Achmad, R., 2004. Kimia Lingkungan. Andi Yogyakarta. Jakarta.
Anonim., 2000. Petaka Dibalik Deforestasi dan Konversi Wilayah Pesisir. Jurnal LINK Pembangunan Yang Berkelanjutan. Vol. 1 tahun1 April 2000: 38-41.
Asngari, P.S., 1984. Persepsi Direktur Penyuluhan Tingkat Karesidenan dan Kepala Penyuluh Pertanian terhadap Peranan dan Fungsi Lembaga Penyuluh Pertanian di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. Media Peternakan 9 (2): 20 – 29.
Budianta, D., Marsi, dan Jenny. 2003. Evaluasi Kualitas Air Sungai Musi Sebagai Sumber Air irigasi. Jurnal Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam. Vol 1 (3):149 – 157.
Burton Jr A., 2002, Sediment Quality Criteria in Use Around The World, Limnology (3): 65-75.
BPLHD., 2006. Pemantauan Kualitas Perairan dan Muara Teluk Jakarta. BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Jakarta.
BPLHD., 2007. Pemantauan Kualitas Perairan dan Muara Teluk Jakarta. BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Jakarta.
Cincin-Sain, B dan R. W. Knecth., 1998. Integrated Coastal and Ocean Management Concept and Practices. Island Press. Washington, D. C.
Connell, D.W dan G.J Miller., 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran.Universitas Indonesia. Jakarta.
104
Dahuri, R., J. Rais, Ginting dan M. J. Sitepu., 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.
Damar, A., 2004. Eutrofikasi Perairan Pesisir. Makalah Workshop Deteksi, Mitigasi dan Pencegahan Degradasi Lingkungan Pesisir dan Laut di Indonesia. IndoRepro – LIPI. Jakarta.
Edmund, S and J. Letey., 1973. Environmental Administration. McGraw Hill Book Company. New York.
Effendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Jakarta.
Erwina., 2005. Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kualitas Lingkungan di Daerah Pesisir: Kasus di Kelurahan Marunda Jakarta Utara. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor.
Fitriati, M., 2004. Bioakumulasi Logam Raksa (Hg), Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada kerang Hijau (Perna viridis) Yang Dibudidaya di Perairan Pesisir Kamal dan Cilincing Jakarta.Thesis (tidak dipublikasikan). Sekolah Pasca Sarjana. IPB.Bogor.
Ghufran, M dan A.B. Tancung., 2007. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta.
Ginting, P., 1992. Mencegah dan Mengendalikan Pencemaran Industri. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.
Gunawan, A., 2002. Modifikasi Rumah Tinggal sebagai Strategi Mengatasi Tekanan Lingkungan (Studi Kasus Perumnas Mandala Medan). Tesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Hakim., 2003. Bioakumulasi (Hg) Pada Makrozoobentos di Perairan Sungai Kaligarang Semarang. Tesis. UGM.
105
Harihanto., 2004. Persepsi Masyarakat Terhadap Air Sungai. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. Vol. 24 (3): 171 – 186.
Hutagalung, H.P., 1988. Pengaruh Suhu Air Terhadap Kehidupan Organisme Laut. Oseana Vol. XIII No.4 P3O LIPI. Jakarta.
Hutagalung, H.P., 1994. Kandungan Logam Berat dalam Sedimen di Perairan Teluk Jakarta. Prosiding Seminar Pemantauan Pencemaran Laut. P3O LIPI. Jakarta.
Indarsyah, I. J., S. T. Hartati dan Prihatiningsih. 2007. Perkembangan Kondisi Sumberdaya Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Teluk Jakarta. Prosiding Seminar Nasional Moluska dalam Penelitian, Konservasi dan Ekonomi. Balai Riset Kelautan dan Perikanan, DKP. Jakarta
Jay, S.B., 2005. Pengamatan Kualitas Air Sungai Way Terusan WTR 20 dan WTR 30 Berdasarkan Parameter fisik dan Kimia. Tesis. UGM.
Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Lampiran I, tanggal 10 Juli 2003 Tentang Penentuan Status Mutu Air Dengan Metode STORET. Sekretariat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota dan Budidaya Laut. Sekretariat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Kordi, M.G., 1996. Parameter Kualitas Air. Karya Anda. Surabaya
Korzeniewski, K. & Neugebauer, E., 1991. Heavy Metal Contamination in The Polish Zone at Southern Baltic. Mar. Pollut. Bull. 23: 687- 689.
106
Kuwabara, J.S. 1986. Physico-Chemical Processes Affecting Copper, Tin and Zinc Toxicity to Algae: a Review. Algal Biofouling. Elsevier. USA
Mezuan., 2007. Kajian Kapasitas Asimilasi Perairan Marina Teluk Jakarta. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor.
Mukhtasor., 2007. Pencemaran Pesisir dan Laut. Pradnya Paramita. Jakarta.
Mulyasari, Rosmawaty Peranginangin, T. D, Suryaningrum dan A. Sari., 2003. Penelitian Mengenai Keberadaan Biotoxin Pada Lingkungan Perairan Teluk Jakarta. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, Edisi Pasca Panen, Vol. 9 No. 5, Balai Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Mulyono, D., 2000. Teluk Jakarta dan Kualitas Hasil Perikanan. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. Vol. 20 (2): 117-123.
Nemerow, N.L., 1991. Stream, Lake, Estuari and Ocean Pollution. Van Nostrad Remhold. New York.
Notodihardjo, M., 2004. Pengelolaan Sumberdaya Air: Tantangan dan Peluang. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. Vol 24 (2): 104 – 111.
Phillips, D. J. H., 1980. Proposal for Monitoring Studies on The Contamination of The East Asian Seas by Trace Metals and Organichlorines, Dalam “South Chine Fisheries Development and Coordinating Programme. FAO. Manila
Puspitasari, R., 2007. Laju Polutan dalam Ekosistem Laut. Oseana Vol. XXXII No.2. P3O LIPI Jakarta.
Rafni, R., 2004. Kapasitas Asimilasi Beban Pencemar di Perairan Teluk Jobukuto Kaupaten Jepara Jawa Tengah. Tesisi. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor.
107
Riani, E dan Surjono, H.S., 2004. Penanganan Limbah B3 dengan Sistem Biofilter Kerang Hijau di Teluk Jakarta. PEMDA DKI-IPB. Jakarta
Rochyatun, E., Lestari dan A. Rozak. 2005. Kualitas Lingkungan Perairan Banten dan Sekitarnya Ditinjau dari Kondisi Logam Berat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia No. 38: 23 – 46.
Romimohtarto, K., 1991. Status pencemaran laut di Indonesia dan Teknik Pemantauannya. LIPI. Jakarta.
Romimohtarto, K., 2008. Kualitas Air dalam Budidaya Laut. Berita Kelautan. Jakarta
Rustamadji, H., 1996. Water Pollution and Water Quality Control (The case of Indonesia). Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. Vol. 16 (1): 68 – 80.
Saarinen, T., 1976. Environmental Planning, Perception and Behavior.
Sarwono, S. W.,1992. Psikologi Lingkungan. Grasindo. Jakarta.
Sorensen, EM., 1991. Metal Poisoning in Fish Environment And Life Science Associates. Boston
Suharsono., 2005. Status Pencemaran di Teluk Jakarta dan Saran Pengelolaannya dalam Anonim. Interaksi Daratan dan Lautan. LIPI Press. Jakarta.
Suku Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kotamadya Jakarta Utara., 2006. Potensi Sumberdaya Peternakan, Perikanan dan Kelautan. Jakarta.
108
Susana, T. Suseno., 1994. Deterjen dan Fosfat di Perairan Muara Kali Porong dan Bengawan Solo. Makalah Penunjang Seminar Pemantauan Pencemaran Laut. P3O LIPI. Jakarta.
Susana, T. Suseno., 2004. Sumber Polutan Nitrogen dalam Air Laut. Oseana Vol. XXIX No.3 P3O. LIPI. Jakarta.
Whittman, G T W. 1983. Chapter B, Toxic Metal, in: U. Forstner and G.T.W. Whittman: Metal Pollution inThe Aquatic Environment, springer-Verlag, Germany, 3 - 68.
Yuwono, A. 2006., Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup : Menatap Indonesia Masa Depan. Indonesian Journal for Sustainable Future. Vol 2 (3): 17 – 33.
109
Lampiran 1
Analisis Kruskal-Wallis Timah Hitam dalam Air, Sedimen dan Plankton
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
stasiun N Mean Rank
Pb_air hulu 6 31.42 sungai 9 25.56 muara 6 25.83 laut 18 11.47 Total 39 Pb_sedimen hulu 6 3.50 sungai 9 11.00 muara 6 34.17 laut 18 25.28 Total 39 Pb_plankton hulu 6 26.50 sungai 9 27.72 muara 6 32.83 laut 18 9.69 Total 39
Test Statisticsa,b
Pb_air Pb_sedimen Pb_plankton Chi-Square 19.818 31.299 28.402
df 3 3 3
Asymp.
Sig. .000 .000 .000
a. Kruskal Wallis Test
110
Lampiran 2
Uji Jarak Berganda Duncan Timah Hitam dalam Air, Sedimen dan Plankton
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
Pb_air
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3 laut 18 .03194 muara 6 .06783 .06783 sungai 9 .10056 .10056 hulu 6 .14567 Sig. .261 .304 .159
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Pb_sedimen
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3 hulu 6 .00867 sungai 9 .29111 laut 18 4.55206 muara 6 9.63883 Sig. .845 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Pb_plankton
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3 laut 18 .04472 hulu 6 .24900 sungai 9 .29922 muara 6 .55567 Sig. 1.000 .462 1.000
111
Lampiran 3
Analisis Kruskal-Wallis Kadmium dalam Air, Sedimen dan Plankton
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
stasiun N Mean Rank
Cd_air hulu 6 18.50 sungai 9 31.94 muara 6 20.58 laut 18 14.33 Total 39 Cd_sedimen hulu 6 3.50 sungai 9 14.39 muara 6 27.33 laut 18 25.86 Total 39 Cd_plankton hulu 6 28.58 sungai 9 9.39 muara 6 34.50 laut 18 17.61 Total 39
Test Statisticsa,b
Cd_air Cd_sedimen Cd_plankton
Chi-Square 14.585 21.993 21.718
df 3 3 3
Asymp. Sig. .002 .000 .000
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: stasiun
112
Lampiran 4
Uji Jarak Berganda Duncan Kadmium dalam Air, Sedimen dan Plankton
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
Cd_air
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05 1 laut 18 .00500 muara 6 .01033 hulu 6 .02467 sungai 9 .02622 Sig. .053
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Cd_sedimen
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05 1 hulu 6 .00400 sungai 9 .07056 muara 6 .33933 laut 18 .63900 Sig. .225
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Cd_plankton
Duncan
stasiun N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3 sungai 9 .00911 laut 18 .01894 hulu 6 .05000 muara 6 .07600 Sig. .283 1.000 1.000
113
Lampiran 5
Analisis Kruskal-Wallis Merkuri dalam Air, Sedimen dan Plankton
NPar Tests Kruskal-Wallis Test Ranks Stasiu n N Mean Rank Air 1 6 8.50 2 10 8.50 3 6 32.33 4 18 27.22 Total 40 Sedimen 1 6 14.75 2 10 5.50 3 6 19.42 4 18 31.11 Total 40 Plankton 1 6 20.50 2 10 20.50 3 6 20.50 4 18 20.50 Total 40
Test Statisticsa,b
Air Sedimen Plankton Chi-Square 31.002 33.318 .000
df 3 3 3
Asymp.
Sig. .000 .000 1.000
a. Kruskal Wallis Test
114
Lampiran 6
Analisis Uji Jarak Berganda Duncan Kandungan Merkuri dalam Air, Plankton dan Sedimen
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
Air
Duncan
Stasiu
n N
Subset for alpha = 0.05 1 2 1 6 .0000000 2 10 .0000000 4 18 .0001511 3 6 .0001767 Sig. 1.000 .080
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Sedimen
Duncan
Stasiu
n N
Subset for alpha = 0.05 1 2 2 10 .00000 1 6 .01083 3 6 .22700 4 18 1.79306 Sig. .660 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
115
Lampiran 7
Analisis Kruskal-Wallis Merkuri dalam Sedimen dan Plankton pada Hulu Sungai Mookevart
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Hulu N Mean Rank
Hg_plankton 1 3 2.00 2 3 5.00 Total 6 Hg_sedimen 1 3 2.17 2 3 4.83 Total 6
Test Statisticsa,b
Hg_plankton Hg_sedimen
Chi-Square 3.857 3.137
df 1 1
Asymp. Sig. .050 .077
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Hulu
116
Lampiran 8
Analisis Kruskal-Wallis Timah Hitam dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Hulu Sungai Mookevart
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Hulu N Mean Rank
Pb_plankton 1 3 4.67 2 3 2.33 Total 6 Pb_air 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6 Pb_sedimen 1 3 2.67 2 3 4.33 Total 6
Test Statisticsa,b
Pb_plankton Pb_air Pb_sedimen
Chi-Square 2.333 .429 1.263
df 1 1 1
Asymp. Sig. .127 .513 .261
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Hulu
117
Lampiran 9
Analisis Kruskal-Wallis Kadmium dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Hulu Sungai Mookevart
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Hulu N Mean Rank
Cd_plankton 1 3 5.00 2 3 2.00 Total 6 Cd_air 1 3 5.00 2 3 2.00 Total 6 Cd_sedimen 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6
Test Statisticsa,b
Cd_plankton Cd_air Cd_sedimen
Chi-Square 3.857 3.971 .455
df 1 1 1
Asymp. Sig. .050 .046 .500
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Hulu
118
Lampiran 10
Analisis Kruskal-Wallis Timah Hitam dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Sungai Mookevart
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Mookev
art N Mean Rank
Pb_plankton 1 3 2.00 2 3 5.67 3 3 7.33 Total 9 Pb_air 1 3 4.33 2 3 6.33 3 3 4.33 Total 9 Pb_sedimen 1 3 2.00 2 3 5.00 3 3 8.00 Total 9
Test Statisticsa,b
Pb_plankton Pb_air Pb_sedimen
Chi-Square 5.956 1.067 7.200
df 2 2 2
Asymp. Sig. .051 .587 .027
a. Kruskal Wallis Test
119
Lampiran 11
Uji Jarak Berganda Duncan Timah Hitam dalam Sedimen pada Sungai Mookevart
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
Pb_sedimen
Duncan Mookev
art N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
1 3 .18467
2 3 .28033
3 3 .40833
Sig. 1.000 1.000 1.000
120
Lampiran 12
Analisis Kruskal-Wallis Kadmium dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Sungai Mookevart
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Mookev
art N Mean Rank
Cd_plankton 1 3 2.00 2 3 6.67 3 3 6.33 Total 9 Cd_air 1 3 8.00 2 3 2.00 3 3 5.00 Total 9 Cd_sedimen 1 3 2.33 2 3 4.67 3 3 8.00 Total 9
Test Statisticsa,b
Cd_plankton Cd_air Cd_sedimen
Chi-Square 5.422 7.322 6.489
df 2 2 2
Asymp. Sig. .066 .026 .039
a. Kruskal Wallis Test
121
Lampiran 13
Uji Jarak Berganda Duncan Kadmium dalam Air dan Sedimen pada Sungai Mookevart
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
Cd_air
Duncan Mookev
art N
Subset for alpha = 0.05
1 2
2 3 .00167
3 3 .00533
1 3 .02033
Sig. .091 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Cd_sedimen
Duncan Mookev
art N
Subset for alpha = 0.05
1 2
1 3 .01367
2 3 .02533
3 3 .03967
Sig. .067 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
122
Lampiran 14
Analisis Kruskal-Wallis Merkuri dalam Air dan Sedimen pada Muara Sungai Kamal
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Muara N Mean Rank
Hg_air 1 3 3.50 2 3 3.50 Total 6 Hg_sedimen 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6
Test Statisticsa,b
Hg_air Hg_sedimen
Chi-Square .000 .429
df 1 1
Asymp. Sig. 1.000 .513
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Muara
123
Lampiran 15
Analisis Kruskal-Wallis Timah Hitam dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Muara Sungai Kamal
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Muara N Mean Rank
Pb_plankton 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6 Pb_air 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6 Pb_sedimen 1 3 4.00 2 3 3.00 Total 6
Test Statisticsa,b
Pb_plankton Pb_air Pb_sedimen
Chi-Square .429 .441 .429
df 1 1 1
Asymp. Sig. .513 .507 .513
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Muara
124
Lampiran 16
Analisis Kruskal-Wallis Kadmium dalam Air, Sedimen dan Plankton pada Muara Sungai Kamal
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Muara N Mean Rank
Cd_plankton 1 3 4.50 2 3 2.50 Total 6 Cd_air 1 3 4.33 2 3 2.67 Total 6 Cd_sedimen 1 3 4.33 2 3 2.67 Total 6
Test Statisticsa,b
Cd_plankton Cd_air Cd_sedimen
Chi-Square 1.765 1.190 1.190
df 1 1 1
Asymp. Sig. .184 .275 .275
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Muara
125
Lampiran 17
Analisis Kruskal-Wallis Merkuri dalam Sedimen, Air dan Kerang pada Perairan Kamal Muara
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Kamal N Mean Rank
Hg_sedimen 1 3 10.00 2 3 11.33 3 3 3.33 4 3 11.00 5 3 11.00 6 3 10.33 Total 18 Hg_air 1 3 12.83 2 3 5.33 3 3 11.33 4 3 12.83 5 3 9.50 6 3 5.17 Total 18 Hg_kerang 1 3 2.50 2 3 9.67 3 3 9.33 4 3 10.33 5 3 8.17 Total 15
Test Statisticsa,b
Hg_sedimen Hg_air Hg_kerang
Chi-Square 4.930 6.579 6.063
df 5 5 4
Asymp. Sig. .425 .254 .194
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Kamal
126
Lampiran 18
Analisis Kruskal-Wallis Timah Hitam dalam Sedimen, Air, Plankton dan Kerang pada Perairan Kamal Muara
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Kamal N Mean Rank
Pb_sedimen 1 3 17.00 2 3 9.00 3 3 7.33 4 3 9.33 5 3 8.00 6 3 6.33 Total 18 Pb_plankton 1 3 6.83 2 3 14.00 3 3 10.67 4 3 10.17 5 3 5.33 6 3 10.00 Total 18 Pb_air 1 3 10.00 2 3 10.67 3 3 13.00 4 3 10.00 5 3 6.00 6 3 7.33 Total 18 Pb_kerang 1 3 9.67 2 3 6.67 3 3 7.50 4 3 8.17 5 3 8.00 Total 15
127
Test Statisticsa,b
Pb_sedimen Pb_plankton Pb_air Pb_kerang
Chi-Square 7.737 4.934 3.269 .732
df 5 5 5 4
Asymp. Sig. .171 .424 .659 .947
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Kamal
128
Lampiran 19
Analisis Kruskal-Wallis Kadmium dalam Sedimen, Air, Plankton dan Kerang pada Perairan Kamal Muara
NPar Tests
Kruskal-Wallis Test
Ranks
Kamal N Mean Rank
Cd_sedimen 1 3 8.17 2 3 12.00 3 3 10.00 4 3 9.67 5 3 9.67 6 3 7.50 Total 18 Cd_plankton 1 3 9.33 2 3 10.33 3 3 10.00 4 3 9.67 5 3 6.50 6 3 11.17 Total 18 Cd_air 1 3 12.17 2 3 10.33 3 3 8.67 4 3 5.17 5 3 9.50 6 3 11.17 Total 18 Cd_kerang 1 3 9.83 2 3 3.67 3 3 11.50 4 3 7.83 5 3 7.17 Total 15
129
Test Statisticsa,b
Cd_sedimen Cd_plankton Cd_air Cd_kerang
Chi-Square 1.300 1.353 3.248 5.333
df 5 5 5 4
Asymp. Sig. .935 .929 .662 .255
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Kamal
130
Lampiran 20
131
Lampiran 21
132
Lampiran 22
133
Lampiran 23
134
Lampiran 24
135
Lampiran 25
136
Lampiran 26
137
Lampiran 27
138
139
Kuisioner
Nama : Alamat :
Kelompok : Pembudidaya kerang hijau, pengolah ikan asin, pengolah kerang hijau, industri, dll. (Coret yang tidak perlu).
1. Bagaimana kualitas perairan Kamal Muara saat ini? a. Baik
b. Sedang c. Buruk d. Sangat buruk e. Tidak tahu
2. Apakah air sungai Kamal layak digunakan untuk minum? a. Ya
b. Tidak Layak
c. Sangat Tidak layak
d. Kadang-kadang dapat digunakan e. Tidak Tahu
3. Apakah air sungai Kamal layak digunakan untuk memasak? a. Ya
b. Tidak layak
c. Sangat Tidak layak
d. Kadang-kadang dapat digunakan e. Tidak tahu
4. Apakah air sungai Kamal layak digunakan untuk mandi dan mencuci? a. Ya
b. Tidak
140
d. Kadang-kadang dapat digunakan e. Tidak tahu
5. Apakah air sungai Kamal layak digunakan untuk keperluan lain (minum ternak, rekreasi, dll)?
a. Ya
b. Tidak layak
c. Sangat Tidak layak
d. Kadang-kadang dapat digunakan e. Tidak tahu
6. Menurut anda, penyebab penurunan kualitas perairan Kamal Muara disebabkan oleh Limbah industri?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
7. Menurut anda, penyebab penurunan kualitas perairan Kamal Muara disebabkan oleh Sampah dan limbah domestik?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
8. Menurut anda, penyebab penurunan kualitas perairan Kamal Muara disebabkan oleh Tinja?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu
141
d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
9. Menurut anda, penyebab penurunan kualitas perairan Kamal Muara disebabkan oleh Penambangan pasir?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
10. Menurut anda, penyebab penurunan kualitas perairan Kamal Muara disebabkan oleh minyak, pupuk, pestisida, detergen, dll?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
11. Apakah penurunan kualitas perairan Kamal Muara merupakan suatu masalah?
a. Ya, merupakan suatu masalah
b. Tidak, bukan merupakan suatu masalah c. Kadang-kadang merupakan suatu masalah d. Ragu-ragu
e. Tidak tahu
12. Akibat penurunan perairan Kamal Muara, apakah terjadi perubahan terhadap hasil produksi budidaya, hasil tangkapan atau produk olahan ?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu
142
d. Kadang-kadang
e. Sama seperti tahun-tahun yang lalu
13. Apakah penyakit kulit bagi yang menggunakan untuk mandi sebagai akibat yang bisa ditimbulkan dari penurunan kualitas perairan Kamal Muara? a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
14. Apakah penyakit perut bagi yang menggunakan untuk memasak dan minum sebagai akibat yang bisa ditimbulkan dari penurunan kualitas perairan Kamal Muara?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
15. Apakah meningkatnya biaya pengolahan air bersih sebagai akibat yang bisa ditimbulkan dari penurunan kualitas perairan Kamal Muara?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
143
16. Apakah Penurunan hasil produksi atau hasil tangkapan sebagai akibat yang bisa ditimbulkan dari penurunan kualitas perairan Kamal Muara?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
17. Menurut anda, apakah Indikator buruknya kualitas perairan Kamal Muara adalah airnya kelihatan semakin keruh & warnanya tidak seperti biasa? a. Ya
b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
18. Menurut anda, apakah Indikator buruknya kualitas perairan Kamal Muara adalah banyak sampah di tepi sungai & banyak rongsokan di dalam sungai? a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
19. Menurut anda, apakah Indikator buruknya kualitas perairan Kamal Muara adalah bau air tidak seperti biasanya?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang e. Tidak tahu
144
20. Menurut anda, apakah Indikator buruknya kualitas perairan Kamal Muara adalah ada busa, minyak, ikan mati, tinja, dll?
a. Ya b. Tidak c. Ragu-ragu d. Kadang-kadang a. Tidak tahu
21. Penurunan kualitas perairan Kamal Muara bagi pembudidaya kerang hijau, nelayan, pengolah ikan asin atau pengolah kerang hijau mengakibatkan penurunan penghasilan sebanyak berapa persen ?
a. Penurunan penghasilan ± 10 % b. Penurunan penghasilan ± 20 % c. Penurunan penghasilan ± 30 % d. Penurunan penghasilan ± 50 % e. Tidak tahu