dengan memasukkan satu atau lebih tutor yang bisa membimbing teman kelompoknya agar setiap siswa mampu menlis puisi dengan baik, (3) guru menampilkan media yang menarik sesuai dengan konteks dan kebiasaan anak, (5) guru memberikan penilaian secara proporsional terhadap tugas yang dikerjakan oleh siswa.
B. Pembahasan dan Hasil penelitian
Seperti yang dijelaskan sebelumya bahwa data yang diperoleh dari hasil tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan komputer (SPSS 16,0 for Windows) sedangkan hasil observasi, dan hasil angket respon siswa dianalisis secara kualitatif. Adapun untuk menentukan kategori adalah dengan menggunakan teknik Kategorisasi Standar Berdasarkan Ketetapan Kementerian Pendidikan Nasional.
1. Analisis Tes Hasil Belajar
Dalam penelitian ini dilaksanakan tes hasil belajar yang diberikan pada setiap akhir siklus, baik siklus I dan siklus II. Adapun analisis deskriptif skor perolehan siswa setelah diterapkan strategi copertive learning dapat dilihat pada kemampuan membaca pemahaman wacana argumentasi bahasa indonesia pada Siklus I dan Siklus II sebagai berikut:
Nilai perolehan dari 32 siswa pada siklus I, nilai maksimum mencapai 80 dan meningkat pada siklus II mencapai 90. Nilai minimum pada siklus I 45 dan meningkat pada siklus II mencapai 55. Nilai rata-rata pada siklus I 65,62 dan meningkat pada siklus II mencapai 76,87. Nilai variansi pada siklus I 94,758 dan siklus II 93,145. Standar deviasi pada siklus I 9,734 dan siklus II 9,651. Siswa
yang tuntas belajar pada siklus I 17 orang dan meningkat pada siklus II mencapai 29 orang. Siswa yang tidak tuntas pada siklus I 15 orang dan menurun pada siklus II menjadi 3 orang.
2. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Data aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II diperoleh melalui hasil observasi selama pembelajaran berlangsung di setiap pertemuan. Adapun perbandingan deskripsi aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat sebagai berikut:
a. Siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus adalah 92,7% dan meningkat pada siklus II 98,10%.
b. Siswa yang mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I adalah 79,1% dan meningkat pada siklus II 95,8%.
c. Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I adalah 26,1% dan meningkat pada siklus II 38,6%.
d. Siswa yang menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I adalah 28,1% dan meningkat pada siklus II 44,8%.
e. Siswa yang aktif mengerjakan LKS pada siklus I adalah 86,5% dan meningkat pada siklus II 98,10%.
f. Siswa yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain, tidur dll) pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I 9,6% dan menurun pada siklus II 4,1%.
Dapat diketahui bahwa terdapat beberapa aktivitas siswa yang mengalami peningkatan seperti siswa yang memperhatikan materi, siswa yang mengajukan dan menjawab pertanyaan serta siswa yang mengerjakan LKS, hanya aktivitas siswa seperti siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat pembelajaran berlangsung yang perlu diperhatikan lebih lanjut.
3. Analisis Lembar Observasi Respon Siswa
Data mengenai respon siswa pada siklus I dan siklus II diperoleh melalui hasil angket respon siswa diakhir siklus. Adapun perbandingan deskripsi respon siswa sebagai berikut:
a. Apakah anda suka belajar bahasa Indonesi? Respon siswa yang suka pada siklus I 56,2% dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
b. Apakah anda suka belajar bahasa Indonesia dengan strategi belajar cooperative learning? Respon siswa yang suka pada sikus I 65,6% dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
c. Apakah pembelajaran dengan strategi belajar cooperative learning menjadikan anda siswa yang aktif dan kreatif? Respon siswa pada siklus I 65,6% dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
d. Apakah pembelajarn dengan strategi belajar cooperative learning cocok digunakan untuk belajar bahasa Indonesia? Respon siswa pada siklus I 59,4%
dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
e. Apakah anda senang dengan cara guru anda menyampaikan pelajaran dengan strategi belajar cooperative learning? Respon siswa pada siklus I 53,1% dan meningkat pada siklus II mencapai 78,1%.
f. Apakah anda merasa ada perubahan pada diri anda setelah diterapkan pembelajaran dengan strategi belajar cooperative learning dalam belajar bahasa Indonesia? Respon siswa pada siklus I 62,5% dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
g. Apakah anda termotivasi untuk belajar setelah diterapkan pembelajaran dengan strategi belajar cooperative learning? Respon siswa pada siklus I 62,5% dan meningkat pada siklus II mencapai 78,1%.
h. Apakah anda senang dengan pemberian tugas? Respon siswa pada siklus I 34,4% dan meningkat pada siklus II mencapai 87,5%.
i. Apakah anda senang dengan pemberian tes atau evaluasi setiap akhir siklus?
Respon siswa pada siklus I 59,4% dan meningkat pada siklus II mencapai 93,7%.
j. Apakah sebelumnya anda sudah pernah mendapatkan pembelajaran seperti ini di kelas? Respon siswa pada siklus I 0% dan meningkat pada siklus II mencapai 100%.
Menunjukan bahwa respon positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia dengan strategi belajar cooperative learning yaitu mengenai kesenangan siswa dengan pembelajaran tersebut, motivasi menyelesaikan soal-soal secara individu, pemahaman materi pada proses pembelajaran berlangsung, rasa percaya diri dalam mengeluarkan pendapat, cara guru membimbing siswa serta kesenangan terhadap evaluasi setiap akhir siklus mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.
Di samping adanya peningkatan penguasaan materi pelajaran bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar melalui strategi cooperative learning juga ditemukan hal-hal lain diantaranya:
1. Semangat atau Antusias
Dari pengamatan yang dilakukan peneliti selama dua siklus pengajaran melalui proses belajar mengajar melalui strategi cooperative learning, terlihat peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia dan juga semangat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar melalui strategi cooperative learning. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah siswa yang aktif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman wacana argumentasi
2. Motivasi dan Minat
Selama penelitian dilaksanakan motivasi dan minat belajar siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia semakin meningkat, hal ini semakin kurangnya siswa yang melakukan kegiatan lain selama proses belajar
berlangsung. Bahkan siswa berlomba untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Mereka merasa senang belajar bahasa Indonesia dengan materi yang diberikan sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan.
1. Percaya Diri
Demikian juga hanya dengan rasa percaya diri siswa meningkat selama mengikuti dua siklus dalam proses belajar mengajar melalui strategi cooperative learning. Pada umumnya siswa-siswa mempunyai pendapat bahwa mereka kurang berminat dalam hal kegiatan mengarang. Akan tetapi dengan adanya dorongan dan motivasi selama pelaksanaan tindakan pandangan siswa yang demikian semakin berkurang. Hal ini terlihat semakin meningkatnya siswa yang memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan tersebut.
2. Interaksi Siswa dengan Siswa, Siswa dengan Guru
Dari pengamatan yang dilakukan peneliti selama dua siklus pengajaran selama proses belajar mengajar melalui strategi cooperative learning, terlihat bahwa yang diberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan tanggapan atas jawaban temanya, dan memberikan kesempatan bantuan kepada temanya yang masih kurang,maka terciptalah interaksi antara siswa dengan siswa yang lainya.
Sedangkan kepercayaan diri yang sudah dimiliki oleh siswa menimbulkan keberanian untuk bertanya pada hal-hal yang kurang dimengerti, bahkan ada siswa yang kurang mampu menanggapi jawaban
temanya jika tidak sepemahaman yang diketahuinya. Oleh karena itu , kondisi ini menimbulkan interaksi antara guru dengan siswa.
Adapun nilai individu setiap responden pada siklus I dan siklus II dapat diketahui melalui lampiran 8.
68 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan strategi cooperative learning dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 1 Madapangga Kabupaten Bima. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II yaitu 65,62 meningkat menjadi 76,87. Demikian juga terjadinya peningkatan pencapaian ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II yaitu 53,1% meningkat menjadi 90,6%.
2. Terjadi perubahan aktivitas atau sikap siswa saat penerapan dalam strategi cooperative learning dalam pembelajaran yang dilihat kehadiran siswa dari siklus I 92,7% meningkat pada siklus II 98,10%, keaktifan dalam memperhatikan materi yang dijelaskan oleh guru dari siklus I 79,1%
meningkat pada siklus II 95,8%, siswa yang mengajukkan pertanyaan dari siklus I 26,1% meningkat pada siklus II 38,6%, siswa mengerjakan LKS dari siklus I 86,5% meningkat pada siklus II 98,10%.
3. Pembelajaran dengan strategi cooperative learning sebahagian besar dari siswa yang menjadi subjek penelitian meresponnya secara positif pada siklus I 65,6% meningkat pada siklus II 87,5%.
B. Saran
1. Sebagai seorang guru, hendaknya harus mengetahui macam-macam model mengajar dan mampu menyesuaikan model-model tersebut dengan topik-topik yang akan diajarkan sehingga dalam menyampaikan materi akan lebih bervariasi dan siswa tidak merasa bosan.
2. Diharapakan kepada para pengajar agar supaya siswa harus dilibatkan dalam proses pembelajaran sehingga tercipta kemandirian dalam memecahkan masalah, sehingga pembelajaran dengan strategi cooperative learning merupakan salah satu model alternatif.
3. Diharapkan kepada para pengajar bidang studi bahasa Indonesia agar memberikan latihan yang cukup dan berulang, baik berupa soal-soal latihan yang dikerjakan di sekolah maupun dikerjakan di rumah dengan membuat soal secara bertahap mulai dari mudah ke yang sulit agar siswa lebih terlatih dan memiliki kepandaian dalam menyelesaikan soal-soal bahasa Indonesia.
4. Diharapkan kepada peneliti lain dalam bidang kependidikan khususnya pendidikan bahasa Indonesia dapat meneliti lebih lanjut tentang cara atau strategi yang efektif dan efisien untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia.
5. Diharapkan kepada pemerintah agar memberikan kontribusi atau perhatian khusus kepada peneliti agar supaya pendidikan di Indonesia lebih meningkat.