• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Adriman. 2004. Manajemen Sumberdaya Perairan. Pengantar Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. Press. Dalam Feliatra (ed). Pengantar Perikanan dan Kelautan I. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riua Press. Pekanbaru 140 hal.

Arie,U., dan Cecep, M. 2012. Panen Ikan Mas 2,5 Bulan. Penebar Swadaya. Jakarta

Azwar, Z.I., Ningrum, S. dan Ongko, S. 2004. Manajemen Pakan Usaha Budidaya Ikan di Karamba Jaring Apung. Dalam Pengembangan Budidaya Perikanan di Perairan Waduk. Pusat Riset Budidaya Perikanan. Jakarta.

Beveridge, M.C.M. 2004. Cage aquaculture. 3rd

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Kantor Badan Pusat Statistik Kecamatan Padangsidimpuan Barat. Kabupaten Tapanuli Selatan.

Edition. Blackwell Publishing, Oxford, UK. 368 pp. Bolte, J., Nath, S., Ernst, D., 2000. Development of decision support tools for aquaculture: the POND

experience. Aquacultural Engineering. 23(1): 103—119.

[Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2008. Kantor Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah Kecamatan Padangsidimpuan Barat. Kabupaten Tapanuli Selatan.

__________________________________________. 2011. Kantor Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah Kecamatan Padangsidimpuan Barat. Kabupaten Tapanuli Selatan.

Barus, T.A. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Sungai dan Danau. Program Studi Biologi. Fakultas Mipa USU-Medan.

Bengen, D.G. 2002. Sinopsis Ekosistem Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya. Bogor. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut. Institusi Pertanian Bogor.

Benny, H.S. 2009. Keanekaragaman Plankton Serta Hubungannya dengan Kualitas Air di Perairan Danau Toba. Balige Kabupaten Toba Samosir. Tesis Program Studi Biologi. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Boyd, C.E. 1990. Water Quality Management and Aeration in Shirmp Fishering.

Aubern : Fisheries and Allied Aquaculture Departemen. Auburn University.

[DPK] Dinas Perikanan dan Kelautan. 2008. Dinas Perikanan dan Kelautan Kecamatan Padangsidimpuan Barat. Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dahuri, R.J., Rais, S.P., Ginting dan Sitepu, J. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Secara Terpadu. PT. Pradaya Pramita. Jakarta 325 hal. Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran : Hubungannya dengan

Toksikologi Senyawa Logam. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 258 hal.

Erlania, Rusmaedi, Anjang Bangui. Prasetio, dan Halyadi, F. 2010. Dampak Manajemen Pakan Dari Kegiatan Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niliticus) di Keramba Jaring Apung Terhadap Kualitas Perairan Danau Maninjau. Prosiding Forum lnovasi Teknologi Akuakultur. Pusat Riset Perikanan Budidaya. Jakarta Selatan 621 - 631.

Garno, Y.S. 2002. Beban Pencemaran Limbah Perikanan Budidaya dan Eutrofikasi di Perairan Waduk pada DAS Citarum. Jurnal Teknologi Lingkungan. 3(2) : 112-120.

Ghufran. 2013. Budidaya Nila Unggul. AgroMedia Pustaka. Jakarta

Halide, H. 2008. Cads Tool. Suatu Perangkat Pendukung Budidaya Keramba

Jaring Apung. ACIAR FISH/2003/027 Planning Tools For Environmentally Sustainable Tropical Finish Cage Culture in Indonesia and Northern Australia.

Happy, A.R., Masyiamsir dan Dhahiyat, Y. 20102. Distribusi Logam Berat Pb dan Cd pada Kolam Air dan Sedimen Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(3) : 175-182.

Hayati,Y., Nurdin, S., dan Efawani. 2012. Keragaman Fitoplankton di Perairan Danau Singkarak. Jorong Ombilin Rambutan Sub Regency Kabupaten Tanah datar Provinsi Sumatera Barat. Riset. Fakultas Perikanan dan Kelautan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Universitas Riau. Pekanbaru.

Hendrawati, Tri, H.P., dan Nani, N.R. 2007. Analisis Kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrat, Nitrit) pada Tambak Air Payau Akibat Rembesan Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Jawa Barat.

Irsyaphiani. 2009. Tesisi Status Trofik dan Daya Dukung Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Isnansetyo, A. dan Kurniastuty. 1995. Tekhnik Kultur Fitoplankton Zooplankton. Kaninus. Yogyakarta.

Jangkaru. 2000. Pembesaran Ikan Air Tawar di Berbagai Lingkungan Pemeliharaan. Penebar Swadaya. Jakarta.

[KLH] Kajian Lingkungan Hidup. 2009. Gambaran Umum Potensi dan Kondisi Danau di Indonesia.

Khairuman dan Khairul A. 2013. Budidaya Ikan Nila. AgroMedia Pustaka. Jakarta. Krismono. 1992. Penelitian Potensi Sumberdaya Perairan Waduk Wadaslintang,

Mrica, Karangates dan Waduk Selorejo untuk Budidaya Ikan dalam Keramba Jaring Apung. Buletin Penelitian Perikanan Darat. 2(2) : 20 hal.

Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri. Penerbit. ANDI. Yogyakarta.

Lee Kwan Yi dan Laksono. 1978. The Water Publisher. United State of Amaerica. 2460 Kerper Boulevard Dubuque IA 52001.

Lukman dan I. Ridwansyah. 2010. Kajian Morfometrik dan Beberapa Parameter Stratifikasi Perairan Danau Toba. Jurnal Limnotik. Perairan Darat Tropis di Indonesia. 17 (2).

Lukman. 2011. Pengembangan Keramba Jaring Apung Pertimbangan Daya Dukung dan Ancamannya Terhadap Lingkungan Perairan Danau. Pusat

Penelitian Limnologi-LIPI. Makalah pada buku Perspektif Terhadap

Kebencanaan dan Lingkungan di Indonesia. 173-193

Machbub, B. 2010. Model Perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau dan Waduk. Jurnal Sumberdaya Air. 6 (2) : 129-144.

Minggawati, I., dan Saprono. 2012. Parameter Kualiatas Air untuk Budidaya Ikan

Patin (Pangasius pangasius) di Keramba Sungai Kahayan. Kota

Palangkaraya. Jurnal Ilmu Hewani Tropik. 1(1).

Nur, A. 2007. Analysis of Feeds and Fertilizers for Sustainable Aquaculture Development in Indonesia. In M.R. Hasan, T. Hecht, S.S. De Silva and A.G.J. Tacon (Eds.). Study and analysis of feeds and fertilizers for sustainable aquaculture development. FAO Fisheries Technical Paper. No. 497. Rome, FAO. R 245-267.

Odum, E.P. 1996. Dasar-dasar Ekologi. Gajah Mada. 3nd. University Press.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 28. Tahun 2009. Tentang Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau Dan/Atau Waduk.

Pratiwi, I. 2010. Tehnik Cerdas Budidaya Ikan Mas. Seri Perikanan Modern. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Pulatsu, S. 2003. The Application of a Phosphorus Budget Model Estimating The

Carrying Capacity of Kesikkopru Dam. Turkis Jurnal of Veterinery Animal Sciences. 27 : 1,127-1,130.

Rachmanda, A. 2011. Estimasi Populasi Gastropoda di Sungai Tambak Bayan Yogyakarta. Jurnal Ekologi Perairan. 1 : 1-7

Rachmansyah. 2004. Analisis Daya Dukung Lingkungan Perairan Teluk Awarange Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan bagi Pengembangan Budidaya Bandeng dalam Keramba Jaring Apung. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. Disertasi.

Rasyid, A.J. 2010. Distribusi Suhu Permukaan Pada Musim Peralihan Barat-Timur. Terkait dengan Fishing Ground Ikan Pelagis di Perairan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 20 (1) : 1-7.

Resosudarmo, B.P., Hartono, D., Ahmad, T., dan Nina. 2002. Analisis Penentuan Sektor Perioritas di Kelautan dan Perikanan Indonesia. Jurnal Saintek Pesisr dan Lautan. 4 (2) : 20-32.

Rustam. 2010. Analisis Parameter Fisika, Kimia, Biologi dan Daya Dukung Lingkungan Perairan Pesisir Untuk Pengembangan Usaha Budidaya Udang Windu di Kabupaten Barru. Jurnal Nature Indonesia. 13(1) : 33-40.

Rovita, G.D., Pujiono,W.P., dan Prijadi, S. 2012. Stratifikasi Vertikal NO3-N dan

PO4-P pada Perairan di Sekitar Eceng Gondok (Eichornia crassipes

Solms) dengan Latar Belakang Penggunaan Lahan Berbeda di Perairan Rawa Pening. Journal of Management of Aquatic Resources. 1(1) : 1-7 Salmin. 2005. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD)

sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana. 30(3): 21-26.

Sihotang. C., dan Efawani. 2007. Limnologi Perikanan. Universitas Riau. Pekanbaru.

Sittadewi, E.H. 2008. Fungsi Strategi Danau Tondono Perubahan Ekosistem dan Masalah yang Terjadi. Jurnal Teknik Lingkungan. 9(1) : 59-66.

Soegianto, A. 2005. Ilmu Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press. Suin, N.M. 2002. Metoda Ekologi. Padang : Andalas

Suparjo, M.N. 2008. Daya Dukung Lingkungan Perairan Tambak Desa Mororejo Kabupaten Kendal. Jurnal Saintek. 4(1) : 50-55.

Susmianto, A. 2004. Aspek Pengumpulan Data dan Informasi Sumberdaya Perairan Darat dalam Rangka Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dkk dan Ekosistemnya. Limnologi : Perairan Darat Tropis di Indonesia. Pusat penelitian Limnologi.

Sutrisno, T.C. 1991. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Suyanto, R. 2010. Pembenihan dan Pembesaran Nila. Penebar Swadaya. 124 hal.

Wetzel, R.G. 2001. Limnological Lake and River Ecosystem. 3nd Ed.

Academica Press. San Diego California.

Wibisono, M.S. 2005. Pengantar ilmu Kelautan. Jakarta: PT. Gramedia

Widiasarana Indonesia.

Wijana, N. 2010. Penentuan Kualitas Air Danau Batur Melalui Indeks Pencemaran Biologik dan Nonbiologik. Jurnal Bumi Lestari. 10(2) : 236-241.

Lampiran 3. Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Siais

Keramba Jaring Apung (KJA) I

Keramba Jaring Apung (KJA) II

Lampiran 4. Bagan Kerja Pegukuran Kelarutan Oksigen (DO) Metode Winkler

1 ml MnSO 1 ml KOHKI

4

Dikocok dan didiamkan

1 ml H2SO

Dikocok dan didiamkan 4

Diambil sebanyak 100 ml Ditetesi Na2S2O3 0,0125 N

Ditambahkan 5 tetes amilum

Dititrasi dengan Na2S2O3 ,0125N

Dihitung Nilai Na2S2O3 0,0125 yang terpakai (= Nilai DO akhir )

(Suin, 2002) Sampel Air

Sampel dengan Endapan Putih/ Coklat

Larutan Sampel Berwarna Coklat

Sampel Berwarna Kuning Pucat

Sampel Berwarna Biru

Sampel Bening

Lampiran 5. Bagan Kerja Metode Winkler untuk Mengukur BOD5

Diinkubasi selama 5 hari

Pada temperatur 20 0

DO awal

C Dihitung Nilai

Dihitung nilai DO akhir

Keterangan :

- Perhitungan nilai DO awal dan DO akhir sama dengan perhitungan nilai DO

- Nilai BOD5 = Nilai awal – Nilai akhir

(Suin, 2002)

Sampel Air

Sampel Air

DO Akhir DO Awal

Lampiran 6. Bagan Kerja Pengukuran COD dengan Metode Refluks

Dimasukkan ke dalam erlemeyer Ditambah 5 ml K2Cr2O7 0,2 gr Dimasukkan 2 batu didih Ditambahkan 5 ml H2SO4 (p) Direfluks selama 45 menit

Dibiarkan sampai mendidih dan dilepas dari rangkaian

Ditambah 30 ml aquades Diteteskan indikator feroin

Dititrasi dengan Ferro Amonium Sulfat 0,025 N

Dicatat volume peniternya

(Suin, 2002) Sampel Air

Hasil Merah Kecoklatan

Lampiran 7. Bagan Kerja Pengukuran Kandungan Nitrat (NO3)

1 ml NaCl (dengan pipet volum) 5 ml H2SO4

4 tetes Brucine Sulfat Sulfanic Acid 75

Dipanaskan selama 25 menit

Didinginkan

Diukur dengan spektrofotometer pada 410 nm (Suin, 2002) Hasil Sampel Air Larutan Larutan

Lampiran 8. Bagan Kerja Pengukuran Kandungan Fospat (PO43-)

1 ml Amstrong Reagen 1 ml Ascorbic Acid

Dipanaskan selama 20 menit Diukur dengan spektrofotometer pada 880 nm

(Suin, 2002) Hasil

5 ml Sampel Air

Dokumen terkait