1. Mokolensang OG, Manampiring AE, Fatimawati. Hubungan pola makan dan obesitas pada remaja di kota bitung. Jurnal e-Biomedik (eBm) 2016; 4(1): 128-135.
2. Pujiastuti P. Obesitas dan penyakit periodontal. Stomatognatic (J.K.G. Unej.) 2012; 9 (2): 82-85.
3. Moha MK, Bidjuni H, Lolong J. Hubungan obesitas dengan harga diri pada remaja di SMA NEGERI 1 Limboto KecamatanLimboto Kabupaten Gorontalo.
E-journal Keperawatan (e-Kp) 2017; 5(1): 1-7.
4. Riyanto A, Megasari M. Perbandingan pemberian terapi penurunan berat badan antara obesitas dan overweight. Jurnal Kesehatan Kartika 2014; 9 (1): 2434.
5. Tandean N, Mewo Y, Wowor PM. Gambaran indeks massa tubuh pada anggota senat mahasiswa Fakultas Kedokteran Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm) 2015; 3(3) : 777-781.
6. Rachmawati E, Setiawan SA, Zenab Y, dkk. General health status and oral health status description in elementary school age children. International Journal of Medical Science and Clinical Invention 2018; 5 (1): 3487-3490.
7. Sede MA, Ehizele OA. Relationship between obesity oral diseases. Nigerian Journal of Clinical Practice 2014; 17 (6): 683-690.
8. Muttaqien AI, Kintawati S, Rizali E. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan laju aliran saliva pada mahasiswa preklinik angkatan 2014-2016 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. J Ked Gi Unpad 2017; 29 (2): 91-98.
9. Modeer T, Blomberg CC, Wondimu B, dkk. Association between obesity, flow rate of whole saliva, and dental caries in adolescents. Obesity 2010; 18 (12):
2367-2373.
10. Ain ST, Sultan S, Gowhar O, dkk. Obesity and salivary parameters (flow rate, buffer capacity, and salivary pH) in children of Moradabad, India. International Journal of Scientific Study 2016; 4 (3): 25-29.
11. Ramakrisha A, Priya NK, Nandini DB, Madhushankari GS. Obesity and oral health – A review. Journal of Dental Paractice and Research 2013; 1 (2): 30-35.
12. Chaucan S, Mohan V, Kumar JS, dkk. Evaluation of flow rate, pH and buffering capacity of saliva in healthy volunteers. University J Dent Scie 2015; 1(2): 19-23.
13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riskesdas 2018.
Jakarta 2018: 50-82.
14. Chandna P, Adiakha VK. Childhood obesity and dental disease: Combined role of the pediatrician and pediatric dentist. Journal of Pediatric Science 2010;
6(57): 2-8.
15. Hilgers KK, Kinane DF, Scheetz JP. Association between childhood pbesity and smooth-surface caries in posterior teeth: A Prelimnary Study. Pediatric Dentistry 2006; 28(1): 23-28.
16. Wijaksana IKE. Peran dokter gigi dalam penenanganan berat badan berlebih dan obesitas. Stomatognatic (J.K.G. Unej) 2016; 13(1): 17-21.
17. Gorman A, Kaye EK, Apovian C, dkk. Overweight and obesity predict time to periodontal disease progression in men. J Clin Periodontal 2012; 39(2): 2-9.
18. Halder S, Kaul R, Angrish P, dkk. Association between obesity and oral health status in school children: A survey in five districts of west Bengal, India. IJCPD 2018; 11(3): 233-237.
19. Fernanda V, Pangemanan DHC, Khoman J. Hubungan indeks massa tubuh dengan laju aliran saliva pada mahasiswa program studi pendidikan dokter gigi Universitas Sam Ratulangi. Jurnal e-GiGi (eG) 2018; 6(1): 22-26.
20. Jannah W, Bebasari E, Ernalia Y. Profil status gizi mahasiswa fakultas kedokteran universitas Riau angkatan 2012 dan 2013 berdasarkan indeks massa tubuh, waist hip ratio dan lingkar pinggang. JOM FK 2015; 2(1): 1-7.
21. Lawande SA. Obesity and periodontal disease: A multidirectional relationship.
J Pharm Biomed Sci 2012; 25(25): 252-256.
22. Wijaksana IKE. Infectobesity dan periodontitis: Hubungan dua arah obesitas dan penyakit periodontal. ODONTO Dental Jurnal 2016; 3(1): 67-73.
23. Sartika RAD. Faktor risiko obesitasada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara, Kesehatan 2011; 15(1): 37-43.
24. Reilly D, Boyle CA, Craig DC. Obesity and dentistry a growing problem. Br Dent J 2009; 207 (4): 171-175.
25. World Health Organization, International Association for the Study of Obesity, International Obesity Task Force. The Asia-Pasific perspective: Redefining obesity and its treatment.Melbourne: Health Communications Australia Pty Limited, 2000; 15-21.
26. Sutjipto C, Wowor VNS, Kaunang WPJ. Gambaran tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak usia 10-12 tahun di SD Kristen Eben Haezar 02 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM) 2013; 1(1): 697-706.
27. Agristika A. Komplikasi obesitas pada anak dan upaya penanganannya.
Majority 2015; 4(7): 81-84.
28. Basuni, Cholil, Putri DKT. Gambaran indeks kebersihan mulut berdasarkan tingkat pendidikan masyarakat di Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar.
Dentino (Jur. Ked. Gigi) 2014; 2(1): 18-23.
29. Santoso O, Aditya W. Retnoningrum D. Hubungan kebersihan mulut dan gingivitis ibu hamil terhadap kejadian bayi badan lahir rendah kurang bulan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan jejaringnya. Media Medika Indonesiana 2009;
43 (6): 288-294.
30. Anggow OR, Mintjelungan CN, Anindita PS. Hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di tempat pembuangan akhir Sumompo Manado. Jurnal e-GiGi (Eg) 2017; 5(1): 40-46.
31. Nurlila RU, Fua JL, Meliana. Pengaruh penduduk kesehatan terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi pada siswa di SD Kartika XX-10 Kota Kendari tahun 2015. Jurnal Al-Ta’dib 2016; 9(1); 94-119.
32. Rezki S, Pawarti. Pengaruh PH plak terhadap angka kebersihan gigi dan angka karies gigi anak di Klinik Pelayanan Asuhan Poltekkes Pontianak tahun 2013.
ODONTO Dental Journal 2014; 1(2): 13-18.
33. Bebe ZA, Susanto HS, Martini. Faktor risiko kejadian karies gigi pada orang dewasa usia 20-39 tahun di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. e-Journal 2018; 6(1): 365-374.
34. Aljufri, Sriani Y. Perbedaan indeks debris mahasiswa menguyah buah apel, nanas dan belimbing di JKG Polteknes Kemenkes Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas 2017; 12(1): 16-22.
35. Notohartojo IT, Suratri MAL. Menyikat gigi, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, diabetes melitus dengan jaringan periodontal gigi di Indonesia, tahun 2013. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 2016; 19(4): 219-225.
36. Emawati T. Periodontitis dan diabetes melitus. Stomatognatic (J. K. G Unej) 2012; 9(3): 152-154.
37. Sari R, Herawati D, Nurcahyanti R, Wardani PK. Prevalensi periodontitis pada pasien diabetes mellitus (studi observasional di Poliklinik Penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito). Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 2017 Agustus 31: 98-104.
38. Rahayu C, Widiati S, Widyanti N. Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pra lansia di Posbindu Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Maj Ked Gi 2014 Juni: 27-32.
39. Naftali AR, Ranimpi YY, Anwar MA. Kesehatan spiritual dan kesiapan lansia dalam menghadapi kematian. Buletin Psikologi 2017; 25 (2): 124-135.
40. Sari Permata Rona, Rachmadi P, Tri Putri DKT. Tingkat kebutuhan perawatan periodontal pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Dentino (Jur. Ked. Gigi) 2014; 2(2): 189-195.
41. Tanjaya J, Auerkari EI. IL-1β genetic polimorphism in menopause women as periodontal disease risk factor. J Dent Indo 2011; 18(1): 1-5.
42. Raudah, Apriasari ML, Kaidah S. Gambaran klinis xerostomia pada wanita menopause di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura. Dentiono J Ked Gi 2014; 2(2): 184-188.
43. Alves RC, Felix SA, Rodriguez-Archilla A, Oliveira P, Brito J, dos Santos JM, Relationship between menopause and periodontal disease: A cross-sectional study in a Portuguese population. Int J Clin Exp Med 2015; 8(7): 11412-11419.
44. Ramayanti S, Purnakarya I. Peran makanan terhadap kejadian karies gigi.Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013; 7(2): 89-93.
45. Sufriani, Aflah R. Gambaran menggosok gigi dan kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik pada anak usia sekolah di SDN 54 Tahija Banda Aceh.Sufriani et al. J Syiah Kuala Dent Soc 2018, 3 (1):37-43.
46. Alifiani H, Jamaludin. Hubungan kebiasaan gosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah. Faletehan Health Journal 2017; 4(4): 228-232.
47. Gayatri RW. Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi anak SDN Kauman 2 Malang. Journal of Health 2017; 2(2): 201-210.
48. Diah, Widodorini T, Nugraheni NE. Perbedaan angka kejadian gingivitis antara usia pra-pubertas dan pubertas di Kota Malang. E-Prodenta Journal of Dentistry 2018; 2(1): 108-115.
49. Almeida PDV, Gregio AMT, Machado MAN, dkk. Saliva composition and functions: A comprehensive review. The Journal of Contemporary Dental Practice 2008; 9(3): 1-11.
50. Sari SF, Komalawati, Sundari I. Perbandingan laju aliran saliva pada pasien dengan dan tanpa piranti ortodonti cekat pada mahasiswa FKG Unsyiah.
Journal Caninus Dentistry 2017; 2(2): 78-83.
51. Pannuzio E, Amancio OMS, Vitalle MSS, dkk. Analysis of the stimulated whole saliva in overweight and obese school children. Rev Assoc Med Bras 2010; 56(1): 32-6.
52. Wardana IMW, Wangko S. Interaksi antara makrofag dan jaringan adipose pada obesitas. Jurnal Biomedik 2011; 3(2): 111-118.
53. Kusuma Nila. Fisiologi dan patologi saliva. Padang: Andalas University Press.
2015: 23-4.
54. Navazesh M, Kumar S. Measuring salivary flow. JADA 2008; 139: 35S-40S.
55. Notohartojo IT, Andayasari L. Nilai kebersihan gigi dan mulut pada karyawan industri pulo gadung di Jakarta. Buletin Penelitian Kesehatan 2013; 16(2): 168-175.
56. Batha S. Epidemiology of gingival and periodontal diseases. In: Periodontics revisited. India: Jaypee Brother Medicals Publisher, 2011: 43-55.
57. Sintawati FX, Tjahja I. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut masyarakat DKI Jakarta tahun 2007. Jurnal Ekologi Kesehatan 2008;
8(1): 860-873.
58. Mozaffari MS, Abdelsayed R, Zakhary I, dkk. Submandibular gland and caries susceptibility in the obese zucker rat. J Oral Pathol Med 2011; 40(2): 194-200.
59. Fajrin FN, Agus Z, Kasuma N. Hubungan body mass index laju aliran saliva (studi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas). Maj Ked Gi Ind 2015; 1(2): 156-162.
60. Baydaa AY. The relation of salivary antioxidants to dental caries among overweight and obese adult age 30-40 years old at textile factory in mosul city.
J Bagh College Dentistry. 2011; 23: 142-3.
61. DK Giri, PP Kundapur, GS Bhat, KM Bhat, V Guddatu. Periodontal disease and obesity in an Indian population. Nepal J of Medical Science 2013; 2 (2):
144-8.
62. Sikalak W, Widajanti L, Aruben R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada karyawati perusahaan dibidang telekomunikasi Jakarta tahun 2017. e-journal 2017; 5 (3): 193-201.
63. Puspitasari N. Faktor kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. HIGEIA 2018; 2 (2): 249-59.
64. Kurdanti Weni, Suryani Isti, Syamsiatun Nurul Huda, dkk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. J Gizi Klinik Indonesia 2015; 11 (4): 179-90.
65. Said F, Ida R, Sri H, Rina H. Hubungan perilaku memelihara gigi dengan menyikat pulpa pada pasien di poliklinik gigi puskesmas Sungkai Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.
2011; 4(1): 5-7.
66. Sariningrum E, dan Irdawati. Hubungan tingkat pendidikan, sikap dan pengetahuan orang tua tentang kebersihan gigi dan mulut pada anak balita 3-5 tahun dengan tingkat kejadian karies di Paud Jatipurno. Surakarta: Berita Ilmu Keperawatan. 2009; 2(3): 119-124.
67. Sayuti M. Hubungan faktor sosial ekonomi perilaku, dan oral hygiene terhadap karies gigi pada anak usia remaja umur 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Galesong Utara. Jurnal ilmiah media kesehatan gigi. Makassar: Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kesehatan Gigi. 2010; 1(1): 32-42.
68. Anggraini CW, Aris WM, Pujiastuti P. Gambaran Status Kebersihan Rongga Mulut dan Status Gingiva Pasien RSGM Universitas Jember Oktober-November Tahun 2015. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 2016; 4(3): 525- 532.
69. Yulia N, Andayani R, Nasution AI. Perubahan Laju Aliran Saliva Sebelum dan Sesudah Berkumur Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Pada Mahasiswa FKG Unsyiah Angkatan 2016. Journal Caninus Denstistry.
2017; 2(2): 104 – 110.
70. Chismirina C, Afrina, Safrianda CM. Perbandingan Kecepatan Laju Aliran Saliva Sebelum dan Sesudah Konsumsi Kopi Robusta (Coffea cannephora).
Cakradonya Dent J 2016; 8(2): 88-91.
71. Unita LR, Agnes T. Efek merokok terhadap perubahan pH, laju aliran dan kadar kalsium saliva pada laki-laki di Kelurahan Padang Bulan Medan. Makassar Dent J 2018; 7(1): 1-5.
LAMPIRAN 1