• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggabrata R. 2004. Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha Madu Di Pusat Perlebahan Nasional (PUSBAHNAS) Parung Panjang, Bogor [Skripsi].Bogor (ID): Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Ardhi B. 2008. Perancangan Strategi Pengembangan Usaha Melalui Pendekatan Arsitektur Strategik[Skripsi]. Bogor (ID): Program Studi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Nilai Impor Madu Indonesia 2008-2012. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BI] Bank Indonesia. 2010. Laporan dan Arsip BI. [Internet]. [diacu 2013 April 02]. Tersedia dari: http://. www.bi.go.id.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2008. Persyaratan Mutu Madu. [Internet]. Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional. [diacu 2013 November 27]. Tersedia dari:

http://pphp.deptan.go.id/xplore/view.php?.../SNI.../SNI%2001- 3545-2004 Budiman, A. 2007. Analisis Strategi Pengembangan Usaha PT.Madu Pramuka

[Skripsi]. Bogor (ID): Program Studi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

David FR. 2009. Manajemen Strategis Konsep. Edisi Ke-12. Jakarta (ID): Salemba Empat.

Glueck WF, Jauch LR. 1991. Manajemen Strategis dan KebijakanPerusahaan. Edisi 2. Jakarta (ID): Erlangga.

Hunger JD, Wheelen TL. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta (ID) : ANDI. [Kemenhut] Kementrian Kehutanan. 2011. Statistik Kehutanan Indonesia 2011.

Jakarta (ID) : Kemenhut

[Kemenhut] Kementrian Kehutanan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. 2009. Eksekutif Data Strategis Kehutanan 2009. Jakarta (ID): Kemenhut Kotler P. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi Ke-11 Jilid 1. Jakarta (ID): PT.Elex

Media Komputindo Gramedia

Kotler P, Keller KL. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta (ID): Erlangga.

Maudah C. 2006. Analisis Penerapan Manajemen Mutu Terpadu Di PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. [Skripsi]. Bogor (ID): Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Mujetahid A. 2007. Tekhnik Pemanenan Madu Lebah Hutan Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. [Jurnal]. Makassar (ID): Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin.

Nuranggara MFM. 2009. Strategi Pengembangan Usaha Sari Buah Jambu Biji Pada PT.Lipisari Patna, Kabupaten Subang, Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor (ID): Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen,Institut Pertanian Bogor.

Pearce JA, Richard B. 1997. Manajemen Strategis : formulasi,Implementasi dan Pengendalian. Jilid 1. Jakarta (ID): PT Bina Rupa Aksara.

Permana D. 2011. Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat [Skripsi]. Bogor (ID):

Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen,Institut Pertanian Bogor.

[PPUK] Pola Pembiayaan Usaha Kecil. 2009. [Internet]. Jakarta [diacu 2013 Juli 09]. Tersedia dari: http://www.bi.go.id/BudidayaLebahMadu1.pdf.

Pusat Pengembangan Apiari Pramuka. 2003. Lebah Madu. Cara Beternak dan Pemanfaatan. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Rahayu F. 2007. Analisis Strategi Pemasaran Air Madu Wanajava di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Sari M. 2007. Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Lebah Madu Studi Kasus Pada Peternakan Lebah Madu Sari Bunga [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Simorangkir CL. 2009. Strategi Promosi Produk Minuman Kesehatan Curma (Temulawak dan Madu) Di PT Biofarmaka Indonesia [Skripsi]. Bogor (ID):Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Sarwono B. 2001. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu. Jakarta (ID): PT Agro Media Pustaka.

Umar H. 2001. Strategic Management in Action: Konsep, Teori, dan Tekhnik Menganalisis Manajemen Strategis Strategic Business Unit Berdasarkan Konsep Michael R.Porter, Fred R. David, dan Wheelen-Hunger. Jakarta (ID) : PT. Gramedia Pustaka Utama.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil perhitungan matriks IFE dan EFE Matriks IFE

Faktor strategi internal

Responden

Rata- Rata

1 2 3 4 5

A.Kekuatan

Susunan organisasi yang struktural

0.090 0.071 0.083 0.060 0.074 0.076 Komunikasi yang terjalin

baik antara manajer dan karyawan

0.090 0.096 0.074 0.086 0.086 0.086 Pengalaman dan Brand

Image Perusahaan

0.080 0.096 0.083 0.090 0.093 0.088 Loyalitas konsumen 0.077 0.077 0.080 0.090 0.093 0.083 Memiliki outlet-outlet yang

tersebar di berbagai wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

0.086 0.074 0.077 0.105 0.083 0.085

Bahan baku madu yang berkualitas

0.099 0.083 0.083 0.092 0.093 0.090

Produk memiliki

kelengkapan perizinan (Halal, dan Sertifikat MD)

0.103 0.080 0.080 0.095 0.086 0.090 Memiliki tenaga ahli dan

fasilitas laboratorium yang memadai untuk penelitian madu

0.074 0.067 0.083 0.098 0.083 0.088

Sistem penyimpanan dan pengolahan data yang terkomputerisasi

0.048 0.067 0.083 0.092 0.042 0.067 B.Kelemahan

Terbatasnya jumlah pegawai yang berkompeten di bidang pemasaran

0.071 0.067 0.048 0.044 0.067 0.066 Tingkat Pendidikan

karyawan relatif rendah

0.060 0.071 0.061 0.044 0.058 0.058

Birokrasi yang

mempengaruhi ketepatan pembiayaan bahan baku

0.045 0.074 0.090 0.057 0.083 0.069 Promosi dan pemasaran yang

kurang gencar

0.077 0.077 0.074 0.048 0.058 0.066

Matriks EFE

Faktor strategi eksternal

Responden

Rata- Rata

1 2 3 4 5

A. Peluang

Pertumbuhan sektor ekonomi Jawa Barat semakin baik.

0.126 0.087 0.086 0.110 0.060 0.094 Pertumbuhan jumlah

penduduk

0.063 0.095 0.086 0.073 0.042 0.071 Peningkatan kesadaran

masyarakat terhadap produk kesehatan

0.084 0.073 0.086 0.113 0.095 0.090 Perkembangan tekhnologi

yang pesat

0.076 0.066 0.086 0.090 0.069 0.077 Tidak adanya produk

substitusi

0.066 0.084 0.079 0.076 0.060 0.073

Rata-rata pemasok

merupakan peternak yang pernah di bina

0.097 0.084 0.096 0.063 0.102 0.088 B.Ancaman

Kenaikan harga BBM 0.073 0.077 0.072 0.080 0.056 0.071 Tingkat persaingan yang

kompetitif dengan perusahaan pengolahan madu lainnya

0.101 0.094 0.103 0.076 0.112 0.097 Rendahnya hambatan masuk

pesaing baru kedalam industri pengolahan madu

0.070 0.091 0.082 0.073 0.105 0.084 Adanya madu palsu yang

beredar

0.070 0.080 0.049 0.073 0.084 0.071 Konsumen memiliki kekuatan

untuk menentukan pilihan produk madu

0.084 0.084 0.086 0.083 0.105 0.088 Bahan baku yang berkualitas

sulit didapat akibat meningkatnya konversi lahan

0.087 0.080 0.086 0.086 0.108 0.086

Lampiran 2 Rata-rata hasil perhitungan rating matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE)

Faktor strategis internal Responden Rataan 1 2 3 4 5 Kekuatan A 4 4 4 3 3 3.600 B 4 4 4 4 4 4.000 C 4 4 4 4 4 4.000 D 3 4 4 3 4 3.600 E 4 4 3 4 4 3.800 F 4 4 4 3 3 3.600 G 4 4 4 3 3 3.600 H 4 4 4 4 3 3.800 I 4 4 4 4 3 3.800 Kelemahan J 1 1 2 2 1 1.400 K 2 1 1 1 1 1.200 L 1 1 2 2 1 1.400 M 1 1 1 1 1 1.000 Matriks EFE Faktor Strategis Eksternal Responden Rataan 1 2 3 4 5 Peluang A 2 3 3 2 4 2.800 B 3 3 4 2 1 2.600 C 3 3 4 2 1 2.600 D 4 3 4 2 1 2.800 E 3 3 4 2 1 2.600 F 4 3 4 3 1 3.000 Ancaman H 3 3 3 3 2 2.800 I 2 2 2 2 2 2.000 J 3 3 3 3 1 2.600 K 2 3 3 3 3 2.800 L 2 3 3 2 2 2.400 M 2 3 2 2 2 2.200

Lampiran 3 Hasil perbandingan nilai Attractiveness Score (AS) dan Total Attractiveness Score (TAS)

Faktor Strategis

Bobot Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3 Strategi 4 Strategi 5 Strategi 6 Strategi 7 Strategi 8 No

Kekuatan AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS 1 Susunan organisasi yang struktural dan

terintegrasi

0.076 2.6 0.197 2.8 0.212 2.2 0.167 2.4 0.182 2.8 0.212 2.6 0.197 3.2 0.243 3.2 0.243 2 Komunikasi yang terjalin baik antara

manajer dan karyawan

0.087 2.8 0.240 3 0.258 2.6 0.228 3.2 0.275 3.4 0.292 3 0.258 3.6 0.292 3.4 0.292 3 Pengalaman dan Brand Image

Perusahaan

0.088 3.8 0.334 4 0.352 3 0.264 2.8 0.246 4 0.352 3.4 0.299 3 0.264 2.8 0.246 4 Loyalitas konsumen 0.085 3.6 0.298 3.6 0.298 2.6 0.215 3.4 0.282 3.4 0.282 3.2 0.215 3 0.249 3 0.249 5 Memiliki outlet-outlet yang tersebar di

berbagai wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

0.086 3.8 0.323 3.8 0.323 2.6 0.221 3.4 0.289 4 0.340 3.2 0.272 3.2 0.272 3.2 0.272

6 Bahan baku madu yang berkualitas 0.090 3.4 0.306 3.8 0.342 3 0.270 2.2 0.306 3 0.270 3.4 0.306 3 0.264 2.4 0.216 7 Produk memiliki kelengkapan perizinan

(Halal, dan Sertifikat MD

0.090 3.8 0.342 3.6 0.324 2.2 0.306 2.8 0.216 2.8 0.216 3.4 0.306 2.6 0.234 2.6 0.234 8 Memiliki tenaga ahli dan fasilitas

laboratorium yang memadai untuk penelitian madu

0.088 3.2 0.281 3.6 0.281 2.4 0.211 2.4 0.211 2.6 0.228 3.6 0.316 3.4 0.299 2.8 0.246

9 Sistem penyimpanan dan pengolahan data yang terkomputerisasi

0.067 3 0.201 2.8 0.201 3.2 0.214 3 0.201 3 0.201 3.2 0.214 3.2 0.214 3.2 0.214 Kelemahan

10 Terbatasnya jumlah pegawai yang berkompeten di bidang pemasaran

0.066 3.2 0.211 1.8 0.118 2.8 0.184 3.8 0.250 3.8 0.250 3 0.198 3.8 0.250 3.4 0.224 11 Tingkat Pendidikan pegawai dan

karyawan relatif rendah

0.058 2.2 0.127 2.2 0.127 2.6 0.150 3.6 0.208 2.8 0.162 3.2 0.185 3.8 0.220 3.2 0.185 12 Birokrasi yang terlalu panjang

mempengaruhi program kerja

0.069 2 0.138 2 0.138 2.4 0.165 2.4 0.165 1.8 0.124 2.2 0.151 3.2 0.220 3 0.207 13 Promosi dan pemasaran yang kurang

gencar

No

Faktor Strategis

Bobot Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3 Strategi 4 Strategi 5 Strategi 6 Strategi 7 Strategi 8 Peluang AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS 14 Pertumbuhan sektor ekonomi Jawa

Barat semakin baik

0.094 3.6 0.338 3.8 0.357 3.2 0.300 3.6 0.338 3.6 0.338 3.6 0.338 3.4 0.319 3.6 0.338 15 Pertumbuhan jumlah penduduk 0.071 3.6 0.255 3.4 0.241 3 0.213 3.8 0.269 3.8 0.269 3.6 0.255 3.4 0.241 3.6 0.255 16 Peningkatan kesadaran masyarakat

terhadap produk kesehatan

0.090 3.8 0.342 3.8 0.342 3.2 0.288 3.8 0.342 3.8 0.342 3.6 0.324 3.4 0.306 3.6 0.324 17 Perkembangan tekhnologi yang pesat 0.077 3.4 0.261 3.6 0.277 3.2 0.246 3.6 0.277 3.8 0.293 3.4 0.261 3.4 0.261 3.6 0.277 18 Produk substitusi madu sedikit 0.073 3.2 0.233 3.4 0.248 3 0.219 3.4 0.248 3.4 0.248 3 0.219 2.8 0.204 2.8 0.204 19 Rata-rata pemasok merupakan

peternak yang pernah di bina

0.088 2.8 0.246 3.4 0.299 2.8 0.246 3 0.264 2.8 0.246 2.4 0.211 2.4 0.211 2.6 0.228

Ancaman

20 Kenaikan harga BBM 0.071 3.4 0.302 3.4 0.302 3.4 0.302 3.2 0.227 2.8 0.198 2.6 0.184 2.8 0.198 2.4 0.170 21 Tingkat persaingan kompetitif dengan

perusahaan pengolahan madu lainnya

0.097 2 0.241 2.4 0.232 2.2 0.213 2.8 0.271 3.2 0.310 3 0.293 3 0.293 3.4 0.329 22 Rendahnya hambatan masuk pesaing

baru kedalam industri pengolahan madu

0.084 3 0.252 3.4 0.285 2.4 0.201 3 0.252 3 0.252 2.6 0.218 2.8 0.235 2.4 0.201

23 Adanya madu palsu yang beredar 0.071 2.8 0.198 3.2 0.227 3 0.213 2.6 0.184 2.6 0.184 2.6 0.184 2.4 0.170 2.4 0.170 24 Konsumen memiliki kekuatan untuk

menentukan pilihan produk madu

0.088 3.2 0.281 3.4 0.299 2.6 0.228 3.6 0.316 3.6 0.316 3.2 0.281 3 0.264 3 0.264 25 Bahan baku yang berkualitas sulit

didapat akibat meningkatnya konversi lahan

0.086 2.2 0.189 2.2 0.189 3.2 0.275 3 0.258 3 0.258 2.6 0.223 2.8 0.241 2.8 0.241

STAS 6.320 6.470 5.861 6.188 6.381 6.106 6.201 5.999

Prioritas 3 1 8 5 2 6 4 7

Lampiran 4 Dokumentasi

Kotak LebahBDLM Ekstraktor Bahan Baku pemasok Refaktometer

Mesin Pompa Pembotolan Mesin Label Proses Pengemasan Mesin Segel Penyimpanan

Produk Madu Murni (650 ml dan 220 ml)(Produk Madu Plus 4 in 1 Super dan Madu Plus 3 in 1)(Produk Sabun Madu) (Produk Propolis

Dokumen terkait