Adi T. R., Agus S., Budi S., Bangun M. S., Husni A., Tri H. P., Sudarto, Eddy S., Agustin R. 2006. Buku Panduan Pengembangan Usaha Terpadu Garam dan Artemia. Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Nonhayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan.
Akbar M. A. 2012. Optimasi Ektraksi Spent Bleaching Earth dalam Recovery Minyak Sawit. [Skripsi]. Departemen Teknik Kimia. Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Andrews J. M. 2008. BSAC Standardized Disc Susceptibility Testing Method (version 7). Journal of Antimicrobial Chemotherapy 62: 256–278.
Astarina N. W. G., Astuti K. W., Warditiani N. K. 2013. Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Udayana.
BPOM RI. 2010. Acuan Sediaan Herbal. Penerbit Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta.
Brooks G. F., Janet S. Butel. dan Stephen A. Morse. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.
Cahyadi, R. 2009. Uji toksisitas akut ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L) Terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine shrimp lethality test (BST). Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran. Universitas Dipenogoro. Semarang.
Dewi F. K. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia, Linnaeus) terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Diastuti H dan Suwandri. 2009. Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Antikanker Ekstrak Kulit Batang Rhizopora mucronata serta Uji toksisitasnya Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach). Jurnal Molekul 4(2): 54 – 61.
Dwilistiani D. 2013. Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Steroid pada Tumbuhan Patikan Cina (Euphorbia thymifolia Linn). [Artikel Ilmiah]. Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan, Universitas Jambi. Jambi.
Elya B., Atiek S. dan Farida. 2009. Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Manggis Hutan (Garcinia rigida Miq.). Majalah Ilmu Kefarmasian 6(1): 9 – 17.
Gunawan D. dan Sri M. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid 1. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hapsari Y. dan Partomuan S. 2010. Study Senyawa Kimia dalam Fase Ekstrak Etil Asetat Simplisia Cinnamomum spp. Secara KCKT dan GC-MS. Jurnal Kima Mulawarman 8(1): 23 – 27.
Hardi E. H, Sukenda, E. Harris, dan A. M Lusiastuti. 2011. Karakteristik dan Patogenisitas Streptococcus agalactiae Tipe β-hemolitik dan Non-hemolitik pada Ikan Nila. Jurnal Veteriner 12(2): 152 – 164.
Harwoko dan E. D. Utami. 2010. Aktivitas Sitotoksik Fraksi n-Heksana: Kloroform dari Ekstrak Metanol Kulit Batang Mangrove (Rhizopora mucronata) pada Sel Kanker Myeloma. Majalah Obat Tradisional 15(2): 51 – 55.
Hayati E. K. dan Nur H. 2010. Phytochemical Test and Brine Shrimp Lethality Test Against Artemia salina Leach of Anting-anting (Acalypca indica Linn.) Plant Extract. Jurnal Alchemy 1(2): 53 – 103.
Hazimah, Hilwan Y. T. dan Christine J. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Antimikrobial dari Ekstrak Plectranthus amboinicus. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia 1(2): 39 – 42.
Heinrich M., J. Barnes., S. Gibbons., dan E. M. Williamson. 2009. Farmakologi dan Fitoterapi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Indriani N. 2007. Aktivitas Antibakteri Daun Senggugu (Cleodendron serratum [L] Spr.). [Skripsi]. Program Studi Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Karlina C. Y., Muslimin I. dan Guntur T. 2013. Antibakteri Aktivitas Antibakteri Ekstrak Herba Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal LenteraBio 2(1): 87 – 93.
Kelana T. B. 2007. Uji Sitotoksik Ekstrak Metanol Kulit Kayu Tumbuhan Cep-Cepen (Castanopsis costata BL) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Assay. Jurnal Sains Kimia 11(1): 25 – 30.
Kordi G. H. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Rineka Cipta. Jakarta.
Kordi G. H. 2012. Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan. Rineka Cipta. Jakarta.
Kusmana C., Onrizal, dan Sudarmadji. 2003. Jenis-jenis Pohon Mangrove di Teluk Bintuni, Papua. Kelompol Kerja Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor dan PT Bintuni Utama Murni Wood Industries: Bogor. Kusuma R. 2012. Analisis Ekstrak Kulit Kayu Meranti Merah (Shorea leprosula
Miq.) sebagai Bahan Antibakteri Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Mulawarman Scientific 11(1): 111 – 124.
Lenny S. 2006. Senyawa Terpenoida dan Steroida. [Karya Ilmiah]. Departemen Kimia, FMIPA. USU. Medan.
Lisdawati V., Sumali W., L. Broto S., dan Kardono. 2006. Brine Shrimp Lethality Test dari Berbagai Fraksi Ekstrak Daging Buah dan Kulit Biji Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa). Buletin Penelitian Kesehatan 34(3): 111 – 118.
Lutfiyanti R., Widodo F. M., Eko N. Dewi. 2012. Aktivitas Antijamur Senyawa Bioaktif Ekstrak Gelidium latifolium terhadap Candida albicans. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan 1(1): 1-8.
Marliana S. D., Venty S., dan Suyono. 2005. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. Jurnal Biofarmasi 3 (1): 26 – 31.
Marlinda M., Meiske S. S., Audy D. W. 2012. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Jurnal MIPA Unsrat Online1(1): 24 – 28.
Maryani, D. Dana, dan Sukenda. 2002. Peranan Ekstrak Kelopak dan Buah Mangrove Sonneratia caseolaris (L) Terhadap Infeksi Bakteri Vibrio harveyi pada Udang Windu (Penaeus monodon FAB.). Jurnal Akuakultur Indonesia 1(3): 129 – 138.
Meilani S. W. 2006. Uji Bioaktivitas Zat Ekstraktif Kayu Suren (Toona sureni Merr.) dan Ki Bonteng (Platea latifolia BL.) Menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Meyer B.N., N. R. Ferrigni, J. E. Putnam, L. B. Jacobsen, D. E. Nichols and J. L. McLaughlin. 1982. Brine Shrimp: A Convenient General Bioassay for Active Plant Constituents. Journal of Medicinal Plant Research 45: 31 – 34.
Monalisa D., T. Handayani, dan D. Sukmawati. 2011. Uji Daya Antibakteri Ekstrak daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Jurnal BIOMA 9(2): 13 – 20.
Mulyadi M., Wuryanti, Purbowatiningrum R. S. 2013. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram. Jurnal Chem. Info 1(1): 35 – 42 ,
Mulyani S., Susilowati dan Maslan M. H. 2009. Analisis GC-MS dan daya anti bakteri minyak atsiri Citrus amblycarpa (Hassk) Ochse. Majalah Farmasi Indonesia, 20(3): 127 – 132.
Naufalin R. 2005. Kajian Sifat Antimikroba Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Berbagai Mikroba Patogen dan Perusak Pangan. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Ningsih D. R., Warsinah, dan Suwandri. 2006. Fraksinasi Ekstrak Metanol Kulit Batang Rhizophora mucronata dan Uji Daya Hambatnya Terhadap Bakteri Escherichia Coli. Jurnal Molekul 1(1): 30 – 35.
Novia, Haerani Y. dan Riska Y. 2009. Pemanfaatan Biji Karet sebagai Semi Drying Oil dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Pelarut N-heksana. Jurnal Teknik Kimia 16(4): 1 – 10.
Nurdiansyah dan Abdi R. 2011. Efek Lama Maserasi Bubuk Kopra Terhadap Rendemen, Densitas, dan Bilangan Asam Biodiesel yang Dihasilkan dengan Metode Transesterifikasi In Situ. Jurnal Belian 10(2): 218 – 224. Nursal, Sri W. dan Wilda S. J. 2006. Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale
Roxb.) dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Jurnal Biogenesis 2(2): 64 – 66, ISSN : 1829-5460. Oesman F., Murniana, M. Khairunnas dan N. Saidi. 2010. Antifungal Activity of
Alkaloid From Bark of Cerbera odollam. Jurnal Natural 10(2): 18 – 21. Panjaitan R. B. 2011. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Kulit Batang Pula Sari (Alyxiae
cortex) dengan Metode Brine Shrimpe Lethality Test (BST). [Skripsi]. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Pasaribu G, dan Titiek S. 2011. Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Kulit Kayu Raru (Cotylelobium sp.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29(4): 322 – 330.
Pelczar M. J dan Chan ECS. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Universitas Indonesia. Jakarta.
Poeloengan M, I. Komala, S. M. Noor, Andriani, dan S. R. P. Rianti. 2006. Aktivitas Air Perasan, Minyak Atsiri dan Ekstrak Etanol Daun Sirih Terhadap Bakteri yang Diisolasi Dari Sapi Mastitis Subklinis. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.
Poeloengan M. 2009. Aktivitas Air Perasan dan Ekstrak Etanol Daun Encok Terhadap Bakteri yang Diisolasi dari Sapi Mastitis Subklinis. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.
Pratiwi S.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Purwani E., Setyo W. N. H. dan Rusdin R. 2009. Respon Hambatan Bakteri Gram Positif dan Negatif Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diawetkan dengan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale). Jurnal Kesehatan 2(1): 61-70. ISSN 1979-7621.
Putri A. U. 2013. Uji Potensi Antifungi Ekstrak Berbagai Jenis Lamun terhadap Fungi Candida albicans. [Skripsi]. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Penerbit ITB. Bandung.
Rustaman, H. M. Abdurahman, J. Al Anshori. 2006. Skrining Fitokimia Tumbuhan di Kawasan Gunung Kuda Kabupaten Bandung sebagai Penelaahan Keanekaragaman Hayati. [Laporan Penelitian]. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Bandung.
Salni, Hanifa M., dan Ratna W. M. 2011. Isolasi Senyawa Antibakteri dari Daun Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan Penentuan Nilai KHM-nya. Jurnal Penelitian Sains 14 (1).
Sari D. K. 2008. Penapisan Antibakteri dan Inhibitor Topoisomerase I dari Xylocarpus granatum. [Tesis]. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Septiadi T., D. Pringgenies., O. K Radjasa. 2013. Uji Fitokimia dan Aktivitas Antijamur Ekstrak Teripang Keling (Holoturia atra) dari Pantai Bandengan Jepara Terhadap Jamur Candida albicans. Journal of Marine Research 2(2): 76 – 84.
Setyawan A. D., A. Susilowati, Sutarno. 2002. Biodiversitas Genetik, Spesies dan Ekosistem Mangrove di Jawa Petunjuk Praktikum Biodiversitas; Studi Kasus Mangrove. Kelompok Kerja Biodiversitas Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Sirait M. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Penerbit ITB. Bandung.
Siregar A. F., Agus S., Delianis P. 2012. Potensi Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Terhadap Bakteri Penyakit Kulit Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, dan Micrococcus luteus. Journal Of Marine Research 1(2): 152 – 160.
Sudirman S. 2011. Aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif Kangkung air (Ipomoea aquatic Forsk.). [Skripsi]. Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sufriadi A. 2006. Manfaat Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanni) Terhadap Khasiat Antioksidasi Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.)) Selama Penyimpanan. [Skripsi]. Program Studi Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Bogor Suhendi. 2009. Identifikasi dan Prevalensi Bakteri dan Cendawan yang Terseleksi
Sakit. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor.
Taofik M., Yulianti E., Barizi A. dan Hayati E K. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Air Daun Paitan (Thitonia diversifolia) sebagai Bahan Insektisida Botani untuk Pengendalian Hama Tungau Eriophyidae. Jurnal Alchemy 2(1): 104 – 157.
Tirtana E., Nora I., Warsidah dan Afghani J. 2013. Analisa Proksimat, Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan pada Buah Tampoi (Baccaurea macrocarpa). Jurnal JKK 2(1): 42 – 45.
Waluyo L. 2010. Teknik Metode Dasar dalam Mikrobiologi. Umm press. Malang. Wiyanto D. B. 2010. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut
Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticullatum Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii. Jurnal Kelautan 3(1): 1 – 17. Wulandari A. R. 2012. Uji Daya Efektivitas Antifungi Ekstrak Biji Tanjung
(mimusops elengi linn.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro dengan Metode Difusi. [Skripsi]. Fakultas kedokteran. Program studi sarjana kedokteran. Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Jakarta. Yuhana M., I. Normalina, dan Sukenda. 2008. Pemanfaatan Ekstrak Bawang
Putih Allium sativum Untuk Pencegahan dan Pengobatan Pada Ikan Patin Pangasionodon hypophthalmus yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila. Jurnal Akuakultur Indonesia 7(1): 95 – 107.
Yuniarti. 2010. Kajian Pemanfaatan Ekstrak Kulit Acacia mangium Willd. sebagai Antifungi dan Pengujiannya terhadap Fusarium sp. dan Ganoderma sp. Jurnal Sains dan Terapan Kimia 4(2): 190 – 198.
Lampiran 1. Proses Ekstraksi
Pengumpulan, pengeringan dan simplisia kulit batang R. mucronata
Proses penyaringan setelah maserasi
Pemisahan ekstrak dengan pelarut menggunakan rotary evaporator dan hasil ekstrak
Lampiran 2. Proses Pengujian Toksisitas
Penimbangan garam, Pelarutan garam dalam akuades dan Pengambilan kista A. salina
Pemasukan A. salina dalam wadah penetasan, Penimbangan ekstrak, dan Pemberian DMSO
Penghomogenan dengan vortex, Pemipetan ekstrak dan ekstrak dengan pelarut etil asetat
Lampiran 2. Lanjutan
ekstrak dengan pelarut n-heksana, ekstrak dengan pelarut metanol dan Pemasukan A. Salina dalam botol uji
Lampiran 3. Proses Pengujian Antimikroba
Penimbangan Ekstrak, Penghomogenan ekstrak dengan DMSO dan Penyiapan suspensi bakteri
Pembandingan dengan larutan Mcfarland dan pengolesan suspensi bakteri pada media uji
Lampiran 4. Analisis Kriteria Bakteri Aeromonas hydrophila
Uji oksidase positif dan uji Rimmler-Shoots (RS) positif
Uji Motilitas motil dan Uji O/F positif
Lampiran 5. Analisis Kriteria Bakteri Streptococcus agalctiae
Uji motilitas non motil dan uji O/F positif fermentatif
Lampiran 6. Analisis Kriteria Bakteri Saprolegnia sp.
Proses penanaman jamur
Lampiran 7. Data Awal Zona Hambat Ekstrak Kulit Batang Rhizophora mucronata terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila, Streptococcus agalactiae dan Jamur Saprolegnia sp..
a. Zona hambat pada bakteri A. hydrophila.
Ekstrak Ulangan Zona hambat 24 jam (mm)
60% 40% 20% Metanol U1 0 0 0 U2 0 0 0 U3 0 0 0 N-heksana U1 12,20 0 0 U2 10,25 10,10 0 U3 10,30 0 0 Eti asetat U1 9,20 7,25 7,05 U2 9,35 7,45 7,15 U3 13,20 8,25 7,45 Kloramfenikol U1 33,5 U2 37,5 U3 33,65 DMSO U1 0 U2 0 U3 0
b. Zona hambat pada bakteri S. agalactiae. Ekstrak
Ulangan
Zona hambat 24 jam (mm)
60% 40% 20% Metanol U1 14,95 14,45 12,95 U2 16,30 11,35 14,50 U3 15,25 16,80 15,90 N-heksana U1 0 0 0 U2 0 0 0 U3 0 0 0 Eti asetat U1 24,65 13,65 19,50 U2 20,20 18,5 19,75 U3 26,60 23,55 18,50 Kloramfenikol U1 41,30 U2 58,95 U3 42,45 DMSO U1 0 U2 0 U3 0
c. Data awal pengukuran rata-rata jari-jari hambatan jamur Saprolegnia sp. pada berbagai ekstrak dan konsentrasi
Hari
ke Ekstrak
Rata-rata pertumbuhan hifa pada berbagai konsentrasi ( mm )
Rata-rata pertumbuhan
hifa normal ( mm )
Rata-rata jari-jari zona hambat (mm) 60% 40% 20% K 60% 40% 20% K 1 Metanol 15,6 16,6 16,6 20 4,4 3,4 3,4 N-heksana 18,3 19,3 19,3 19,3 1 0 0 Etil asetat 14 14,3 15 18 4 3,7 3 Nistatin 18 20 2 DMSO 18 18 0 2 Metanol 17,6 18 19 38,6 21 20,6 19,6 N-heksana 38 38 39,3 40,6 2,6 2,6 1,3 Etil asetat 14,3 16 16,6 36 21,6 20 19,4 Nistatin 35,3 37,3 2 DMSO 41,6 41,6 0 3 Metanol 26 36,3 40,6 45 19 8,7 4,4 N-heksana 45 45 45 45 0 0 0 Etil asetat 14,3 15,6 25 45 30,7 29,4 20 Nistatin 45 45 0 DMSO 45 45 0
Lampiran 8. Tabel Probit Persentase Probit 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 - 2,67 2,95 3,12 3,25 3,36 3,45 3,52 3,59 3,66 10 3,72 3,77 3,82 3,87 3,92 3,96 4,01 4,05 4,08 4,12 20 4,16 4,19 4,23 4.26 4,29 4,33 4,36 4,39 4,442 4,45 30 4,48 4,5 4,53 4,56 4,59 4,61 4,64 4,67 4,69 4,72 40 4,75 4,77 4,8 4,82 4,85 4,87 4,9 4,92 4,95 4,97 50 5 5,03 5,05 5,08 5,1 5,13 5,15 5,18 5,2 5,23 60 5,25 5,28 5,31 5,33 5,36 5,39 5,41 5,44 5,47 5,5 70 5,52 5,55 5,58 5,61 5,64 5,67 5,71 5,74 5,77 5,81 80 5,84 5,88 5,92 5,95 5,99 6,04 6,08 6,13 6,18 6,23 90 6,28 6,34 6,41 6,48 6,55 6,64 6,75 6,88 7,05 7,33 99 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 7,33 7,37 7,41 7,46 7,51 7,58 7,65 7,75 7,88 8,09
Lampiran 9. Data awal kematian Artemia salina pada berbagai konsentrasi uji.
Perlakuan Ulangan Rata-rata U1 U2 U3 Etil asetat 1000 ppm 10 10 10 10 100 ppm 7 7 6 6,6 10 ppm 5 4 4 4,3 Metanol 1000 ppm 10 10 10 10 100 ppm 4 6 6 5,3 10 ppm 4 6 3 4,3 n-heksana 1000 ppm 10 10 10 10 100 ppm 6 6 7 6,3 10 ppm 3 5 2 3,3
Kontrol air laut 3 1 2 2
Lampiran 10. Perhitungan LC50 pada ekstrak kulit batang Rhizophora mucronata dengan pelarut etil asetat
Perlakuan Konsentrasi (ppm) Total Populasi Jumlah Kematian Persen Mortalitas (%) Log Konsentrasi Probit LC (ppm) 50 Etil asetat 1000 30 30 100 3 8,09 21,06 100 30 20 66,66 2 5,41 10 30 13 43,33 1 4,82
Contoh perhitungan persen mortalitas pada ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 100 ppm
Persen mortalitas = Jumlah Artemia yang mati Jumlah populasi
x 100%
= 20/30 x 100 % = 66,66 %
Kurva hubungan log konsentrasi versus nilai probit ekstrak etil asetat:
Dari grafik hubungan antara log konsentrasi (sumbu x) dengan nilai probit sumbu y didapatkan persamaan y = 1,635x + 2,836 dan R² = 0,880
Penentuan LC50
50% nilai probit (y) = 5 (dilihat dari table probit), x = log konsentrasi. Perhitungan LC
(Konsentrasi yang dapat menyebabkan kematian sebesar 50 %)
50
5 = 1,635x + 2,836
dari persamaan regresi y = 1,635x + 2,836 dan R² = 0,880 adalah sebagai berikut:
Lampiran 10. Lanjutan
x = (5 – 2,836) / 1,635 x = 1,323547401
anti log dari x = 1,323547401 LC50
b. Perhitungan LC
= 21,06 ppm
50 pada ekstrak kulit batang Rhizophora mucronata dengan pelarut metanol.
Perlakuan Konsentrasi (ppm) Total Populasi Jumlah Kematian Persen Mortalitas (100%) Log Konsentrasi Probit LC50 (ppm) Metanol 1000 30 30 100 3 8,09 24,59 100 30 16 53,33 2 5,08 10 30 13 43,33 1 4,82
Contoh perhitungan persen mortalitas pada ekstrak metanol dengan konsentrasi 100 ppm
Persen mortalitas = Jumlah Artemia yang mati Jumlah populasi
x 100%
= 16/30 x 100 % = 53,33 %
Kurva hubungan log konsentrasi versus nilai probit ekstrak metanol:
Dari grafik hubungan antara log konsentrasi (sumbu x) dengan nilai probit sumbu y didapatkan persamaan y = 1,635x + 2,726 dan R² = 0,809
Lampiran 10. Lanjutan
Penentuan LC50
50% nilai probit (y) = 5 (dilihat dari table probit), x = log konsentrasi (Konsentrasi yang dapat menyebabkan kematian sebesar 50 %)
Perhitungan LC50
5 = 1,635x + 2,726
dari persamaan regresi y = 1,635x + 2,726 dan R² = 0,809 adalah sebagai berikut:
x = (5 – 3,73) / 1,635 x = 1,390825688
anti log dari x = 1,390825688 LC50
c. Perhitungan LC
= 24,59 ppm
50 pada ekstrak kulit batang Rhizophora mucronata dengan pelarut n-heksana.
Perlakuan Konsentrasi (ppm) Total Populasi Jumlah Kematian Persen Mortalitas (100%) Log Konsentrasi Probit LC50 (ppm) n-heksana 1000 30 30 100 3 8,09 27,38 100 30 19 63,33 2 5,33 10 30 10 33,33 1 4,56
Contoh perhitungan persen mortalitas pada ekstrak n-heksana dengan konsentrasi 100 ppm
Persen mortalitas = Jumlah Artemia yang mati Jumlah populasi
x 100%
= 19/30 x 100 % = 63,33 %
Lampiran 10. Lanjutan
Dari grafik hubungan antara log konsentrasi (sumbu x) dengan nilai probit sumbu y didapatkan persamaan y = 1,765x + 2,463 dan R² = 0,904
Penentuan LC50
50% nilai probit (y) = 5 (dilihat dari table probit), x = log konsentrasi (Konsentrasi yang dapat menyebabkan kematian sebesar 50 %)
Perhitungan LC50
5 = 1,765x + 2,463
dari persamaan regresi y = 1,765x + 2,463 dan R² = 0,904 adalah sebagai berikut:
x = (5 – 2,463) / 1,765 x = 1,437393768
anti log dari x = 1,437393768 LC50 = 27,38 ppm
Lampiran 11. Perhitungan konsentrasi untuk uji antimikroba
Ekstrak dengan konsentrasi 60% dibuat dengan melarutkan ekstrak sebanyak 0,6 gram dalam 1 ml DMSO. Kemudian diencerkan menjadi konsentrasi 40% dan 20% dalam 0,5 DMSO. Contoh perhitungan pengencerannya adalah sebagai berikut:
Pengenceran 40% V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 60 = 0,5 x 40 V1 = 20/60
V1 = 0,333 ml atau 333,33 µl diambil dari konsentrasi 60% kemudian diencerkan dengan DMSO sebanyak 166,67 µl sehingga didapatkan konsentrasi 40% sebanyak 0,5 ml
Pengenceran 20% V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 60 = 0,5 x 20 V1 = 10/60
V1 = 0,166 ml atau 166,66 µl diambil dari konsentrasi 60% kemudian diencerkan dengan DMSO sebanyak 333,34 µl sehingga didapatkan konsentrasi 20% sebanyak 0,5 ml.