• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, L., Siroj, R.A. & Putri, R.I.I., 2010. Penerapan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII-4 SMP Negeri 27 Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1). 72-84.

Arifin Z. 2012. Evalusi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. 2002a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2010b. Prosedur Penelitian (Ed Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Barrows, H. 1996. New direction for teaching and learning “Problem Based Learning medichine and beyond:A brief overbiew. Jossey Bass Publishers. Supardi, Kasmadi Imam & Putri, Indraspuri Rahning. 2010. Pengaruh Penggunaan

Artikel Kimia dari Internet pada Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 4(1). 574-581

Guo, M. 2013. Developing Critical Thinking in English Class: Culture-based Knowledge and Skills. Theory and Practice in Language Studies, 3:[3], pp. 503-507 [Tersedia di http://e-resources.pnri.go.id:2061/media]

Hafismuaddab. 2013. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based

Learning). [Tersedia di

http://hafismuaddab.files.wordpress.com/2011/06/problem-based-learning-process]

Hamdani, M.A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : CV.Pustaka Setia Haryanto, 2010. Macam-macam Teori Belajar. http://belajarpsikologi.com/

[diakses 27-01-2015)

Herman, T. 2008. Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Indonesia, 1(1). 22-28.

Hertiavi, M.A; H. Langlang & S. Khanafiyah. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika 6(2010): 53-57.

Ismail, S M. 2009. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: Rasail. Media Grup.

Joyce, B., & Weil, M. 1980. Model of teaching. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Mardapi, Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes Nontes. Yogyakarta:

PT Mitra Cendekia.

Munib, A. 2011. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press

Nurhayati, L; K S Martini & T Redjeki. 2013. Peningkatan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Pada Materi Minyak Bumi Melalui Penerapan Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) Dengan Media Crossword. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(4): 1-8.

Nurhayati. 2013. Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar pada materi minyak bumi melalui penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan media crossword. Mengutip dari Gentry, E. (2000). Creating Student-centered, Problembased Classrooms.Huntsville: University of Alabama. Tersedia di http://aspire.cs.uah.edu/ [diakses 15- 04- 2014] Rahayu, I P; Sudarmin & Wijanto. 2012. Penerapan Model PBL Berbantaun Media

Transvisi Untuk Meningkatkan KPS dan Hasil Belajar. Chemistry in Education, 2(1).

Rahayuningrum, R H. 2008. Penggunaan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Berbantuan Komputer Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII F dI SMP Negeri 2 Imogiri Bantul. Peran ICT untuk Mendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika. Artikel. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Rubi, A P & Zamtinah. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Diklat Praktik Dasar Intalasi Listrik (PDIL) Di Smk Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Santoso, E B. 2011. Model Pembelajaran Group Investigation. http://www.ras-eko.co.cc [diakses pada 4 Februari 2015]

Sapari. 2013. Penerapan Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle

dalam Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Akidah Akhlak Materi Asmaul Husna Kelas IV MI Krajankulon Kaliwungu Kabupaten Kendal. Skripsi. Semarang : IAIN Walisongo Semarang

Saptorini. 2011. Strategi Pembelajaran Kimia. Semarang : Jurusan Kimia FMIPA Unnes

Sardiman A.M. 2005. Interaksi & Motivasi belajar mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Sirhan, Ghassan. 2007. Learning Difficulties in Chemistry: An Overview. Journal of Turkish Science Education (TUSED). 4(2)

Solichin, Mohammad Muchlis. 2012. Psikologi Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran. Yogyakarta: Suka Press

Suci, N M. 2008. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha. 2(1): 74-86

Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sudjana. 2002a. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sudjana. 2005b. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2011. Metoda Penelitian Administrasi. Bandung: CV Alfabeta.

Suyitno, A. 2004. Dasar-dasar dan proses pembelajaran Matematika 1. Semarang: Jurusan Matematika

Tawil, Muh & Liliasari. 2013. Berpikir Kompleks dan Implementasinya dalam Pembelajaran IPA. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Inovatif Beorientasi Konstruktivisme. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Udin S W. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka Ulfah, A. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap

Proses Ketrampilan Sains Pada Materi Koloid di SMA. Jurnal Pendidikan Kimia 3(10): 2-10.

UU Nomor 20 tahun 2003. 2011. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiryadi, Ni Ketut. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group

Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Kimia Dengan

Mempertimbangkan Kreativitas Siswa (Studi Eksperimen terhadap Para Siswa SMA Dwijendra Denpasar). Jurnal Pascasarjana Undhiksa 7(1): 28-41.

PENGGALAN SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA MATERI REDOKS

Satuan Pendidikan : SMA Kelas : X Kompetensi Inti :

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi dengan melakukan investigasi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami ,menerapkan, menyelidiki, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik dengan melakukan investigasi pada penerapannya sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar Indikator Kompetensi Materi

Pokok Pembelajaran Penilaian

Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud 1.1.1 Peserta didik mampu mengagungkan kebesaran Tuhan YME Konsep reaksi oksidasi - reduksi Mengamati  Melakukan penyelidikan mengenai penerapan konsep redoks Tugas  Melakukan investigasi mengenai penerapan 3 mgg x 3 jp  Lembar kerja siswa

YME dan

pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. mampu menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita 1.1.3 Peserta didik mampu mensyukuri setiap anugerah yang telah diberikan Tuhan YME

hari semisal reaksi pembakaran, kondisi logam pada daerah pinggir laut, pada bengkel las untuk menyelidiki

penyambungan besi dan reaksi redoks yang terjadi serta karat besi untuk menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi  Melakukan diskusi berbasis masalah tentang perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion.

 Melakukan percobaan sederhana terkait materi redoks dengan meletakkan logam pada beberapa larutan

kehidupan sehari-hari diberbagai tempat seperti pinggir laut, bengkel las, bengkel mobil dll.

Observasi

Sikap dan ketrampilan saat melakukan

investigasi serta saat presentasi artikel ilmiah dan hasil lembar investigasi Portofolio Artikel ilmiah Lembar investigasi Lembar hasil percobaan sederhana Kimia kelas X  Berbagai sumber belajar lainnya

basa dan garam) Menanya

 Mencari solusi untuk menjawab permasalahn dalam penyelidikan yang dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan di tempat penyelidikan.

 Mengapa besi bisa berkarat? Bagaimana menuliskan persamaan reaksinya?

 Bagaimana

menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion? Pengumpulan data  Mencatat segala informasi yang diperoleh saat melakukan penyelidikan.  Mencari informasi terkait solusi untuk

Pemahaman konsep redoks, perubahan bilangan oksidasi dan aplikasi redoks dalam pemecahan masalah lingkungan.

penyelidikan yang dilakukan

 Merancang percobaan sederhana mengenai peristiwa korosi serta mempresentasikan hasilnya untuk mencegah misskonsepsi.

 Mendiskusikan hasil kajian literatur untuk menjawab pertanyaan tentang bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion. Mengasosiasi

 Menganalisis data untuk menyimpulkan reaksi perkaratan yang terjadi pada logam besi di berbagai jenis larutan

 Menuliskan reaksi korosi hasil percobaan.

unsur sebelum dan sesudah reaksi.

 Menuliskan reaksi serah terima elektron hasil percobaan.

 Menganalisis dan menyimpulkan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion.

Mengkomunikasikan

 Menyajikan hasil percobaan

sederhana .reaksi perkaratan pada logam besi

 Menyajikan penyelesaian penentuan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion.

 Melakukan pemaparan terkait hasil

penyelidikan yang dilakukan.

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Dokumen terkait