• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pesan khusus yang diberikan kepada kelompok pemilih perempuan adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak pilih yang mereka miliki. Cara yang digunakan untuk dapat meningkatkan kesadaran adalah dengan menunjukkan bahwa pilihan seseorang dalam Pemilu itu merupakan keputusan pribadi dan tidak boleh dipengaruhi oleh orang lain. KPU menginginkan masyarakat menyadari bahwa dalam menggunakan hak pilihnya, mereka tidak perlu memilih karena ikut – ikut orang lain. Setiap orang berhak untuk memberikan suara sesuai dengan pendapat masing – masing. Komisioner KPU Kota Surakarta, Kajad Pamudji Joko Waskito menilai permasalahan tersebut sering dihadapi oleh kelompok perempuan.

“Untuk yang perempuan lebih kita beri kebebasan bagi perempuan untuk memilih. Tidak memilih karena ikut – ikutan suaminya atau paternalistik.

Diberi kebebasan dan keterbukaan berpikir.”53

f. Kelompok Marginal

Kesadaran mengenai hak pilih dapat dipancing melalui menunjukkan manfaat ketika kita menggunakan hak pilih yang kita miliki. Pola pesan seperti ini dirancang digunakan untuk menyasar pada kelompok marginal.

Mengingat berdasarkan karakteristiknya kelompok marginal masih belum menganggap Pemilu itu penting. Bahkan tidak jarang enggan datang untuk menggunakan hak pilih karena mengganggu waktu mereka untuk bekerja.

53 Wawancara dengan Kajad Pamudji Joko Waskito di KPU Kota Surakarta tanggal 14 Mei 2014 pukul 13:00.

commit to user

Sehingga perlu ditanamkan bahwa keberadaan Pemilu itu juga penting terlebih hak pilih yang mereka miliki. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Setyo Budiarto sebagai berikut:

“Kelompok marginal penekanannya adalah untuk meluangkan waktu.

Karena ini kepentingan nasional dan suara mereka menentukan.”54

Kajad Pamudji Joko Waskito melengkapi sebagai berikut:

“Kaum marginal lebih cenderung kita berikan manfaat. Manfaat dalam memberikan hak pilih. Misalnya kalau tidak memilih berarti tidak bisa menentukan calon yang mampu menampung aspirasi mereka.”55

Salah satu relawan demokrasi untuk kelompok marginal, Marbandi juga memberikan pesan ini ketika melakukan sosialisasi kepada kelompok sasaran.

Salah satu cara untuk membujuknya adalah kita kasih tahu. Bahwa kalau mereka menggunakan hak pilih, dengan memilih dan berpartisipasi itu akibatnya seperti ini. Kalau tidak memilih itu akibatnya seperti ini.

Sehingga mereka bisa berpikir.56

6. Metode Penyampaian Pesan

Salah satu yang harus menjadi perhatian setelah proses penyusunan pesan adalah cara atau metode yang dipakai untuk menyampaikan pesan. Tahap ini tidak kalah pentingnya dengan proses penyusunan pesan itu sendiri. Sebuah pesan yang

54 Wawancara dengan Setyo Budiarto di KPU Kota Surakarta tanggal 16 Mei 2014 pukul 13:00.

55 Wawancara dengan Kajad Pamudji Joko Waskito di KPU Kota Surakarta tanggal 14 Mei 2014 pukul 13:00.

56 Wawancara dengan Marbandi di Manahan tanggal 21 Mei 2014 pukul 10:00.

commit to user

telah disusun dengan baik bisa menjadi sia – sia jika tidak diikuti dengan metode penyampaian yang baik pula. Metode penyampaian pesan yang digunakan boleh jadi berbeda – beda, menyesuaikan dengan karakteristik khalayak yang dihadapi.

Metode penyampaian pesan yang sering digunakan dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni redundancy dan canalizing. Mengingat kondisi khalayak yang dihadapi oleh KPU Kota Surakarta sebagai sasaran sosialisasi sangat variatif, maka kedua metode tersebut diaplikasikan untuk menyampaikan pesan. Tentunya penggunaannya juga disesuaikan dengan kondisi khalayak yang dihadapi.

a. Redundancy (pengulangan)

Metode redundancy adalah salah satu metode untuk menyampaikan pesan dengan cara memanfaatkan pengulangan. Pengulangan dimaksudkan agar masyarakat semakin memahami pesan yang disampaikan. Redundancy tergolong tepat untuk diaplikasikan apabila strategi komunikasi atau sosialisasi yang dilakukan memiliki tujuan untuk mempengaruhi khalayak.

Akan tetapi tidak jarang ketika terlalu banyak dilakukan pengulangan masyarakat cenderung menjadi bosan dan tidak menghiraukan apa yang disampaikan oleh komunikator. KPU Kota Surakarta juga menggunakan metode redundancy pada beberapa kelompok tertentu, salah satunya adalah sosialisasi pada kelompok difabel, khususnya tuna grahita atau slow learner.

Salah satu kekurangan penyandang tuna grahita adalah mereka memiliki IQ dibawah rata – rata IQ anak normal seusia mereka. Sehingga otomatis daya ingat dan penerimaan penyandang tuna grahita juga relatif lemah.

commit to user

Kondisi tersebut membuat metode penyampaian yang digunakan harus melalui pengulangan – pengulangan, sehingga pesan yang disampaikan dapat sepenuhnya ditangkap. Estiono, Relawan Demokrasi untuk kelompok difabel menyatakan sebagai berikut:

“Slow learner memang harus mengulang – ulang. Mengulangnya juga jangan dengan cara yang monoton. Harus dengan gaya yang atraktif.”57

Selain dilakukan untuk kelompok slow learner sosialisasi dengan cara pengulangan juga dilakukan ketika KPU Kota Surakarta melakukan sosialisasi melalui jarinagn struktur penyelenggara. Terutama apabila poin yang disosialisasikan berkaitan dengan peraturan Pemilu. Beberapa perubahan peraturan membuat KPU harus memastikan seluruh anggota kepanitiaan ad hoc mengetahui aturan yang baru. Sehingga tidak menimbulkan masalah nantinya.

“Kita tinggal langsung ke pengulangan – pengulangan peraturan, PKPU yang ada. Supaya lebih paham. Termasuk ke teknis nanti untuk memberikan hak pilih.”58

b. Canalizing

Alternatif metode penyampaian pesan lain adalah canalizing. Berbeda dengan sebelumnya, canalizing lebih menekankan pada penyesuaian dengan motif dan kondisi khalayak. Dengan kata lain komunikator menganalisa

57 Wawancara dengan Estiono di KPU Kota Surakarta tanggal 20 Mei 2014 pukul 14:00.

58 Wawancara dengan Kajad Pamudji Joko Waskito di KPU Kota Surakarta tanggal 14 Mei 2014 pukul 13:00.

commit to user

terlebih dahulu bagaimana kondisi khalayak yang dihadapi. Kemudian memanfaatkan kondisi tersebut untuk menarik perhatian khalayak baru kemudian perlahan – lahan disisipi dengan tujuan yang diinginkan oleh komunikator. Terdapat setidaknya dua jenis metode canalizing yang dilakukan oleh KPU Kota Surakarta. Yang pertama adalah menyesuaikan dengan pengetahuan masyarakat yang dihadapi. Dengan menyesuaikan pesan yang disampaikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat akan membuat masyarakat lebih mudah dalam menerima pesan.

Penyesuaian yang dilakukan tidak hanya berupa penyesuaian isi pesan, melainkan termasuk juga penyesuaian terhadap pilihan kata yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Masyarakat awam tentunya akan sulit memahami isi pesan apabila menggunakan pilihan kata yang sulit. Begitu juga sebaliknya. Begitu juga dengan prioritas pesan yang disampaikan.

Tingkat pengetahuan masyarakat menjadi tolok ukur prioritas. Apabila masyarakat yang dihaapi sudah memiliki pengetahuan lebih mengenai Pemilu maka isi pesan akan lebih dprioritaskan pada penekanan pentingnya menggunakan hak pilih. Akan tetapi jika masyarakat yang dihadapi sama sekali belum memahami tentang Pemilu maka yang menjadi prioritas adalah menjelaskan mengenai Pemilu kepada masyarakat. Metode semacam ini salah satunya diterapkan pada sosialisasi kepada pemilih pemula. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Relawan Demokrasi untuk pemilih pemula sebagai berikut:

commit to user

Saya lebih melihat ke konteks kondisi teman – teman (sasaran) yang ada.

Kita lihat dulu kondisi waktu di forum seperti apa. Kalau sudah ada kecerdasan lebih nanti penekanannya beda. Jadi menyesuaikan dengan kondisi dan forum yang ada.59

Selain menyesuaikan dengan pengetahuan masyarakat, salah satu penyesuaian yang juga dilakukan adalah menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Penyesuaian lain yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan pada kondisi masyarakat yang dihadapi. Yang dimaksud dengan kondisi masyarakat adalah, komunikator harus peka membaca situasi ketika melakukan sosialisasi. Ada kalanya masyarakat menjadi bosan ketika kita melakukan pemaparan dan menjadi tidak memperhatikan pesan yang disampaikan. Sebagai komunikator harus mampu menyesuaikan dengan kondisi tersebut dan mencari cara agar masyarakat kembali memperhatikan dan memahami pesan yang disampaikan. Penyesuaian ini salah satunya dilakukan oleh Hindun Zulaikha, Relawan Demokrasi dari kelompok agama.

Saya metode ceramahnya mengambil latar belakang saya sebagai seorang mubaligh. Saya gunakan itu bagaimana menghadapi masyarakat agar tidak jenuh. Saya melihat kondisi dan situasi. Kalau sudah tidak tertarik, saya alihkan ke materi lain.60

c. Diskusi

Metode yang juga sering dipakai untuk menyampaikan pesan adalah dengan cara melakukan diskusi. Metode diskusi digunakan agar masyarakat

59 Wawancara dengan Nasichun Aviv Aluwi di FISIP UNS tanggal 20 Mei 2014 pukul 12:00.

60 Wawancara dengan Hindun Zulaikha di Kantor Aisyiyah Surakarta tanggal 20 Mei 2014 pukul 09:00.

commit to user

terlibat dalam proses sosialisasi secara aktif. Baik itu dengan mendiskusikan masalah – masalah yang sering mereka alami berkaitan dengan Pemilu. Atau dengan melakukan tanya jawab usai komunikator melakukan sosialisasi.

Metode ini banyak dipakai oleh komunikator, karena dinilai lebih mudah dan dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan penerimaan masyarakat atas pesan yang baru saja disampaikan.

Di samping dua metode penyampaian tersebut, perbedaan jenis pesan yang disampaikan juga memberikan pengaruh. Jenis pesan yang biasa diterapkan dalam merancang strategi komunikasi ada empat macam, yakni pesan informatif, persuasif, edukatif dan kursif. Empat jenis pesan ini memiliki ciri khas tersendiri.

Dalam penerapannya, KPU Kota Surakarta tidak hanya menggunakan satu jenis pesan saja, melainkan campuran empat jenis pesan tersebut.

Sebenarnya semua masuk. Hanya prosentase yang disampaikan apakah informatif, persuasif ataukah edukatif dan kursif itu kan bergantung pada audiens yang kita hadapi. Informatif perlu bahwa kita harus menginformasikan segala hal yang kita terima dari atas untuk diterima langsung oleh audiens. Edukatif jelas kita sudah bicara soal motto kita,

“pemilih cerdas untuk pemilu berkualitas”. Kalau kursif itu lebih cenderung pada sosialisasi di tingkat teman – teman ad hoc yang kaitannya dengan pembuatan berita acara.61

7. Instrumen (Alat Peraga) yang digunakan

Untuk mendukung implementasi strategi komunikasi, salah satu materi pendukung yang tidak dapat ditinggalkan adalah media. Media merupakan

61 Wawancara dengan Kajad Pamudji Joko Waskito tanggal 14 Mei 2014

commit to user

sarana yang dapat digunakan oleh komunikator untuk mendukung proses penyampaian pesan. KPU Kota Surakarta telah menyiapkan beberapa alat peraga yang digunakan ketika sosialisasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Leaflet

Leaflet adalah salah satu alat yang digunakan oleh KPU Kota Surakarta ketika melakukan sosialisasi. Leaflet tersebut dibagi – bagikan kepada masyarakat ketika KPU tengah melakukan sosialisasi. Leaflet tersebut berisi beragam informasi yang diperlukan masyarakat mengenai pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014, baik itu partai yang berpartisipasi, visi misi parpol dan tanggal pelaksanaan pemungutan suara.

Kita menyiapkan leaflet. Leaflet ada gambarnya partai politik itu, 12.

Mengapa langsung ke nomor 14 dan 15 karena ada partai Aceh. Itu juga kita sampaikan. Kemudian visi dan misi parpol juga kita sampaikan, itu ada. Kemudian tanggal pemilihan juga, 9 April.62

b. Spesimen surat suara

Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Surakarta, salah satu materi yang diberikan dalam untuk mengenalkan Pemilu Legislatif 2014 adalah pengenalan surat suara. Pengenalan surat suara dimaksudkan agar pemilih mengetahui bentuk surat suara yang akan mereka terima besok dan terutama bagaimana mereka membuka dan kembali melipat surat sura usai mencoblos. Akan tetapi, untuk menghindari persepsi negatif masyarakat,

62 Wawancara dengan Setyo Budiarto di KPU Kota Surakarta tanggal 16 Mei 2014 pukul 13:00.

commit to user

maka surat suara yang digunakan bukanlah surat suara asli, melainkan hanya spesimen. Terdapat dua jenis spesimen surat suara yang digunakan, spesimen pertama adalah contoh surat suara dengan menggunakan gambar buah – buahan sebagai pengganti parpol. Spesimen yang kedua merupakan contoh surat suara yang mirip dengan surat suara sebenaranya, hanya pada kolom nama calon tidak tercantum nama calon yang diusung dari partai yang bersangkutan. Kedua spesimen surat suara ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan surat suara asli yang akan digunakan pada hari H pemungutan suara.

Gambar 3.2

Spesimen Surat Suara dengan Gambar Partai Politik

commit to user

Dokumen terkait