• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencapaian tujuan proses belajar mengajar yang maksimal tidak terlepas dari strategi mengajar yang tepat. Strategi mengajar merupakan seperangkat komponen yang harus diikuti oleh seorang pengajar dalam menyajikan materi di kelas. Adapun prosedur strategi belajar-mengajar yang dikemukakan oleh Hastuti (1997: 248) sebagai berikut:

a. Persiapkan materi yang akan diberikan kepada siswa.

b. Materi/bahan, alat pelajaran dan alat bantu mengajar telah dipersiapkan.

c. Masukan dan karakteristik pembelajar telah diidentifikasikan.

d. Bahan pengait telah direncanakan.

e. Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi, main peran, dan sebagainya.

5. Coperative learning

Coperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Dimana pada tiap kelompok tersebut terdiri dari siswa-siswa berbagai tingkat kemampuan, melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan belajar, sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua Siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan melengkapinya.

Model pembelajaran cooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan Coperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Coperative Learning mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar. Kebanyakan melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 (empat) siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda (Slavin, 1994), dan ada yang menggunakan ukuran kelompok yang berbeda-beda.

Dalam penerapan strategi pelajar cooperative learning di kelas, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk membantu suasana belajar yang kondusif bagi anggota kelas/siswa kooperatif (cooperative learning) menurut para ahli.

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Berikut ini merupakan beberapa pengertian pembelajaran

Depdiknas (2003:5) “Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”.

Bern dan Erickson (2001:5) “Cooperative learning (pembelajaran kooperatif) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar”.

Suprijono, Agus (2010:54) “Model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru”.

Slavin (Isjoni, 2011:15) “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”.

Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah cara belajar dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerjasama dan diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan”.

Eggen and Kauchak dalam (1996:279) “Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama”.

Sunal dan Hans (2000) “Cooperative learning merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran”.

Stahl (1994) “Cooperative learning dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan meningkatkan sikap tolong menolong dalam perilaku sosial”.

Kauchak dan Eggen dalam Azizah (1998) “Cooperative learning merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam mencapai tujuan”.

Djajadisastra (1982) “Metode belajar kelompok merupakan suatu metode mengajar.

Melihat fenomena di atas, sangatlah diharapkan guru menerapkan strategi belajar cooperative learning sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kemampuan membaca wacana argumentasi. Dikatakan demikian, karena pendekatan ini guru dapat bertindak sebagai model dan siswa juga dapat melakukan yang telah dilakukan oleh guru. Jadi, siswa memiliki kesempatan membangun dan mengembangkan dirinya sendiri, berkreasi sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuannya.

Pengajaran coperative learning , mula-mula guru memberikan model pertanyaan, sementara siswa pada saat yang bersamaan diminta membaca teks materi, kemudian siswa ditetapkan seolah-olah menjadi guru (siswa-guru) untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada siswa yang lain. Guru memberi model perilaku yang diinginkan pada siswanya untuk mampu bekerja sendiri dan mengubah peranan sebagai fasilitator serta mengatur siswa mulai membuat pertanyaan-pertanyaan yang aktual.

Strategi pengajaran coperative learning memiliki tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga tahap tersebut diuraikan sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan terdiri atas empat, yaitu:

1) Memikirkan pertanyaan-pertanyaan penting yang mungkin muncul tentang hal apa yang dibaca dan untuk meyakinkan

bahwa Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu;

2) Merangkum informasi penting dari bacaan-bacaan yang telah dibaca;

3) Memprediksi yang dibahas oleh pengarang pada pokok bahasan berikutnya;

4) Memberi tanda hal yang tidak jelas dengan paragraf yang telah dibaca;

b. Tahap pelaksanaan dan prosedur harian

Slavin (1994: 234) mengemukakan tiga tahap pelaksanaan strategi pengajaran,coperative learning yaitu :

1) Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru tidak dapat hanya memberi kemudahan untuk proses belajar siswa, tetapi guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide dalam pelaksanaan pembelajaran, guru tidak dapat hanya memberi kemudahan untuk proses belajar siswa, tetapi guru memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri dan mengajar siswa untuk menjadi sadar menggunakan strategi siswa sendiri untuk belajar. Prinsip ini tampak pada kegiatan (penjelasan), merangkum (meringkas) dengan berbagai strategi masing-masing siswa untuk menemukan ide pokok seperti merangkum melakukan strategi underlining, note taking, dan sebagainya;

2) Guru memberikan siswa anak tangga yang membawa siswa kepada pemahaman yang lebih tinggi. Prinsip ini tampak pada kegiatan siswa mengerjakan (Lembar Kerja Siswa) LKS yang dapat mengantarkan siswa untuk memahami konsep yang abstrak menjadi konsep yang nyata melalui strategi analogi, perolehan kesimpulan bersama melalui kegiatan klasifikasi konsep;

3) Pembelajaran hendaknya memusatkan pada berpikir atau proses mental siswa tidak sekadar pada hasilnya. Prinsip ini ditujukan pada kegiatan pemahaman bacaan untuk menentukan konsep kunci;

4) Memperhatikan peran aktif dan inisiatif siswa. Prinsip ini tampak terlihat pada aktivitas siswa secara fisik dalam melakukan kegiatan merangkum, menyusun pertanyaan, mengklarifikasi, dan melakukan kegiatan LKS;

5) Memaklumi adanya perbedaan individual dalam kemajuan dan perkembangan.

6) Prinsip ini tampak pada pembentukan kelompok-kelompok dalam melakukan pembelajaran;

7) Scaffolding, prinsip ini tampak pada kegiatan pemodelan guru pada tahap awal melakukan pembelajaran (bimbingan bagaimana membuat pertanyaan, bagaimana merangkum, dan bagaimana menjadi siswa-guru), kemudian pada tahap-tahap berikutnya siswa sudah dilepas.

Pada tahap pelaksanaan dilakukan lima strategi, yaitu pendahuluan, menjelaskan cooperative learning, pemodelan cooperative learning,

pelaksanaan Reciprocal Teaching (membaca pemahaman wacana argumentasi), dan penutup.

Tabel 1. Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Belajar cooperative learning No Tahap dan

Memberi pengarahan tentang kegiatan membaca pemahaman Mengajak siswa merenungkan

kegiatan cooperative learning

memaknai dan menangkap nilai-nilai yang ada

Tahap evaluasi ini terdiri enam langkah berikut ini.

2) Disediakan materi teks bacaan yang dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan.

3) Dijelaskan bahwa pada segmen pertama ada salah seorang siswa berperan sebagai guru (model).

4) Siswa ditugasi untuk membaca dalam hati teks bacaan dan untuk memudahkan siswa diminta membaca paragraf demi paragraf.

5) Siswa dapat membaca, dilanjutkan dengan membuat model pertanyaan.

6) Siswa dilatih berperan sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar sesuai konsep cooperative learning, siswa lain diminta

berpartisipasi dalam dialog dan selalu diingatkan bahwa pada segmen ini semuanya berperan sebagai guru yang sebenarnya, menuntun dialog meyakinkan siswa dengan banyak memberi umpan balik dan pujian.

7) Pada pertemuan berikutnya lebih banyak kegiatan berdialog, sehingga pada saat siswa berperan sebagai guru sudah mulai berinisiatif pada kegiatan mereka sendiri (Slavin,1994: 235-236)

Dokumen terkait