Akamine, E.K., H. Kitagawa, H. Subramanyam, dan P.G. Long. 1986. Kegiatan-kegiatan dalam Gudang Pengemasan, hal.421-445. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Arif, C. 2008. Optimisasi Nilai Konduktivitas Listrik Larutan Nutrisi pada Sistem Hidroponik Tanaman Tomat. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
Baggett, J.R. and W.A. Frazier. 1978. ‘Oregon Cherry” Tomato. HortScience. 13(5):598.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. 2008. Laporan Tahunan BB Pasca Panen Tahun 2007. Bogor. 71 hal.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. 2008. Kerusakan Produk Sayuran di DKI Jakarta 2006. http://jakarta.litbang.deptan.go.id. [22 oktober 2009]
Cahyono, B. 2008. Tomat : Usaha Tani, dan Penanganan Pascapanen. Kanisius. Yogyakarta. 136 hal.
Chace, W., dan Er.B. Pantastico. 1986. Azas-azas Pengangkutan dan Operasi Pengangkutan Komersial, hal.713-749. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Ditjen Hortikultura, 2009. Produksi Tanaman Sayuran di Indonesia Periode 2003-2008. http://www.hortikultura.deptan.go.id [08 Oktober 2009].
Hardenberg, R.E. 1986. Dasar-dasar Pengemasan Bagian 1 (Pertimbangan-pertimbangan Umum), hal.446-477. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Harjadi, S.S. 1989. Dasar-dasar Hortikultura. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Haryanto, B. dan A. Rochani. 2006. Indonesia (2), p 158-163. In R.S. Rolle (Ed.). Postharvest Management of Fruits and Vegetables in the Asia-Pasific Region. Asian Productivity Organization (APO). Tokyo. 312 p.
Heddy, S., W.H. Susanto, dan M. Kurniati. 1994. Pengantar Produksi Tanaman dan Penanganan Pasca Panen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 246 hal.
Jones, R.A., P.G. Smith, A.H. Millett, and K.A Kimble. 1980. ‘Royal Red Cherry” and ‘Short Red Cherry’ Tomato. Hort Science. 15(1):98.
Kader, A.A. 1990. Modified Atmosphere Packaging of Fruits and Vegetables. AFHB. Kuala Lumpur.
__________. 1992. Postharvest Technology of Horticultural Crops. Divisions of Agriculture and Natural Resources. University of California.
Marliana. 2008. Analisis Manfaat dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Keputusan Petani terhadap Pelaksanaan Kemitraan Lettuce di PT. Saung Mirwan. Program Ekstensi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
.
Marpaung, L. 1997. Pemanenan dan penanganan buah tomat, hal. 118-127. Dalam A.S. Duriat, W.W. Hadisoeganda, A.H. Permadi, R.M. Sinaga, Y. Hilman, R.S. Basuki, dan S. Sastrosiswojo (Eds.). Teknologi Produksi Tomat. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Bandung.
Muchtadi, D. dan B. Anjarsari. 1996. Penanganan Pasca Panen dalam Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Sayuran. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komoditas Sayuran. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Bekerjasama dengan Perhimpunan Fitopatologi Indonesia Komda Bandung dan CIBA Plant Protection. Bandung. Hal. 91-103.
Nugrohaini, F. 2005. Penanganan Pasca Panen Tomat dan Paprika di Sentra Produksi Garut dan Bandung untuk Tujuan Supermarket. Departemen Budidaya Pertanian, Faultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
Nurtika, N. dan Z. Abidin. 1997. Budidaya tanaman tomat, hal. 62-80. Dalam A.S. Duriat, W.W. Hadisoeganda, A.H. Permadi, R.M. Sinaga, Y. Hilman, R.S. Basuki, dan S. Sastrosiswojo (Eds.). Teknologi Produksi Tomat. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Bandung.
Opena, R.T and H.A.M van der Vossen. 1994. Lycopersicon esculentum Miller, p 199-205. In Siemonsma, J.S. and K. Piluek (Eds.). Plant Resources of South-East Asia, Vegetables. PROSEA. Bogor. 412 p.
Pantastico, Er.B., A.K. Mattoo, T. Murada, dan K. Ogata. 1986. Kerusakan-kerusakan karena Pendinginan, hal.539-577. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Pantastico, Er.B, dan F. Venter. 1986. Gangguan-gangguan Fisiologi Selain Kerusakan Akibat Pendinginan Bagian 2 (Tomat), hal.597-603. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Pantastico, Er.B., T.K Chattopadhyay, dan H. Subramanyam. 1986. Penyimpanan dan Operasi Penyimpanan Secara Komersil, hal.495-536. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Peet, M.M., dan M. Bartholemew. 1986. Effect of night temperature on pollen characteristic, growth, and fruit set in tomato. J.Amer. Soc. Hort. Sci. 12(3):514-519.
Rahardi, F., R. Palungkun, dan A. Budiarti. 2001. Agribisnis Tanaman Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta. 50 hal.
Rapusas, R.S. 2006. Philipines (2), p 228-244. In R.S. Rolle (Ed.). Postharvest Management of Fruits and Vegetables in the Asia-Pasific Region. Asian Productivity Organization (APO). Tokyo. 312 p.
Rubatzky, V.E. dan M. Yamaguchi. 1999. World Vegetable : Principles, Production, and Nutrition Values, 2nd ed. Aspen Publisher, Inc. Gaithersburg, Maryland. 843 p.
Rukmana, R. 1994. Tomat dan Cherry. Kanisius. Jakarta. 84 hal.
Sa’id, E.G. dan A.H. Intan. 2001. Manajemen Agribisnis. Ghalia Indonesia. Jakarta. 152 hal.
Sarumaha, E. 2005. Penanganan Pasca Panen di Saluran Pemasaran Wortel, Caisin, dan Jagung Semi. Skripsi. Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
Spinks, G.R. dan J.C. Abbot. 1986. Praktek-praktek Pemasaran dan Penanganan di Daerah Tropika Bagian 1 (Asia Tenggara : Suatu Analisis Praktek-praktek Pemasaran Umum), hal.830-849. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press.
Susila, A.D. 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. Bogor. 131 hal.
Tay, D.C.S. and H. Toxopeus. 1994. Brassica rapa L. cv. group Pakchoi, p 130-134. In Siemonsma, J.S. and K. Piluek (Eds.). Plant Resources of South-East Asia, Vegetables. PROSEA. Bogor. 412 p.
Thompson, A.K., M.B. Bhatti, dan P.P Rubio. 1986. Pemanenan, hal.371-387. Dalam Er. B. Pantastico (Ed.). Fisiologi Pasca Panen : Penanganan Sayuran dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Penerjemah : Kamariyani). Gajah Mada University Press. Trisnawati, Y. dan A.I. Setiawan. 1994. Tomat : Pembudidayaan Secara
Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta. 123 hal.
Williams, C.N., J.O. Uzo, dan W.T.H. Peregrine. 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika. (Terjemahan dari : Vegetable Production In The Tropics. Penerjemah : S. Ronoprawiro). Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 374 hal.
Winata, S.A. 2006. Penanganan Pasca Panen Komoditi Brokoli (Brassica oleracea var. Botrytis L. Subvar. Cymosa Lamm) dan Selada Daun (Lactuca sativa L.) untuk Tujuan Pasar Swalayan. Skripsi. Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
Yulianti, W. 2009. Pengusahaan Sayuran Organik Wortel (Daucus carota L.) dan Petsai (Brassica chinensis L.) di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua-Bogor. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan)
Plastik UV 12% Kawat Nyamuk Hijau 6.40 Wuwungan 20/40 + reg 3/4 Reg 3/4 Kuda‐kuda 20/40 Gording L.30/30 + reg 3/4 L.30/30 Tiang 40/40 0.30 0.75 0.85 4.00 0.70 0.25
GREEN HOUSE SAUNG MIRWAN ( LUAS = 40.00 X 6.40 = 256.00M2
)
PENAMPANG MELINTANG
Lampiran 2.. Lay Out Green House Wuwungan 20/40 + reg 3/4
Lampiran 3. Struktur Organisasi PT. Saung Mirwan PT. SAUNG MIRWAN
BIDANG PRODUKSI BIDANG KOMERSIL BIDANG UMUM
R&D
KEBUN GADOG
KEBUN LEMAH NEUNDEUT
KEBUN CIPANAS
KEBUN GARUT
DIV. PENJUALAN SAYUR
DIV. PENJUALAN BUNGA
DIV. PENGADAAN DIV. PENGEMASAN DIV. KEMITRAAN DIV. G A DIV. HR DIV. KEU/AK DIV. TEKNIK IT QA
Lampiran 4. Data Karyawan PT. Saung Mirwan 2010
Bidang Divisi
Posisi
Direktur Manajer Kabag Kasi Kasubsi Bulanan Harian Tetap
Harian
Lepas Borongan Total
Total/ Bidang Umum 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Keu/Acc 0 0 2 5 4 1 0 0 0 12 UMM (Umum, RTK, Pamper, Serv-in Logistik, Gudang, Teknik) 0 0 1 4 6 26 8 4 2 51 HR 0 1 0 1 0 0 0 0 0 2 Total Umum 1 1 3 10 10 27 8 4 2 66 66 Komersial 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Kemitraan 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 Prossesing & Pengemasan 0 1 2 0 5 6 13 0 34 61 Penjualan 0 1 2 3 2 3 0 1 0 12 Pengadaan 0 0 1 0 4 2 0 0 0 7 Distribusi 0 0 0 1 0 24 0 5 0 30 Total Komersial 1 3 8 4 12 35 13 6 34 114 114
Lampiran 4. Data Karyawan PT. Saung Mirwan 2010 (lanjutan)
Bidang Divisi
Posisi
Direktur Manajer Kabag Kasi Kasubsi Bulanan Harian Tetap
Harian
Lepas Borongan Total
Total/ Bidang Produksi 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 HPT 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 BRC 0 0 1 1 4 6 16 8 18 54 BXC 0 0 0 0 3 5 5 21 50 84 BPT 0 0 1 0 1 3 5 1 2 13 BCF 0 0 0 0 0 2 2 6 0 10 SKL 0 0 0 0 0 0 2 0 1 3 SM Lemah Neundet 0 0 1 1 3 8 16 0 9 33 SM Cipanas 0 0 0 1 5 0 0 39 0 45 SM Garut 0 0 0 3 3 1 12 7 0 26 Total Produksi 1 0 4 6 19 25 58 82 80 275 275 Grand Total 3 4 13 20 41 87 79 92 116 455 455
Lampiran 5. Daftar Pestisida yang Digunakan Dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pakchoi Baby
No. Pestisida Bahan Aktif Golongan Konsentrasi per liter Satuan OPT/Penyakit
1 Decis deltametrin 25 g/l Insektisida 0.5 ml Ulat
2 Curacron profenofos 500 g/l Insektisida 1 ml Ulat, kutu loncat
3 Regent Insektisida 1 ml Ulat, kutu loncat
4 Lanatte metomil 25% Insektisida 1 g Ulat
5 Proclaim emamektin benzoat 5% Insektisida 0.2 g Ulat
6 Previcur propamokarb hidroklorida 722
g/l
Fungisida 0.3 ml Busuk daun, busuk pangkal
batang
7 Furadan karbofuran 3 % Insektisida/Nematisida Nematoda
Sumber : Bidang Produksi PT. Saung Mirwan
Lampiran 6. Daftar Pestisida yang Digunakan Dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tomat Cherry
No. Pestisida Bahan Aktif Golongan Konsentrasi per liter Satuan OPT/Penyakit
1 Confidor imidakloprid 200 g/l Insektisida 0.75 ml Mites, thrips, aphids, whitefly
2 Rinso Fungisida 0.5 g
3 Trigard siromazin 75% Insektisida 0.3 g Leafminer
4 Daconil klorotalonil 75% Fungisida 1 ml Karat
5 Lanatte metomil 25% Insektisida 1 g White fly, ulat
6 Cabrio pyraclostrobin 250 g/l Fungisida 0.75 ml
7 Metindo metomil Insektisida 1 g Kutu kebul, ulat, aphids, white fly
8 Agrimec abamektin 18.4 g/l Insektisida 0.75 ml Leaminer, thrips, mites
9 Morestan Fungisida 1 g Embun tepung
10 Antracol Fungisida 1 g Bercak daun, Pytophthora
infestans
11 Dithane M-45 Fungisida 1 g Bercak daun
12 Lifolatan Fungisida 1 g Pytophthorainfestans
13 Tetramisin sufat Bakterisida 1 g Penyakit layu
Lampiran 7.Volume dan Prestasi Kerja Karyawan Lapang dan Penulis
No. Jenis Kegiatan Satuan
Penulis Karyawan Volume dalam
HOK Prestasi dalam per jam
Volume dalam
HOK Prestasi dalam per jam
A. Pakchoi Baby
1 Pengolahan tanah bedeng 28 4 84 12
2 Penanaman bedeng 3.5 0.5 5.25 0.75
3 Penjarangan bedeng 7 1 10.5 1.5
4 Penyulaman bedeng 7 1 10.5 1.5
5 Penyemprotan bedeng 240.1 34.3 336 48
6 Pemanenan bedeng 2.1 0.3 3.5 0.5
7 Sortasi dan trimming kg 336 48 504 72
8 Pengemasan pack 210 30 420 60
B. Tomat Cherry
1 Penyemaian baki 84 12 168 24
2 Pengisian polibag polibag 420 60 630 90
3 Pindah tanam tray 14 2 35 5
4 Penanaman polibag 1680 240 2940 420 5 Pengajiran polibag 420 60 1260 180 6 Pewiwilan polibag 420 60 840 120 7 Pemangkasan polibag 420 60 840 120 8 Penyemprotan polibag 1260 180 4200 600 9 Pemanenan polibag 210 30 280 40
10 Sortasi dan grading kg 84 12 126 18
11 Pengemasan pack 210 30 420 60