Data Keanggotan Penghuni Asrama AMKT Mangkaliat Periode
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Asrori, Mohammad. (2008). Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.
Bungin, B. (2012). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press. Hardwick dan Meacham. (2003). Heterolocalism, Networks of Ethnicity, and
Refugee Communities in the Pacific Northwest: The Portland Story. Vol.
57 No.4. Diambil dari:
http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1111/j.1467-9272.2005.00498.x.(2 Desember 2015).
Hidayat, Yusuf. Maret 2013. “Hubungan Sosial antara Etnis banjar dan Etnis Madura di Kota Banjarmasin”. Jurnal Komunitas. Diambil dari: http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas(23 Juni 2016).
Iskandar. (2015). Interaksi Sosial Mahasiswa Asrama Hulu Bandar Dengan Masyarakat RW 05 Kumpulrejo, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Skripsi S1. Tidak Diterbitkan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Kaltim Prov. (2014). Tersedia di:
http://www.dprd- kaltimprov.go.id/read/news/2014/2354/mahasiswa-kaltim-harus-berasimilasi.html. Diakses pada 10 Desember 2015.
Lawang, R. M. (1986). Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Gramedia.
Lestari, Indah Puji. Maret 2013. “Interaksi Komunitas Samin dengan Mayarakat
Sekitar”. Jurnal Komunitas. Diambil dari
http://journal.unnes.ac.id/artikel_nju/komunitas/2376 (23 Juni 2016).
Miles dan Huberman. (1994). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Paloma, M. M. (2010). Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
84
Ridia Hasti dan Nurfanah. Maret 2013. “Hubungan antara Interaksi Sosial Teman Sebaya dengan Kemandirian Perilaku Remaja (Studi Korelasional terhadap SMP N 1 Padang Panjang). Jurnal Ilmiah Konseling. Volume 2, No. 1.
Diambil dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=59460&val=1533&titl e=(18 Juni 2016)
Santoso, S. (2006). Dinamika Kelompok. Jakarta: Bumi Aksara. Sarwono, S. W. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Sedikit Tentang Mangkaliat 1960. (2015). Tersedia di:
http://mangkaliat1960.blogspot.co.id/2012/07/sedikit-tentang-mangkaliat- 1960.html. Diakses pada 10 Desember 2015.
Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Soemardi, S. S. (1964). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Ekonomi Jakarta.
Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. Sukardi. (2008). Metode Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Taneko, S. L. (1984). Struktur dan Proses Sosial. Jakarta: CV. Rajawali.
Umiarso, Elbadiansyah. (2014). INTERAKSIONISME SIMBOLIK: Dari Era Klasik Hingga Modern. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
Usman, H. (2009). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Widyaningsih, Ika. (2010). Interaksi Sosial Himpunan Mahasiswa Lampung Di Yogyakarta. Skripsi S1. Tidak Diterbitkan. Universitas Negeri
Yogyakarta.
Veeger, K. (1986). Realitas Sosial: Refleksi Filsafat Sosial Atas Hubungan Individu-Masyarakat dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: PT Gramedia.
Widjaja, A. (1986). Manusia Indonesia, Individu, Keluarga, dan Masyarakat.
85
Zelinsky and Lee. January 1998, “Heterolocalism: An Alternative Model of Sociopatial Behaviour Immigrant Ethnic Communities”. Int. J. Popul. Geogr. 4, 281-298. Diambil dari
http://www.unimiskolc.hu/~ecomojud/Zelinsky_Lee_1998.pdf. (19 November 2015)
86
Tabel Kode Hasil Wawancara
No Kode Keterangan Penjelasan
1 ADPT Adaptasi Adaptasi mahasiswa pendatang
selama tinggal di asrama
2 CR Cara Cara berbaur yang dilakukan
mahasiswa pendatang(penghuni asrama) dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal di sekitar asrama
3 DMPK Dampak Dampak yang dirasakan
mahasiswa pendatang
(penghuni asrama) dari interaksi sosial yang terjalin dengan masyarakat lokal di sekitar
4 HBT Hambatan Hambatan yang dihadapi oleh
mahasiswa pendatang(penghuni asrama) dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal di sekitar asrama.
5 INT Interaksi Interaksi sosial mahasiswa dengan
masyarakat sekitar.
6 PRTS Partisipasi Keterlibatan dan partisipasi
mahasiswa dalam setiap kegiatan di masyarakat.
87
Pedoman Observasi
Waktu/Tanggal : 18 Februari 2016
Lokasi : Asrama AMKT Mangkaliat (Jl. Pakuningratan RT 13 RW 03, Kelurahan Cokrodiningratan).
No Aspek yang diamati Keterangan
1 Kondisi Asrama AMKT
Mangkaliat
a. Sejarah singkat pendirian asrama
b. Deskripsi gedung asrama beserta fasilitasnya
Gedung asrama terlihat masih sangat layak untuk dihuni. Kebersihan dan kerapian penataan ruang asrama sangat baik dan nyaman. Kelengkapan properti asrama juga layak dan terpenuhi bagi seluruh penghuni asrama baik properti rumah tangga seperti: mesin cuci, kulkas dan tv, properti dalam hal teknologi juga tersedia di asrama seperti: komputer dan mesin scan. Kamar yang tersedia di asrama berjumlah sembilan kamar tidur. Properti dalam kamar tidur juga masih layak untuk digunakan meskipun telah digunakan sejak terkahir pembaharuan perlengkapan asrama yaitu pada tahun 1990, di dalam kamar tersedia tempat tidur tingkat yang bisa digunakan untuk 2 orang dalam 1 kamar, 1 lemari, dan 1
88
meja belajar. Dalam 1 kamar biasanya digunakan oleh 2 orang penghuni asrama.
c. Kondisi lingkungan asrama Kondisi lingkungan asrama sangat nyaman dan tenang namun ada beberapa kejadianseperti kecurian barang anak penghuni asrama yang kurang lebih telah 3 kali terjadidalam 3 tahun terakhir ini.
d. Kegiatan sehari-hari penghuni asrama
Kegiatan sehari-hari penghuni asrama
yaitu piket harian untuk
membersihkan asrama, pengajian, dan juga shalat magrib berjamaah. Hal ini rutin dilakukan sebagai waktu untuk bertemu dengan sesama penghuni asrama setelah satu harian beraktifitas diluar asrama untuk menjaga kekompakan dan tetap menjaga rasa kebersamaan antar penghuni asrama. e. Kegiatan khusus yang
diselenggarakan asrama
Kegiatan khusus yang rutin dilakukan
penghuni asrama semuanya
melibatkan warga disekitar asrama. Kegiatan bulanan: Bank Sampah, Kerja Bakti, Jalan Sehat, dan Arisan bersama bapak-bapak.
Kegiatan Mingguan: Ronda malam (2 kali/ Minggu)
90
TRANSKRIP WAWANCARA
A. Pengurus Asrama Mangkaliat Tanggal wawancara: 18 Februari 2016 Waktu Wawancara: 08.30 WIB Tempat: Asrama AMKT Mangkaliat
I. Identitas
1) Nama: Muamar Ahmad 2) Umur: 20 th
3) Jenis Kelamin: Laki-laki
4) Daerah asal: Kabupaten Penajam Paser Utara 5) Fak/Jur/Univ: FE/ Ilmu Ekonomi/ UII 6) Lama study: 3 th
7) Jenjang study: SI
II. Daftar pertanyaan
1)Apa tujuan asrama ini didirikan?
Tujuan utamanya sebenaranya untuk menampung mahasiswa daerah yang kurang mampu, tapi realitanya banyak teman-teman asrama ada yang mampu yang tinggal di asrama Kaltim. Ada alasan juga untuk menujukkan eksistensi bahwa Kaltim itu ada dan sekaligus mengenalkan budayanya seperti; EM (Enggang Melenggang), kegiatan sosial juga sering dilakukan salah satunya; Mangkaliat Futsal Charity, tujuan dilaksanakannya acara ini adalah sebagai charity untuk membantu sesama, uang yang didapatkan dari acara ini diberikan ke beberapa panti asuhan yang ada di Yogyakarta. Sebagai wujud untuk menujukkan juga mahasiswa Kaltim sudah banyak yang berpendidikan 2)Berapa jumlah anggota Asrama Mangkaliat ini?
Jumlah tetap ada 7.
3)Apakah semua mahasiswa pelajar atau mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Timur tau mengenai keberadaan asrama Mangkaliat ini?
91
Kalau untuk semua yang ada di Jogja aku kira nda mungkin. Ada beberapa yang tau kita juga soalnya punya website sama kalau kita ngadain kegiatan kita mengundang kabupaten-kota se-Kaltim, kita juga sering ngadain acara di Monumen Sebelas Maret nah disitu tersebar luas.
4) Menurut anda apa kelebihan dan kekurangan tinggal di satu asrama provinsi atau satu daerah dibanding kos atau kontrakan?
Kelebihan asrama, murah sealain itu sosialisasinyaa kalau di kos anak-anak yang tinggal di kos itu kebanyakan individu kalau di asrama lebih banyak yang peduli contohnya: kalau sakit teman-teman pasti perhatian dan dibawa ke dokter.
5) Apa saja kegiatan di asrama mangkaliat ini?
Kegiatan sehari-hari penghuni asrama yaitu piket harian untuk membersihkan asrama, pengajian, dan juga shalat magrib berjamaah. Kegiatan bulanan: Bank Sampah, Kerja Bakti, Jalan Sehat, dan Arisan bersama bapak-bapak. Kegiatan Mingguan: Ronda malam (2 kali/ Minggu)
6) Apakah mahasiswa turut serta dalam kegiatan masyarakat sekitar? Kadang ada kegiatan yang ikut semua, kadang juga ada kegiatan yang ikut cuma sebagian.
7) Bagaimana sosialisasi dan interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar?
Beberapa teman-teman enggan, sosiolisasinya juga kurang, ada beberapa aja yang dekat. Interaksi ada yang kurang ada yang bagus.
8) Bagaimana frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar asrama?
Lumayan sering
9) Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa di asrama dengan masyarakat sekitar?
Kalau dulu 2013 kan masih ada senior emang diarahkan untuk teman-teman kalau bisa interaksi sama warga. Kalau aku dulu karna ada basic
92
di ngaji jadi sering ikut pengajian, ada juga yang minta diajarin ngaji. Ikut IKAMDYA juga di masjid jadi interaksi juga di masjid sama warga. 10)Bagaimana cara berbaur atau penyesuaian diri mahasiswa dengan
masyarakat sekitar asrama?
Berbagai macam ya, ada yang nyapa, ada yang belanja di belakang ikut nimbrung bentar tapi biasa nda lama kalau sudah selesai pesananya langsung pamitan pulang.
11)Apakah cara-cara tersebut efektif dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar?
Efektif, warga juga welcome sama kita
12) Apakah pernah ada kegiatan asrama dimana anda berpartisipasi di dalamnya dan kegiatan tersebut mengundang atau melibatkan warga kampung sekitar?
Otomatis karena ketua, kecuali ada urusan yanbg lebih urgentdiluar baru diserahin ke teman-teman yang lain.
13) Pernahkan para mahasiswa melakukan kegiatan bersama warga sekitar seperti; nongkrong,dsb?
Paling pas ronda malam aja kalau nongkrong.
14) Apakah pernah ada konflik antara mahasiswa penghuni asrama dengan masyarakat sekitar?
Pernah 2014 awal, itukan sebenarnya sudah nda tinggal di asrama tapi karena dulunya warga asrama jadi terikutlah imagenya sebagai warga asrama. Jadi, itu dulu konfliknya sudah ngkos di RT sebelah bawa cewek tidur di dalam 1 kos jadi di grebek dia.
15) Bagimana cara penyelesaian konflik tersebut? Penyelesainnya warga bawa ke asrama, penyelesaiannya kita omongin sama-sama tapi kita nda nglibatin yang punya konflik biar nda baku hantam disini.
16) Apakah masih banyak perilaku yang menganut nilai-nilai budaya dari kota asal yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Yogyakarta?
Comment [U1]: ADPT
Comment [U2]: CR
93
17) Kalau itu kayaknya nda deh. Lebih banyak anak asrama yang nyerap nilai budaya masyarakat sekitar sini.
18) Perilaku seperti apa yang masih melekat pada mahasiswa asrama? Paling tata bahasa sama gerak-gerik seperti cara kita berinteraksi. 19) Bagaimana toleransi mahasiswa dengan kebudayan lokal?
Berhati-hati kalau bersikap, toleransi juga sama mereka.
20) Bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai kebudayaan yang banyak memiliki perbedaan dengan kebudayaan asal?
Kalau tanggapanku perbedaan ya wajar-wajar aja apalagi kan beda pulau. Tapi ya itu sih kita untuk menyesuaikan susah juga contohnya: kalau interaksi sama warga mereka kebanyakan pake bahasa indonesia dicampur bahasa jawa sedangkan kita notabene nda tau bahasa jawa. 21) Apakah ada adaptasi nilai atau norma budaya lokal terhadap mahasiswa?
Ada adaptasi
22) Jika sudah, Apakah terlihat perubahan yang signifikan terhadap mahasiswa dari adaptasi nilai-nilai budaya lokal yang ada?
Dulu lebih individual lama-lama tergerus. 23) Dampaknya seperti apa? Berikan contoh!
Kalau misalnya ngadain kegiatan sosial kemasyarakatan mau ngurus apa-apa di RT lebih gampang, kalau pinjam barang atau perlengkapan seperti, parang juga lebih gampang itulah gunanya interaksi.
Comment [U4]: DMPK
94
B. Anggota Asrama Mangkaliat Tanggal wawancara: 20 Februari 2016 Waktu Wawancara: 15.30 WIB Tempat:
I. Identitas
1) Nama: Luhur Budiman 2) Umur: 20th
3) Jenis Kelamin: Lali-laki
4) Daerah asal: KTT (Kabupaten Tanah Tidung) 5) Fak/Jur/Univ: FISIP/Ilmu Pemerintahan/UMY 6) Lama study: 3th
7) Jenjang study: SI
II. Daftar Pertanyaan
1) Berapa lama anda tinggal di asrama? 3th
2) Apa alasan anda untuk menetap di asrama dibandingkan di kos-kosan? Pertama ditawarin ada asrama Kaltim, terus tertarik, biayanya juga murah jadi lebih milih asrama.
3) Menurut anda apa kelebihan dan kekurangan tinggal di satu asrama provinsi atau satu daerah dibanding kos atau kontrakan?
Kelebihannya lebih produktif dibanding kos-kosan, banyak hal-hal yang bisa dilakukan. Banyak belajar berorganisasi untuk mengelola asrama, coba memecahkan permasalahan warga dengan penghuni asrama atau sebaliknya, mengorganisasi acara yang dibuat oleh asrama atau undangan dari asrama lain. Tidak ada kekurangan.
4) Bagaimana sikap penduduk dengan keberadaan anda? Bagus
5) Bagaimana mahasiswa dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga sekitar asrama?
95
Suka ngbrol-ngbrol memang harus kayak gitu, sering nongkrong kalau lagi jalan-jalan ke tetangga.
6) Apakah hanya dalam rangka tertentu saja interaksi tersebut terjalin? Tidak
7) Bagaiman frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar asrama?
Lumayan sering
8) Apakah anda pernah terlibat konflik dengan masyarakat sekitar asrama? Tidak pernah
9) Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa di asrama dengan masyarakat sekitar?
Pas awal datang dikasi arahan sama senior, dikenalkan dengan warga. Setelah itu langsung aja kalau ada acara-acara memperkenalkan diri, kalau warga ada acara anak asrama diundang dan sebaliknya.
10)Bagaiman cara berbaur anda dengan masyarakat sekitar asrama? Sebutkan!
Langsung ngbrol aja, bantu-bantu saat seperti kemarin lebaran haji atau acara kampung lainnya
11)Apakah cara-cara tersebut efektif dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar?
Efektif, kalau pinjam keperluan alat dapur, parang, dll lebih mudah. 12)Apakah pernah ada kegiatan asrama dimana anda berpartisipasi di
dalamnya dan kegiatan tersebut mengundang atau melibatkan warga kampung sekitar?
Paling cuman ngeliatin muka sebentar aja habis itu pergi
13)Pernahkan anda melakukan kegiatan bersama warga sekitar seperti; nongkrong,dsb?
Iya pernah kebanyakan sama orang-orang tua aja.
14)Apakah anda mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat?
Hambatan paling bahasa
Comment [U6]: ADPT
Comment [U7]: CR
96
15)Apa ada perbedaan nilai-nilai budaya daerah asal anda dengan di daerah yang anda tempati sekarang?
Banyak, seperti acara budaya atau keagamaan benar-benar dirayakan beda sama disana. Selain itu, tata krama dan cara bicara.
16)Apakah hal itu mengganggu interaksi anda dengan masyarakat setempat? Nda , malah jadi belajar.
17)Apakah anda masih memegang nilai-nilai budaya daerah asal anda dan diterapkan disini walaupun bertentangan?
Tidak ada yang bertentangan
18)Apa saja dampak yang anda rasakan dari interaksi yang terjalin dengan masyarakat sekitar?
Pengen lebih tau mendalam mengetahui kebudayaan orang lain (jawa, dll), lebih produktif akan sesuatu hal. Lebih sensitif kalau ada orang yang tidak
97
Tanggal wawancara: 20 Februari 2016 Waktu Wawancara: 16.00 WIB Tempat: AMKT Mangkaliat
I. Identitas
1) Nama: Pandi Ahmat 2) Umur: 20th
3) Jenis Kelamin: Laki-laki
4) Daerah asal: Kabupaten Penajam Paser Utara
5) Fak/Jur/Univ: FISIP/Ilmu Hubungan Internasional/UMY 6) Lama study: 3th
7) Jenjang study: SI
II. Daftar Pertanyaan
1) Berapa lama anda tinggal di asrama? 3th
2) Apa alasan anda untuk menetap di asrama dibandingkan di kos-kosan? Melihat keakraban di asrama dan kekeluargaan di asrama jadinya tertarik. Faktor lainnya lebih murah daripada kos-kosan.
3)Menurut anda apa kelebihan dan kekurangan tinggal di satu asrama provinsi atau satu daerah dibanding kos atau kontrakan?
Kelebihannya kita mendapatkan suasana Kaltim, lingkungannya lebih dekat karena sama dengan daerah asal. Kekurangannya akses ke kampus jauh, waktu beristirahat kurang karena aktifitas asrama yang juga banyak proker yang harus dijalankan karena lingkungan dekat sama masyarakat jadi haarus aktif di lingkungan sekitar.
4)Bagaimana sikap penduduk dengan keberadaan anda?
Mayoritas kebanyakan mengapresiasi, contoh: ada arisan kampung dan asrama dipilih menjadi tempat berkumpulnya, warga juga melibatkan mahasiswa dalam setiap kegiatan
5) Bagaimana mahasiswa dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga sekitar asrama?
98
Kebanyakan melalui kegiatan-kegiatan di RT. Secara pribadi lumayan intens, kalau lagi beli di warung belakang sekalian ngbrol-ngbrol.
6) Apakah hanya dalam rangka tertentu saja interaksi tersevbut terjalin? Tidak
7) Bagaimana frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar asrama
Tidak terlalu sering atau tidak terlalu intens
8) Apakah anda pernah terlibat konflik dengan masyarakat sekitar asrama? Tidak
9) Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa di asrama dengan masyarakat sekitar?
Pas awal-awal datang diarahkan untuk terlibat dengan kegiatan warga, lama-lama terbiasa dengan kegiatan warga.
10)Bagaimana cara berbaur atau penyesuaian diri anda dengan masyarakat sekitar asrama? Sebutkan?
Ngbrol, melalui kegiatan asrama dan RT.
11)Apakah cara-cara tersebut efektif dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar?
Alhamdulillah efektif
12)Apakah pernah ada kegiatan asrama dimana anda berpartisipasi di dalamnya dan kegiatan tersebut mengundang atau melibatkan warga kampung sekitar?
Semuanya diikuti.
13)Pernahkan anda melakukan kegiatan bersama warga sekitar seperti; nongkrong,dsb?
Pernah, pas di ronda malam seminggu sekali. Kalau di masjid paling sama pemuda masjid.
14)Apakah anda mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat?
Tidak ada hambatan
Comment [U10]: ADPT
Comment [U11]: CR
Comment [U12]: CR
99
15) Apa ada perbedaan nilai-nilai budaya daerah asal anda dengan di daerah yang anda tempati sekarang?
Cara bertegur sapa (tata krama) lebih halus dibandingkan daerah asal. 16)Apakah hal itu mengganggu interaksi anda dengan masyarakat setempat?
Mengganggu, kadang mereka yang merasa nda enak.
17)Apakah anda masih memegang nilai-nilai budaya daerah asal anda dan diterapkan disini walaupun bertentangan?
Nda ada.
18)Apa saja dampak yang anda rasakan dari interaksi yang terjalin dengan masyarakat sekitar?
Lebih sopan bertata krama dan lebih sadar bertetangga. Negatifnya, kurang merasa menjadi diri sendiri karena takut ada warga yang tersinggung
100
Tanggal wawancara: 21 Februari 2016 Waktu Wawancara: 09.30 WIB Tempat: AMKT Mangkaliat
I. Identitas
1) Nama: Muhammad Dien Iqbal 2) Umur: 20th
3) Jenis Kelamin: Laki-laki 4) Daerah asal: Tarakan
5) Fak/Jur/Univ: FIK/PJKR/UNY 6) Lama study: 3th
7) Jenjang study: SI
II. Daftar pertanyaan
1) Berapa lama anda tinggal di asrama? 3th
2) Apa alasan anda untuk menetap di asrama dibandingkan di kos-kosan? Kalau di asrama banyak teman, kakak alumni sini juga jadi disaranin disini.
3) Menurut anda apa kelebihan dan kekurangan tinggal di satu asrama provinsi atau satu daerah dibanding kos atau kontrakan?
Kelebihannya, lebih murah, fasilitas memadai, teman-teman sama daerahnya dan juga bahasanya. Kekurangannya, sulit bagi waktu antara acara kampus, acara kampung, dan asrama.
4) Bagaimana sikap penduduk dengan keberadaan anda?
Baik, sering interaksi karena kuliah di jurusan olahraga anak-anak warga sering minta diajarin renang,dll.
5) Bagaimana mahasiswa dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga sekitar asrama?
Paling sering ngbrol kalau ada kegiatan ronda bagi cerita sesama, selain ronda juga terjalin tegur sapa.
6) Apakah hanya dalam rangka tertentu saja interaksi tersevbut terjalin?
Comment [U15]: CR
101
Tidak
7) Bagaimana frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar asrama
Lebih intens kalau ada kegiatan
8) Apakah anda pernah terlibat konflik dengan masyarakat sekitar asrama? Belum pernah
9) Bagaimana penyesuaian diri mahasiswa di asrama dengan masyarakat sekitar?
Pertama malu-malu tapi negur-negur juga, kenalan. Warga juga memberi stimulan buat ngbrol lama-lama bisa bikin topik obrolan sendiri.
10)Bagaiman cara berbaur anda dengan masyarakat sekitar asrama? Sebutkan?
Ngbrol-ngbrol nawarin juga kalau ada anaknya yang mau dibimbing jadi atlet, kegiatan asrama juga mendukung berbaur dengan masyarakat. 11)Apakah cara-cara tersebut efektif dalam rangka mendekatkan diri dengan
masyarakat sekitar? Efektif
12)Apakah pernah ada kegiatan asrama dimana anda berpartisipasi di dalamnya dan kegiatan tersebut mengundang atau melibatkan warga kampung sekitar?
Pernah
13)Pernahkan anda melakukan kegiatan bersama warga sekitar seperti; nongkrong,dsb?
Kalau nongkrong diluar nda pernah, paling pas ronda malam.
14)Apakah anda mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat?
Nda ada.
15)Apa ada perbedaan nilai-nilai budaya daerah asal anda dengan di daerah yang anda tempati sekarang?
Tata krama
16)Apakah hal itu mengganggu interaksi anda dengan masyarakat setempat?
Comment [U17]: ADPT
102
Tidak
17) Apakah anda masih memegang nilai-nilai budaya daerah asal anda dan diterapkan disini walaupun bertentangan?
Nda ada yang bertentangan
18)Apa saja dampak yang anda rasakan dari interaksi yang terjalin dengan masyarakat sekitar?
Kalau dulu jarang negur sekarang lebih ramah karena lingkungan lebih ramah. Jadi lebih baik, lebih bisa menyesuaikan diri karena sudah tau
103
Tanggal wawancara: 21 Februari 2016 Waktu Wawancara: 09.30 WIB Tempat: AMKT Mangkaliat
I. Identitas
1) Nama: Ilham Prasetyo Mulyadi 2) Umur: 22th
3) Jenis Kelamin: Laki-laki 4) Daerah asal: Tarakan
5) Fak/Jur/Univ: STMIK AMIKOM/Teknik Informatika 6) Lama study: 4th
7) Jenjang study: SI
II. Daftar Pertanyaan
1) Berapa lama anda tinggal di asrama? 4th
2) Apa alasan anda untuk menetap di asrama dibandingkan di kos-kosan? Karena pertama kali dapat info dari saudara terus datang ke asrama dan nyaman jadi menetap.
3) Menurut anda apa kelebihan dan kekurangan tinggal di satu asrama provinsi atau satu daerah dibanding kos atau kontrakan?
Kelebihannya, selain bisa ketemu satu daerah, lebih bisa berbaur sama warga bisa gabung organisasi kepemudaan, bisa bantu organisasi kampung.
4) Bagaimana sikap penduduk dengan keberadaan anda? Alhamdulillah sangat baik.
5) Bagaimana mahasiswa dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga sekitar asrama?
Interaksi sangat banyak seperti; menyapa di jalan, pertemuan di RT, jalan sehat, senam, ronda malam, bantu di masjid juga.
6) Apakah hanya dalam rangka tertentu saja interaksi tersebut terjalin? Kalau tidak ada kegiatan jarang.
104
7) Bagaimana frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat sekitar asrama?
Lumayan sering
8) Apakah anda pernah terlibat konflik dengan masyarakat sekitar asrama?