• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen SATRIA Universitas Sumatera Utara (Halaman 63-74)

Akbar, A., L. W. Zen dan A. Zulfikar. 2013. Struktur Komunitas Pelecypoda di Kawasan Konservasi Laut Daerah Malang Rapat Kabupaten Bintan.

Universitas Maritim Raja Ali Haji, Batam.

Aksornkae, S. 1993. Ecology and Management of Mangroves. IUCN. Bangkok.

Thailand. 74-75.

Amien, M. H. 2015. Studi Kadar Nitrat dan Fospat di Perairan Pesisir Kota Tarakan Kalimantan Utara. Universitas Borneo Tarakan, Tarakan.

Apriliani. I. 2012. Bioekologi Kerang Tahu (Meretrix meretrix, L. 1758) di Muara Sungai Juru Tulis dan Muara Sungai Terusan, Pantai Mayangan Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Apriliani. I. 2012. Bioekologi Kerang Tahu (Meretrix meretrix, L. 1758) di Muara Sungai Juru Tulis dan Muara Sungai Terusan, Pantai Mayangan Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Arifin., Y. Nafie, A. L dan Supriadi. 2004. Studi Kondisi dan Potensi Ekosistem Padang Lamun Sebagai Daerah Asuhan Berbagai Jenis Biota Laut di Perairan Pulau Barranglompo, Makassar. Jurnal Torani, 14 (5): 241-250.

ISSN: 0853-4489.

Arinardi, O.H., Sutomo, A.B., Yusuf, S.A., Trimaningsih, Asnaryanti, E., Riyono, S.H. 1997. Kisaran Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan di Perairan Kawasan Timur Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Jakarta.

Barus, T. A. 2004. Pengantar Limnologi. USU Press, Medan

Dahuri, R., J. Rais., S. P. Ginting dan M. J. Sitepu. 1996. Pengelolaan Sumberdaya Hayati Wilayah Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Jakarta.

Pradya Pramitha. 305 hlm.

Dewi, D. A. N., A. Pratomo dan C. J. Koenawan. 2013. Struktur Komunitas Makrozoobenthos Pada Sedimen Mangrove di Pulau Los Kelurahan Senggarang Kota Tanjung Pinang, Universitas Maritim Raja Haji Ali, Riau.

Dewi, D., F. 2003. Phosphate Removal by Crystallization in Fluidized Bed Reactor Using Silica Sand. Jurnal Purifikasi, Vol.4, No.4, : 151-156.

Dibyowati, L. 2009. Keanekaragaaman Moluska (Bivalvia dan Gastropoda) di Sepanjang Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Dwiono, S. A. P. 2003. Pengenalan Kerang Mangrove Geloina Erosa dan Geloina Expansa. Vol 28 (2). Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta, Bumi Aksara.

Fadhilah, N., Masrianih dan Sutrisnawati. 2013. Keanekaragaman Bivalvia di Berbagai Macam Habitat di Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi.

Jurnal Jipbio. 2: 13-19.

Faizal, A., J. Jompa, M. N. Nessa, dan C. Rani. 2012. Dinamika Spasio-Temporal Tingkat Kesuburan Perairan di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Febrita, E., Darmawati dan Astuti, J. 2015. Keanekargaman Gastropoda dan Bivalvia Hutan Mangrove sebagai Media Pembelajaran pada Konsep Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA. Jurnal Biogenisis. 11 (2):

119128.

Fitriana, Y. R. 2006. Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrozoobenthos di Hutan Rehabilitasi Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Universitas Lampung, Lampung.

Fitrianti. 2014. Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia di Estuari Mangrove Belawan Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Fransisca. A. 2011. Tingkat Pencemaran Perairan Ditinjau Dari Pemanfaatan Ruang Di Wilayah Pesisir Kota Cilegon. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota . 22 (2): 145 – 160.

Indraswari, A. G. M., M. Litaay dan E. Soekendrasi. 2014. Morfometri Kerang Tahu Meretrix meretrix Linnaeus, 1758 di Pasar Rakyat Makassar. Jurnal Berita Biologi.

Insafitri. 2010. Keanekaragaman, Keseragaman, dan Dominansi Bivalvia di Area Buangan Lumpur Lapindo Muara Sungai Porong. Jurnal Kelautan, (3) 1 : 54-59.

Islami, M. M. 2013. Pengaruh Suhu dan Salinitas Terhadap Bivalvia. UPT Balai Konservasi Biota Laut-LIPI, Ambon.

Jumanto., A. Pratomo dan Muzahar. 2013. Struktur Komunitas Echinodermata di Padang Lamun Perairan Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta.

Khaeksi, I. P., Haeruddin dan M. R. Muskananofa. 2015. Status Pencemaran Sungai Plumbon Ditinjau dari Aspek Total Padatan Tersuspensi Dan Struktur Komunitas Makrozoobentos. Journal of Maquares. 4 (3): 1-10.

Krebs, C. J. 1989. Ecological Methodology. Third Edition. Harper and Row Publisher. New York.

Lina, F., Lestari dan A. Zulfikar. 2015. Struktur Komunitas Gastropoda di Ekosistem Mangrove sungai Nyirih Kecamatan Tanjungpinang Kota Tanjungpinang. Jurnal Elektronik. 1-5.

Lindawaty., I. Dewiyanti dan S. Karina. 2016. Distribusi dan Kepadatan Kerang Darah (Anadara Sp.) Berdasarkan Tekstur Substrat di Perairan Ulee Lheue Banda Aceh. Jurnal Perikanan dan Kelautan Unsyiah.

Makmur, M., H. Kusnoputranto., S.S. Moersidik dan D. Wisnubroto.2012.

Pengaruh Limbah Organik dan Rasio N/P terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Kawasan Budidaya Kerang Hijau Cilincing. Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah, 15 (2) : 6-7.

Makmur, M., Kusnoputranto, H., Moersidik, S.S. dan Wisnubroto, D. 2012.

Pengaruh Limbah Organik dan Rasio N/P terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Kawasan Budidaya Kerang Hijau Cilincing. Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah, 15 (2) : 6-7.

Marpaung, A. A. F. 2013. Keanekaragaman Makrozoobenthos di Ekosistem Mangrove Silvofishery dan Mangrove Alami Kawasan Ekowisata Pantai Boe Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Matahelumual, B. C. 2007. Penentuan Status Mutu Air dengan sistem Storet di Kecamatan Bantar Gebang. Jurnal Geologi Indonesia, 2 (2):113-118.

Megawati, I. A., Zulfikar, A dan Melani, W. R. 2012. Uji Toksisitas Deterjen terhadap Ikan Nila (Orheochromis niloticus). Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau.

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta.

Nugroho, A. 2006. Bioindikator Kualitas Air. Universitas Trisakti, Jakarta.

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. Penerjemah: M.

Eidman, Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo dan S. Sukarjo. PT.

Gramedia. Jakarta. 459 hal.

Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Oseana. XXXI (1) : 1-3.

Pamungkas, M. T. O. A. 2016. Studi Pencemaran Limbah Cair dengan Parameter BOD5 dan pH di Pasar Ikan Tradisional dan Pasar Modern di Kota Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang.

Patty, S. I. 2015. Karakteristik Fosfat Nitrat dan Oksigen Terlarut di Perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 1 (1) : 2-3.

Putra, R. E., b. Utomo dan A. M. Rangkuti. 2015. Analisis Kualitas Perairan Pantai Sei Nypah Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine. 12 (2): 1-9.

Sari, D. S. P. 2010. Ekosistem Pesisir. Jurnal Saintech, 2 (3). ISSN: 2086-9681.

Sarjono. 2009. Analisis Kandungan Logam Berat Cd, Pb, dan Hg Pada Air dan Sedimen di Perairan Kamal Muara, Jakarta Utara. [Jurnal]. Institut Pertanian Bogor

Sastrawijaya A. T. 1991. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta, Jakarta.

Setyobudiandi I. Eddy S. Yon V. & Rini S. 2004. Bio-ecologi kerang lamis (Meretrix meretrix) di perairan marunda. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan an Perikanan Indonesia 11(1): 61 – 66.

Setyono, D. E. D. 2006. Karakeristik Biologi dan Produk Kekerangan Laut.

Jurnal Oseana. XXXI (1) : 1-3.

Simamora, D. R. 2009. Studi Keanekaragaman Makrozoobenthos di Aliran Sungai. Padang Kota Tebing Tinggi. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Simangunsong, E. 2010. Distribusi Spasial Bivalvia Berdasarkan Tipologi Habitat di Teluk Lada Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Simanjuntak, M. 2007. Oksigen Terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat Pulau Bangka. Jurnal Kelautan. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta.

Sinaga, P. R., S. Nedi dan Efriyedi. 2016. Analysis Content of Organic Metter in Sediment and Abundance Macrozoobenthos in Kuala Tanjung Waters Batubara District. University of Riau, Pekanbaru.

Sitorus, D. 2008. Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia Serta Kaitannya Dengan Faktor Fisik-Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Soedibjo, 2008. Analisis Komponen Utama dalam Kajian Ekologi. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta.

Suin, N. M. 2002. Metode Ekologi. Penerbit Universitas Erlangga. Jakarta.

Sukmadewa, W.A. 2004. Analisis Status dan Trend Kualitas Air Sungai Ciliwung di DKI Jakarta 2000-2005. Intitut Teknologi Bandung, Bandung.

Supriadi, I. H. 2001. Dinamika Estuaria Tropik. Jurnal Oseana. 16 (4) : 1-11.

Susiana. 2011. Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Suwignyo. S. 2005. Avertebrata Air Jilid 1. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Syamsurisal. 2011. Studi Beberapa Indeks Komunitas Makrozoobenthos di Hutan Mangrove Kelurahan Coppo Kabupaten Barru. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Tobing, I. S. L. 2009. Kondisi Perairan Pantai Sekitar Merak, Banten Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis Benthos. Jurnal VIS VITALIS. 2 (2) : 31.

Utami. T. M. R., Maluskah, L dan Yusuf, M.. 2016. Sebaran Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4) Di Perairan Karangsong Kabupaten Indramayu. Bulletin Oseanografi Marina. 5 (1) : 31 – 37. ISSN :2089 – 3507.

Walukow. A. F. 2010. Penentuan Status Mutu Air dengan Metode Storet di Danau Sentani Jayapura Provinsi Papua, Jayapura. Jurnal Biologi. 10 (3):1-5

Warlina, L. 2004. Pencemaran Air: Sumber, Dampak dan Penanggulangannya, Bogor.

Wulandari, T., H. Wahyuni dan A. Muhtadi. 2016. Struktur Komunitas Maakrozoobentos di Kawasan Mangrove Desa Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Aquacoastmarine. 14 (4): 1-12.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Alat dan Bahan Penelitian

Cold box Sechi disk

GPS Refraktometer

DO Meter pH Met

Tali plastik Kertas milimeter block

Meteran gulung Plastik

Tisu Kamera

Buku identifikasi Sample Bivalvia

Lampiran 2. Kegiatan Penelitian

Pengambilan sample Bivalvia Pengambilan Substrat

Pengukuran Kecerahan Pengukuran pH

Pengukuran Salinitas Pengukuran DO

Lampiran 3. Penentuan Tekstur Substrat

Berikut ini adalah langkah-langkah penentuan tekstur substrat yaitu : 1. Menentukan komposisi dari masing-masing fraksi subsrat. Misalnya fraksi

pasir 45%, debu 30% dan liat 25%.

2. Menarik garis lurus pada sisi presentase pasir dititik 45% sejajar dengan sisi presentase debu, kemudian ditarik garis lurus pada sisi persentase debu di titik 30% sejajar dengan presentase liat, dan tarik garis lurus pada sisi presentase liat 25% sejajar dengan sisi presentase pasir.

3. Titik perpotongan ketiga garis tersebut akan menentukan tipe substrat yang dianalisis, misalnya hal ini adalah lempung. Untuk analisis substrat menggunakan Segitiga The United States Department of Agriculture (USDA) dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar Segitiga The United States Department of Agriculture (USDA)

Lampiran 4. Gambar Bivalvia

Mactra grandis Anadara granosa

Meretrix meretrix Tellina remies

Lampiran 5. Biomassa Bivalvia Stasiun 1

Nama Spesies Berat A B Br Rangking

Mactra grandis 16,14 1 5,38 24,66381 2

Tellina remies 16,59 1 5,53 25,35147 3

Meretrix meretrix 24,81 1 8,27 37,91259 4

Anadara granosa 7,9 1 2,633333 12,07213 1

Jumlah 65,44 100

Stasiun 2

Nama Spesies Berat A B Br Rangking

Mactra grandis 21,73 1 7,243333 34,04355 3

Tellina remies 6,47 1 2,156667 10,1363 1

Meretrix meretrix 24,64 1 8,213333 38,60254 4

Anadara granosa 10,99 1 3,663333 17,21761 2

Jumlah 63,83 100

Stasiun 3

Nama Spesies Berat A B Br Rangking

Mactra grandis 16,76 1 5,586667 25,02987 2

Tellina remies 22,88 1 7,626667 34,16965 4

Meretrix meretrix 18,15 1 6,05 27,10573 3

Anadara granosa 9,17 1 3,056667 13,69474 1

Jumlah 66,96

Dalam dokumen SATRIA Universitas Sumatera Utara (Halaman 63-74)

Dokumen terkait