Biasanya pengumuman seminggu setelah pendaftaran, bentuknya pengumuman diterima atau tidak diterima. Semua pendaftar akan diberikan pengumuman seperti itu dalam amplop. Misalkan yang mendaftar ada 100 gitu, akan kita kasih pengumuman semua entah itu yang diterima semua atau enggak dalam keadaan tertutup. Nanti yang diterima akan ada catatan di dalamnya bahwa daftar ulang tanggal sekian. Kaya pengumuman kelulusan itu.
Disisi lain, hal berbeda dilakukan oleh sekolah swasta.
Walaupun pada dasarnya standar penilaian yang ditekankan sekolah swasta berbeda dengan apa yang diatur di dalam pedoman petunjuk teknis dari dinas, tetapi dalam pelaksanaannya lebih transparan. Hal ini diidentidikasi dari temuan di lapangan bahwasanya orang tua calon siswa mengetahui dan memahami standar penilaian yang ditekankan kepada anaknya supaya diterima atau tidak diterima di sekolah swasta yang dituju. Dimana untuk bisa diterima standar utamanya, anak harus bisa lulus dari standar penilaian tes yang sudah ditentukan pihak sekolah swasta. Adanya kejelasan mekanisme seleksi tersebut bisa terwujud mengingat pemberitahuan akan hasil mekanisme seleksi sekolah swasta dilakukan secara tatap muka. Dimana dalam pertemuan itu, sekolah swasta menjelaskan setiap poin yang menjadi penilaian pada saat anak melaksanakan mekanisme seleksi beserta total nilai akhirnya. Realitas tersebut menunjukkan bahwasanya sekolah swasta menjamin prinsip keterbukaan dan standarisasi dalam proses seleksi yang dilakukan. Berikut pemaparan dari Informan K:
commit to user
Untuk pengumuman.. kalau pengumuman itu e.. jadi begitu dia observasi, 1 minggu setelah observasi itu jatuh untuk pengambilan pengumuman. Pengambilan pengumuman itu biasanya kami informasikan lewat sms broadcast untuk pengambilan di sekolah karena nanti pada saat mengambil pengumuman itu memang betul-betul harus ada apa y e..
pemberitahuan secara face to facedalam artian per anak itu kembali lagi kita ngetest kan secara interpersonal pada saat memberikan hasil itu kita juga secara interpersonal. Tidak bisa cuma dipampang kaya disekolah lain anak itu diterima itu tidak. Tapi satu persatu anak-anak itu kita kasih e.. pemaparan hasil observasinya nilai scorenya segini penilaiannya untuk berhitung segini, untuk berbahasa segini, kemudian seni segini seperti itu. Total scorenya segini kategorinya e.. cukup baik ato baik sekali, nah nanti kita berikan catatan dari tester pada saat observasi. Kita jelaskan satu persatu kemudian kita e..
perlihatkan juga apa.. e.. apa y itu namanya hasil rekomendasi psikologi anak tersebut dari secara emosional, kematangan, kemandirian itu tergolong disarankan masuk atau tidak sekolah disini gitu, karena hasil dari observasi itu tadi nanti yang menentukan anak itu bisa mengikuti pelajaran di sini. Jadi disini itu tidak ada anak yang tidak naik kelas karena bener-bener kualifikasi seleksinya itu pertama usia yang kedua hasil
c. Tahap pengumuman
Transparansi dalam tahap pengumuman dapat diidentifikasi dari adanya mekanisme yang menjamin kejelasan dan standarisasi dalam proses pengumuman yang dilakukan. Hal ini penting supaya segala keputusan yang diambil sekolahan akan penerimaan calon siswa dapat diterima masyarakat secara akuntabel tanpa menimbulkan prasangka-prasangka buruk terhadap institusi.
Pada pelaksanaan PPDB tingkat SD di Kota Surakarta, secara teknis mekanisme pengumuman PPDB diserahkan sepenuhnya kepada sekolahan. Dalam artian dinas hanya mengatur sebatas ketentuan umum bahwasanya pengumuman harus memenuhi asas yang diatur di dalam
commit to user
pedoman, dimana inti tahap pengumuman harus transparan supaya akuntabel artinya bahwa PPDB dapat diketahui dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat baik prosedur maupun hasilnya
Dalam pelaksanaan pengumuman PPDB di sekolah negeri, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya proses pengumuman dilakukan menggunakan amplop. Dimana di dalam amplop tersebut hanya berisikan pengumuman yang menyatakan bahwa calon siswa tersebut diterima atau tidak diterima. Alasan penggunaan amplop menurut pihak sekolah negeri adalah demi menjaga kesopanan mengingat ada calon siswa yang tidak diterima. Namun ditinjau dari prinsip transparansi, realitas ini belum menjamin mekanisme keterbukaan dan standarisasi pengumuman yang dilakukan. Hal itu didasarkan dari tidak adanya keterbukaan maupun kejelasan mengenai faktor penyebab diterima atau tidak diterimanya calon siswa.
Disisi lain, pihak sekolah negeri berpendapat bahwasanya faktor utama diterimanya calon siswa adalah dari aspek kematangan umur, jarak tempat tinggal, dan bila dimungkinkan urutan mendaftar.
Tidak adanya mekanisme keterbukaan dan standarisasi dalam proses pengumuman membuat orang tua siswa ada yang menyampaikan komplain ke sekolahan. Orang tua yang anaknya tidak diterima seleksi merasa keberatan, sehingga menyampaikan komplain ke pihak sekolah.
Ironisnya komplain yang disampaikan mengarah ke prasangka buruk
commit to user
institusi sekolahan. Hal ini sebagaimana pemaparan dari Informan N selaku Kepala SD Negeri berikut:
kerena ada yang tidak diterima. Kita siap juga ketika tidak diterima itu apa dasarnya, pasti dasarnya umur karena umur belum mencapai. Paling berat di situ mas. Karena orang cuma pasti ini faktor U ya bu? U apa ya pak, umur lo pak. U yang lain bu? Uang. Silahkan periksa teman saya siapa yang terima uang, saya samapai berani seperti itu. Orang tua kan, maaf ya yang beredar keluar dikira faktor uang. Saya dengan teman-teman komit, jangan pernah menerima apapun. Teman-teman-teman juga siap sudah tidak perlu. Ada pernah tejadi begini, bu, maaf bu saya itu dapat kiriman ayam goreng tapi tidak tau saya makan ternyata dari kiriman ortu murid. Tidak masalah karena tidak tau karena itu kan oleh-oleh ya. Tapi jangan jadikan itu menjadi pedoman menerima anak. Makanya saya dengan teman-teman sudah satu barisan. Umpamanya saya berani mangatakan bpk mengatakan faktor uang, sekarang saja tunjukkan tidak usah besuk-besuk siapa yang menerima
Berbeda dengan sekolah swasta, dalam proses pengumuman penerimaan calon siswa tidak menggunakan amplop maupun pengumuman tempel siapa saja yang diterima. Melainkan pengumuman disampaikan secara tatap muka secara langsung bersamaan dengan orang tua dan calon murid. Dalam pertemuan itu, sekolah swasta menjelaskan secara rinci setiap poin yang menjadi penilaian pada saat anak mengikuti mekanisme seleksi. Terjadi sharing antara kedua belah pihak yang memungkinkan terwujudnya mekanisme keterbukaan terhadap faktor penyebab anak diterima atau tidak diterima di sekolah swasta tersebut. Kalaupun ada komplain dari orang tua calon siswa, dapat langsung disampaikan pada saat pertemuan tersebut. Intinya, tidak ada anak yang diterima atau tidak
commit to user
diterima tanpa penjelasan, semua berdasar hasil penilaian tester saat observasi dilakukan. Melihat realitas tersebut dapat disimpulkan bahwasanya sekolah swasta telah menjamin mekanisme keterbukaan dan standarisasi terhadap proses pengumuman yang dilakukan.
Dari penjelasan tersebut maka bentuk temuan hasil analisis Prinsip Non-diskriminasi dan Prinsip Transparansi dalam tahapan PPDB dapat disimpulkan dalam matriks berikut: