DI LAHAN PASCA GALIAN PASIR
DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman, A. & F. Agus. 2001. Konservasi tanah dan air melalui pengelolaan bahan organik. Jurnal Alami 6(1): 35-43.
Abdurachman, A., I. Juarsah & U. Kurnia. 1999. Pengaruh penggunaan berbagai jenis dan takaran pupuk kandang terhadap produktivitas tanah ultisols terdegradasi di Desa Batin, Jambi. Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Tanah, Iklim dan Agroklimat. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. Hal: 303-315.
Adiati, U., I.K. Sutama., D. Yulistiani & I.G.M. Budiarsana. 2001. Pemberian konsentrat dengan level protein yang berbeda pada induk kambing PE selama bunting tua dan laktasi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 17-18 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal 247-254
Adie, M.M. & A. Krisnawati. 2007. Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
Anastasia, A. 2007. Performa kambing lokal jantan pada lama penggemukan yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Anggordi, R. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia, Jakarta.
Apdini, T.A.P. 2011. Pemanfaatan pellet Indigofera sp. pada kambing perah Peranakan Etawah dan Saanen di Peternakan Bangun Karso Farm. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Asnah. 1997. Pakan potensial sebagai sumber hijauan untuk penggemukan sapi di Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 211-216
Atabany, A. 2001. Studi kasus produktivitas kambing Peranakan Etawah dan kambing Saanen pada Peternakan Kambing Barokah dan PT. Taurus Dairy Farm. Tesis. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2008. Jawa Barat Dalam Angka “Jawa
Barat In Figures 2008”. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Bandung.
Katalog BPS 1403.32.
Badan Standarisasi Nasional. 2008. Bibit Kambing Peranakan Ettawa (PE). SNI 7352:2008. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Blakely, J. & D.H. Blade. 1992. Ilmu Peternakan. Edisi Ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Bogard, R. & R.E. Taylor. 1983. Scientific Farm Animal Production. Second Edition. Mac Millan Publishing Company, New York.
Budiarsana, I.G.M. & I.K. Sutama. 2001. Efisiensi produksi susu kambing Peranakan Etawah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 17-18 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 427-434.
68 Budiarsana, I.G.M. 2005. Performans kambing Peranakan Etawah (PE) di lokasi
agroekosistem yang berbeda. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 12-13 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 650-659.
Cahyadi, W. 2009. Kedelai: Khasiat dan Teknologi. Edisi 1, Cetakan 2. Bumi Aksara, Jakarta
Cheke, P.R. 1999. Aplied Animal Nutrition: Feed and Feeding. 2nd Ed. Prentice Hall Inc., New Jersey.
Crampton, E. W.& L. E. Harris. 1969. Applied Animal Nutrition 2nd. Ed. W. H. Freeman And Co, San Fransisco.
Devendra, C. & M. Burns. 1994. Produksi Kambing di Daerah Tropis. Terjemahan: IDK H. Putra. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Devendra, C. 1993. Kambing. Dalam: Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Penerjemah: SGN. D. Darmadja. Penyunting: I.B. Djagra. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Dewan Perwakilan Rakyat. 1967. Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 11/1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan. Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2011. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2011. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, Jakarta.
Eldesten, D. 1988. Composition of milk. Milk Science and Technology. Elvisier Publisher B.V Amsterdam. Hal:137-195.
Ensminger, M.E. 1990. Feed and Nutrition. 2nd Ed. The Ensminger Publishing Company, California.
Ensminger, M.E. 2002. Sheep and Goat Science, Sixth Edition. Interstate Publishers, Inc, United States.
Fauzan. 2002. Perencanaan Penggunaan Galian C dan Pasir Sungai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Greppi, G.F., P. Roncada & R. Fortin. 2008. Dairy Goats Feeding and Nutrition. CAB International, Roma.
Handoyo, D.M., Fauzan & N. Madiutomo. 1999. Pola Reklamasi Lahan Bekas Usaha Pertambangan Bahan Galian C. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Haryanto, B. 1992. Pakan domba dan kambing. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II : 26-32. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor. Hal 143-148.
Hastono. 2003. Kinerja produksi kambing Peranakan Etawah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 29-30 September 2003. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 91-94.
69 Heriyadi, D. 2004. Standarisasi Mutu Bibit Kambing Peranakan Ettawa. Kerjasama
Antara Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.
Heyne,K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jilid ke-2. Badan Litbang Kehutanan Jakarta, penerjemah. Yayasan Sarana Wana Jaya. Terjemahan dari De Nuttige Planten van Nederlanch Indie, Jakarta.
Hsia, L.C. 1990. The effect of hight enviromental temperature on animal production. In: Prociding The 5th A.A.A.P. Animal Science. Congress. Vol: 1. Taiwan, Republic of China. Hal: 54-57.
Karda, I.W. 2000. Nilai nutrisi daun kaliandra untuk ruminansia kecil. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor, Indonesia. Hal. 21-25.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral. 2008. Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) No. 18 Tahun 2008 mengenai reklamasi dan penutupan tambang. Jakarta.
Munier, F.F. 2008. Bobot lahir kambing Peranakan Etawah (PE) yang diberikan kulit buah kakao (Theobroma cocoa L.). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 11-12 Nopember 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-428.
National Academy of Science. 1980. Firewood Crops Shrub and Tree Species for Energi Production. National Academy Press. Washington DC.
National Research Council. 1981. Nutrient Requirement of Sheep. 6th Revised Edition. National Academy Press, Washington DC.
Nurhayati, A.D. 2000. Pengaruh bahan stek dan rootone f terhadap pertumbuhan stek seuseureuhan (Piper aduncum linn.). Skripsi. Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Padang. 2005. Pengaruh lama makan terhadap kecernaan bahan kering, protein kasar dan serat kasar pakan kambing kacang jantan. Jurnal Ilmu Ternak, Desember. Volume 5 Nomor 2, hal: 88-93.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Rangkuti, J.H. 2011. Produksi dan kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE) pada kondisi tatalaksana yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rani, I. 2004. Pengaruh kegiatan pertambangan pasir terhadap kualitas tanah, produktivitas lahan dan vegetasi serta upaya rehabilitasinya. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Roshetko, J.M. 2000. Calliandra calothyrsus di Indonesia. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor. Hal. 28-32.
70 Rusman. 2011. Produksi susu kambing Peranakan Etawah (PE) berdasarkan
ketinggian tempat pemeliharaan. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sabihan, S., G. Soepardi & S. Djokosudardjo. 1989. Pupuk dan Pemupukan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Shenyakov, I. 1970. Mining and Mineral Deposits. Foreign Languages Pub. Moscow.
Simanihuruk, K., Junjungan & A. Tarigan. 2007. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai pakan basal kambing Kacang fase pertumbuhan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 21-22 Agustus. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-423.
Smith, J, B. & S. Mangkoewidjojo. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Cetakan pertama. UI press, Jakarta. Smith, J.B. & S. Mangkoewidjojo. 1987. The Small Ruminant. The Sheep (Ovis
aries) and the Goats (Capra hircus). In: The Care, Breeding and Management of Experimental Animal for Research in the Tropic. International Development Program of Australian Universities and Colleges, Canberra. Soelarno, S.W. 2007. Perencanaan pembangunan pasca tambang untuk menunjang
pembangunan berkelanjutan, studi kasus pada pertambangan batubara PT. Kaltim Prima Coal di Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur. Disertasi. Universitas Indonesia, Jakarta.
Soeparno. 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sudaryanto,B. 1997. Pemanfaatan limbah perkebunan sebagai pakan ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 248-254.
Sugiyono. 2010. Kandungan asam lemak mudah menguap dan glukosa darah pada domba ekor tipis jantan yang diberi pakan ampas tahu kering. Jurnal Ilmiah Inkoma, Oktober. Volume 21, Nomor 3. Hal 9-12.
Sutama, I.K. & Budiarsana, IGM. 1997. Kambing Peranakan Etawah penghasil susu sebagai sumber pertumbuhan baru sub-sektor peternakan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 156-157.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Taylor, R.E. & T.G. Field. 2004. Scientific Farm Animal Production An Introduction to Animal Science. Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey. Tillman, E., H. Hartadi., S. Reksohadiprajdo & S. Labdosoeharjo. 1998. Ilmu
Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi dan Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung.
71 Tomaszewska, M.W., I.M. Mastika., A. Djajanegara., S. Gardiner & T.R. Wiradarya.
1993. Produksi Domba dan Kambing di Indonesia. Universitas Sebelas Maret, Solo.
Usmiati, S. & Setyanto, H. 2008. Penampilan karkas dan komponen karkas ternak ruminansia kecil. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 11-12 Nopember 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 371-378.
Wahju, J. 1997. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Cetakan ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Wahyuni, S. 2003. Karakteristik nutrisi ampas tahu yang dikeringkan sebagai pakan domba. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Wardoyo, S., D. Marmer & F. Tarmuji. 1999. Kegiatan Reklamasi/Pemulihan
Kualitas Lingkungan Melalui Model Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Galian C di Desa Simagalih Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Widiawati, Y., M. Winugroho & E. Teleni. 2007. Perbandingan laju degradasi rumput gajah dan tanaman leguminosa di dalam rumen. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 21-22 Agustus. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-423.
Widowati, S. 2007. Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
Wina, E. & Budi, T. 2000. Pemanfaatan kaliandra (Calliandra calothyrsus) sebagai hijauan pakan ruminansia di Indonesia. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor, Indonesia. Hal. 13-14. Yulistiani,D., B. Tiesnamurti, Subandriyo, M. Rangkuti & L. Praharani. 2000.
Produktivitas domba komposit betina lepas sapih yang diberi suplementasi Glirisidia. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18- 19 September 2000. Pusat Penelitian Peternakan, Bogor. Hal. 263-264. Yusuf, B. 2008. Arahan strategi kebijakan reklamasi lahan pasca penambangan nikel
pada lahan konsensi PT. Aneka Tambang Tbk unit bisnis pertambangan nikel daerah operasi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Tesis. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Zulfahmi. 1996. Model Reklamasi Lahan Pasca Penambangan Pasir dan Batu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Zurriyati, Y. 2005. Peningkatan produktivitas kambing PE dan Kacang melalui penerapan teknologi probiotik. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 12-13 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 597-599.
72
73 Lampiran 1. Hasil Analisis Ragam PBBH Kambing PE Muda
SK DB JK KT F P Perlakuan 1 901,33 901,33 19,45 0,0023 WPP 1 1045,33 1045,33 22,56 0,0014 Perlakuan*WPP 1 456,33 456,33 9,85 0,0138 Galat 8 370,67 46,33 Total 11 2773,67
Lampiran 2. Hasil Uji t Produksi dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah
Parameter Perbandingan P Keterangan
Produksi Susu P1 vs P2 0,394 tn
Berat Jenis Susu P1 vs P2 0,425 tn
Bahan Kering Susu P1 vs P2 0,004 **
Kandungan Protein P1 vs P2 0,026 *
Kandungan Lemak P1 vs P2 0,017 *
Kandungan Bahan Kering Tanpa Lemak P1 vs P2 0,105 tn
Kandungan Laktosa P1 vs P2 0,487 tn
Keterangan: P1 = Sebelum pemberian pakan tambahan (Hijauan), P2 = Setelah pemberian pakan tambahan (Hijauan & Pakan tambahan), tn = Tidak nyata (P>0,05), * = Berpengaruh nyata (P<0,05) dan ** = Berpengaruh sangat nyata (P<0,01).
67
DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman, A. & F. Agus. 2001. Konservasi tanah dan air melalui pengelolaan bahan organik. Jurnal Alami 6(1): 35-43.
Abdurachman, A., I. Juarsah & U. Kurnia. 1999. Pengaruh penggunaan berbagai jenis dan takaran pupuk kandang terhadap produktivitas tanah ultisols terdegradasi di Desa Batin, Jambi. Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Tanah, Iklim dan Agroklimat. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. Hal: 303-315.
Adiati, U., I.K. Sutama., D. Yulistiani & I.G.M. Budiarsana. 2001. Pemberian konsentrat dengan level protein yang berbeda pada induk kambing PE selama bunting tua dan laktasi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 17-18 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal 247-254
Adie, M.M. & A. Krisnawati. 2007. Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
Anastasia, A. 2007. Performa kambing lokal jantan pada lama penggemukan yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Anggordi, R. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia, Jakarta.
Apdini, T.A.P. 2011. Pemanfaatan pellet Indigofera sp. pada kambing perah Peranakan Etawah dan Saanen di Peternakan Bangun Karso Farm. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Asnah. 1997. Pakan potensial sebagai sumber hijauan untuk penggemukan sapi di Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 211-216
Atabany, A. 2001. Studi kasus produktivitas kambing Peranakan Etawah dan kambing Saanen pada Peternakan Kambing Barokah dan PT. Taurus Dairy Farm. Tesis. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2008. Jawa Barat Dalam Angka “Jawa
Barat In Figures 2008”. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Bandung.
Katalog BPS 1403.32.
Badan Standarisasi Nasional. 2008. Bibit Kambing Peranakan Ettawa (PE). SNI 7352:2008. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Blakely, J. & D.H. Blade. 1992. Ilmu Peternakan. Edisi Ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Bogard, R. & R.E. Taylor. 1983. Scientific Farm Animal Production. Second Edition. Mac Millan Publishing Company, New York.
Budiarsana, I.G.M. & I.K. Sutama. 2001. Efisiensi produksi susu kambing Peranakan Etawah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 17-18 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 427-434.
68 Budiarsana, I.G.M. 2005. Performans kambing Peranakan Etawah (PE) di lokasi
agroekosistem yang berbeda. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 12-13 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 650-659.
Cahyadi, W. 2009. Kedelai: Khasiat dan Teknologi. Edisi 1, Cetakan 2. Bumi Aksara, Jakarta
Cheke, P.R. 1999. Aplied Animal Nutrition: Feed and Feeding. 2nd Ed. Prentice Hall Inc., New Jersey.
Crampton, E. W.& L. E. Harris. 1969. Applied Animal Nutrition 2nd. Ed. W. H. Freeman And Co, San Fransisco.
Devendra, C. & M. Burns. 1994. Produksi Kambing di Daerah Tropis. Terjemahan: IDK H. Putra. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Devendra, C. 1993. Kambing. Dalam: Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Penerjemah: SGN. D. Darmadja. Penyunting: I.B. Djagra. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Dewan Perwakilan Rakyat. 1967. Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 11/1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan. Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2011. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2011. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, Jakarta.
Eldesten, D. 1988. Composition of milk. Milk Science and Technology. Elvisier Publisher B.V Amsterdam. Hal:137-195.
Ensminger, M.E. 1990. Feed and Nutrition. 2nd Ed. The Ensminger Publishing Company, California.
Ensminger, M.E. 2002. Sheep and Goat Science, Sixth Edition. Interstate Publishers, Inc, United States.
Fauzan. 2002. Perencanaan Penggunaan Galian C dan Pasir Sungai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Greppi, G.F., P. Roncada & R. Fortin. 2008. Dairy Goats Feeding and Nutrition. CAB International, Roma.
Handoyo, D.M., Fauzan & N. Madiutomo. 1999. Pola Reklamasi Lahan Bekas Usaha Pertambangan Bahan Galian C. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Haryanto, B. 1992. Pakan domba dan kambing. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II : 26-32. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor. Hal 143-148.
Hastono. 2003. Kinerja produksi kambing Peranakan Etawah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 29-30 September 2003. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 91-94.
69 Heriyadi, D. 2004. Standarisasi Mutu Bibit Kambing Peranakan Ettawa. Kerjasama
Antara Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.
Heyne,K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jilid ke-2. Badan Litbang Kehutanan Jakarta, penerjemah. Yayasan Sarana Wana Jaya. Terjemahan dari De Nuttige Planten van Nederlanch Indie, Jakarta.
Hsia, L.C. 1990. The effect of hight enviromental temperature on animal production. In: Prociding The 5th A.A.A.P. Animal Science. Congress. Vol: 1. Taiwan, Republic of China. Hal: 54-57.
Karda, I.W. 2000. Nilai nutrisi daun kaliandra untuk ruminansia kecil. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor, Indonesia. Hal. 21-25.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral. 2008. Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) No. 18 Tahun 2008 mengenai reklamasi dan penutupan tambang. Jakarta.
Munier, F.F. 2008. Bobot lahir kambing Peranakan Etawah (PE) yang diberikan kulit buah kakao (Theobroma cocoa L.). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 11-12 Nopember 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-428.
National Academy of Science. 1980. Firewood Crops Shrub and Tree Species for Energi Production. National Academy Press. Washington DC.
National Research Council. 1981. Nutrient Requirement of Sheep. 6th Revised Edition. National Academy Press, Washington DC.
Nurhayati, A.D. 2000. Pengaruh bahan stek dan rootone f terhadap pertumbuhan stek seuseureuhan (Piper aduncum linn.). Skripsi. Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Padang. 2005. Pengaruh lama makan terhadap kecernaan bahan kering, protein kasar dan serat kasar pakan kambing kacang jantan. Jurnal Ilmu Ternak, Desember. Volume 5 Nomor 2, hal: 88-93.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Rangkuti, J.H. 2011. Produksi dan kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE) pada kondisi tatalaksana yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rani, I. 2004. Pengaruh kegiatan pertambangan pasir terhadap kualitas tanah, produktivitas lahan dan vegetasi serta upaya rehabilitasinya. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Roshetko, J.M. 2000. Calliandra calothyrsus di Indonesia. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor. Hal. 28-32.
70 Rusman. 2011. Produksi susu kambing Peranakan Etawah (PE) berdasarkan
ketinggian tempat pemeliharaan. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sabihan, S., G. Soepardi & S. Djokosudardjo. 1989. Pupuk dan Pemupukan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Shenyakov, I. 1970. Mining and Mineral Deposits. Foreign Languages Pub. Moscow.
Simanihuruk, K., Junjungan & A. Tarigan. 2007. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai pakan basal kambing Kacang fase pertumbuhan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 21-22 Agustus. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-423.
Smith, J, B. & S. Mangkoewidjojo. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Cetakan pertama. UI press, Jakarta. Smith, J.B. & S. Mangkoewidjojo. 1987. The Small Ruminant. The Sheep (Ovis
aries) and the Goats (Capra hircus). In: The Care, Breeding and Management of Experimental Animal for Research in the Tropic. International Development Program of Australian Universities and Colleges, Canberra. Soelarno, S.W. 2007. Perencanaan pembangunan pasca tambang untuk menunjang
pembangunan berkelanjutan, studi kasus pada pertambangan batubara PT. Kaltim Prima Coal di Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur. Disertasi. Universitas Indonesia, Jakarta.
Soeparno. 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sudaryanto,B. 1997. Pemanfaatan limbah perkebunan sebagai pakan ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 248-254.
Sugiyono. 2010. Kandungan asam lemak mudah menguap dan glukosa darah pada domba ekor tipis jantan yang diberi pakan ampas tahu kering. Jurnal Ilmiah Inkoma, Oktober. Volume 21, Nomor 3. Hal 9-12.
Sutama, I.K. & Budiarsana, IGM. 1997. Kambing Peranakan Etawah penghasil susu sebagai sumber pertumbuhan baru sub-sektor peternakan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18-19 Nopember 1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal. 156-157.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Taylor, R.E. & T.G. Field. 2004. Scientific Farm Animal Production An Introduction to Animal Science. Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey. Tillman, E., H. Hartadi., S. Reksohadiprajdo & S. Labdosoeharjo. 1998. Ilmu
Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi dan Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung.
71 Tomaszewska, M.W., I.M. Mastika., A. Djajanegara., S. Gardiner & T.R. Wiradarya.
1993. Produksi Domba dan Kambing di Indonesia. Universitas Sebelas Maret, Solo.
Usmiati, S. & Setyanto, H. 2008. Penampilan karkas dan komponen karkas ternak ruminansia kecil. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 11-12 Nopember 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 371-378.
Wahju, J. 1997. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Cetakan ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Wahyuni, S. 2003. Karakteristik nutrisi ampas tahu yang dikeringkan sebagai pakan domba. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Wardoyo, S., D. Marmer & F. Tarmuji. 1999. Kegiatan Reklamasi/Pemulihan
Kualitas Lingkungan Melalui Model Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Galian C di Desa Simagalih Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Widiawati, Y., M. Winugroho & E. Teleni. 2007. Perbandingan laju degradasi rumput gajah dan tanaman leguminosa di dalam rumen. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 21-22 Agustus. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 422-423.
Widowati, S. 2007. Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
Wina, E. & Budi, T. 2000. Pemanfaatan kaliandra (Calliandra calothyrsus) sebagai hijauan pakan ruminansia di Indonesia. Lokakarya Produksi Benih dan Pemanfaatan Kaliandra, 14 –16 November. International Centre for Research in Agroforestry dan Winrock International, Bogor, Indonesia. Hal. 13-14. Yulistiani,D., B. Tiesnamurti, Subandriyo, M. Rangkuti & L. Praharani. 2000.
Produktivitas domba komposit betina lepas sapih yang diberi suplementasi Glirisidia. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor 18- 19 September 2000. Pusat Penelitian Peternakan, Bogor. Hal. 263-264. Yusuf, B. 2008. Arahan strategi kebijakan reklamasi lahan pasca penambangan nikel
pada lahan konsensi PT. Aneka Tambang Tbk unit bisnis pertambangan nikel daerah operasi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Tesis. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Zulfahmi. 1996. Model Reklamasi Lahan Pasca Penambangan Pasir dan Batu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
Zurriyati, Y. 2005. Peningkatan produktivitas kambing PE dan Kacang melalui penerapan teknologi probiotik. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 12-13 September. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 597-599.
72
73 Lampiran 1. Hasil Analisis Ragam PBBH Kambing PE Muda
SK DB JK KT F P Perlakuan 1 901,33 901,33 19,45 0,0023 WPP 1 1045,33 1045,33 22,56 0,0014 Perlakuan*WPP 1 456,33 456,33 9,85 0,0138 Galat 8 370,67 46,33 Total 11 2773,67
Lampiran 2. Hasil Uji t Produksi dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah
Parameter Perbandingan P Keterangan
Produksi Susu P1 vs P2 0,394 tn
Berat Jenis Susu P1 vs P2 0,425 tn
Bahan Kering Susu P1 vs P2 0,004 **