156Penarikan Kesimpulan
K. Daftar Pustaka
Lie, A. (2010). Cooperative Learning : Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang – ruang Kelas. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran : Mengembangkan
Profesionalisme Guru. Seri Manajemen Sekolah Bermutu. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Sardiman, A.M. (1986). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Edisi 1. Jakarta : Radar Jaya Offset Media
Uno B Hamzah. (2007). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara
ISBN : 978-979-17763-5-6
162
Proses dan Hasil Belajar Siswa Pada Pengembangan Pembelajaran Matematika yang Memotivasi
Keterlibatan Aktif Siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012
Yohanes Dian Tri Nugroho
Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Kampus III USD Paingan Maguwoharjo Yogyakarta
email: [email protected]
D. Arif Budi Prasetyo
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Kampus III USD Paingan Maguwoharjo Yogyakarta
email: [email protected]
Catur Supatmono
Guru Matematika SMA Kolese De Britto Jl. Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses belajar dan hasil belajar siswa pada pengembangan pembelajaran matematika yang memotivasi keterlibatan aktif siswa kelas XII IPA 4 SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental, sedangkan teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar LKS, soal kuis dan tes, lembar pengamatan proses belajar, handycam, dan lembar wawancara. Hasil penelitian proses belajar siswa pada pengembangan pembelajaran matematika yang memotivasi keterlibatan aktif siswa adalah sebagai berikut: (1) Siswa dikenalkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD: (a) Siswa mendengarkan informasi tentang STAD dari guru, (b) Siswa membentuk kelompok belajar. (2) Siswa memperhatikan presentasi guru mengenai materi pelajaran: (a) Siswa membuka buku acuan matematika, (b) Siswa memperhatikan presentasi guru dengan menjawab pertanyaan lisan guru, (c) Siswa bertanya kepada guru tentang materi, (d) Siswa mencatat materi. (3) Siswa bekerja dalam kelompok mengerjakan lembar kerja: (a) Siswa saling memberi pendapat mengenai soal, (b) Siswa bertanya kepada guru dan berdiskusi mengenai soal atau penyelesaiannya, (c) Siswa menunjukkan pekerjaannya kepada guru. (4) Siswa melakukan pembahasan hasil kerja kelompok: (a) Siswa antusias untuk melakukan presentasi, (b) siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok, (c) Siswa memperhatikan dan menanggapi presentasi kelompok, (d) siswa yang presentasi menanggapi pertanyaan dari siswa lain atau guru. (5) Siswa mengerjakan kuis dan tes secara individu. Hasil belajar siswa dilihat dari hasil tes yaitu tergolong baik dengan
ISBN : 978-979-17763-5-6
163
rata-rata 84,62, standar deviasi 18,38% dan ketuntasan belajar adalah 73,08%. Kata kunci: pembelajaran yang memotivasi keterlibatan aktif, proses belajar,
dan hasil belajar. L. Pendahuluan
Proses belajar adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Adapun motivasi dalam diri siswa sendirilah yang menentukan sikap siswa dan proses belajar yang akan mereka lakukan. Semakin tinggi dan berarti tujuan maka semakin besar motivasinya, dan semakin besar motivasinya akan semakin kuat pula kegiatan yang dilaksanakan (Nana Syaodih, 2009). Dalam dunia pendidikan dapat diartikan bahwa semakin kuat motivasi untuk belajar maka seorang siswa dapat melakukan proses belajar yang lebih baik untuk mencapai hasil hasil yang memuaskan. Guru adalah salah satu pendorong ekstrinsik yang dapat menumbuhkan motivasi dalam diri siswa untuk belajar. Banyak guru berpikir bagaimana pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak membosankan terutama dalam pembelajaran matematika, sehingga diharapkan muncul sebuah motivasi untuk belajar dalam diri siswa tersebut.
Di SMA Kolese De Britto Yogyakarta sedang dilakukan penelitian tentang pembelajaran matematika yang memotivasi keterlibatan aktif siswa. Dalam hal ini guru memilih salah satu metode pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa dalam pengembangan pembelajaran matematika yang memotivasi keterlibatan aktif siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasil dari penelitian ini diharapkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengatasi masalah motivasi belajar matematika di SMA Kolese de Britto,sehingga siswa akan lebih antusias dalam proses pembelajaran matematika. Dengan adanya motivasi dalam belajar maka proses belajar pun akan meningkat untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan.
ISBN : 978-979-17763-5-6
164
Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental yaitu penelitian dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk mengolah data hasil pengamatan proses belajar, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang berupa angka untuk mendukung analisis kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa di kelas XII IPA 4 SMA Kolese De Britto tahun ajaran 2011/2012. Adapun gejala-gejala yang diamati adalah proses belajar dan hasil belajar siswa yang berupa rangkaian kegiatan siswa yang terjadi selama kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran STAD berlangsung. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi langsung (pengamatan proses belajar) dan observasi tidak langsung (video). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, tiap pertemuan berlangsung maksimal 2 jam pelajaran.
Analisis data proses belajar meliputi tiga langkah, yaitu reduksi data, kategori data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data terdiri dari transkripsi (bentuk narasi tertulis dari rekaman video) dan penentuan topik data (deskripsi ringkas mengenai bagian data yang mengandung makna tertentu yang diteliti). Penetuan kategori data merupakan proses membandingkan topik-topik data satu sama lain untuk menghasilkan kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam sekelompok topik data. Penarikan kesimpulan adalah proses mendiskripsikan fenomena yang diteliti dengan cara menemukan dan mensintesakan hubungan-hubungan di antara kategori-kategori data. Data hasil belajar dengan menggunakan nilai tes dan kuis.
N. Hasil Penelitian