Contoh Isu Strategis
6. Lakukan pembahasan bersama-sama untuk merumuskan isu-isu yang telah teridentifikasi tersebut untuk ditetapkan sebagai isu pokok dalam penyusunan rencana pengelolaan.
Isu :
Terjadi kerusakan terumbu karang sangat berat di sebagian besar kawasan pesisir desa.
Sebab-sebab :
1. Kegiatan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak 2. Kegiatan penambangan karang
3. Pembuatan jalan perahu, pembuangan jangkar perahu, pembuatan keramba tancap, dan pengambilan karang untuk cindera mata.
Akibat :
1. Kualitas terumbu karang menurun 2. Hasil tangkapan ikan menurun 3. Terjadi erosi pantai.
Isu :
Peranan perempuan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir masih sangat kurang.
Sebab-sebab :
1. Masyarakat masih beranggapan bahwa tugas perempuan hanya mengurus rumah tangga
2. Perempuan kurang diikutsertakan dalam kegiatan perencanaan kegiatan 3. Masih kurangnya penyuluhan dan upaya-upaya peningkatan kemampuan perempuan
Akibat :
1. Banyak waktu luang yang terbuang
2. Potensi yang ada pada kaum perempuan untuk ikut berperan dalam rehabilitasi terumbu karang dan peningkatan pendapatan keluarga tidak termanfaatkan. Menurunnya pendapatan nelayah Menurunnya keanekaragaman hayati Hilangnya keseimbangan ekologis Rusaknya
habitat ikan & biota laut lain
Akibat Terumbu Karang Rusak Mengapa ? Penggunaan bius Penggunaan peledak – Kemiskinan – Keserakahan – Kurangnya MPA Permintaan pasar Harga tinggi
Penegakan hukum lemah
Ada pasar Kemiskinan Kurang MPA Penambangan Karang Ilustrai: IIRR, 1998
5. Penyusunan Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan dalam Sub Bab ini adalah suatu rencana kegiatan pengelolaan terumbu karang terpadu berbasis masyarakat yang disusun bersama-sama oleh masyarakat dengan dipandu oleh Fasilitator Lapangan,dan berisi visi dan sasaran yang akan dicapai melalui kegiatan-kegiatan pengelolaan terumbu karang berkelanjutan, pengembangan mata pencaharian alternatif (MPA), pengembangan prasarana dasar, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Tujuan
Untuk merumuskan suatu program kegiatan pengelolaan terumbu karang terpadu yang terarah berdasarkan isu dan masalah yang ada, yang merupakan kesepakatan bersama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program PBM-COREMAP.
Hasil yang ingin dicapai
Suatu program kerja PBM-COREMAP yang berisi : Gambaran Umum (Profil) Desa
Isu-isu pokok pengelolaan terumbu karang terpadu Visi pengelolaan terumbu karang
Sasaran/target yang ingin dicapai
Strategi dan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan Organisasi pelaksana
Waktu pelaksanaan dan biaya yang dibutuhkan
Bahan dan alat yang diperlukan :
Whiteboard Alat tulis
Brosur dan buku-buku
Strategi pelaksanaan :
1. Berdasarkan hasil identifikasi isu-isu strategis, tentukan Visi pengelolaan untuk jangka panjang kedepan. Visi pengelolaan paling tidak mencakup aspek kelestarian sumber daya terumbu karang dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
2. Dengan mengacu pada isu pokok pengelolaan yang telah diidentifikasi dan Visi yang telah ditetapkan, tentukan sasaran yang ingin dicapai, untuk jangka waktu tertentu. Sasaran yang ingin dicapai harus dapat diukur keberhasilannya.
Contoh sasaran pengelolaan terumbu karang terpadu
Terjaminnya kelestarian sumberdaya terumbu karang dan kesejahteraan masyarakat setempat melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan
berkelanjutan ramah lingkungan dan pengembangan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat setempat.
Sasaran Jangka Panjang :
1. Seluruh areal terumbu karang yang ada telah ditata sesuai dengan fungsinya yaitu ke dalam zona lindung dan zona pemanfaatan 2. Tidak terjadi perusakan terumbu karang
3. Tersedianya lembaga keuangan desa sebagai penunjang pengembangan perekonomian desa.
4. Tingkat penghasilan masyarakat, paling rendah Rp. /tahun
Sasaran Jangka Pendek :
1. Masyarakat dapat mengerti program-program pengelolaan terumbu karang
2. Masyarakat dapat memahami arti penting ekosistem terumbu karang bagi lingkungan dan kehidupan manusia
3. Masyarakat mulai tertarik untuk berperan serta dalam kegiatan pengelolaan terumbu karang.
3. Formulasikan strategi pokok yang akan digunakan untuk mencapai visi dan sasaran.
5. Susun Organisasi Pelaksana Pengelolaan Terumbu Karang Desa lengkap dengan Struktur Organisasi, komponen yang terlibat, serta tugas dan tanggung jawab masing-masing komponen.
6. Susunan rencana jadwal pelaksanaan untuk masing-masing jenis kegiatan tersebut guna memperoleh perhatian dan dukungan masyarakat dalam penetapan serta pencapaian target pelaksanaannya.
7. Hitung perkiraan biaya yang diperlukan serta alternatif sumbernya.
8. Lakukan diskusi-diskusi secara intensif dengan masyarakat agar diperoleh masukan sekaligus mensosialisasikan rencana program PBM-COREMAP yang sedang disusun.
9. Tuangkan Perencanaan yang telah dibuat tersebut dalam satu dokumen perencanaan.
10. Kukuhkan Perencanaan yang telah dibuat tersebut dalam Keputusan Pemerintah Desa tentang Rencana Pelaksanaan Program PBM-COREMAP.
4. Uraikan strategi pokok tersebut ke dalam bentuk jenis-jenis kegiatan.
Empat Strategi Pokok Pengelolaan Terumbu Karang Terpadu
1. Penyusunan Rencana Pengelolaan Terumbu Karang Berkelanjutan 2. Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif
3. Pengembangan Prasarana Dasar. 4. Peningkatan Kapasitas Masyarakat.
Strategi 1 :
Penyusunan Rencana Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang
Jenis-jenis kegiatan :
1. Pembagian areal terumbu karang (zonasi) ke dalam zona lindung dan zona pemanfaatan
2. Pengintegrasian hak-hak pengelolaan tradisional ke dalam rencana pengelolaan
3. Konservasi dan rehabilitasi
4. Penyusunan dan penetapan aturan pemanfaatan sumberdaya alam laut 5. Penyusunan mekanisme pemecahan konflik
6. Penyusunan sistem pengawasan dan pengendalian.
Strategi 3 :
Pembangunan Prasarana Dasar
Jenis-jenis kegiatan :
1. Identifikasi kebutuhan prasarana 2. Penetapan jenis-jenis prasarana
dasar yang akan dibangun 3. Penyusunan Rancangan Teknis
dan Usulan Kegiatan.
Strategi 4 :
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Jenis-Jenis kegiatan :
1. Identifikasi jenis-jenis pelatihan yang diperlukan
2. Pemilihan jenis-jenis kegiatan pelatihan 3. Penyusunan rencana kegiatan pelatihan.
Pihak-pihak yang akan terlibat dalam kegiatan Terumbu Karang dan Ekosistem terkait antara lain :
- Kepala Desa
- Badan Perwakilan Desa (BPD)
- Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang telah terbentuk yaitu terdiri dari Pokmas Konservasi, Pokmas Produksi, dan Pokmas Jender
- Motivator Desa - Fasilitator Lapangan - Pengamat Karang
- Anggota masyarakat desa secara umum
- Komponen lain sesuai dengan kekhasan kelembagaan masing-masing daerah (misalnya : di Kab. Selayar ada lembaga penyelesaian konflik yang disebut Qadi, di Kab. Biak berlaku Lembaga Adat dan Gereja.
Alternatif sumber pembiayaan antara lain :
- Dari donor baik langsung maupun melalui KPP-COREMAP - Dari Pemerintah Daerah
- Dari Masyarakat
- Dari swasta atau perorangan yang peduli terhadap kelestarian terumbu karang
Strategi 2 :
Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif
Jenis-jenis kegiatan :
1. Identifikasi jenis-jenis usaha
2. Pemilihan jenis-jenis usaha yang akan dikembangkan 3. Penyusunan studi kelayakan
4. Pelatihan teknis dan manajemen usaha
Contoh garis besar dokumen perencanaan : Keputusan Pemerintah Desa
Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran I. PENDAHULUAN
II. GAMBARAN UMUM DESA
III. ISU-ISU POKOK PENGELOLAAN SUMBERDAYA TERUMBU KARANG TERPADU
IV. VISI DAN SASARAN
V. STRATEGI DAN JENIS-JENIS KEGIATAN VI. ORGANISASI PELAKSANA
VII. JADWAL PELAKSANAAN DAN KEBUTUHAN BIAYA LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB IV
PELAKSANAAN
Langkah awal dari tahap pelaksanaan adalah penyusunan Rencana Pengelolaan Terumbu Karang Terpadu (RPTK Tepadu). RPTK Terpadu mencakup program-program Pengelolaan Terumbu Karang berkelanjutan, Pengembangan Prasarana Dasar, dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat. Cakupan kegiatan dari masing-masing komponen tersebut adalah seperti diuraikan pada butir 1 (Pengelolaan Terumbu Karang Berkelanjutan), 2 (Pengelolaan Mata Pencaharian Alternatif), 3 (Pengembangan Prasarana Dasar), dan butir 4 (Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Masyarakat). RPTK Terpadu merupakan dasar penilaian awal bagi KPP-COREMAP terhadap program-program pengelolaan terumbu karang secara terpadu yang akan dilakukan oleh masyarakat sekaligus sebagai bahan pertimbangan untuk mencairkan dana bantuan desa.
Penyusunan RPTK Terpadu meliputi tahapan-tahapan : pengumpulan data, perumusan, pembahasan, revisi, dan pengesahan.