• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

1. Non-Diskriminasi

Sebagaimana dijelaskan di dalam Konvensi Hak Anak bahwasnya non-diskriminasi mengandung arti bahwa semua hak yang diakui dan terkandung dalam konvensi hak anak harus diberlakukan kepada setiap anak tanpa perbedaan apapun. Dari penjelasan itu, menegaskan bahwa semua anak pada dasarnya berkedudukan sama. Semua anak memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi atas dasar ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik atau pandangan-pandangan lain, asal-usul kebangsaan, etnik atau sosial, status kepemilikan, cacat atau tidak, kelahiran atau status lainnya baik dari si anak sendiri atau dari orang tua atau walinya yang sah. Upaya tersebut harus tercermin dalam segala aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa terkecuali dalam urusan penyelenggaraan pendidikan yaitu dengan menjamin kemudahan layanan dan akses pendidikan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Kemudahan layanan dan akses pendidikan tersebut dapat

commit to user

diidentifikasi dari prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), meliputi: tahap pendaftaran, tahap seleksi, dan tahap pengumuman.

a. Tahap Pendaftaran

Non-diskriminasi dalam tahap pendaftaran ditandai dengan tidak adanya persyaratan yang membatasi akses anak untuk bisa mendapatkan pendidikan formal dalam hal ini sekolah dasar. Baik itu atas dasar ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik atau pandangan-pandangan lain, asal-usul kebangsaan, etnik atau sosial, status kepemilikan, cacat atau tidak, kelahiran atau status lainnya baik dari si anak sendiri atau dari orang tua atau walinya yang sah.

Dengan mengacu pedoman yang dikeluarkan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, akses anak untuk mendapatkan pendidikan sekolah dasar terbuka dengan luas. Hal ini dapat diidentifikasi dari tidak adanya persyaratan yang membatasi anak untuk bisa mendaftarakan diri ke dalam pendidikan formal sekolah dasar. Dari ketentuan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, syarat yang harus dipenuhi anak untuk bisa mendaftarkan diri ke sekolah yang dituju cukup mudah.

Mengingat siswa yang mendaftar dalam PPDB untuk SD/MI/SDLB masih tergolong anak-anak. Pendaftaran dalam hal ini bisa diwakilkan oleh orang tua anak dengan mendaftarkan anaknya ke SD/MI/SDLB yang dituju. Kemudian orang tua mengisi formulir

commit to user

pendaftaran yang disediakan SD/MI/SDLB yang menjadi tujuan pendaftaran. Setelah mengisi formulir, orang tua diharuskan melengkapi formulir tersebut dengan:

1.) Surat kelahiran/akta kelahiran dan menyerahkan copynya 2.) Kartu Keluarga dan menyerahkan copynya

3.) Dokumen lain yang ditetukan oleh SD/MI/SDLB yang bersangkutan.

Melihat syarat tersebut, tidak ada pembatasan maupun perbedaan pandangan bagi anak yang ingin mendaftarkan dirinya ke sekolah dasar yang dituju. Terlebih dalam pendaftaran pendidikan SD/MI/SDLB, keikutsertaan TK/RA/BA dari calon peserta didik bukan merupakan syarat dapat diterima atau tidaknya pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Hal ini sebagaimana pemaparan Informan I berikut:

ada perbedaan. Disitupun (pedoman) ditentukan untuk anak-anak SD, siswa itu tidak harus dari tk. Dari rumah tangga pun boleh. Jadi kan tidak ada larangan untuk anak yang tidak TK

Adanya ketentuan tersebut semakin mempertegas bahwasanya semua anak memiliki peluang dan akses yang sama untuk memperoleh pendidikan SD/MI/SDLB. Oleh sebab karena ketentuan ini bersumber dari Dinas, maka ketentuan ini mutlak harus diimplementasikan oleh semua sekolah dasar, baik itu sekolah dasar negeri maupun sekolah dasar swasta.

commit to user

Namun dalam pelaksanaan dilapangan, terjadi perbedaan persyaratan bagi anak yang ingin mendaftarkan dirinya ke sekolah yang dituju. Perbedaan persyaratan tersebut diidentifikasi dari temuan dilapangan dimana ada penambahan persyaratan yang dikeluarkan oleh sekolah swasta terhadap ketentuan yang dikeluarkan dinas.

Penambahan persyaratan tersebut meliputi: Pertama, pada saat mendaftar orang tua dikenakan biaya untuk pendaftaran dan tes dengan jumlah yang telah ditetapkan pihak sekolah. Kedua, orang tua diharuskan menyerahkan fotocopy rapor TK A dan TK B lengkap.

Kondisi ini tentu memiliki peluang membatasi akses anak untuk bisa memperoleh pendidikan SD/MI/SDLB. Hal ini mengingat telah terjadi diskriminasi atas dasar pandangan-pandangan lain, dimana anak harus pernah mengikuti pendidikan TK/RA/BA, dan juga orang tua diharuskan membayar biaya pendaftaran dan tes. Kondisi ini tentu membatasi anak yang berasal dari rumah tangga yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan TK/RA/BA. Disisi lain juga membatasi anak dari keluarga yang kurang mampu.

Dari pemerintah sebenarnya juga sudah memberikan pembinaan dan dana bantuan kepada sekolah swasta seperti dana bos, dsb. Namun tetap saja sekolah swasta masih mempersyaratkan ketentuan pendaftaran di luar ketentuan dari dinas. Hal ini sebagaimana paparan dari Informan I dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga berikut:

commit to user

ari sisi bantuan kan ada, dari sisi pembinaan ada, dari sisi bantuan yang bos tadi ada. Sebenarnya kita antara sekolah negeri maupun swsata tidak ada perbedaan. Dalam hal pemberian bantuan, dalam segi pembinaan, kita sama sebenarnya. tapi mereka itu (swasta) utamanya yang lebih banyak.. apa ya.. cenderung untuk melakukan pelanggaran.(wawancara, 21 April 2014)

Berbeda dengan sekolah negeri, dalam melaksanakan prosedur pendaftaran mengikuti apa yang sudah di atur di dalam pedoman yang dikeluarkan oleh Dinas. Hal ini sebagaimana pemaparan Informan O selaku panitia PPDB sekolah negeri :

n juknis dari dinas Disdikpora, dalam artian kalau misalkan pertama pendaftarannya itu tanggal berapa ya kita sesuai dengan juklak dan juknisnya. Alur pendaftaran disini yang pertama itu e...msuk di ruang aula semua, jadi yang mau daftar biasanya kan bapak ibu orang tua calon. Semua masuk di ruang aula nanti ada pengarahan dari panitia. Pengarahan itu pertama mulai dari pendaftaran, pembagaian formulir sampai nanti apa ngisi formulir sampai selesai menyerahkan syarat-syarat pendaftaran. Itu dalam 1 hari.

Pendapat tersebut dipertegas oleh orang tua siswa bahwasanya saat pertama kali melakukan prosedur pendaftaran syarat yang harus dilengkapi berupa Fotocopy Akte, KK, dan pas foto anak. Tidak ada persyaratan harus menyerahkan rapor TK dan melakukan pembayaran sepeserpun. Berikut pemaparan Informan P selaku orang tua siswa kelas 1 SD:

antrian. Setelah memperoleh nomer antrian mengisi formulir data anak, trus dikumpulkan. Selang 2 hari seleksi. Seleksinya tu nyanyi di panggung, mewarnai. Dah itu tok. Baca tulis ndak ada, berhitung juga ndak ada. Persyaratan kita mengikuti dari

commit to user

Dokumen terkait