• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu

penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami

oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan

secara holistic dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan

bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan

memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007).

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di AMKT Mangkaliat Yogyakarta di

Jl. Pakuningratan No. 47, JT. II, RT. 13, RW. 03, Kelurahan

Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta

2. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam waktu kurang lebih tiga

bulan. Mulai dari bulan Februari hingga April 2016.

3. Sumber Data Penelitian

a. Sumber Primer

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan

data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2010: 225) . Data utama

37

dokumentasi dan wawancara secara langsung ke lokasi penelitian

dengan menggunakan instrumen yang sesuai.

b. Sumber Sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung

memberi data kepada pengumpul data ( Sugiyono, 2010: 225). Data

pendukung berupa literatur-literatur atau buku-buku yang relevan

dengan penelitian yang dianggap sebagai bahan pendukung penelitian.

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling

strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

mendapatkan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data

yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiono, 2012).

Penelitian ini menggunakan sumber data secara lisan dan tertulis,

sehingga dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan

adalah:

a. Wawancara

Menurut Lincoln dan Guba (1981), wawancara dilakukan

bermaksud untuk mengkonstruksikan mengenai orang, kejadian,

organisasi, perasaan, tuntutan, kepedulian dan lain-lain. Wawancara

merupakan percakapan dengan maksud tertentu, percakapan dilakukan

oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan

38

Wawancara yang akan dilakukan dalam penelitian ini

adalah terbuka dan terstruktur dimana informan mengetahui bahwa

mereka sedang diwawancari dan mengetahui maksud dan tujuan dari

wawancara yang dilakukan serta pertanyaan yang diajukan ditetapkan

sendiri oleh peneliti sesuai dengan fokus penelitian.

b. Observasi

Menurut W. Gulo (2004: 116), observasi adalah metode

pengumpulan data, dimana peneliti mencatat hasil informan

sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Metode ini

digunakan untuk memperoleh data yang akurat tentang keadaan di

lapangan dengan melakukan pengamatan langsung. Hal yang perlu

diperhatikan ketika melakukan observasi antara lain; pengamat harus

selalu ingat dan memahami betul apa yang hendak direkam dan

dicatat, selain itu juga harus bisa membina hubungan baik antara

pengamat dan obyek pengamatan (Bungin, 2012).

Observasi ini dilakukan untuk mengamati dan membuat

catatan deskriptif terhadap semua kegiatan yang terkait dengan

interaksi sosial penghuni asrama dengan masyarakat. Teknik

observasi dalam penelitian ini dilakukan pengamatan secara langsung

di lapangan, dengan mencari informasi dari para informan.

c. Dokumentasi

Menurut Guba dan Lincoln (Moleong, 2007) dokumentasi

39

dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Dokumen

adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

mengadakan pencatatan atau pengutipan dari dokumen yang ada di

lokasi penelitian. Alasan memiliki teknik dokumentasi adalah karena

dokumentasi adalah sumber data yang stabil, menunjukkan suatu fakta

yang telah berlangsung dan mudah didapatkan. Data dari dokumentasi

memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi akan kebenaran dan

keabsahan. Dokumentasi sebagai sumber daya yang kaya untuk

memperjelas keadaan atau identitas subyek penelitian,sehingga dapat

mempercepat proses penelitian.

5. Teknik Pemilihan Informan

Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel sumber data

dengan pertimbangan tertentu, seperti orang tersebut dianggap

paling tahu tentang apa yang kita harapkan dalam penelitian atau

mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti

menjelajahi objek yang diteliti (Sugiyono, 2010). Kriteria informan

untuk penelitian ini adalah pengurus dan anggota asrama yang tinggal

di asrama tersebut kurang lebih selama enam bulan dan masyarakat

40

6. Validitas Data

Teknik pemeriksaan keabsahan merupakan suatu startegi yang

digunakan untuk memeriksa keabsahan data atau dokumen yang

didapatkan atau diperoleh dari penelitian, supaya hasil penelitiannya

benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dari segala segi (Moleong,

2007).

Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan

kebenaran atau taraf kepercayaan data bisa melalui ketekunan

pengamatan di lapangan, triangulasi, pengecekan dengan teman

sejawat, analisis terhadap kasus-kasus negatif, referensi yang

memadai, dan pengecekan anggota. Beberapa teknik-teknik tersebut,

peneliti menggunakan teknik pengamatan lapangan dengan triangulasi.

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu diluar data tersebut untuk keperluan

pengecekan atau sebagai pembanding data tersebut (Moleong, 2007).

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber, dengan

pertimbangan bahwa untuk memperoleh data yang benar-benar valid.

Informasi yang diperoleh diusahakan dari narasumber yang betul-betul

mengetahui mengetahui informasi yang ingin diketahui. Informasi

yang diberikan oleh salah satu subyek dalam menjawab pertanyaan

peneliti akan dicek ulang dengan menanyakan ulang pertanyaan yang

sama kepada subyek yang lain. Apabila jawaban yang diberikan sama

41

Pada penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber,

metode, dan teori. Peneliti melakukan pengecekan ulang dengan

menanyakan kepada subyek lain untuk mengecek apakah data yang

ditemukan di lapangan sesuai dengan teori-teori yang sudah ada.

7. Analisis Data

Analisis data merupakan bagian yang penting dalam

metode ilmiah karena dengan analisis data mentah yang dikumpulkan

oleh peneliti. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini

adalah teknik analisis data kualitatif model interaktif. Menurut Miles

dan Huberman, analisis data yang dilakukan interaktif dan berlangsung

secara terus menerus hingga tuntas, hingga mencapai kejenuhan data

(dalam (Sugiyono, 2010: 246)

a. Pengumpulan data

Data dikumpulkan oleh peneliti dari hasil wawancara,

observasi, dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang

terdiri dari dua aspek, yaitu deskripsi dan refleksi. Catatan

deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang

dilihat, didengar, dirasakan, disaksikan, dan dialami sendiri

oleh peneliti (Miles dan Huberman, 1994: 15). Sedangkan

catatan refleksi yang membuat kesan, komentar dan tafsiran

peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan

rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya (Miles dan

42

b. Reduksi Data

Reduksi dapat diartikan sebagai proses pemulihan,

pemusatan perhatian penyederhanaan, pengabstrakan dan

transformasi data yang muncul dari catatan-catatan tertulis di

lapangan (Miles dan Huberman, 1994). Proses analisis data ini

dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari

berbagai sumber, setelah itu membuat rangkuman setiap

pertemuan dengan responden dan kemudin peneliti melakukan

reduksi data.

c. Penyajian Data

Sajian data adalah suatu susunan informasi yang

memungkinkan kesimpulan dapat ditarik (Miles dan

Huberman, 1994). Melihat suatu kajian data, penganalisis akan

dapat memahami apa yang terjadi, serta memberikan peluang

bagi penganalisis untuk mengerjakan sesuatu pada analisis atau

tindakan lain berdasarkan pemahan tersebut.

d. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan langkah akhir dalam pembuatan

suatu laporan. Penarikan data atau penarikan kesimpulan

adalah usaha guna mencari atau memahami makna, keteraturan

pola-pola kejelasan, alur sebab-akibat atau proporsi.

Kesimpulan yang ditarik segera diverifikasi dengan cara

43

lapangan agar memperoleh pemahaman yang tepat. Selain itu

juga dapat melakukan dan mendiskusikannya (Usman, 2009:

87).

Bagan 2. Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman

Pengumpulan Data Penyajian Data

Simpulan/ Verifikasi Reduksi Data

44 BAB IV

Dokumen terkait