BEBAN LIMBAH Rerata
4.5. Persepsi Responden terhadap Perairan Kamal Muara
Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap persepsi masyarakat tentang pencemaran yang terjadi di Perairan Kamal Muara. Responden penelitian terdiri dari pemimpin/penanggungjawab perusahaan, pedagang umum atau jasa, nelayan dan pemilik keramba, pedagang ikan, pembudidaya kerang hijau, pengolah kerang hijau, pengolah ikan asin. Pemilihan responden diambil dari 4 (empat) RW yang ada di Kamal Muara. Responden dipilih 150 orang menurut kelompoknya (Tabel 33). Adapun persepsi responden terhadap Perairan Kamal Muara
Tabel 33. Responden penelitian (dirinci menurut kelompoknya)
Kelompok Responden (n= 150)
Frekuensi Mutla
k Relatif
1. Nelayan dan pedagang ikan 28 18,67
2. Pengolah ikan asin 9 6,00
3. Pembudidaya kerang hijau dan pengolah kerang
hijau 43 28,67
4. Penjual jasa transportasi air 2 1,33 5. Pengusaha industri (kimia,plastik, galvanisir,
tekstil) 20 13,33
6. Perdagangan umum dan jasa 48 32,00
Jumlah 150 100,00
(Sumber: Survei lapangan, Juli – Desember 2008)
Proporsi terbesar responden menilai bahwa kualitas air perairan Kamal Muara masuk pada kategori “ buruk” adalah 30 % dan yang menilai “sangat buruk” sebanyak 65,33 %. Pendapat responden yang menyatakan bahwa kualitas air “buruk” atau “sangat buruk” menganggap bahwa kualitas air tersebut merupakan suatu “masalah” (97,33 %), baik bagi diri dan keluarganya serta secara umum bagi masyarakat luas. Penilaian ini sesuai dengan hasil analisis kualitas air Perairan Kamal Muara yang menunjukan bahwa sejumlah parameter sudah tidak memenuhi baku mutu air laut untuk biota laut sesuai KepMen LH No. 51 tahun 2004 seperti yang dapat dilihat pada Tabel 33.
98
Tabel 34. Persepsi responden terhadap Perairan Kamal Muara
Indikat or Uraian Frekuens i Frekuens i Relatif
1 1.1 Kualitas perairan kamal saat ini baik 6 4,00
1.2 Kualitas perairan kamal saat ini sedang 1 0,67
1.3 Kualitas perairan kamal saat ini buruk 45 30,00
1.4 Kualitas perairan kamal saat ini sangat buruk 98 65,33 2
2.1 Penurunan kualitas perairan kamal muara merupakan
suatu masalah
146 97,33
2.2 Penurunan kualitas perairan kamal muara bukan
merupakan suatu masalah 4 2,67
3 3.1
Air sungai Kamal sangat tak layak digunakan
untuk
3.1.1 Minum 130 86,67
3.1.2 Memasak 118 78,67
3.1.3 Mandi dan mencuci 118 78,67
3.1.4 Keperluan lain (minum ternak, rekreasi, dan lain-lain) 75 50,00
3.1.5 Tidak tahu 7 4,67
4 4.1
Penyebab buruknya kualitas perairan Kamal
Muara adalah
4.1.1 Limbah industri 140 93,33
4.1.2 Sampah dan limbah domestik 120 80,00
4.1.3 Tinja 92 61,33
4.1.4 Penambangan pasir 18 12,00
4.1.5 Minyak, pupuk, pestisida, deterjen,
dan-lain-lain 82 54,67
4.1.6 Tidak tahu 5 3,33
5
5.1
Akibat yang bisa timbul dari buruknya kualitas
perairan Kamal Muara
5.1.1 Penyakit kulit bagi yang menggunakan untuk
mandi 131 87,33
5.1.2 Penyakit perut bagi yang menggunakan
untuk memasak dan minum 136 90,67
5.1.3 Meningkatnya biaya pengolahan air bersih 130 86,67 5.1.4. Matinya sejumlah ikan-ikan dan satwa air 143 95,33 5.1.5 Penurunan hasil produksi atau hasil
tangkapan 133 88,67
5.1.6 Penurunan pendapatan pembudidaya kerang hijau, nelayan, pengolah ikan asin, atau pengolah kerang hijau sebanyak ± 50%
126 84,00
5.1.7 Ragu-ragu 7 4,67
5.1.8 Tidak tahu 12 8,00
6 6.1.
Indikator buruknya kualitas perairan Kamal Muara
adalah
6.1.1 Airnya kelihatan semakin keruh dan
warnanya tidak seperti biasanya 138 92,00
6.1.2 Banyak sampah di tepi sungai dan banyak
rongsokan di perairan 135 90,00
6.1.3 Bau air tidak seperti biasanya 141 94,00
6.1.4 Ada busa, minyak, ikan mati, tinja, dan lain-lain 134 89,33
6.1.5 Tidak Tahu 2 1,33
Keterangan :
a) 1 = Penilaian responden terhadap kualitas perairan Kamal Muara, 2 = pandangan responden mengenai masalah buruknya kualitas air Kamal Muara, 3 = Penilaian responden mengenai kelayakan air perairan Kamal Muara untuk berbagai peruntukan, 4 = Pandangan responden mengenai faktor penyebab buruknya kualitas perairan kamal Muara, 5 = Pandangan responden mengenai akibat yang bisa timbul dari buruknya kualitas air
99
Perairan Kamal Muara, 6 = Pendapat responden mengenai indikator menurunnya kualitas air Perairan Kamal Muara.
Proporsi terbesar dari jawaban para responden juga menyatakan bahwa air Perairan Kamal Muara “sangat tidak layak” untuk berbagai keperluan seperti minum (86,67 %), memasak (78,67 %), mandi dan mencuci (78,67 %). Selain itu penelitian ini juga memperlihatkan bahwa proporsi terbesar jawaban responden (93,33 % dan 80 %) berpendapat bahwa penyebab buruknya kualitas air Perairan Kamal Muara adalah “limbah industri, sampah dan limbah domestik (rumah tangga)“. Persepsi tersebut sesuai dengan hasil observasi lapang dan pengukuran terhadap kualitas air yang memperlihatkan bahwa di dalam perairan tersebut banyak terlihat sampah di beberapa tempat dan beberapa parameter hasil pengujian yang menunjukan konsentrasi yang sudah tidak sesuai dengan baku mutu.
Proporsi terbesar dari jawaban para responden menyatakan bahwa buruknya kualitas air di Perairan Kamal Muara dapat menyebabkan munculnya sejumlah penyakit bagi masyarakat yang menggunakannya secara langsung air dari Perairan Kamal Muara untuk mandi (87,33%), apalagi jika untuk air minum (90,67 %). Buruknya kualitas perairan Kamal Muara ini, menurut sebagian besar responden (95,33 %) mengakibatkan sering terjadinya kematian sejumlah ikan, satwa air dan kerang hasil budidaya, terutama pada musim hujan. Adapun penyebab dari hal tersebut disebabkan pada saat musim hujan dan air pasang banyak perusahaan/industri yang membuang limbah yang dihasilkan ke laut. Selanjutnya dari hasil analisis terhadap responden (88,67 %) juga berpendapat bahwa kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan hasil produksi atau hasil tangkapan. Penurunan hasil tangkapan atau hasil produksi ini menurut sebagian besar responden (84 %) menyebabkan penurunan pendapatan sebanyak ± 50%. Pendapat responden ini sesuai dengan hasil observasi di lapang yang menunjukan terjadinya penurunan pendapatan berkisar 50 % - 70 %. Menurut Indarsyah et al., (2007) produksi kerang hijau per bagan di Teluk Jakarta terus mengalami penurunan dari 5900 kg pada tahun 1983 sampai 566 kg pada tahun 2006.
100
Indikator buruk atau sangat buruknya kualitas perairan Kamal Muara, menurut sebagian besar responden adalah: (1) bau air tidak seperti biasanya, (2) ada busa, minyak, ikan mati, tinja dan lain-lain, (3) airnya kelihatan semakin keruh dan warnanya tidak seperti biasanya, (4) banyak sampah di tepi sungai dan banyak rongsokan di perairan. Jawaban responden ini sesuai dengan hasil observasi di lapangan yang dalam hal ini air di perairan Kamal Muara sudah sangat berbau dan berwarna hitam dan banyak sampah terutama di muara sungai. Persepsi masyarakat yang baik tentang pencemaran di perairan Kamal Muara tidak serta merta memperbaiki kualitas lingkungan. Hal ini terbukti dari kualitas air di lokasi penelitian yang masuk pada kategori buruk. Oleh karena itu yang dibutuhkan tidak hanya persepsi semata namun juga diperlukan adanya tindakan nyata untuk mewujudkan persepsi dalam berbagai tindakan memperbaiki kualitas lingkungan tersebut.
Tabel 35. Rangkuman kualitas Perairan Kamal Muara (Agustus 2008-Oktober 2008)
NO PARAMETER SATUAN BAKU MUTU
LOKASI PEMANTAUAN
MUARA LAUT
I II III I II III
I FISIS
Suhu °C Suhu alami 28,6 31,05 31,1 30,57 30,87 30,05
Kekeruhan NTU <5 85,05 76,55 65,05 4,69 4,31 3,73 II KIMIAWI pH 7 - 8,5 7,67 8,05 7,8 8,4 8,48 8,54 Salinitas ‰ Alami 10 13 13 27,67 28,17 30,67 Oksigen Terlarut mg/L >5 0,45 0,61 0,82 4,81 5,09 5,94 BOD mg/L 20 20,03 27,25 21,65 3,2 3,27 3,16 Ammonia mg/L 0,3 3,95 3,15 1,83 0,26 0,22 0,16 Fosfat mg/L 0,015 0,16 0,12 0,1 0,06 0,05 0,04 Sulfida mg/L 0,5 4 1,06 0,1 0,09 0,06 0,05 Organik mg/L _ 182,29 161,3 103,465 116,57 88,53 81,23 COD mg/L _ 281,73 245,05 153,8 133,08 116,47 108,93 III LOGAM TERLARUT Merkuri mg/L 0,001 0,00015 0,00022 0,00018 0,00014 0,00017 0,00014 Kadmium mg/L 0,001 0,021 0,001 0,004 0,009 0,003 0,003 Timah Hitam mg/L 0,008 0,069 0,063 0,07 0,035 0,051 0,04
101