TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Kesehatan Gigi dan Mulut
2.2.5 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Mulut
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebersihan gigi dan mulut, yaitu:
1. Asupan Makanan
Karbohidrat memiliki peran penting dalam pembentukan plak. Senyawa karbohidrat menyediakan substrat untuk pembuatan asam bagi mikroorganisme dan sintesa polisakarida ekstra sel. Walaupun demikian, tidak semua karbohidrat memiliki efek yang sama, hanya karbohidrat dengan berat molekul rendah seperti gula yang membahayakan kesehatan gigi dan mulut.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Budisuari dan Mukjarab, diketahui bahwa kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko karies gigi sebesar 1,157 kali dibanding individu yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan manis.
Makanan yang mengandung tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur sangat baik untuk kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan tubuh secara keselurahan, karena makanan berserat perlu dikunyah lebih lama, sehingga merangsang pengeluaran saliva lebih banyak dan secara tidak langsung dapat membersihkan sisa makanan yang melekat di permukaan gigi.33,44
2. Kebiasaan Menyikat Gigi
Hal yang harus diperhatikan dalam menyikat gigi adalah cara menyikat gigi yang baik dan benar, jangan sampai merusak struktur gigi. Masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak mengetahui bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga banyak mengakibatkan kerusakan pada gigi. Sikat gigi yang digunakan harus memiliki bulu sikat yang lunak dan pada saat menggosok gigi dimulai dari arahgusi ke gigi. Hal tersebut tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan plak, namun juga berfungsi untuk melancarkan peredaran darah pada gusi.31
Waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur, bukan pagi hari saat mandi ataupun pada saat mandi sore.
Individu yang tidak menggosok gigi setelah makan pagi cenderungan lebih tinggi mengalami karies gigi dibandingkan dengan individu yang menggosok gigi setelah makan pagi.45
3. Susunan Gigi
Susunan gigi yang berjejal (crowding) dan saling tumpang tindih (over lapping) memiliki banyak daerah yang sulit dibersihkan, sehingga meningkatkan risiko karies gigi. Selain itu, ada beberapa tempat yang menyebabkan plak mudah menempel seperti permukaan gigi dengan kontur tepi yang buruk dan permukaan oklusal gigi. Gigi yang berjejal umumnya dijumpai pada gigi seri akibat dari tidak seimbangnya ukuran rahang dan ukuran gigi geligi.33
4. Komposi dan Sekresi Saliva
Saliva adalah cairan jernih, bersifat basa dan agak kental yang dihasilkan oleh glandula-glandula yang ada di mulut dan berperan dalam kesehatan gigi dan mulut.
Saliva merupakan pertahanan alami dalam melindungi gigi dan mulut dari berbagai penyakit, jumlah dan kandungan yang terdapat didalam saliva sangat menentukan bagi kesehatan gigi dan mulut. Laju aliran saliva normal yang distimulasi pada orang dewasa adalah 1-3 ml/menit dan 0,25-0,35 ml/menit tanpa adanya stimulasi. Laju
aliran saliva terendah adalah 0,7-1 ml/menit dan 0,1-0,25 ml/menit pada keadaan tanpa stimulasi. Pada keadaan hiposalivasi laju aliran saliva 0,7 ml/menit lebih rendah pada keadaan stimulasi dan dibawah 0,1 ml/menit pada keadaan tanpa stimulasi. Saliva mengandung kalsium dan fosfat, kedua zat tersebut jumlahnya sangat penting dalam proses demineralisasi dan remineralisasi, sehingga menentukan apakah suatu lesi karies akan berlanjut atau tidak. Beberapa fungsi penting saliva dalam menentukan kesehatan gigi dan mulut adalah sebagai berikut:
A. Sebagai lubrikan yang melindungi permukaan mulut baik mukosa maupun permukaan gigi dari iritasi mekanis, kimiawi maupun termal.
B. Penyangga (buffer) yang berfungsi menurunkan tingkat keasaman didalam mulut baik oleh karena makanan asam maupun asam yang dihasilkan oleh mikroorganisme sehingga mengurangi proses demineralisasi.
C. Membersihkan sisa-sisa makanan yang ada didalam mulut.
D. Antimikroba dan agregasi sel-sel bakteri.49
2.2.6 Penyakit Akibat Kesehatan Gigi dan Mulut yang Buruk 1.Karies Gigi
Karies gigi merupakan kerusakan jaringan keras yang diakibatkan oleh asam yang ada didalam karbohidrat melalui perantara mikroorganisme yang ada dalam saliva.Karies gigi terjadi akibat proses demineralisasi permukaan gigi yang disebabkan oleh empat faktor. Empat faktor utama dalam pembentukan karies adalah gigi dan saliva, mikroorganisme, substrat dan waktu. Karies tidak akan terbentuk apabila tidak terdapat bakteri. Bakteri mengeluarkan asam yang pada periode waktu tertentu dapat menghancurkan email dan menyebabkan gigi berlubang. Substrat merupakan sumber bahan baku utama pembuatan asam oleh bakteri. Waktu menentukan kecepatan terbentuknya karies serta lama dan frekuensi substrat menempel di permukaan gigi, semakin lama substrat menempel di permukaan gigi, maka karies yang terbentuk akan semakin banyak. Gigi berlubang yang tidak ditambal akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf, sehingga menyebabkan abses pada gigi.46,47
2. Gingivitis
Gingivitis merupakan suatu peradangan yang disebabkan oleh akumulasi plak dan bakteri di dalam gusi. Hal ini terjadi karena penumpukan plak di sekitar gusi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi, plak tersebut lama kelamaan akan menjadi kalkulus yang mengandung banyak mikroorganisme. Bakteri pada kalkulus tersebut akan mengeluarkan toksin yang menyebabkan epitel gingival mengalami degenerasi dan terjadi inflamasi jaringan ikat dibawahnya.48
2.3 Saliva
Saliva merupakan cairan oral yang kompleks dari kelenjar saliva mayor dan kelenjar saliva minor yang dikeluarkan dari rongga mulut. Kelenjar saliva mayor mengeluarkan saliva melalui 3 duktus, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submmandibularis, dan kelenjar sublingual (Gambar 1). Kelenjar saliva minor tidak memiliki jaringan duktus yang mengalirkan ludah. Kelenjar saliva minor terdiri dari beberapa regio seperti bukal, lingual, labial dan palatal dan dapat dijumpai pada ujung superior tonsil, tonsillar pillar, dasar lidah, sinus paranasal, laring, trakea dan bronki.49,50
Gambar 1.Kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar parotis, Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis.49
Sekresi saliva bersifat protektif karena memelihara jaringan oral dalam keadaan fisiologis. Pengaruh saliva terhadap plak adalah melalui :
a. Aksi pembersihan mekanis terhadap permukaan oral
b. Menjadi buffer bagi asam yang diproduksi bakteri c. Mengontrol aktivitas bacterial.8,49