• Tidak ada hasil yang ditemukan

89

Adimihardja, K. dan Harry Hikmat, 2001, Participatory Research Appraisal : Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, Humaniora Utama Press,Bandung. Anneahira.

Konsep Dasar Pertanian Berkelanjutan. http://www.anneahira.com/ dasar- pertanian.htm. [16 Maret 2011].

Ariyoso. 2009. Konsep Importance Performans Analsys (IPA). http://ariyoso.wordpress.com/2009/12/15/konsep-importance-performance- analysis/. [15 Maret 2011].

Biro Perencanaan Departemen Pertanian, 2009. Evaluasi dan Penilaian Gapoktan PUAP. Jakarta.

Budimanta, A. 2005. Memberlanjutkan pembangunan di Perkotaan Melalui Pembangunan Berkelanjutan dalam Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia dalam Abad 21. Jakarta.

BPS. 2008. Analisis dan Penghitungan Tingkat Kemiskinan Tahun 2008. BPS Indonesia. Jakarta.

David, F. R. (2002). Manajemen Strategis Konsep, terjemahan, PT. Prenhallindo, Jakarta.

Deptan. 2010. Laporan bulanan PUAP T.A. 2008. Jakarta.

Elizabeth, R. 2008. Partisipasi Sebagai Strategi Pemberdayaan Petani Miskin Melalui Program Integrasi Jagung dan Ternak. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Kajian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. Ife,Jim. 1996. Community Development, Creating Community Alternatives-Vision,

Analysis and Practice. Addison Wesley Longman, Australia dalam Tesis Irawati, P. 2006. Proses Pemberdayaan Petani dalam Konteks Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Miskin Melalui Inovasi (P4MI). UGM, Jogyakarta.

Imigrasi. 2008. Kantor Imigrasi Kelas II Karawang. http://www.imigrasi.go.id/ index.php?. [19 Februari 2011].

Karawang Dalam Angka. 2009. www. Karawang.go.id [26 Maret 2011].

Kementan. 2010. Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. 2010. Jakarta.

Kementan. 2011. Laporan Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. 2010. Jakarta.

Martinez, C.L., 2003, Evaluation Report: Tools Cluster Networking Meeting #1, CenterPoint Institute, Inc., Arizona. http://fportfolio.petra.ac.id. [23 April 2011].

Martha, J. 2011. Evaluasi Kegiatan. http://www.idb-unj.info/index.php. [17 Januari 2011].

Martilla, J., & James, J. 1977. “Importance-Performance Analysis.” Journal Of Marketing, 41(1):77-79.

90

Masik,A. 2005. Hubungan Modal Sosial dan Perencanaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 16/No.3, Desember 2005, hlm 1-23 dalam Tesis Irawati, P. 2006. Proses Pemberdayaan Petani dalam Konteks Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Miskin Melalui Inovasi (P4MI). UGM, Jogyakarta.

Mubyarto. 1995. Ekonomi dan Keadilan Sosial. Aditya Media. Yogyakarta.

Purnomo, D. 2010. 9 Alasan kelembagaan Petani Tidak Berjalan Dengan Baik. Jakarta.

Rivai, R.S. 2010. Evaluasi dan Penyusunan Desa Calon Lokasi Pengembangan usaha agribisnis Perdesaan (PUAP). Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Kajian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Sahdan, G. 2005. Menanggulangi Kemiskinan Desa. Artikel-Ekonomi Rakyat dan Kemiskinan. Jogjakarta.

Salsabila. 2011. Gambaran Umum. http://karawangkab.go.id/index.php. [19 Februari 2011].

Soegijoko, et all. 2005. Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia dalam Abad 21. Jakarta.

Sumodiningrat, G. 1997. Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, PT Bina.

Rena Pariwara, Jakarta, 1997.Sutisna, N. 2006. Enam Tolok Ukur Pembangunan Berkelanjutan. TEMPO Interaktif. Jakarta.

Sumaryadi, I N. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyaraka. Penerbit Citra Utama. Jakarta.

Suradisastra, K., W.K. Sejati, Y. Supriatna, dan D. Hidayat. 2002. Institutional Description of Balinese Subak. Jurnal Kajian dan Pengembangan pertanian, Vo. 21 No.1, 2002. Badan Kajian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Jakarta.

Suradisastra, K. 2008. Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani. Forum Kajian Agronomi, Vol. 26 No.2, Desember 2008: 82-91. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Syahyuti, 2007. Strategi dan Tantangan dalam Pengembangan Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Wakhinuddin, S. 2011. Definisi Evaluasi (Dalam Konteks Program dan Pendidikan). http://wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/14/definisi-evaluasi/ [17 jan 2011].

91

LAMPIRAN

92

Penelitian ini akan dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2011, dengan rincian sebagai berikut :

No Kegiatan Maret April Mei Juni

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Konsultasi dengan pembimbing 2 persiapan penulisan TOR 3 Studi Literatur 4 pembuatan proposal penelitian 5 pengumpulan data 6 pengolahan dan analisis

data 7 penyusunan laporan penelitian 8 seminar 9 ujian sidang 10 perbaikan da penggandaan laporan penelitian

93

GAMBARAN DAN KINERJA GAPOKTAN PENERIMA PUAP I. IDENTIFIKASI GAPOKTAN Nama Gapoktan : ……… Desa : ……… Kecamatan : ……… Kabupaten : ……… Propinsi : ……… Tahun SK Pembentukan : ………

Komoditas Utama : 1. ………... (…...…..Ha)

2. ………... (…...…..Ha) 3. ………... (…...…..Ha)

Jumlah Anggota : ……… Orang

Jenis Usaha non Pertanian : 1. ………...

2. ………...

3. ………...

Aksesibilitas : 1. Sumber Informasi :

a. BPP : ………Km b. BPTP : ………Km c. Dinas Pertanian : …...Km 2. Pasar : ……….km 3. Sarana Transportasi : a. Baik b. Sedang c. Jelek Selain PUAP, Program

yang pernah diterima : a. Prima Tani b. SLPTT c. FEATI

d. Lainnya sebutkan ………. Selain penyuluh pendamping dan PMT,

pihak lain yang pernah melakukan Pendampingan : a. Perguruan Tinggi

b. LSM

c. Lainnya sebutkan ………. II. INDENTITAS PENERIMA DANA PUAP

Nama Petani : ………

Desa : ………

Kecamatan : ………

Kabupaten : ………

Propinsi : ………

Komoditas Utama : 1. ………... (…...…..Ha) 2. ………... (…...…..Ha) 3. ………... (…...…..Ha)

Jumlah Anggota Keluarga : ……… Orang

Jenis Usaha non Pertanian : 1. ………...

2. ………...

3. ………...

94 1. Usia responden a. 0 - 20 tahun b. 21 – 40 tahun c. 40 – 60 tahun d. 61 – 80 tahun

2. Tingkat pendidikan responden a. tidak sekolah

b. SD c. SLTP d. SLTA e. S1

3. Luas kepemilikan lahan a. < 0,1 Ha

b. 0,1 – 1 Ha c. 1 - 2 Ha d. > 2 Ha

4. Lama pengalaman bertani a. < 5 tahun

b. 6 – 10 tahun c. 11 – 15 tahun d. > 15 tahun

5. Jumlah tanggungan keluarga a. Tidak ada

b. 1 – 2 orang c. 3 – 4 orang d. > 4 orang 6. Status usaha tani

a. Komoditas tanaman pangan b. komoditas hortikultura c. Industri rumah tangga d. usaha bakulan

III. ASPEK KINERJA GAPOKTAN 3.1 TINGKAT KINERJA

No Daftar pertanyaan Sangat

Peting Penting Kurang Penting Cukup Penting Tidak Penting A. Aspek Organisasi

1 Gapoktan memiliki struktur organisasi

2 Gapoktan memberikan uraian tugas pokok

3 Gapoktan menyelenggarakan rapat/pertemuan pengurus 4 Adanya peran penyuluh

pendamping 5 Adanya peran PMT

6 Keterlibatan dalam perencanaan kegiatan

95 keputusan

B. Aspek penyaluran dana PUAP 1 Keterlibatan anggota Gapoktan

dalam pembuatan RUB 2 Ketersediaan dana PUAP 3 Kemudahan persyaratan

penerima PUAP

4 Sosialisasi program PUAP 5 Seleksi calon penerima PUAP

C. Aspek Pemanfaatan dana Program PUAP 1 Sebagai unit simpan pinjam/

LKM-A

2 Pemahaman terhadap

kesesuaian dana yang diterima dengan kebutuhan usaha tani 3 Pemahaman akan jaminan

/agunan untuk pinjaman dana PUAP

D. Aspek pengembalian dana PUAP 1 Ketepatan pengembalian dana

PUAP

2 Perguliran dana PUAP pada kelompok lain

3 Peningkatan unit usaha E. Aspek usaha tani

1 Gapoktan mengadakan saprodi pertanian

2 Penggunaan teknologi dalam usaha tani

3 Gapoktan mengadakan kerjasama keuangan 4 Gapoktan mengadakan

kerjasama pengadaan saprodi 5 Pemasaran bersama dilakukan

oleh Gapoktan 2.2 KUALITAS KINERJA

No Daftar pertanyaan Sangat

Baik Baik Kurang Baik Cukup Baik Tidak Baik A. Aspek Organisasi

1 Gapoktan memiliki struktur organisasi 2 Gapoktan memberikan uraian tugas

pokok

3 Gapoktan menyelenggarakan rapat/pertemuan pengurus

4 Adanya peran penyuluh pendamping 5 Adanya peran PMT

6 Keterlibatan dalam perencanaan kegiatan

7 Keterlibatan dalam pengambilan keputusan

B. Aspek penyaluran dana PUAP

1 Keterlibatan anggota Gapoktan dalam pembuatan RUB

2 Ketersediaan dana PUAP

96 PUAP

4 Sosialisasi program PUAP 5 Seleksi calon penerima PUAP

C. Aspek Pemanfaatan dana Program PUAP 1 Sebagai unit simpan pinjam/LKM-A 2 Pemahaman terhadap kesesuaian dana

yang diterima dengan kebutuhan usaha tani

3 Pemahaman akan jaminan /agunan untuk pinjaman dana PUAP D. Aspek pengembalian dana PUAP

1 Ketepatan pengembalian dana PUAP 2 Perguliran dana PUAP pada kelompok

lain

3 Peningkatan unit usaha E. Aspek usaha tani

1 Gapoktan mengadakan saprodi pertanian

2 Penggunaan teknologi dalam usaha tani 3 Gapoktan mengadakan kerjasama

keuangan

4 Gapoktan mengadakan kerjasama pengadaan saprodi

5 Pemasaran bersama dilakukan oleh Gapoktan

IV. ASPEK TINGKAT PENDAPATAN ( SATU MUSIM TANAM )

4.1 Penyaluran dan Pengembalian dana BLM PUAP Daftar pertanyaan

1. Kapan (bulan) pertama kali menerima dana BLM PUAP? ...

2. Berapa nilainya? (Rp. 000)

...

3. Diterima dalam bentuk apa? (pilih yang sesuai)

a. uang b. sarana produksi/natura/barang, c. uang & barang 4. Jika nomor 3 memilih point c, berapa jumlah yang diterima?

a. Uang (Rp 000) = ... b. Urea (Kg) = ... c. TSP (Kg) = ... d. KCL (Kg) = ... e. Benih (Kg) = ... f. Pestisida (Kg) = ...

g. Sarana produksi lainnya, sebutkan = ... (Kg,Ltr) 5. Berapa lama jangka waktu pinjaman/jatuh tempo (bulan) ?

... 6. Bagaimana cara pengembalian pinjaman? Pilih yang sesuai

a. dilunasi setelah panen, d. harian

b. bulanan, e. dua bulanan/triwulanan

c. mingguan, f. Lainnya :...

97

a. Ya b. Belum

8. Jika belum, berapa nilai pengebalian hingga saat ini (Rp 000) ? ...

9. Sebelum ada dana BLM PUAP apakah responden pernah meminjam modal usaha (uang, bibit, pupuk, dst) dari pihak lain?

a. Ya, b. Tidak

10. Jika Ya, dari siapa modal tersebut dipinjam ?

a. Pedagang Saprotan, d. Pelepas uang

b. Pedagang, e. Koperasi desa

c. Penggilingan padi f. Lainnya : ... 11. Berapa persen bunganya per bulan (lihat butir 10)? ... .. 12. Apakah harus ada jaminan untuk meminjam modal tsb?

a. Ya, b. Tidak

13. Jika Ya, Sebutkan bentuk jaminan/ agunannya? ...

14. Apakah saat ini Bapak masih meminjam dari pelepas uang (lihat butir 13) ?

a. Ya, b. Tidak

15. Sampai saat ini sudah berapa kali Bapak mendapatkan pinjaman dana BLM PUAP?

Pilih yang sesuai:

a. 2 kali, b. 3 kali, c. 4 kali, d. lebih dari

4 kali

V. ASPEK USAHATANI

a. Penggunaan benih/bibit

Uraian Setelah Mendapat Dana

PUAP a. Komoditas utama

b. Luas garapan persil yang di analisis (Ha)

c. Varietas (sebutkan)

d. Kualifikasi benih (1= berlabel, 2= non label) e. Jumlah benih (Kg) f. Harga benih (Rp/Kg) g. Nilai Benih (Rp) b. Penggunaan pupuk Jenis Pupuk

Setelah Mendapat Dana PUAP Volume (Kg/Ltr) Nilai (Rp 000) a. Urea b. ZA c. SP-36 d. SP-18 e. KCl f. NPK (………..)

98 g. Phonska

h. Kandang

i. Pupuk alternatif (………...)

c. Nilai penggunaan pestisida/herbisida/saprodi lainnya

Jenis Pestisida/ Herbisida

Setelah Mendapat Dana PUAP (Rp 000) 1. 2. 3. 4.

5. Saprodi lain (mulsa, ajir/turus, lainnya, sebutkan ………

d. Penggunaan tenaga kerja

Jenis Kegiatan

Setelah Mendapat Dana PUAP 2008

Hari Orang

Kerja (HOK) Nilai (Rp 000) 1. Pengolahan tanah

a. Ternak xxxxxxxxxxx

b. Traktor xxxxxxxxxxx

c. TK manusia

2. Persemaian dan Pembibitan 3. Penanaman 4. Pemupukan 5. Penyiangan/pemangkasan 6. Penyemprotan 7. Panen 8. Pasca Panen TOTAL e. Nilai Produksi

Uraian Setelah Mendapat Dana

PUAP 1. Produksi kotor (Kg/GKP)

2. Bawon, kalau ada (Kg) 3. Produksi Bersih (Kg) 4. Harga jual (Rp/Kg) 5. Nilai hasil (Rp)

6. Nilai hasil tebasan, kalau ada (Rp) 7. Nilai hasil jual (Rp)

99

Lampiran 3. Kuesioner Gambaran Gapoktan Bukan Penerima PUAP

GAMBARAN GAPOKTAN BUKAN PENERIMA PUAP IV. INDENTITAS RESPONDEN

Nama Petani : ………

Desa : ………

Kecamatan : ………

Kabupaten : ………

Propinsi : ………

Komoditas Utama : 1. ………... (…...…..Ha) 2. ………... (…...…..Ha) 3. ………... (…...…..Ha)

Jumlah Anggota Keluarga : ……… Orang

Jenis Usaha non Pertanian : 1. ………...

2. ………... 3. ………... Pertanyaan 1. Usia responden a. 0 - 20 tahun b. 21 – 40 tahun c. 40 – 60 tahun d. 61 – 80 tahun

2. Tingkat pendidikan responden a. tidak sekolah

b. SD c. SLTP d. SLTA e. S1

3. Luas kepemilikan lahan a. < 0,1 Ha

b. 0,1 – 1 Ha c. 1 - 2 Ha

d. > 2 Ha

4. Lama pengalaman bertani a. < 5 tahun

b. 6 – 10 tahun c. 11 – 15 tahun d. > 15 tahun

5. Jumlah tanggungan keluarga a. Tidak ada

b. 1 – 2 orang c. 3 – 4 orang d. > 4 orang 6. Status usaha tani

a. Komoditas tanaman pangan b. komoditas hortikultura c. Industri rumah tangga d. usaha bakulan

100 ASPEK USAHATANI

a. Penggunaan benih/bibit

Uraian Besarnya/jumlah Ket

a. Komoditas utama

b. Luas garapan persil yang di analisis (Ha)

c. Varietas (sebutkan)

d. Kualifikasi benih (1= berlabel, 2= non label) e. Jumlah benih (Kg) f. Harga benih (Rp/Kg) g. Nilai Benih (Rp) b. Penggunaan pupuk Jenis Pupuk Besarnya/jumlah Ket Volume (Kg/Ltr) Nilai (Rp 000) a. Urea b. ZA c. SP-36 d. SP-18 e. KCl f. NPK (………..) g. Phonska h. Kandang i. Pupuk alternatif (………...)

c. Nilai penggunaan pestisida/herbisida/saprodi lainnya

Jenis Pestisida/ Herbisida Besarnya/jumlah Ket

1. 2. 3. 4. 5.

6. Saprodi lain (mulsa, ajir/turus, lainnya, sebutkan ………

101

d. Penggunaan tenaga kerja

Jenis Kegiatan Besarnya/jumlah Ket Hari Orang Kerja (HOK) Nilai (Rp 000) 1. Pengolahan tanah d. Ternak xxxxxxxxxxx e. Traktor xxxxxxxxxxx f. TK manusia

2. Persemaian dan Pembibitan 3. Penanaman 4. Pemupukan 5. Penyiangan/pemangkasan 6. Penyemprotan 7. Panen 8. Pasca Panen TOTAL e. Nilai Produksi

Uraian Besarnya/jumlah Ket

1. Produksi kotor (Kg/GKP) 2. Bawon, kalau ada (Kg) 3. Produksi Bersih (Kg) 4. Harga jual (Rp/Kg) 5. Nilai hasil (Rp)

6. Nilai hasil tebasan, kalau ada (Rp) 7. Nilai hasil jual (Rp)

102

Lampiran 4. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Faktor Strategis Eksternal Puap

A. PENENTUAN BOBOT

Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal keberlanjutan PUAP yaitu dengan cara pemberian bobot seberapa besar factor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan strategi keberlanjutan program pengembangan usaha agribisnis perdesaan

(PUAP) kasus kabupaten karawang

Petunjuk Umum :

1. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden.

2. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. 3. Dalam pengisian kuesioner, responden diharapkan untuk melakukan secara

langsung (tidak menunda untuk menghindari ketidak konsistenan atas jawaban). 4. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah

tercantum dari kuesioner ini, memiliki pandangan berbeda dengan responden lainnya atau dengan peneliti. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat.

Petunjuk Khusus :

1. Nilai diberikan pada perbandingan berpasang antara dua faktor (variabel horizontal dan variabel vertical) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap perusahaan. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1,2, dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut :

Nilai 1 : Indikator horizontal kurang penting daripada indicator vertikal. Nilai 2 : Indikator horizontal sama penting daripada indicator vertikal. Nilai 3 : Indikator horizontal lebih penting daripada indicator vertikal.

2. Penentuan bobot merupakan pendapat masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal.

103

Lanjutan.... B. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIK INTERNAL STRATEGI

KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) KASUS KABUPATEN KARAWANG

N o

Faktor-Faktor Strategis

Internal A B C D F G H I J K L M

1 Tingkat pendidikan anggota

Gapoktan rendah (A)

2 Pola komunikasi antar

anggota gapoktan intensif (B) 3 Sudah dibentuk unit simpan

pinjam (C)

4 Pengelolaan keuangan belum

optimal (D)

5 Keterampilan anggota

Gapoktan memadai (E)

6 Pengurus Gapoktan

menguasai dana PUAP (F) 7 Pembentukan Gapoktan

mendadak (G)

8

Modal Gapoktan terbatas sehingga penyaluran dana PUAP tidak lancar(H)

9 Gapoktan memiliki jaringan yang luas (I)

10

Kelembagaan Gapoktan dilegalisasi oleh pemerintah (J)

11 Potensi pengembangan usaha

Gapoktan besar (K)

12 Gapoktan belum memiliki

aset/sarana memadai (L) 13 Keterbatasan kepemilikian

104

No Faktor-Faktor Strategis Eksternal A B C D E F G H I J K L 1 Usaha Tani tergantung pada iklim

(A)

2 Dukungan dana pemerintah pusat

dan daerah (B)

3 Akses dan jumlah sarana produksi

(pupuk/pestisida) terbatas (C) 4 Kebijakan HPP tidak berpihak

pada petani (D)

5 Skim kredit pemerintah sulit

diakses (E)

6

Pembinaan yang intensif dari petugas lapangan terhadap

anggota Gapoktan (F) 7 Intervensi dari LSM (G) 8 Dukungan CSR dari perusahaan

swasta (H)

9 Kemudahan pinjaman dari

rentenir dan ijon (I) 10 Infrastruktur jalan dan pasar

tersedia (J)

11 Membanjirnya produk pertanian

dari impor (K)

12

Banyaknya pihak swasta yang tertarik bekerjasama dengan

105 C. PENENTUAN RATING

Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal keberlanjutan PUAP yaitu dengan cara pemberian bobot seberapa besar factor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan strategi keberlanjutan program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang.

Petunjuk Umum :

1. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden.

2. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. 3. Dalam pengisian kuesioner, responden diharapkan untuk melakukan secara

langsung (tidak menunda untuk menghindari ketidak konsistenan atas jawaban).

4. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dari kuesioner ini, memiliki pandangan berbeda dengan responden lainnya atau dengan peneliti. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat

Petunjuk Khusus :

1. Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang tersedia untuk kuesioner ini adalah :

1 = kelemahan utama 2 = kelemahan kecil 3 = kekuatan kecil 4 = kekuatan utama

2. Alternatif pemberian peringkat terhadap faktor-faktor strategis eksternal (peluang dan ancaman) adalah sebagai berikut :

1 = respon perusahaan di bawah rata-rata terhadap faktor-faktor tersebut 2 = respon perusahaan rata-rata terhadap faktor-faktor tersebut

3 = respon perusahaan di atas rata-rata terhadap faktor-faktor tersebut 4 = respon perusahaan superior terhadap faktor-faktor tersebut

Pemberian peringkat masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan tanda (x) pada skala likert (1-4) yang paling sesuai menurut responden.

106

D. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIK INTERNAL

KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) KASUS KABUPATEN KARAWANG

No Faktor Strategis Internal Rating

I Kekuatan 1 2 3 4 Faktor berpengaruh lemah Faktor berpengaruh agak lemah Faktor berpengaruh kuat Faktor berpengaruh sangat kuat 1 Pola komunikasi antar

anggota gapoktan intensif 2 Sudah dibentuk unit

simpan pinjam 3 Keterampilan anggota Gapoktan memadai 4 Kelembagaan Gapoktan dilegalisasi oleh pemerintah 5 Potensi pengembangan usaha Gapoktan besar 6 Gapoktan memiliki

jaringan yang luas 7

No Faktor Strategis Internal Rating

I Kelemahan 1 2 3 4 Faktor berpengaruh lemah Faktor berpengaruh agak lemah Faktor berpengaruh kuat Faktor berpengaruh sangat kuat 1 Tingkat pendidikan

anggota Gapoktan rendah 2 Pengelolaan keuangan

belum optimal

3 Pengurus gapoktan menguasai dana PUAP 4 Pembentukan Gapoktan

mendadak

5 Modal Gapoktan terbatas sehingga penyaluran dana puap tidaK lancar

6 Keterbatasan kepemilikian lahan anggota Gapoktan 7 Gapoktan belum memiliki

aset/sarana memadai 8 9 Responden, (_______________________)

107

E. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIK INTERNAL

KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) KASUS KABUPATEN KARAWANG

No Faktor Strategis Eksternal Rating

I Peluang 1 2 3 4 Faktor berpengaruh lemah Faktor berpengaruh agak lemah Faktor berpengaruh kuat Faktor berpengaruh sangat kuat 1 Dukungan dana pemerintah

pusat dan daerah

2 Pembinaan yang intensif dari petugas lapangan terhadap anggota Gapoktan 3 Dukungan CSR dari

perusahaan swasta

4 Infrastruktur jalan dan pasar tersedia

5 Banyak pihak swasta yang tertarik bekerjasama dengan anggota Gapoktan

No Faktor Strategis Eksternal Rating

I Ancaman 1 2 3 4 Faktor berpengaruh lemah Faktor berpengaruh agak lemah Faktor berpengaruh kuat Faktor berpengaruh sangat kuat 1 Usaha Tani tergantung pada

iklim (A)

2 Membanjirnya produk pertanian dari impor (B) 3 Akses dan jumlah sarana

produksi (pupuk/pestisida) terbatas (C)

4 Kebijakan HPP tidak berpihak pada petani (D) 5 Skim kredit pemerintah sulit

diakses (E)

6 Kemudahan pinjaman dari rentenir dan ijon (F) 7 Intervensi dari LSM (G)

Responden,

108

Quantitative Strategic Planning Matrik ( QSPM)

Tujuan :

Untuk menetapkan kemenarikan relatif dari alternatif-alternatif strategi yang telah diperoleh melalui analisis matriks Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats (SWOT) dan matriks Internal-Eksternal (IE), yang berguna untuk menetapkan strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang.

1. Strategi I: Mengembangkan usaha tani dengan menambah jenis komoditi yang diusahakan dan perluasan pasar.

2. Strategi II: Pengembangan dan penguatan jaringan pemasaran yang telah tersedia

3. Strategi III: Meningkatkan kerja unit usaha simpan pinjam untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Gapoktan.

4. Strategi VII: Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen agar dapat bertahan terhadap produk impor

5. Strategi III: Meningkatkan kerja unit usaha simpan pinjam untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Gapoktan Strategi IV : Meningkatkan profesionalisme anggota Gapoktan

6. Strategi VI: Meningkatkan kemampuan Gapoktan dalam pengelolaan keuangan dengan bermitra bersama swasta

7. Strategi VII: Pemberian sanksi/hukuman bagi pengurus Gapoktan yang menyelewengkan dana PUAP

Petunjuk Pengisian :

Tentukan Attractive Score (AS) atau daya tarik dari maisng-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternative strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang sebagaimana disebut di atas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu.

Pilihan Attractive Score (AS) pada isian berikut terdiri dari :

1 = tidak menarik 3 = Cukup menarik

109

Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif – QSPM

1. Menurut pendapat Bapak/Ibu seberapa menarik Strategi I: Mengembangkan usaha tani dengan menambah jenis komoditi yang diusahakan dan perluasan pasar sehubungan dengan strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang

NO Attractive Score Strategi peningkatan 1

A. Kekuatan 1 2 3 4

1 Pola komunikasi antar anggota gapoktan intensif 2 Sudah dibentuk unit simpan pinjam

3 Keterampilan anggota Gapoktan memadai 4 Kelembagaan Gapoktan dilegalisasi oleh

pemerintah

5 Potensi pengembangan usaha Gapoktan besar 6 Gapoktan memiliki jaringan yang luas

B. Kelemahan

1 Tingkat pendidikan anggota Gapoktan rendah 2 Pengelolaan keuangan belum optimal 3 Pengurus gapoktan menguasai dana PUAP 4 Pembentukan Gapoktan mendadak

5 Modal Gapoktan terbatas sehingga penyaluran dana puap tidaK lancar

6 Keterbatasan kepemilikian lahan anggota Gapoktan

7 Gapoktan belum memiliki aset/sarana memadai

C. Peluang

1 Dukungan dana pemerintah pusat dan daerah 2 Pembinaan yang intensif dari petugas lapangan

terhadap anggota Gapoktan

3 Dukungan CSR dari perusahaan swasta 4 Infrastruktur jalan dan pasar tersedia

5 Banyak pihak swasta yang tertarik bekerjasama dengan anggota Gapoktan

D. Ancaman

1 Usaha Tani tergantung pada iklim

2 Membanjirnya produk pertanian dari impor 3 Akses dan jumlah sarana produksi

(pupuk/pestisida) terbatas

4 Kebijakan HPP tidak berpihak pada petani 5 Skim kredit pemerintah sulit diakses 6 Kemudahan pinjaman dari rentenir dan ijon 7 Intervensi dari LSM

110

2. Menurut pendapat Bapak/Ibu seberapa menarik Strategi II: Pengembangan dan penguatan jaringan pemasaran yang telah tersedia sehubungan dengan strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang

NO Attractive Score Strategi peningkatan II

A. Kekuatan 1 2 3 4

1 Pola komunikasi antar anggota gapoktan intensif 2 Sudah dibentuk unit simpan pinjam

3 Keterampilan anggota Gapoktan memadai 4 Kelembagaan Gapoktan dilegalisasi oleh

pemerintah

5 Potensi pengembangan usaha Gapoktan besar 6 Gapoktan memiliki jaringan yang luas

B. Kelemahan

1 Tingkat pendidikan anggota Gapoktan rendah 2 Pengelolaan keuangan belum optimal 3 Pengurus gapoktan menguasai dana PUAP 4 Pembentukan Gapoktan mendadak

5 Modal Gapoktan terbatas sehingga penyaluran dana puap tidaK lancar

6 Keterbatasan kepemilikian lahan anggota Gapoktan

7 Gapoktan belum memiliki aset/sarana memadai

C. Peluang

1 Dukungan dana pemerintah pusat dan daerah 2 Pembinaan yang intensif dari petugas lapangan

terhadap anggota Gapoktan

3 Dukungan CSR dari perusahaan swasta 4 Infrastruktur jalan dan pasar tersedia

5 Banyak pihak swasta yang tertarik bekerjasama dengan anggota Gapoktan

D. Ancaman

1 Usaha Tani tergantung pada iklim

2 Membanjirnya produk pertanian dari impor 3 Akses dan jumlah sarana produksi

(pupuk/pestisida) terbatas

4 Kebijakan HPP tidak berpihak pada petani 5 Skim kredit pemerintah sulit diakses 6 Kemudahan pinjaman dari rentenir dan ijon 7 Intervensi dari LSM

111

3. Menurut pendapat Bapak/Ibu seberapa menarik Strategi III : Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen agar dapat bertahan terhadap produk impor sehubungan dengan strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang

NO Attractive Score Strategi peningkatan III

A. kekuatan 1 2 3 4

1 Pola komunikasi antar anggota gapoktan intensif 2 Sudah dibentuk unit simpan pinjam

3 Keterampilan anggota Gapoktan memadai 4 Kelembagaan Gapoktan dilegalisasi oleh

pemerintah

5 Potensi pengembangan usaha Gapoktan besar 6 Gapoktan memiliki jaringan yang luas

B. Kelemahan

1 Tingkat pendidikan anggota Gapoktan rendah 2 Pengelolaan keuangan belum optimal 3 Pengurus gapoktan menguasai dana PUAP 4 Pembentukan Gapoktan mendadak

5 Modal Gapoktan terbatas sehingga penyaluran dana puap tidaK lancar

6 Keterbatasan kepemilikian lahan anggota Gapoktan

7 Gapoktan belum memiliki aset/sarana memadai

C. Peluang

1 Dukungan dana pemerintah pusat dan daerah 2 Pembinaan yang intensif dari petugas lapangan

terhadap anggota Gapoktan

3 Dukungan CSR dari perusahaan swasta 4 Infrastruktur jalan dan pasar tersedia

5 Banyak pihak swasta yang tertarik bekerjasama dengan anggota Gapoktan

D. Ancaman

1 Usaha Tani tergantung pada iklim

2 Membanjirnya produk pertanian dari impor 3 Akses dan jumlah sarana produksi

(pupuk/pestisida) terbatas

4 Kebijakan HPP tidak berpihak pada petani 5 Skim kredit pemerintah sulit diakses 6 Kemudahan pinjaman dari rentenir dan ijon 7 Intervensi dari LSM

112

4. Menurut pendapat Bapak/Ibu seberapa menarik Strategi IV : Meningkatkan kerja unit usaha simpan pinjam untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Gapoktan sehubungan dengan strategi keberlanjutan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kasus kabupaten karawang

NO Attractive Score Strategi peningkatan IV

E. kekuatan 1 2 3 4

1 Pola komunikasi antar anggota gapoktan intensif 2 Sudah dibentuk unit simpan pinjam

Dokumen terkait