∑ PQ = Jumlah hasil perkalian antara P dan Q
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Sa’dun. Pelakonan sebagai Pendekatan Unggulan dalam Pendidikan Nilai. Pendidikan Nilai. Tahun 1 No. 2 Mei 1996
Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Bumi
Aksara. 2002.
. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. 2002.
Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2008.
Efi, Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa melalui Teknik Jigsaw dengan STAD. Skripsi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Biologi. Jakarta: Universitas Islam Syarif Hidayatullah, 2007
Ghazali,, Syukur. Menerapkan Paradigma Konstruktivisme melalui Strategi
Belajar Kooperatif dalam Pembelajaran Bahasa, JURNAL PENDIDIKAN
& PEMBELAJARAN, VOL. 9, NO. 2. OKTOBER 2002
Hamzah, Teori Belajar Konstruktivisme,
http://akhmadsudrajat.wordpres.com/2008/08/20/teori-belajar-konstruktivisme/ (9 Januari 2008) http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf (9Januari 2009) http://www.wikipedia.org/konstruktivisme (9Januari 2009) http://www.ed.gov/pub/EPTW/eptw10/eptw10u.html(9 Januari 2009) http://www.geocities.com/guruvalah (28 Januari 2009) http://www.puskur.net/inc/mdl/070_Model_PKH (22 November 2007) http://rbaryans.wordspress.com/2007/05 (22 November 2007) http://www.disdikklungkung.net/PENERAPAN_MODELPEMBELAJARANKO OPERATIF_TYPE_STADDENGANMEDIAVCD.htm (28 Januari 2009)
Holil, Anwar. Pembelajaran Kooperatif,
http://anwarholil.blogspot.com/2007/09/pendidikan_inovatif.html (9 Januari 2009)
Isjoni. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2009
Iswari, Mega. Pendidikan Nilai untuk Mempersiapkan Anak Menghadapi
Era-Globalisasi, Pedagogi Jurnal Ilmu Pendidikani, Vol II No. 1 Juni 200.
Karlina, Ina. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) sebagai Salah
Satu Strategi Membangun Pengetahuan Siswa.
http://www.sd_binatalenta/pend_pembelajarankooperatif_ina.pdf (9
Januari 2009)
Karuru, Perdy. Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Setting Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Siswa SLTP, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, No. 45, Tahun Ke-9, November 2003.
Koyan, I Wayan. Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif dan Kemampuan Penalaran Verbal terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn). Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP
Singaraja. No. 1TH.XXXVI Januari 2003.
Mahanal, Susriyati. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PLKH) sebagi Pendidikan Nilai. Pendidikan nilai. Tahun 2, No. 1 Nopember 1996.
Makmun, Abin Syamsudin. Psikologi Kependidikan, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya. 2005.
Mansyur. Strategi Belajar Mengajar. Modul 1-6, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka. 1992.
Mulyasa,. E. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Reaja Rosdakarya. 2005.
Nasution, Wahydin Nur. Efektivitas Strategi Pembelajaran Koperatif dan
Ekspositori terhadap Hasil Belajar Sains ditinjau dari Cara Berpikir Prayekti. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Berorientasi pada Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division), Jurnal Tekeldikdas, Vol. 2, No.1, Juli 2002 : 121-134.
Rustaman, Nuryani. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press, 2005
Sardiman A. M. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT.
Selamat, I Nyoman. Pengembangan Pembelajaran Kooperatif Melalui Metode Bermain untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa pada Konsep-konsep Kimia SMU
Semiawan, Conny dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, Jakarta: PT. Gramedia. 1990
Soekarno, dkk,. Dasar-dasar Pendidikan Science. Jakarta: Bharara, 1973
Sofyan, Ahmad, dkk. Evaluasi Pembelaran IPA Berbasis Kompetensi, Jakarta:
UIN Press. 2006
Spencer, Kagan. Cooperative Learning. http://www.KaganOnline.com (9 Januari 2009)
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya, 1989
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005
Suja, I Wayan. Pendekatan Nilai-nilai Kemanusiaan (Human Values) dalam
Pembelajaran Sains, Aneka Widya STKIP Singaraja. Edisi Khusus
TH.XXXIII September 2000
Suparyanti, Noor, dkk, Psikologi Pendidikan, Modul 1-6, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka. 1992
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
Remaja Rosdakarya. 2003
Yasa, Doantara. Metode Pembelajaran Kooperatif, http :
//www.ipotes.wordpress.com/ (9 Januari 2009)
Yudianto, Suroso Adi. Manajemen Alam sebagai Sumber Pendidikan Nilai.
Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Semester : 2
Standar Kompetensi : Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/Alat
Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan Konsep ekosistem • Tingkatan organisasi kehidupan • Komponen ekosistem
• Melakukan tanya jawab
tentang tingkatan organisasi kehidupan.
• Melakukan pengamatan
dengan alam sekitar untuk menunjukkan komponen-komponen penyusun ekosistem.mengerj • Mendiskusikan materi secara berkelompok. • Mengerjakan LKS. • Menjelaskan definisi tiap tingkatan organisasi kehidupan • Memberi contoh populasi, komunitas dan ekosistem. • Mengidentifikasi peran dan fungsi
komponen-komponen penyusun ekosistem.
• Memebedakan
organisme autotrof dan heterotrof dalam ekosistem.
• Menyebutkan
relung/ nisia dalam ekosistem. • Menunjukkan fungsi Jenis tagihan: Tugas kelompok, Bentuk instrument: Lembar kerja siswa 2 X 40’ Sumber:
Buku acuan yang relevan, lingkungan sekitar.
Bahan:
Lembar Kerja Siswa
• Aliran energi • Daur biogeokimia • Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok sambil berdiskusi. • Siswa mempresentasikan hasil diskusi.
• Menjelaskan urutan aliran energi pada rantai
makanan dan jaring-jaring makanan.
• Siswa mengerjakan tes individu.
• Menjelaskan terjadinya daur biogeokimia di alam.
• Siswa berdiskusi tentang materi yang telah dijelaskan kemudian mempresentasikannya. ekosistem. • Memberi contoh interaksi antar komponen ekosistem. • Mendefinisikan aliran energi, rantai makanan, dan jaring-jaring makanan.
• Memberi contoh
aliran energi dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan. • Mendeskripsikan peristiwa terjadinya daur biogeokimia. Bentuk instrumen: Lembar kerja siswa, hasil presentasi Jenis tagihan: Tugas kelompok, tes essay Bentuk instrumen: Gambar 2 X 40 ‘ Bahan:
Lembar kerja siswa
Sumber:
Buku acuan yang relevan
Bahan:
Karton bergambar
• Menjelaskan tipe-tipe ekosistem.
• Siswa mengerjakan LKS
secara berkelompok.
• Siswa mengerjakan tes individu ke-2.
• Siswa diberikan post test
yang mempengaruhinya. • Membedakan tipe-tipe ekosistem. • Memberi contoh tipe-tipe ekosistem. . Bentuk instrumen: Lembar kerja siswa Bahan:
Artikel, lembar kerja siswa
Sekolah : MA AT-TAQWA TANGERANG Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas/Semester : X/2 Konsep : Ekosistem Alokasi Waktu : 6 x 40 menit
Standar Kompetensi: Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan
Indikator : 1. Menjelaskan tingkatan-tingkatan organisasi dalam ekosistem. 2. Menyebutkan contoh populasi, komunitas, dan ekosistem 3. Mengidentifikasi peran dan fungsi komponen-komponen
penyusun ekosistem.
4. Membedakan organisme autotrof dan heterotrof dalam ekosistem.
5. Menjelaskan aliran energi, rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan siklus biogeokimia dalam ekosistem. 6. Menjelaskan interaksi antarkomponen dalam ekosistem. 7. Menyebutkan contoh interaksi antarkomponen ekosistem. 8. Mendeskripsikan dengan contoh peristiwa suksesi dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya
Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu :
1. Memahami tingkatan-tingkatan organisasi dalam ekosistem. 2. Menyebutkan contoh populasi, komunitas, dan ekosistem.
3. Mengidentifikasiperan dan fungsi komponen-komponen penyusun ekosistem. 4. Menyebutkan contoh interaksi antarkomponen ekosistem.
5. Menjelaskanaliran energi, rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan siklus biogeokimia dalam ekosistem.
6. Memahamiinteraksi antarkomponen dalam ekosistem. 7. Menyebutkan contoh interaksi antarkomponen ekosistem.
8. Mendeskripsikan dengan contoh peristiwa suksesi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Materi : - Tingkatan organisasi kehidupan, komponen ekosistem - Aliran energi, rantai makanan, siklus biogeokimia - Interaksi dalam ekosistem, Jenis ekosistem, suksesi
produsen bagi makhluk lain. Dan kemudian dekomposer mengembalikan lagi unsur-unsur pembentuk makhluk hidup, kembali ke alam dan kemudian akan dipergunakan lagi untuk kelangsungan kehidupan.
- Tanah, air, udara dan cahaya adalah ciptaan Tuhan. Air sebagai sumber kehidupan utama bagi kehidupan semua makhluk hidup ciptaan–Nya. Cahaya sangat dibutuhkan oleh tumbuhan berhijau daun yang diambil dari energi matahari dan dipergunakan sebagai proses foto sintesis. Segala sesuatu itu berjalan secara teratur dan seakan-akan tidak pernah berhenti karena segala sesuatu yang ada di muka bumi ini sudah ada yang mengaturnya yaitu Allah SWT.
- Dimuka bumi ini Tuhan tidak menciptakan kelompok yang
hidup sendiri terpisah dan terasing dari individu atau kelompok lain. Tetapi satu sama lain saling membutuhkan. Tuhan menciptakan segala sesuatu dibumi ini berpasang-pasangan. - Makhluk hidup sebagai ciptaan Tuhan di alam tidak bisa hidup
sendiri-sendiri tetapi masing-masing bergantung pada organisme lain, baik untuk memperoleh makanan, perkembangbiakan maupun tempat tinggal, oleh karena itu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus saling menghargai, tolong-menolong, tidak merampas hak-hak orang lain sehingga tercipta suatu kerukunan dalam suatu masyarakat.
- Adanya fenomena daur ulang materi dan siklus energi di alam, keajaiban daur hidup pada tumbuhan maupun hewan, dan berbagai bentuk keanekaragaman makhluk hidup dengan kemampuan adaptasinya, memberikan petunjuk adanya Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga manusia wajib mennyembah-Nya dan taat kepada firman-firman-Nya.
Praktis :
- Berdasarkan prinsip ekologis manusia dengan kemampuan
potensi akalnya mampu mengubah lingkungan apa saja sesuai dengan kehendaknya tanpa harus khawatir dampak negatifnya.
- Dengan adanya air dalam suatu ekosistem sangat berpengaruh
terhadap berbagai aspek kehidupan tumbuhan dan hewan.
Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah memiliki fungsi tertentu seperti halnya hewan yang dapat berguna sebagai konsumen.
- Dengan menganalisis komponen-komponen ekosistem yang ada
di suatu daerah dapat diketahui bahwa ekosistem itu tergolong seimbang atau tidak seimbang, sehingga dapat diprediksi pertumbuhan dan perkembangan suatu populasi yang akan mendominasi atau suksesi di sana.
- Dengan melakukan inventarisasi sumber daya alam hayati
Skenario Pembelajaran : a. Pertemuan ke-1: 2 × 40 menit
Kegiatan pendahuluan:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa berdo’a bersama-sama 2 menit
2. Siswa diabsen kehadirannya 2 menit
3. Siswa diberikan pretes 20 menit
4. Tahap Persiapan
- Membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 orang
dengan berbeda jenis kelamin dan ranking.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
menerangkan setting pembelajaran kooperatif tipe STAD
7 menit
Kegiatan Inti:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Tahap Penyajian Materi/Presentasi kelas
- Guru menjelaskan materi tingkatan organisasi
kehidupan dan komponen ekosistem.
- Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama
sebagai persiapan mengikuti tes.
15 menit
2. Tahap Belajar Kelompok
- Guru memerintahkan siswa untuk kembali pada
masing-masing kelompok.
- Guru mengajak siswa ke lapangan.
- Guru membagikan LKS kepada setiap siswa untuk
memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.
14 menit
Kegiatan Akhir/Penutup:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa diminta oleh guru untuk menyimpulkan hasil
diskusi masing-masing kelompok.
5 menit
2. Siswa diabsen kehadirannya 2 menit 3. Siswa mengingat-ingat kembali pengetahuannya
tentang materi yang telah diajarkan minggu lalu
3 menit 4. Siswa digali pengetahuan awalnya tentang:
a. Bagaimana interaksi antarkomponen ekosistem?
b. Apa yang dimaksud dengan rantai makanan dan
jaring-jaring makanan?
5 menit
Kegiatan Inti:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Tahap Penyajian Materi
- Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
interaksi antarkomponen ekosistem dan rantai makanan serta jaring-jaring makanan
- Guru memerintahkan siswa untuk kembali pada
masing-masing kelompok
- Guru membagikan LKS kepada setiap siswa untuk
memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.
24 menit
2. Tahap Belajar Kelompok
- Siswa membahas materi yang telah diberikan
secara berkelompok
- Guru memonitor dan membimbing aktivitas kerja
tiap kelompok.
- Siswa memberikan kesimpulan materi yang
dibahas
24 menit
Kegiatan Akhir/Penutup:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa diberikan tes individu pertama 20 menit
c. Pertemuan ke-3: 2 × 40 menit
Kegiatan pendahuluan:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa berdo’a bersama-sama 2 menit
2. Siswa diabsen kehadirannya 2 menit
3. Siswa mengingat-ingat kembali pengetahuannya tentang materi yang telah diajarkan minggu lalu
3 menit 4. Siswa digali pengetahuan awalnya tentang:
a. Piramida ekologi? b. Daur biogeokimia?
interaksi antarkomponen ekosistem dan rantai makanan serta jaring-jaring makanan
- Guru memerintahkan siswa untuk kembali pada
masing-masing kelompok STAD.
- Guru membagikan LKS kepada setiap siswa untuk
memudahkan siswa dalam memahami pelajaran. 2. Tahap Belajar Kelompok
- Siswa membahas materi yang telah diberikan
secara berkelompok
- Guru memonitor dan membimbing aktivitas kerja
tiap kelompok.
- Siswa memberikan kesimpulan materi yang
dibahas
24 menit
Kegiatan Akhir/Penutup:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa diberikan tes individu kedua 20 menit
d. Pertemuan ke-3: 2 × 40 menit
Kegiatan pendahuluan:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Siswa berdo’a bersama-sama 2 menit
2. Siswa diabsen kehadirannya 2 menit
3. Siswa mengingat-ingat kembali pengetahuannya tentang materi yang telah diajarkan minggu lalu
3 menit 4. Siswa digali pengetahuan awalnya tentang:
c. Suksesi?
d. Tipe-tipe ekosistem?
5 menit
Kegiatan Inti:
No. Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Tahap Penyajian Materi
- Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
interaksi antarkomponen suksesi dan tipe-tipe ekosistem
- Guru memerintahkan siswa untuk kembali pada
masing-masing kelompok STAD
- Guru membagikan LKS kepada setiap siswa untuk
memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.
24 menit
2. Tahap Belajar Kelompok
- Siswa membahas materi yang telah diberikan
secara berkelompok
- Guru memonitor dan membimbing aktivitas kerja
tiap kelompok.
- Siswa memberikan kesimpulan materi yang
1. 2.
Siswa diberikan postes
Guru memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik
20 menit
Sumber Belajar : Buku Biologi Kelas X Penerbit Bumi Aksara, Buku Biologi kelas X Penerbit Yudhistira, LKS
Penilaian :
Jenis tagihan : pre test dan post test, LKS.
Bentuk instrumen : pilihan ganda, uraian objektif, dan uraian non-objektif
Mengetahui, Tangerang, Mei 2009
Guru Pamong Bidang Pembelajaran, Peneliti,
Ibu Qurrata A’yuni S.Si Siti Mahmudah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN