• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Menghitung Kebutuhan Tenaga Perawat

BAB 6 MANAJEMEN KEPERAWATAN

G. Metode Menghitung Kebutuhan Tenaga Perawat

RS adalah Diploma 3, dan bimbingan asuhan keperawatan akan diberikan ketua tim /perawat primer.

88 Rumah Sakit Perbandingan

T.Tidur : Tenaga

Keperawatan

:= (3–4): 2

T.Tidur : non Keperawatan := 5 : 1 T.Tidur : Tenaga Nonmedis := 3 : 1 KELAS D T.Tidur : Tenaga Medis := 15 : 1

T.Tidur : Tenaga Keperawatan := 2 : 1 T.Tidur : Non medis := 6 : 1 Khusus disesuaikan

Sumber: Nursalam (2014)

Metode ini lambat laun rumah sakit sudah tidak menggunakan karena dengan adanya alternatif dalam memperhitungkan dan lebih sesuai.

Metode Need,

Cara penghitungannya metode need dengan mendasarkan beban kerja.

Perhitungan kebutuhan tenaga, dengan memperhatikan gambaran berkaitan jenis pelayanan yang akan diberikan pada pasien selama berada di rumah sakit.

Misalnya; pasien rawat jalan, akan memperoleh pelayanan, mulai saat pembelian karcis, pemeriksaan keperawatan atau dokter, penyuluhan, ada tidaknya pemeriksaan laboratorium, layanan apotek. Kemudian baru dilakukan penghitungan standar waktu yang dibutuhkan supaya pelayanan pasien berjalan baik.

a. Hudgins.

Kebutuhan akan tenaga keperawatan pada ruang rawat jalan (rajal) menurut metode Hudgins, ialah menggunakan penetapan standard waktu layanan pasien rajal. Cara penghitungan kebutuhan seperti dalam table 6.2 berikut:

Tabel 6.2

Standard waktu yang digunakan untuk melayani pasien rawat jalan

Kegiatan Lama waktu (menit) untuk pasien

Pendaftaran 3 4

Pemeriksaan dokter 15 11

Pemeriksaan asisten 18 11

Dokter Penyuluhan 5 0

Laboratorium 15 7

Sumber: Nursalam (2014)

Rumus Hudgins:

b. Douglas

Standard waktu pelayanan bagi pasien ranip, berikut ini:

1) Perawatan standard minimal diperlukan waktu:= 1−2 jam/24 jam.

2) Perawatan menengah/intermediet diperlukan waktu:= 3−4 jam/24 jam.

3) Perawatan total (maksimal) diperlukan waktu:= 5−6 jam/24 jam.

Klasifikasi pasien, dalam implementasi seperti berikut 1) Perawatan secara mandiri (Katagori I)

a) Melakukan kebersihan secara mandiri/diri sendiri, misalnya: ganti pakaian, mandi.

b) Makan dan minum dilaksanakan secara mandiri /sendiri.

c) Pengawasan ambulasi (gerakan).

d) Observasi petanda vital tiap sift.

e) Pengobatan standart minimal, status dalam psikologi stabil.

f) Persiapan prosedur untuk pengobatan.

2) Perawatan menengah / intermediate (Katagori II)

a) Ada bantuan untuk kebersihan diri, makan, minum, dan ambulasi b) Observasi petanda vital setiap 4 jam

90 c) Pengobatan lebih dari satu kali d) Pakai kateter Foley

e) Pasang infus intake - output perlu pencatatan f) Pengobatan diperlukan prosedur

3) Perawatan secara total (Kategori III) a) Segalanya dibantu, dan posisi diatur.

b) Observasi petanda vital setiap 2 jam.

c) Pakai selang NG.

d) Terapi intravena.

e) Pemakaian suction.

f) Kondisi kegelisahan/ disorientasi/tidak sadarkan

Catatan :

• dilakukan sekali tiap hari dengan waktu yang sama dan sebaiknya dilakukan oleh perawat yang sama selama 22 hari;

• Tiap pasien memenuhi kriteria minimal 3 kriteria menurut pengklasifikasian pasien;

• Jikalau hanya memenuhi satu saja kriterianya, maka pasien dapat dimasukkan pada klasifikasi di atas-nya.

Kebutuhan akan jumlah peraat menurut Douglas dalam suatu unit keperawatan didasarkan atas pengklasifikasian pasien. Masing-masing katagori klasifikasi memiliki nilai standard per sift, yaitu dalam tabel 6.3 berikut:

Tabel 6.3

Standard Jumlah Perawat per Sift Berdasar Pengklasifikasian Pasien

Sumber : Nursalam (2014)

Metode Demand

Metode demand ini merupakan cara dalam menghitung jumlah dari tenaga berdasarkan kegiatan riil dilakukan perawat. Tiap pasien yang masuk IGD dibutuhkan waktu:

a. kasus gawat darurat = 86,31 mnt.

b. kasus mendesak = 71,28 mnt.

c. kasus bukan mendesak = 33,09 mnt.

Rerata jam perawatan yang diperlukan selama 24 jam menurut Nursalam seperti dalam tabel berikut 6.4:

Table 6.4

Rerata jam perawatan diperlukan selama 24 jam

Metode Gilles

a. Rumus tenaga keperawatan yang dibutuhkan di satuan unit keperawatan yaitu:

Keterangan:

A = Rerata jml perawatan setiap pasien/hari B = Rerata jml pasien/hari

C = ∑ hari/tahun

D = ∑ hari libur tiap-tiap perawat E = ∑ jam kerja tiap-tiap perawat

92 F = ∑ jam perawatan oleh perawat /tahun G = ∑ jam perawatan oleh perawat / tahun

H = ∑ kebutuhan perawat untuk unit bersangkutan

b. Jumlah total perawat yang bertugas / hari:

c. Asumsi jumlah total cuti hamil 5% (usia subur) dari kebutuhan tenaga perawat, maka rumusnya : ∑ jam kerja dikarenakan cuti hamil = 5% × ∑ hari cuti hamil × ∑ jam kerja/hari;

dimana : ∑ = jumlah total

Tambahan tenaga yang dibutuhkan:

Keterangan

1) Jumlah hari tidak bekerja/tahun.

∑ hari minggu ( 52 hari ) + cuti_tahunan ( 12 hari ) + hari-hari besar ( 12 hari ) + cuti karena sakit/izin ( 10 hari) = 86 hari

2) Jumlah hari kerja yang efektif/ tahun.

∑ hari selama setahun – ∑ hari tidak kerja = 365 – 86 = 279 hari.

3) Jumlah hari efektif per minggu := 279 : 7 := 40 minggu Jumlah jam kerja tiap perawat per minggu = 40 jam.

4) Cuti hamil := 12 × 6 := 72 hari.

5) Jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan disatu unit harus ditambah 20% (untuk antisipasi kekurangan/cadangan).

6) Jumlah tenaga keperawatan yang diperlukan per shift, yaitu: Proporsi kedinasan pagi 47%, sore 36%, dan malam 17%.

7) Kombinasi dari total jumlah tenaga perawat menurut Abdellah dan Levinne (dalam Nursalam, 2014) sebesar 55% tenaga keperawatan profesional dan 45% tenaga non profesional.

Prinsip dalam perhitungan rumus menurut Gillies (Nursalam, 2014) Terdapat 3 bentuk dalam pelayanan keperawatan, yakni:

a) Perawatan langsung

Perawatan langsung merupakan suatu bentuk perawatan yang berkaitan dalam pemenuhan kebutuhan klien/pasien. Perawatan ini dapat dalam bentuk fisik, psikologis, dan sosial, dan dapat pula dalam bentuk spiritual.

Berdasar tingkat ketergantungan kepada perawat, maka perawatan langsung dapat diklasifikasikan dalam 4 (empat) kelompok, yakni: 1) self care, 2) partial care, 3) total care dan 4) intensive care.

Rerata pemenuhan kebutuhan akan perawatan langsung pada setiap pasien yaitu 4 (empat) jam/hari. Sedangkan untuk berdasar tingkat ketergantungan pasien pada perawat dibutuhkan waktu perawatan sebagai berikut:

1) Self care perlu waktu ½ × 4 jam := 2 jam 2) Partial care perlu waktu ¾ × 4 jam : 3 jam

3) Total care perlu waktu (1 hingga 1½) × 4 jam := 4−6 jam 4) Intensive care perlu waktu 2×4 jam := 8 jam.

b) Perawatan tidak langsung

Perawatan tidak langsung merupakan segala kegiatan berkaitan keperawatan yang tidak langsung misalnya adanya rencana keperawatan, penyiapan peralatan dalam keperawatan, melakukan konsultasi dengan anggota tim, membuat suatu tulisan dan membaca catatan kesehatan, dan laporan kondisi dari pasien.

Nursalam (2014) menyatakan bahwa hasil penelitian RS Graha Detroit (RS.GD) := 38 menit/pasien/hari. Wolfe dan Young menyatakan = 60 menit/pasien/hari. Penelitian di RS.JH (RS. John Hopkins) kebutuhan waktu selama 60 menit/pasien (Gillies, 1996 , dalam Nursalam, 2014)

94 c) Pendidikan kesehatan

Pendidikan kesehatan yang diberikan pada pasien antara lain:

aktivitas/kegiatan, pengobatan dan tindak lanjut dalam pengobatan.

Mayer dalam Gillies (1996), diperlukan waktu guna pendidikan dalam hal kesehatan yakni: 15 menit / pasien / hari.

d. Metode formulasi Nina

Ada 5 (lima) tahapan untuk penghitungan kebutuhan tenaga.

a) Tahap 1

A = ∑ jam perawatan tiap pasien selama 24 jam.

b) Tahap 2

B = ∑ rerata jam perawatan diperuntukkan pasien keseluruhan dalam sehari.

B = A × tempat tidur.

c) Tahap 3

C = ∑ jam perawatan pasien keseluruhan dalam setahun.

C = B×365 hari d) Tahap 4

D = ∑ perkiraan kenyataan jam perawatan yang diperlukan dalam waktu setahun.

D = C × BOR/80

80 merupakan nilai yang tetap dalam memperkirakan secara realistis/kenyataan jam perawatan.

e) Tahap 5

Diperoleh E = ∑ kebutuhan tenaga perawat.

E = D/1878

Angka 1878 diperoleh dari perhitungan hari efektif setiap tahun (365−52 hari minggu =313 hari) yang dikalikan jam kerja secara efektif tiap hari (6 jam) atau 313 x 6 = 1878.

Metode hasil lokakarya keperawatan

Dalam menentukan akan kebutuhan tenaga perawat berdasar Lokakarya Keperawatan yakni dengan merubah satuan hari yang dikonversi dalam minggu.

Rumusnya:

Rumus ini menggunakan hari kerja efektif ( 41 minggu ) yakni: 365 − (52 hari minggu +12 hr libur nasional+ 12 hr cuti tahunan) = 289 hari (41 minggu). Angka 7 merupakan hitungan seminggu ada 7 hari. Angka 40 jam diperoleh jumlah dari jam kerja dalam waktu satu minggu. penambahan 25% guna penyesuaian produktivitas.

Perhitungan berdasar Full Time Equivalent (FTE).

Konsep FTE ini mendasarkan apabila seorang perawat yang kerja full dalam satu tahun. Artinya perawat bersangkutan kerja dalam waktu 40 jam per minggu (2.080 jam) dalam waktu 52 minggu. Jumlah total waktu tersebut termasuk pula waktu produktif dan nonproduktif. FTE ini yang jadi pertimbangan hanyalah waktu produktif yang dipakai dalam perawatan pasien.

Pertimbangan lainnya yaitu hari perawatan dan pengklasifikasian pasien menurut tingkatan ketergantungan dikarenakan mempengaruhi jumlah dari jam kerja perawatan yang diperlukan.

Contoh

Total dari beban kerja unit (W) atau total jam kerja seorang perawat atau Workload (W) bisa diperhitungkan berdasar jumlah dari rata-rata jam asuhan (perawatan pasien) dalam waktu 24 jam atau Average Care Hours per 24 hours (ACH) serta Patient Days (PD)

Rumus nya:

96 Keterangan:

W := Workload (Beban Kerja)

PD := Patient Days (Hari perawatan pasien)

ACH:= Average Care Hours per 24 hours (rata-rata jmlh jam kerja perawat

∑ := jumlah tingkatan klasifikasi dari pasien 5 := konstanta tingkatan klasifikasi dari pasien

Table 6.5

Rata-rata jam perawatan dan hari rawat pasien

Sumber: Nursalam, 2014

Dari table di atas, total dari beban kerja yakni 91.300 jam.

91.300 jam asal perhitunganya yaitu berikut ini:

3,5 jam x 1500 = 5.250 jam 5,0 jam x 2500 = 12.500 jam 9,0 jam x 3000 = 27.000 jam 13,0 jam x 2100 = 27.300 jam 17,5 jam x 1100 = 19.250 jam

Total 91.300 jam

Informasi lain diperoleh:

a. 1 FTE := 2.080 jam

b. Prosentase jam produktif untuk perawat yakni 85% (rerata dari jam produktif = 1.768/FTE)

c. Jadwal kerja sesuai standart bagi perawat yakni 55% shift siang dan 45%

shift malam.

d. Kualifikasi dari tenaga perawat yakni 75% Registered Nurse, 15%

Licensed Practical Nurse, 10% Nurse Assistants

Kebutuhan akan tenaga keperawatan secara keseluruhan yakni:

Jumlah perawat yang dibutuhkan pada sif siang dan malam dihitung dengan cara berikut.

a. Siang; 51,64 FTE×55%= 28,4 FTE b. Malam; 51,64 FTE×45%= 23,2 FTE Kebutuhan akan tenaga perawat:

a. Siang:

RN ; 28,4×75% := 21,3 LPN; 28,4×15% := 4,26 NA ; 28,4×10% := 2,84 b. Malam:

RN ; 23,2×75% := 17,4 LPN; 23,2×15% := 3,48 NA ; 23,2×10% := 2,32.

Pengelompokan berdasar unit kerja di rumah sakit (Depkes, 2011 dalam Nursalam, 2014)

Kebutuhan perawat dan bidan harus memperhatikan unit kerja yang ada.

Secara umum unit kerja yang ada di rumah sakit yakni.

a. Rawat inap

Penghitungan menurut klasifikasi pasien, yakni:

➢ tingkat ketergantungan menurut jenis kasus;

➢ jumlah perawatan yang dibutuhkan/hari/pasien;

➢ jam perawatan dibutuhkan/ruangan/hari;

➢ Jam kerja efektif tiap tenaga keperawatan 7 jam / hari.

Jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan , yakni.

98

perhitungan jumlah tenaga diatas masih ditambah loss day

Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan (non-nursing jobs), seperti: membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruang, kebersihan peralatan makan pasien serta lainnya. Sekitar 25% dihitung dari jumlah jam layanan keperawatan.

(Jumlah tenaga keperawatan + loss day ) × 25% Jumlah tenaga:

Kebutuhan akan tenaga didasarkan atas ketenagaan yang ada ditambah faktor koreksi.

➢ Tingkat ketergantungan

Pasien diklasifikasikan menurut kebutuhan asuhan dari tenaga keperawatan (keperawatan/kebidanan).

1) Minimal care (Asuhan standart minimal dalam keperawatan);

Kriterianya:

a) kebersihan pasien, mandi, serta ganti pakaian dilakukan pasien ; b) makan dan atau minum oleh pasien sendiri;

c) ambulasi dalam pengawasan;

d) observasi / pengamatan untuk pertanda vital dilakukan tiap pergantian (shift);

e) Minimasi dalam pengobatan, hal ini kondisi psikologis pasien sudah stabil.

2) Medium care (Asuhan keperawatan yang sedang);

kriterianya:

a) Kebersihan diri masih perlu bantuan, makan maupun minum;

b) observasi / pengamatan tanda yang vitaldilakukan tiap empat jam;

c) pengobatan dilakukan lebih dari satu kali dan ada bantuan untuk ambulasi.

3) Asuhan keperawatan yang agak berat.

Kriterianya:

a) sebagian besar aktivitasnya dibantu;

b) observasi untuk tanda-tanda vital tiap 2– 4 jam sekali;

c) kateter Foley terpasang, intake dan output selalu dicatat;

d) menggunakan infus;

e) pengobatan dilakukan lebih dari satu kali;

f) persiapan dalam pengobatan perlu prosedur.

4) Asuhan keperawatan yang maksimal.

Kriterianya:

a) Semua aktivitas pasien dibantu;

b) Pasien diatur posisinya dan observasi atau pengamatan tanda vital dilakukan tiap dua jam;

c) Untuk makan masih perlu NGT dan menggunakan suction;

d) Gelisah.

Kebutuhan akan Jumlah perawat:

Perhitungan jumlah tenaga perawat tersebut perlu ada penambahan (faktor koreksi) :

100

Tenaga_keperawatan yang melakukan tugas bukan keperawatan (non-nursing jobs).

Contohnya

• Bikin rincian pasien pulang,

• membersihkan ruangan,

• Membersihkan peralatan makan pasien,

• dan lainnya

perkiraan 25% dari jam layanan keperawatan.

(∑ tenaga keperawatan + loss day) × 25%

Ruang/Kamar operasi

Kebutuhan tenaga di ruang/kamar operasi:

a) Banyaknya dan jenis operasinya;

b) Banyaknya kamar operasi;

c) Pemakaian kamar operasi (misal 6 jam/hari) saat hari kerja;

d) Tugas tenaga perawat di ruangan operasi: instrumentator, dan perawat sirkulasi (2 orang/tim);

e) Ketergantungan pasien:

o Operasi besar := 5 jam setiap operasi;

o Operasi sedang := 2 jam setiap operasi;

o Operasi kecil := 1 jam setiap operasi.

Rumusnya

Ruang Penerimaan

1) Tergantung dari ruang penerimaan: 15 menit 2) Ketergantungan di RR : 1 jam

Perhitungan ini dengan kondisi:

alat tenun & set operasi dipersiapkan CSSD

Instalasi Gawat Darurat Dasar perhitungannya:

1) Rerata jumlah pasien / hari 2) Jumlah total jam perawatan / hari 3) Jam efektif /hari

Rumus:

Tambahan lost day = 86/279 × jumlah kebutuhan

Critical care

Rerata jumlah pasien tiap hari = 10 Jumlah total jam perawatan tiap hari = 12

Ditambah lost day =86/279 × jumlah dari kebutuhan

Rawat Jalan misal

Jumlah pasien tiap hari := 100 orang

Jumlah dari jam perawatan tiap hari := 15 menit

Ditambah lagi koreksi 15%

Kamar Bersalin

Waktu pertolongan klas I−IV := 4 jam/pasien Jam_kerja_efektif := 7 jam/hari

Rerata jumlah total pasien tiap hari := 10 orang

102 masih ditambah lost day

H. Peran AI dalam perawatan

Dokumen terkait