Nomor Halaman Teks
1. Struktur Organisasi Martabak Air Mancur ……….…….... 93 2. Daftar Jenis Martabak Dan Harga
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar BelakangLaju perkembangan penduduk yang ditandai dengan semakin berkembangnya daerah perkotaan dan meningkatnya kesibukan serta pendapatan penduduk, mendorong semakin diperlukannya makanan yang praktis, mudah dan cepat cara penghidangannya serta bergizi baik. Peningkatan pendapatan masyarakat secara bersamaan diikuti dengan perilaku hidup yang semakin modern, mengakibatkan permintaan terhadap bahan makanan yang mudah diproses atau telah diolah semakin meningkat. Peluang ini tidak disia-siakan oleh para pengusaha, sehingga investasi di sektor ini menunjukan laju peningkatan yang pesat. Berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pangan tentu akan sangat membantu pemerintah dalam program pengadaan pangan dan penciptaan lapangan pekerjaan dalam rangka mengatasi masalah kependudukan.
Menurut data Badan Pusat Statistik Bogor diperoleh data jumlah penduduk di kota Bogor semakin padat dilihat dari peningkatan dari tahun 2000 dengan jumlah penduduk 714.711 meningkat pada tahun 2003 menjadi 820.707 pada tahun 2003. Semakin meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,07 persen pada tahun 2003 menyebabkan taraf hidup masyarakat kota Bogor terus membaik beberapa tahun terakhir. Struktur perekonomian kota Bogor didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang menyumbangkan produk domestik regional bruto sebesar 31,27 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 26,44 persen (BPS Bogor, 2005). Kedua sektor ini sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan daya beli masyarakat. Ini merupakan tanda positif yang dapat dimanfaatkan para
pengusaha di kota ini. Ditambah lagi kota Bogor terletak dekat dengan Jakarta sehingga kota Bogor sering didatangi oleh masyarakat Jakarta. Hal ini dapat menimbulkan daya beli dan permintaan produk olahan pangan di kota Bogor. Hal tersebut merupakan peluang bagi pengusaha pangan untuk memenuhi permintaan makanan olahan.
Terkait dengan kondisi ini maka berbagai jenis bisnis makanan dan minuman dapat dikembangkan di kota Bogor. Salah satu restoran boga yang termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah Restoran Martabak Air Mancur yang menyajikan berbagai menu minuman dan masakan, khususnya restoran martabak yang telah berdiri sepuluh tahun yang lalu berlokasi Jl. Jend. Sudirman. Restoran tersebut merupakan restoran dengan citra nama Martabak yang khas sehingga berhasil menarik pengunjung baik dari kota Bogor maupun luar kota Bogor untuk menikmati rasa martabak yang lezat. Pada tahun 2004 pihak Martabak Air Mancur melakukan ekspansi penjualan di Jl. Pajajaran dengan pertimbangan tempat tersebut ramai pengunjung sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan.
Peluang usaha penyajian makanan di kota Bogor diimbangi dengan kemampuan pihak pengelola restoran dalam mecapai tujuannya, yaitu menghasilkan produk (menu) yang berkualitas, bercita rasa tinggi, eksklusif (unik), bersih, higienis, dan memenuhi selera konsumennya (Susanti, 2004). Persaingan antar restoran di kota Bogor cukup tajam yaitu ditandai dengan munculnya berbagai jenis restoran baik jenis makanan lokal maupun internasional. Selain itu munculnya pesaing produk sejenis dengan Martabak Airmancur yaitu Martabak Farmawati dan Terang Bulan, menyebabkan bertambahnya alternatif bagi konsumen.
3
Informasi adalah kunci kemajuan perusahaan, oleh karena itu penguasaan informasi menjadikan perusahaan mampu bertahan dan bersaing dalam intensitas yang semakin ketat. Penguasaan informasi ini berkaitan dengan usaha perusahaan untuk memenuhi keinginan konsumennya. Prioritas utama program pemasaran yang dibuat perusahaan saat ini ditunjukan untuk memberikan layanan semaksimal mungkin kepada pelanggannya. Aktivitas yang dirancang harus dinamis, inovatif serta dievaluasi setiap periode tertentu mengingat kebutuhan dan keinginan konsumen selalu berubah. Upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen bukanlah hal yang mudah, karena terkait dengan banyak hal seperti faktor produknya sendiri, kualitas produk, harga, kemudahan memperoleh, kegunaan, dan manfaat produk tersebut maupun faktor lainnya. Untuk itu diperlukan riset pemasaran yang merupakan prosedur untuk memperoleh informasi relevan yang akan digunakan oleh para pimpinan perusahaan sebagai dasar pijakan pengambilan keputusan yang berkualitas (Durianto, 2001).
1.2Perumusan Masalah
Melihat potensi yang ada di kota Bogor mendorong para pelaku bisnis untuk mengambil peluang tersebut untuk bisnis makanan (martabak) telah muncul pesaing yang bergerak di bidang sejenis yaitu Martabak Terang Bulan dan Martabak Farmawati. Hal ini sangat dikhawatirkan oleh produsen Martabak Air Mancur hanya menyebabkan beralihnya konsumen ke pesaing tersebut. Sehingga diperlukan upaya dari pihak perusahaan untuk memperbaiki diri dan peka terhadap permasalahan yang ada di dalam usahanya. Dalam rangka melakukan ekspansi penjualan, Martabak Air Mancur melakukan perluasan bisnis pada tahun 2004. Namun setelah setahun
berjalan penjualan tidak sesuai dengan harapan. Pada hal lokasi pengembangan tersebut dianggap lokasi yang paling strategis. Menurut produsen, penjualan di lokasi baru berkisar 30 persen dari penjualan di lokasi lama. Ini terbukti dari data penjualan yang diperoleh dari pihak preodusen Martabak Air Mancur yang dapat dilihat pada Tabel 1. Bahkan dari tahun 2004 ke tahun 2005 pertumbuhan penjualan di cabang Jl. Pajajaran menurun dari total penjualan dua cabang (32,23 persen menurun ke 29,89 persen) .
Tabel 1. Penjualan Rata-Rata Per Bulan Pada Tahun 2004 dan 2005 Di Martabak Air Mancur Di Lokasi Jl. Pajajaran dan Jl. Sudirman
Jl. Pajajaran Jl. Sudirman Total Tahun Jumlah (Rp) Presentase (%) Jumlah (Rp) Presentase (%) Jumlah (Rp) Presentase (%) 2004 72.275.869 32,23 151.943.800 67,76 224.219.669 100 2005 97.220.245 29,89 228.034.020 70,11 325.254.265 100 Sumber : Data Olah, Martabak Air Mancur, 2006
Konsumen di kota Bogor sangat beragam dalam hal suku bangsa, adat istiadat, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya. Martabak Air Mancur sebagai produsen yang menawarkan jenis makanan yang terkait dengan konsumen langsung harus dapat memahami keragaman konsumen yang ada di kota Bogor sehingga dapat merancang strategi yang sesuai. Maka agar dapat bertahan hidup Restoran Martabak Air Mancur perlu melakukan riset melalui membelajari perilaku konsumennya yang selama ini belum pernah dilakukannya. Riset tersebut perlu dilakukan pada dua cabang baik yang baru maupun yang lama sehingga dapat mengetahui perbedaan persepsi konsumen antara kedua cabang agar dapat mengetahui permasalahan perbedaan penjualan. Untuk itu adanya pembandingan kinerja dari kedua cabang tersebut. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang berfokus pada kebutuhan dan keinginan konsumen.
5
Memperhatikan keadaan ini maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana karakteristik dan proses keputusan pembelian Martabak Air Mancur Bogor di cabang Jl.Sudirman dan cabang Jl. Pajajaran?
2. Bagaimana tingkat kepuasan Martabak Air Mancur Bogor di cabang Jl. Sudirman dan cabang Jl. Pajajaran?
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah berupa jawaban yang dapat menjawab perumusan masalah yang ditemukan, yaitu :
1. Mendeskripsikan karakteristik pembelian Martabak Air Mancur di dua cabang yaitu cabang Jl. Sudirman dan cabang Jl. Pajajaran.
2. Mendeskripsikan proses keputusan pembelian Martabak Air Mancur di dua cabang yaitu cabang Jl. Sudirman dan cabang Jl. Pajajaran.
3. Menganalisis tingkat kepuasan terhadap Martabak Air Mancur di dua cabang yaitu cabang Jl. Sudirman dan cabang Jl. Pajajaran.
1.4Ruang Lingkup dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini mempunyai ruang lingkup produk yang ditawarkan Martabak Air Mancur. Produk yang diteliti adalah martabak secara keseluruhan yang terdiri dari martabak manis dan martabak telur. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi penulis merupakan pengalaman dan sekaligus sebagai wadah latihan dalam menerapkan teori-teori serta pengaplikasian konsep-konsep ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, khususnya tentang perilaku konsumen.
2. Bagi pelaku usaha restoran, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam mengambil kebijakan untuk memenuhi harapan-harapan pelanggannya dalam meningkatkan ketahanan pelanggan.
3. Bagi perusahaan lain yang sejenis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam menetapkan kebijakan yang akan dijalankan, terutama yang berhubungan dengan atribut-atribut yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.