancara dengan Sumarmo di Kantor Kecamatan Jebres tanggal 28 Mei 2014 pukul 10:00.
commit to user
Mengacu pada UU Nomor 15 tahun 2011 mengenai Penyelenggara Pemilihan Umum, salah satu tugas yang harus dilakukan oleh PPK dan PPS adalah melakukan sosialisasi Pemilu. Agar dapat menjalankan sosialisasi dan tugas lain sesuai dengan konstitusi, maka perlu diadakan pelatihan terhadap semua anggota PPK dan PPS. Ketua PPK Jebres, Sumarmo menyatakan pelatihan atau biasa disebut sebagai bimbingan teknis, dilakukan oleh KPU Kota Surakarta sesuai dengan tahapan yang tengah berlangsung.
Bimbingan teknis itu tinggal tahapannya nanti. Misalnya tahapan yang harus dilakukan oleh PPK apa, nanti kan mesti disosialisasikan ke bawah.
Misalnya tentang susunan daftar pemilih, setelah itu nanti mengarahkan kepada PPS untuk membentuk Pantarlih, Panitia Pendaftar Pemilih. Ya seperti itu.67
Ketua PPS Kelurahan Sewu, Budi Susanto menambahkan sebagai berikut:
Otamatis ada pelatihan. Pelatihan untuk pendataan pemilih yang pertama waktu itu. Kemudian bimbingan teknis untuk pemuktahiran data dan juga penghitungan untuk hari pemungutan suaranya. Setelah kita mendapat bimtek, kita juga memberikan bimtek pada petugas KPPS.68
b. Relawan Demokrasi
Relawan Demokrasi adalah sekelompok orang yang ditunjuk oleh KPU Kota Surakarta sebagai komunikator untuk melakukan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014 kepada lima kelompok masyarakat, yaitu pemilih pemula, perempuan, kelompok agama, marginal dan difabel.
67 Wawancara dengan Sumarmo di Kantor Kecamatan Jebres tanggal 28 Mei 2014 pukul 10:00.
68 Wawancara dengan Budi Susanto tanggal 4 Juni 2014
commit to user
Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan program Relawan Demokrasi, setiap KPU Kabupaten / Kota wajib untuk mengangkat 25 Relawan Demokrasi untuk menjalankan program tersebut di daerah mereka. Untuk dapat menjadi Relawan Demokrasi ada beberapa syarat yang wajib untuk dipenuhi pendaftar, yakni:
(i) Warga Negara Indonesia.
(ii) Berusia minimal 17 tahun pada saat mendaftar, khusus untuk relawan pemilih pemula maksimal berusia 25 tahun.
(iii) Pendidikan minimal SLTA atau sederajat.
(iv) Berdomisili di wilayah setempat.
(v) Non-partisan, sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun terakhir.
(vi) Memiliki komitmen menjadi relawan pemilu (vii) Terdaftar sebagai pemilih
(viii) Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (ix) Bertanggungjawab dan berakhlak baik
(x) Bukan bagian dari penyelenggara pemilu
(xi) Memiliki pengalaman terkait kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan/kemahasiswaan.
(xii) Tidak pernah terlibat tindak pidana atau tidak sedang menjalani proses hukum atas tindak pidana.69
Di samping persyaratan tersebut, calon Relawan Demokrasi yang sudah lolos dalam tahap seleksi berkas juga harus mengikuti seleksi tahap selanjutnya, yakni wawancara dengan KPU Kota Surakarta. Melalui proses
69 Petunjuk Pelaksanaan Program Relawan Demokrasi (Relasi) Pemilu tahun 2014
commit to user
wawancara akan digali pengetahuan calon mengenai Pemilu dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Kasubag Teknis dan Hubmas KPU Kota Surakarta berikut ini.
Wawancaranya ya seputar pengetahuan umum. Misalnya Kecamatan Laweyan kelurahannya mana saja. Kan mereka mau ke lapangan masa tidak tahu. Jadi wilayahnya dikuasai dan juga bisa ngomong (menyampaikan sosialisasi).70
KPU Kota Surakarta pada mulanya sempat menghadapi kesulitan untuk merekrut 25 orang sebagai Relawan Demokrasi. Kurangnya sosialisasi mengenai program Relawan Demokrasi diyakini menjadi penyebab sedikitnya pendaftar yang masuk. Sehingga KPU Kota Surakarta kemudian melakukan pendekatan kepada komunitas, LSM dan ormas untuk mengirimkan delegasi sebagai Relawan Demokrasi. Walaupun demikian semua tahap proses seleksi tetap dilakukan agar Relawan Demokrasi yang terpilih memang berkualitas.
Saya dari organisasi gerakan di HIPMI. Waktu itu ada pemberitahuan dari KPU bagi gerakan organisasi untuk ikut berpartisipasi dalam peningkatan partisipasi pemilih dengan kebijakan Relawan Demokrasi. Lewatnya dari organisasi, tapi tetap ada proses administratif dan wawancara.71
70 Wawancara dengan Setyo Budiarto di KPU Kota Surakara tanggal 16 Mei 2014 pukul 13:00.
71 Wawancara dengan Nasichun Aviv Aluwi di FISIP UNS tanggal 20 Mei 2014 pukul 12:00.
commit to user
“Sebelumnya saya sudah aktif di Kelurahan dari PKK. Kebetulan disuruh teman ikut mencoba jadi Relawan Demokrasi. Kemudian di tes juga.”72
Dari lembaga Aisyiyah mendapat edaran dari KPU, dijatah untuk menjadi relawan sebanyak tiga orang. Diseleksi juga dengan wawancara. Ditanya tujuan dan sebagainya. Yang diwakilkan ke sana kan ketua majelis, jadi sudah biasa ngomong, biasa dakwah, biasa ngisi.73
Koordinator Relawan Demokrasi, Eka Rochmawati mengakui, Relawan Demokrasi yang dipilih oleh KPU Kota Surakarta adalah orang – orang yang sudah mempunyai jaringan luas di komunitas mereka. Sehingga akan sangat memudahkan pelaksanaan sosialisasi pada komunitas masing – masing.
Yang bisa masuk Relawan Demokrasi itu memang orang – orang yang punya kemampuan pertama. Kedua mempunyai jaringan, dan ketiga mempunyai jiwa relawan. Misalnya ada satu relawan yang dia itu sudah punya massa 1000 lebih. Jadi benar – benar mereka yang sudah punya massa yang dipilih.74
KPU Kota Surakarta juga mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk membekali para Relawan Demokrasi yang terpilih. Materi bimbingan teknis yang diberikan berbeda dengan bimbingan teknis untuk kepanitiaan ad hoc (PPK dan PPS) karena terdapat perbedaan tugas dan lingkup kerja. PPK dan PPS merupakan perpanjangan tangan KPU di wilayah masing – masing, dengan tugas yang hampir sama dengan tugas KPU Kota Surakarta.
Sementara Relawan Demokrasi hanya bertugas untuk memberikan sosialisasi
72 Wawancara dengan Atiek Supriyati di Purwosari tanggal 19 Mei 2014 pukul 19:00.
73 Wawancara dengan Hindun Zulaikha di Kantor Aisyiyah Surakarta tanggal 20 Mei 2014 pukul 09:00
74 Wawancara dengan Eka Rochmawati di UNISRI tanggal 19 Mei 2014 pukul 11:00.
commit to user
mengenai Pemilu Legislatif 2014 pada kelompok sasaran masing – masing.
Bimbingan teknis untuk Relawan Demokrasi dilakukan dua kali. Bimbingan teknis pertama dilaksanakan di Pose In Hotel dengan materi pengenalan modul untuk Relawan demokrasi dan pembagian relawan untuk masuk ke kelompok sasaran masing – masing.
Awalnya ada pengenalan modul semua relawan, baik yang marginal, kelompok agama semua lima elemen itu di hotel Pose In. Kegiatannya ya dibagi menjadi lima segmen, kita kasih tahu tata cara pencoblosan, tata cara penghitungan, terus soal sejarah juga.75
Usai penyelenggaran bimbingan teknis tahap pertama, KPU Kota Surakarta melanjutkan dengan bimbingan teknis tahap kedua untuk relawan pada tanggal 17 – 19 Januari di Tawangmangu. Pada bimbingan teknis kedua ini, relawan dibekali dengan lebih mendetail lagi sehingga mampu terlatih untuk berbicara dan memberikan sosialisasi di depan umum.
Setelah terpilih, ada bimtek juga di Tawangmangu. Nginep 2 malam 3 hari. Ada materi tentang Pemilu, jadi penjelasan soal Pemilu. Juga modul yang harus disampaikan. Pembawaan diri juga diberikan, harus bersikap rendah hati dan sopan misalnya. Cara berpakaian yang rapi juga dan terutama jangan sampai ketika sosialisasi menyuruh untuk mencoblos partai tertentu.76
75 Wawancara dengan Eka Rochmawati di UNISRI tanggal 19 Mei 2014 pukul 11:00.
76 Wawancara dengan Setyo Budiarto di KPU Kota Surakarta tanggal 16 Mei 2014 pukul 13:00.