BAB V PENUTUP membahas kesimpulan dan saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
Abrar, Ana Nadya, Bila Fenomena Jurnalisme Direfleksikan, Jakarta: Pusaka Sinar Harapan, 1997
Barus, Sedia Willing, Jurnalistik “Petunjuk Teknis Menulis Berita”, Jakarta: Erlangga, 2010
Bungin, Burhan, Sosiologi komunikasi “Teori, Paradigma, Dan diskursus Teknologi Komunikasi”, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008, Kontruksi Sosial Media Massa “Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Berger dan Thomas Luckman”, Jakarat:Kencana Prenada Media, cetakan ke-2, 2008
Damayanti, Ika, Penerapan Unsur-Unsur Jurnalistik Dalam Infotainment, Surakarta: Jurnal Komuniti, Universitas Muhammadiyyah Surakarta, Vol.2, No.1 Juni 2010
Eriyanto, Analisis Framing “Kontruksi, Ideologi, dan Politik Media”, Yogyakarta: LKIS, cetakan ke-3 2012
Fahmiyah, Mimi, Kontruksi Pemberitaan Buku Membongkar Cikeas Karya George Junus Aditjondro “ Analisis Framing Pada Harian Jurnal Nasional”¸Fak. Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Uin Jakarta, 2011 Farida, Nurul, Pers Dan Kepentingan Politik ”Analisi Framing Berita Partai
Nasional Demokrat Dan Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara Di Harian Seputar Indonesi”, Fak. Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Uin Jakarta, 2012
Iswara, Luwi, Jurnalisme Dasar, Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2005
Moudri, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik, Bogor: Ghalia Indonesia, 2008
Moloeng , Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Cetakan ke-7 2007
Morissan, Jurnalistik Televisi Mutakhir, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, cetakan ke-2 2010
Mulyana, Deddy, Metodologi Penelitian Kualitatif “Paradigma Baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial”, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. cetakan ke-7 2010
Mulyana, Deddi dan Solatun, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008
Mulyaningrum, Cahya, Analisis Framing Pemberitaan Pemain Tim Nasional Indonesia Pada Rubrik Ole Nasional Tabloid Bola. Jakarta: Fak. Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Uin Jakarta, 2011
Musta’in, Dramatisasi Bisnis Infotainment Antara Profesionalisme Dan
Idialisme, Purwokerto: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, , STAIN Purwokerto, Vol.5 No.2 Juli - Desember 2011
Novia, Windy, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Kashiko Nurudin, Jurnalisme masa kini, Jakarta: Rajawali Press, 2009
Rahmat, Jalaluddin Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. cetakan ke-15, 2012
Rolnicki, Tom E, dkk, Pengantar Dasar Jurnalisme, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, edisi ke-11 2008
Santana, Septiawan, Jurnalisme Kontemporer, Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, 2005
Sobur, Alex, Analisis Teks Media, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. cetakan ke-6, 2012).
Sumadiri, AS, Haris, Jurnalistik Indonesia “Menulis Berita Dan Feature”, Bandung: Simbosa Rekatama Media, cetakan ke-3, 2008
Syahputra Iswandi, Jurnalistik Infotainment “kancah baru jurnalistik dalam industri televisi” Yogyakarta: Pilar Media, 2006
Tebba, Sudirman, Jurnalistik Baru, Ciputat: Kalam Indonesia, 2005
Sumber Internet
http://www.jalansesama.or.id/index.php/creative-indigo diakses pada tanggal 5 September 2013 pukul 23.00 dari
http://www.cumicumi.com/celebrities/ustadz-solmet/profile.html diakses pada tanggal 23 Maret dan 5 September 2013 pukul 22.59 WIB dari
p
Alexander Andrianto
Pemimpin Redaksi
Albert Kuhon
Produser Eksekutif
Yenny Yudica siregar
Sekretaris Redaksi
Anita Kusumawati Mari Eka P. Sidabutar
Kordinator Kameraman Hotman Pardede Cameraman Driver Produser Pelaksana Mira Sukmasari Ast.Produser Pelaksana Triani Dimas Ast. Kordinator Kameraman Wahyu Kuncoro David Mayus Reporte r Dara Rahmawati Ekky Yani Camera Store Andi Kurniawan Andi Sworo Jamaludin Rahman Tim Penulis Naskah Tim Editing
Tanggal Wawancara : 24 Maret 2013
Tempat : Kantor Redaksi Infotainment Was-Was
Kenapa dalam berita tanggal 23 oktober segment ke 4 mengambil tema “keharmonisan pasangan April Jasmin dan ustadz Solmed?
Kebutulan kan mereka setelah pasca diangkat Rahim itu kan istilahnya ada cobaan lah ama mereka terus kita ngangkat itu intinya walaupun sempat diterpa badai dalam rumah tangganya dan sekarang si ustadz itu juga karena kesibukan dia jadi jarang ketemu ama si april, ahirnya april minta untuk datang, supaya menjaga keharmonisan cinta mereka dengan si april itu bawa makanan, memang kalau dia mau ke situ memang kita gak minta-minta, tapi kita creative minta dia bawa makanan
Bagaimana membadakan berita fakta dan berita yang rekayasa?
Membedakannya sih yaaa apa ya… kalau fakta ya bener-bener jelas ada bukti-buktinya kalau menurut aku misalnya kasus raffi lah emang bener fakta ada buktinya ada kejelasan, kalau setingan gitu ya buktinya agak ramcu maksudnya kadang-kadang kitakan ngarahin kaya sutradara misalnya dia reality rumah baru faktanya itu dirumah dia tapi kalau misalnya kita kasih bumbu artinya misalnya gini dia ngasih unjuk bahwa di rumah barunya itu ada semacam salon gitu contohnya ashanti misalnya dia bikin salon sendiri, jadi kalau mau kemana-mana dia gak usah ke salon lagi seperti ada cuci rambut memang kita kadang-kadang nyetting (merekayasa) coba dikasih tau gini-gini atau misalnya ada penambahan bumbu misalnya ayo dong pura-pura masak padahal hari itu dia gak masak gitu, tapi sebenarnya untuk settingan itu hal yang awajar menurut aku karena biar stepnya jelas maksudnya penulisan saat bikin narasi pun gak berantakan misalnya kita setting dari awal itu dia buka pint uterus masuk terus dia ceritakan ruang tamu biar lebih enak saat di narasinya jelas step-stepnya.
Bagaimana proses pengemasan berita di infotainment Was-Was?
Biasanya aja sih, materi datang terus kita kan sudah pake system karurator kan yah jadi kita gak pake kaset jadi card lalu masuk library, dari library itu biar data kesebar ke scripwriter, kita
nanti dilihat lagi ada hal yang menarik lainnya gak yang bisa kita tonjolin, selain itu juga berita itu dishare ke editor, nanti editor nyunting-nyunting gambar, kalau pake kaset ke scrip writer dulu baru turun ke editor system card itu diakui lebih cepat , jadi semua lini dapet, pengemasannya sih lebih banyak di scripwriter, hal yang paling menurut aku memang pengemasannya di scripwriter, walaupun saya mendapatkan laporan dari reporter misalnya hari ini ini wawancaranya ini begini-begini gitu kan akhirnya dibuatlah randown tapi terkadang sampai ke scirpwriter ada hal yang menarik lainnya bisa sih terkadang saya merubah angle contohnya kemaren kaya saipul jamil dia kan menjawab tentang kasusnya jupe, depe kan terancam di bui ternyata setelah dilihat ama scripwriter pernyataannya menarik, nanti saya periksa apakah ada yang tak layak tayang karena kita juga mengikuti lp3s,kpi, dank ode etik jurnalistik, intinya mengecheck apakah scip itu ada g hal-hal yang keluar dari aturan, terkadang juga saya rubah scripnya sedikit untuk lebih menraik, terkadang kan gak kepikiran ama scripwriter, udah selesai kembali lagi ke ruang editor terus editor masukin statmen.
Bagaimana gaya bahasa yang digunakan oleh infotainment Was-Was?
Gini yah kalau infotainment itu rata-rata penontonnya ibu rumah tangga, ya tau lah ibu-ibu senengnya gossip, walaupun infotainment itu bukun gossip menurut aku karena ada beritanya, dengan bahasa yang gampang dicerna yang pemirsa paling banyak menonton infotainment, jadi gaya bahasa tayangan artinya yang bisa dipahami oleh mereka, tapi tidak menutup kemungkinan remaja, bapa-bapa pekerja juga suka apalagi infotainment luaskan tidak hanya mencakup orang-orang terkenal, ama orang yang gak terkenalan asalkan ada hubungan dengan artis tersebut. Jadi akrena yang nontonnya ibu rumah tangga yah harus mengikuti mereka gaya bahasanya, nah kalau di was-was kan varian jadi diulas tidak secara dalam hanya intinya saja, jadi gaya bahasanya harus yang cepat dan jelas, cepat artinya tidak bertele-tele bisa dicerna, bisa dimengerti tapi menarik, menariknya itu karena anglenya itu sehingga ibu-ibu itu inget gitu, was-was tayang jam 6 kan, jadi pas ibu-ibu nyiapin makanan, kan kalau lagi kaya gitu mereka gak sempet duduk di depan televise nonkrongin, makanya gaya bahasa kita tuh yang cepet masuk ama mereka.
dan dia tidak punya masalah tapi dia bawa istrinya nah itu bisa jadi berita, hubungan dia dengan istrinya gimana.
Dalam pembentukan headline berita pada tanggal 23 oktober 2012 segment ke 4 apakah ada penyesuaian ataukah secara alami?
Penyesuaian gak ada yah, apa adanya karena sudah melihat materi kontennya istrinya bawa makanan lalu dia habis diangkat rahimnya, ya aku melihat ini harmonis dan ini mereka setelah diterpa badai dalam rumah tangganya makanya pemilihan itu apa adanya karena ini memang harmonis yang aku lihat bawa makanan, nyuapin suaminya.
Kenapa dalam naskah berita tanggal 23 oktober 2012 segment ke 4 tidak menekankan unsur “mengapa”?
Memang pada waktu itu kita tidak sedang melihat kenapa dia bawa makanan, karena kan sudah ada penjelasan di openingnya, jadi kita langsung aja kita tuangkan ke narasi, kalau memang banyak bertanya nantinya di narasinya jadi full, aku juga tidak bisa terlalu banyak narasi, kalau untuk was-was, karena kita juga dibatasi oleh durasi jadi cukup sesuatu yang penting misalnya dalam hal ini lebih menekankan unsur apa, bagaimana, dan mengapa unsur itu menurut aku yang paling penting karena unsur mengapa disini bisa dijelaskan aja dalam naskah beritanya, kalau dibilang pertnyaan reporter di lapangan memang ada tapi kita tidak tayangkan atau masuk ke dalam naskah karena keterbatasan durasi.
Kenapa berita ustadz solmed tanggal 23 oktober 2012 dimunculkan di segment ke 4?
Biasanya kalau di was-was, kaya kita buka koran, kalau di koran kan kiat yang pertama lihat headlinenya apa, kita tahu berita itu di muka, begitu juga di infotainment berita yang jadi andalan biasanya ditaro di segmen 1, aku juga pada waktu itu lihat pada waktu ada berita tentang nikita mirzani yang terkena kasus itu, otomatis itu ditaro di segment 1, karena itu yang lagi hangat, diperbincangkan, bener-bener yang membuat orang pengen tahu, segment 2 hampir sama dengan segment 1 Cuma tapi tidak seperti orang pengen tahu banget, kalau di was-was biasanya masih berupa kasus, kalaupun gak kasus tapi itu hal yang menjadi buah bibir yang fenomenal, misalnya seperti gaya set ala jokowi, orang biasanya pengen tahu kaya gimana, itu
tahu tentang dia.
Kenapa dalam satu segment ke-4 ada berita berita lain selain berita ustadz Solmed?
Kalau akub sih pertimbangannya berita itu tidak kuat kalau satu segment, mereka sebanding dan bedanya gak kuat kalau jadi satu segment, misalnya dapet bukan narasumber utama yang dicari, misalnya itu narasumber ke empat, gak itu jadi satu segment full didalam hal kasus, kecuali narasumber ke empat itu dia tiba-tiba membongkar suatu kasus itu mungkin beda hal tapi kalau aku lihat cuman dipermukaan itu tidak kuat satu segment, wawancaranya pun sedikit gak bisa panjang akhirnya dijadikan setengah segment.
Kenapa dalam berita ustadz solmed tanggal 23 oktober 2012 ada sisipan gambar ustadz solmed mencium istrinya?
Karena kan mereka baru mendapatkan badai dalam rumah tangganya, terus mereka tetap terlihat harmonis, intinya mereka tetap harmonis walaupun diuji sangat berat, dan itu membuktikan bukti sayangnya, jadinya kalau cium kening itu tandanya sayang jadi itu kelihatan banget bahwa keharmonisannya itu makin nyata dengan adanya tindakan-tindakan yang mesra.
Bagaimana pengisahan fakta dalam berita ustadz solmed tanggal 23 oktober 2012?
Biasanya kalau di awal seperti kita sudah tahu latar belakang dia, lalu kemaren dia punya masalah, dan kita tahu mereka tetap harmonis, tapi beberapa saat yang lalu si usatdz ini terlihat ada di sebuah tempat dan istrinya datang membawa makanan, jadi banyak mengalir aja, aku menempatkan di narasi pertama itu gambar atau statement yang menarik orang untuk nonton, ini narasi yang pertama sebelumnya sudah minta april bawa makanan, tapi kalau kasus pun masukin di awal yaitu statement atau gambar yang menarik, sehingga itu menjadi daya tarik orang atau kerusuhan, kerusuhan itu pun saya taro di awal, dan yang masalah yang kurang pentingnya itu di taro di akhir.
Kenapa ada pemotongan pernyataan dari narasumber?
Biasanya orang boring kalau terlalu banyak statement, orang seneng infotainment itukan karena narasi, narasi itulah yang membawa orang yang membuat pemirsa menjadi seseatu yang menarik rapi, kalau cuman sekedar statement, orang boring beberapa menit narasumber
apa gitu, kecuali misalnya bicara tentang hukum atau bicara tentang pasal-pasal emang hati-hati kalau potong-potong ditengah jadi lain pemahaman orang gitu kan.
Bagaimana kebijakan redaksi terkait dengan ideology yang dianut dan seberapa besar ideology itu mempengaruhi berita?
Ideology pasti ada karena setiap berita yang ditayangkan pasti akan dicheck dulu oleh pihak stasiun televise, jika beritanya tidak sesuai dengan keinginan, maka berita itu akan ditolak oleh pihak stasiun, sedangkan dari ph terkait denga berita-berita yang merugikan ph itu tidak boleh diliput, karena ph sendiri mempunyai label music dan artis yang diorbitkan, jadi jika ada berita miring tentang artis yang bernaung dilabel ph itu tidak boleh diliput.
Apa pesan yang ingin disampaikan dalam berita ini?
pesan yang ingin disampaikan dalam berita ini yaitu bahwa dalam mengarungi rumah tangga pasti ada badai yang menerjang, cobaan seberat apapun harus dijalani dengan tabah dan berpasrah kepada tuhan jangan sampai kita putus asa dengan cobaan yang menerpa.
Apa harapan anda terkait pemberitaan ustadz Solmed?
Harapan dalam berita ini agar masyarakat khususnya yang berumah tangga agar tetap menjadi rumah tangga yang harmonis walau dicoba apapun, hadapi dengan sabar dan tawakal.
Kenapa ustadz Solmed sering menjadi pemberitaan di infotainment Was -Was?
ya kita sudah tau lah, diantara ustadz-ustadz yang sering masuk tv memang ustadz Solmed yang sering, di tambah lagi popularitas dia sekarang ini masih kuat dibandingkan dengan ustadz-ustadz yang lain, selain itu pun kemaren-kemaren dia kan sempat kena musibah.
Bagaimana dengan ratting infotainment Was-Was, peringkat keberapa diantara infotainment lainnya?
kalau ratting lumayan lah, kadang naik kadang juga bisa turun, tapi kita tidak pernah lepas dari lima belas besar, karena jam tayang kita kan pagi jadi paling hanya ibu-ibu saja yang menjadi penonton dan tidak menutup kemungkinan selain ibu-ibu pun ada, jadi untuk ratting sendiri kita bisa naik turun karena kita juga bersaing dengan infotainment di tv sebelah yang tayang pada jam yang sama.