Andarwulan, N., F. Kusnandar, dan Herawati. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat, Jakarta.
Anggraini, K. 2005. Pengaruh Metode Blanching dan Pencelupan Dlam Lemak Jenuh terhadap Kualitas French Fries Kentang Varietas Hertha dan Granola. Skripsi. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Jendral Soedirman.
AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of The Association of Analytical Chemists. Washington D. C. pp395.
Apriyantono, A., D. Fardiaz, N. L. Puspitasari, Sedamawati dan S. Budiyanto.
1989. Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi. IPB Press.
Arief, H. S., Y. B. Pramono, dan V. P. Bintoro. 2012. Pengaruh edible coating dengan konsentrasi berbeda terhadap kadar protein, daya ikat air, dan aktivitas air bakso sapi selama masa penyimpanan. Jurnal Pertanian Hewan. 1(2): 100-108.
Balitkabi. 2015. Ubi Jalar Unggul Dengan Betakaroten Tinggi.
http://www.pustaka.litbang.pertanian.go.id
Belitz, H. D. dan W. Grosch. 1987. Food Chemistry. Springer Verlag, Berlin.
Beynum, C. M. A. dan J. A. Roels. 1985. Starch Conversion Technology. Marcel Dekker, Inc. Newe York.
Blennow, A. 2004. Starch Bioengineering. (Starch in Food. Structure, Function and Application, Elliason, A. C. ed). Woodhead Publishing Limited, Cambridge.
BPS Provinsi Sumatera Utara. 2017. Produksi Padi dan Palawija Sumatera Utara (Angka Ramalan II 2017). Berita Resmi Statistik No. 68/11/12/Thn. XVIII 2 November 2017.
Burton, W. G. 1989. The Potato. Third Edition. Longman Scientific and Technical, Singapore.
Careda, M., C. M. Henrique, M. A. de Oliveira, M. V. Ferraz, dan N. M.
Vincentini. 2000. Characterization of Edible Films of Cassava Starch by Electron Microscopy. Braz. J. Food Technol. 1(3): 91-95.
Daniawan, I., D. A. Andalusia, P. A. Ira, K. Virly, dan P. Silvia. 2011. Studi tentang pembuatan french friesubi jalar (Ipomea batatas L.) kajian perlakuan blanching dan konsentrasi CaCl2 sebagai larutan perendam.
PKMI-2-11. ftp Universitas Brawijaya, Malang.
De Garmo, E. D., W. G. Sullivan dan Canada. 1984. Engineering Economy. The 7th Edition. Macmillan Publishing Company, New York.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia, edisi ketiga. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Gizi Dep. Kes. RI. 1993. Komposisi Kimia Ubi Jalar.
http://digilib.unila.ac/id/217/3/4._TINPUS.pdf
Ekawati, G., A. I. Hapsari, dan P. Wipranyawati. 2013. Kajian varietas dan bagian daging ubi ungu dalam rangka penyediaan tepung ubi ungu sehat termodifikasi. Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Udayana, Denpasar.
Eskin, N. A. M. 1979. Plant Pigmen, Flavors and Textures. Academy Press.
New York.
Fennema, O. R. 1976. Principle of Food Science. Part I Food Chemistry. Marcell Dekker, Inc. NY & Bassel.
Firdaus, M., D. A. Bambang, dan Harijono. 2001. Penyerapan minyak pada french fries kentang. Biosain. Universitas Brawijaya. 1(2): 76-85.
Gennadios. A. 2002. Protein Based Film and Coating. CRC Press, Florida.
Gontard, N., S. Guilbert, dan J. L. Cuq. 1993. Water and glyserol as plasticizer affect mechanical and water vapor barrier properties of an edible wheat film. Journal Food Science. 18(1): 5-7.
Gunawan dan Veronica. 2009. Formulasi dan aplikasi edible coating berbasis pati sagu dengan penambahan vitamin C pada paprika (Capsicum annuum varietas Athena). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB, Bogor.
Hartuti, N dan R. M. Sinaga. 1998. Keripik kentang salah satu diversifikasi produk. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung.
Haryanti. 2010. Pembuatan kentang goreng.
http://digilib.unimus.ac.id/files/diskI/107/jtptunimus-gdl-fajarrosyi-5308 I-babI.pdf.
Haryanti, P., B. Sustriawan, dan Sujiman. 2013. Perendaman dalam kalsium klorida dan penggunaan edible coating untuk menigkatkan kualitas french fries dari kentang varietas Tenggo dan Krespo. Agritech. 33(1): 41.
Hasnelly, A., Asgar, dan V. Yosepa. 2014. Pengaruh konsentrasi larutan air kapur dan lama perendaman terhadap karakteristik french fries ubi jalar (Ipomea batatas L.). Pasundan Food Technology Journal. 1(2): 144.
Hutchings, J. B. 1999. Food Colour Appearance. Aspen Publisher Inc Gaithersburg, Maryland.
ILO dan UNDP. 2013. Kajian Ubi Jalar dengan Pendekatan Rantai Nilai dan Iklim Usaha di Kabupaten Jayawijaya. Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Fase II : Implementasi Intitusionalisasi Pembangunan Mata Pencaharian yang Lestari untuk Masyarakat Papua. ILO – PCdP2 UNDP, Papua.
Juanda, D. dan B. Cahyono. 2000. Ubi Jalar, Budi Daya dan Analisis Usaha Tani.
Kanisius, Yogyakarta.
Kartikawati, D., D. Ilminingtyas, dan Nurtekto. 2017. Pengaruh perendaman larutan kalsium klorida terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan french fries labu kuning (Curcubita moschata Durch). Jurnal Ilmiah UNTAG.
6(2): 19-20.
Kautsary, K. A., W. D. R. Putri, dan E. Widyastuti. 2015. Pengaruh suhu dan lama blanching terhadap sifat fisikokimia tepung ubi jalar oranye (Ipomea batatas L.) Varietas Beta 2. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(2): 693-700.
Kenawi, M. A., M. M. A. Zaghlul, dan R. R. Abdel-Salam. 2011. Effect of two natural antioxidants in combination with edible packaging on stability of low fat beef product stored under frozen condition. Biotechnology in Animal Husbandry. 27(3): 345-356.
Kester, J. J. dan O. R. Fennema. 1986. Edible Film and Coatings: a Review. Food Technology (51).
Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI Press, Jakarta.
Klau, H. 1974. Technichal Uses OF Vitamin C. Di dalam C Birch G. G. dan Parker KJ (Ed). London: Applied Science Publisher ltd.
Klose, R. E. dan M. Glicksman. 1972. Gums Handbook of Additive. 2nd (Furia, T.
E.) (Ed). CRC Press.
Krochta, J. M. 1992. Control of Mass Transfer in Food With Edible Coating and Film. Advances in Food Engineering. CRC Press. Boca Raton.
Latifah. 2009. Pengaruh Edible Coating pati Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) Terhadap Perubahan Warna Apel Potong Segar (Fresh-Cut Apple).
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Lehninger AL. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Erlangga, Jakarta.
Lindsay. Food Additives. 1985, di dalam O. R. Fennema, Food Chemistry (New York. Marcel Dekler Inc).
Mellema, M. 2003. Mechanism and reduction of fat uptake in deep-fat fried food.
Trends Food Science and Technology 1(14): 364-373.
Nurpitriani, B. Susilo, dan W. A. Nugroho. 2015. Studi aplikasi edible coating dan konsentrasi CaCl2 pada french fries ubi jalar (Ipomoea batatas L.).
Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. 3(2): 64-73.
Rahman, R. S., W. D. R. Putri, dan I. Purwatiningrum. 2015. Karakterisasi beras tiruan berbasis tepung ubi jalar oranye termodifikasi heat moisture treatment (HMT). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(2): 713-714.
Rahmanto, G. D. 2005. Pengaruh Perendaman dalam CaCl2 dan Lama Blanching terhadap Kualitas Keripik Kentang Varietas Granola. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Ratnawulan, D. 1996. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Larutan Kalsium serta Metode Pengeringan terhadap Mutu Keripik Kentang. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Saguy, I. S dan E. J. Pinthus. 1995. Oil uptake during deep-fat frying : factor and mechanism. Food Technology. 1(49): 142-145.
Smith, O. 1968. Potatoes: Production, Storing, Processing. The AVI Publishing Company, Inc, Wesport, Connecticut. 642 pp.
Soekarto. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhratara Karya Aksara, Jakarta.
Soenarjo, R. 2010. Potensi ubi jalar sebagai bahan baku sirup fruktosa. Di dalam:
Winarti. Makanan Fungsional. Surabaya, Graha Ilmu.
Suparman. 2007. Bercocok Tanam Ubi Jalar. Azka Press, Jakarta.
Susanto, T. dan B. Saneto. 1994. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Bina Ilmu, Surabaya.
Suyitno. 1991. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. PAU Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.
Syamsir, E., P. Hariyadi, D. Fardiat N. Andarwulan, dan Feri Kusnandar. 2011.
Karakterisasi tapioca dari lima varietas ubi kayu (Manihot utilisima Crantz) asal Lampung. Jurnal Agrotek. 5(1): 93-105.
Widowati, S. 2010. Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Ubi Jalar. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor.
Winarno, F.G. 1984. Padi dan Beras. Riset Pengembangan Teknologi Pangan.
IPB. Bogor.
Winarno, F.G. 1997. Ilmu Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Winarno, F.G. dan M. Aman. 1981. Fisiologi Lepas Panen. PT. Sastra Hudaya, Jakarta.
Winarno, F.G., S. Fardiaz dan D. Fardiaz, 1980. Pengantar Teknologi Pangan.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Winarti, S. 2010. Makanan Fungsional. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Winarti, C., Miskiyah, dan Widaningrum. 2012. Teknologi produksi dan aplikasi pengemas edibel antimikroba berbasis pati. Jurnal Litbang Pertanian.
31(3): 85-93.
Lampiran 1. Format uji skor tekstur dan hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur french fries
Tanggal Pengujian : Nama Panelis / NIM :
Produk : French Fries
Judul Penelitian : Pengaruh Aplikasi Edible Coating Berbasis Pati Singkong dan Konsentrasi Kalsium Klorida Terhadap Mutu French Fries Ubi Jalar Oranye (Ipomea batatas L.)
Petunjuk
Dihadapan Anda disajikan 12 sampel french fries ubi jalar oranye yang akan diuji secara skor terhadap tekstur dan organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan. Saudara diminta memberikan penilaian terhadap sampel yang tersedia dengan memberi tanda (X) pada kolom yang tersedia.
Keterangan skor tekstur: Keterangan hedonik:
1: Sangat tidak renyah 1: Sangat tidak suka 2: Tidak renyah 2: Tidak suka 3: Agak renyah 3: Agak suka
4: Renyah 4: Suka
5: Sangat renyah 5: Sangat suka Kode Skor Tekstur
Lanjutan Lampiran 1
Lampiran 2. Data analisis dan sidik ragam kadar air french fries
Tabel sidik ragam kadar air (%)
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 3. Data analisis dan sidik ragam kadar abu french fries
Tabel sidik ragam kadar abu (%)
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 4. Data analisis dan sidik ragam kadar lemak french fries
Tabel sidik ragam kadar lemak (%)
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 5. Data analisis dan sidik ragam indeks warna french fries
Daftar analisis sidik ragam indeks warna (°Hue)
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 6. Data analisis dan sidik ragam skor tekstur french fries
Daftar analisis sidik ragam skor tekstur
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 7. Data analisis dan sidik ragam hedonik warna french fries
Daftar analisis sidik ragam hedonik warna
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 8. Data analisis dan sidik ragam hedonik aroma french fries
Daftar analisis sidik ragam hedonik aroma
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 9. Data analisis dan sidik ragam hedonik rasa french fries
Daftar analisis sidik ragam hedonik rasa
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 10. Data analisis dan sidik ragam hedonik tekstur french fries
Daftar analisis sidik ragam hedonik tekstur
SK db JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Lampiran 11. Data penentuan perlakuan terbaik french fries
Lanjutan Lampiran 11
Lanjutan Lampiran 11
Lanjutan Lampiran 11
Lanjutan Lampiran 11
NBk-NBr = Nilai terbaik-nilai terburuk
Ne = Nilai efektivitas (NP-NBr/(NBk-NBr) Nh = Nilai hasil (Ne*BN)
Lampiran 12. Data pengujian produk komersil
Parameter Uji French Fries Komersil
Kadar air (%) 19,51
Lampiran 13. Penentuan kadar betakaroten Absorbansi+
blanko Blanko Absorbansi konsentrasi
(mg/ml) Absorbansi
bahan Absorbansi Blanko
Abs-Blanko FP
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03
Konsentrasi (%)
Absorbansi (nm)
Lampiran 14. Foto produk french fries Konsentrasi
Pati Singkong
Konsentrasi CaCl2
C1 : 0,5% C2 : 1,0% C3 : 1,5% C4 : 2,0%
P1 : 0,5%
P2 : 1,0%
P3 : 1,5%