• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen SURAT PENCATATAN CIPTAAN (Halaman 105-119)

Alamsyah1, T.M. Taufik, “Efektifitas Penggunaan Diskresi

dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik”, Universitas Antakusuma, Juristek, Vol. 2, No. 1, Juli 2013

Azhari, Negara Hukum Indonesia: Analisis Yuridis Normatif

tentang Unsur-Unsurnya, UI Press, Jakarta, 1995.

Ashiddiqie, Jimly, Hukum Tata Negara Darurat, Rajawali Press, Jakarta, 2007.

Avila, Humberto, Theory of Legal Principles, Springer, Dordrecht, 2007.

Bailey, Jeremy D., Thomas Jefferson and Executive Power, Cambridge University Press, Cambridge, 2007.

Barnett, Hilaire, Constitutional and Administrative Law, Cavendish Publishing Ltd, London, 2002.

Basah, Sjachran, Perlindungan Hukum terhadap Sikap-Tindak

Administrasi Negara, Alumni, Bandung, 1986.

Bedner, Adriaan, 2010, “An Elementary Approch to the Rule of

Law, “ Hague Journal on the Rule of Law, Vol 2, Hilaire

Barnett, 2002, Constitusional and Administrative Law, Cavendish Publishing Ltd, London.

Bradley, A.W., dan K.D. Ewing, Contitutional and Administrative Law, Pearson Education Ltd.,

Harlow-London, 2007.

Brouwer, J.G., dan A.E. Schilder, A Surgery of Dutch

Administrative Law, Ars Aequi Libri, Nijmegen, 1998.

Bruggink, J.J.H., Refleksi tentang Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1996.

97 Carrol, Alex, Contitutional and Administrative Law, Pearson

Education Limited, Harlow-London, 2007.

Cherry1, Mark J., Natural Law and The Possibility of Global

Ethics; An Introduction to a Culture in Criris, : dalam Mark J.Cherry, ed, Natural Law and the Possibility of Global Ethics, Kluwer Academic Publishers, New York, 2004.

Craig, P.P., Administrative Law, Sweet & Maxwell, London, 1983.

D‟ Amato, Anthony, Analytic Jurisprudence Anthology, Anderson Publishing Co., Cincinnati-Ohio, 1995.

Davis1, Kenned Cul, Ripeness of Governmental Action for

Judicial Reiview: part one, Harvard Law Review, Vol. 68,

1955.

Dicey, A.V., Introduction to the Study of the Law of the

Constitution, MacMillan and CO. Ltd., London, 1915.

Dworkin, Ronald, Taking Rights Seriously, Harvard University Press, Cambridge-Mass., 1978.

______, “The Model of Rules” The University of Chicago of Law

Review, Vol. 35, 1967.

Dwiyanto, Agus, dkk, 2002, Reformasi Birokrasi Publik di

Indonesia, Yogjakartaa; Galang Pritika.

Erliyana,1 Anna, 2005, Keputusan Presiden Analisis Keppres R.I

1987-1988. (Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas

Hukum Universitas Indonesia.

Oster,1 Jan. S, 2008. The Scope of Judicial Review in the German

and US. Administrative Legal System.

1

Rahardjo, Satjipto, 2008, Membedah Hukum Progresif, Jakarta: Kompas Media Nusantara, cet.ke-3.1

98

Soekanto, Soerjono, 2006, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Finnis, John, 2011, Natural Law and Natural Rights, Oxford University Press, Oxford.

Fletcher,1 George P., 1996, Basic Concepts of Legal Thought, Oxford University Press, New York, Oxford.1

Forsyth, Chistopher, 2001, The Metaphysic of Nulilty Invalidity,

Conceptual Reasoning and the Rule of Law, dalam

Chistropher Foresth dan ivan hare (ed), the Golden

Metwand and the Crooked Cord; Essay on Public Law in Honour of Sir William Wade OC, Oxford: Clarendon Press.

Frydman,1 M. Patrick, 2008, 11, Annual AIJA Tribunals

Conference in Association with the Council of Australasian Tribunal, Watermark Hotel and SPA, Surfers Paradise, Queensland, 6 Juni, 2008

Garner, Bryan A., 2009, Editor in Chief, Black‟s Law Dictionary, Ninth edition, West, St. Paul-Minnesot..

Grey, J.H., 1979, Discretion in Administrative Law”, Osgoode

Hall Law Journal, Vol.17.

Hadjon, Philipus M., 1999, “Judicial Review of Administrative

Actions and Govermental Liability in Indonesia”, dalam

Yong Zhang, ed., Comparative Studies on Govermental

Liability in East and Southeast Asia, Kluwer Law

International, the Hague.

_____, 1992, Pemerintahan Menurut Hukum (Wet – En

Rechtmatig Bestuur), Surabaya : Yuridika.

_____, 1985, Pengertian-pengertian Dasar tentang Tindak

Pemerintahan (Bestuurshandeling), Djumali, Surabaya. _____, 1987, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia,

99 Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh 1, Jakarta: Logos Wacana Ilmu,

1997.

Hart, H.L.A., The Concept of Law, Clarendon Press, Osford, 1994.1

KBBI, Diakses dari http://kbbi.web.id/diskresi pada tanggal 15 Maret 2018 pukul 20.19.

Kelsen, Hans, 1961, General Theory of Law and State, Russell & Russell, New York.

______, 1967, The Pure Theory of Law, University of California Press, Berkeley.

Kurnia, Titon Slamet, 2007, Hak atas Derajat Kesehatan Optimal

sebagai HAM di Indonesia, Alumni, Bandung.

L.J.A.Damen, 2005, Bestuursrecht 1. (Den Haag: Boom

Juridische Uitgevers).

Latif,1 H. Abdul. 2006, Hukum Administrasi Dalam Praktik Tindak

Pidana Korupsi. Jakarta: Kharisma putra utama.

Lumbun, 1Gayus T., 2008, Pro Kontra Rencana Pembuatan

Peraturan untuk Melindungi Pejabat Publik,

http://www.hukumonline.com, diakses tanggal 16 Maret 2008 Marbun SF et. All. 2001. Dimensi-dimensi pemikiran hukum

Administrasi Negara. (Yogyakarta: Uii pres.

Marzuki, Laica, Makalah dengan judul, Peraturan Kebijaksaan

(beleidsregel), Hakekat serta Fungsinya selaku Sarana Hukum Pemerintahan, disampaikan dalam rangka

Pena-taran Nasional Hukum Acara dan Hukum Adminsitrasi Negara, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Ujung Padang, tanggal 26-31 Agustus, 1996.

Marzuki, Peter Mahmud, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta.

100

______, 2011, An Introduction to Indonesian Law, Setara Press,

Malang.

McLeod, Ian, 2003, Legal Theory, Pallgrave-Macmillan, London. Mensah,1 Kwando B., 1998, Legal Control of Discretionary

Powers in Ghana, Lessons From English Administrative Law Theory, Afrika Focus, Vol.14, No.2.

Minarno, Nur Basuki, 2011, Penyalahgunaan Wewenang dalam

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Berimplikasi Tindak Pidana Korupsi, Laksbang Mediatama, Yogyakarta.

Muchsan, 1981, Beberapa Catatan tentang Hukum Administrasi

Negara dan Peradilan Administrasi di Indonesaia,

Liberarty, Yogjakarta.

Muhlizi, Arfan Faiz, 2012, Reformulasi Diskresi dalam Penataan

Hukum Administrasi. Media Pembinaan Hukum Nasional,

Vol. 1 No. 1, April 2012.

Mustamu,1 Julia, Diskresi dan Tanggung Jawab Administrasi

Pemerintahan. Maluku. Vol. 17 No. 2, April-Juni, 2011.

Pound, Roscoe, 1960, Law Finding Through Experience and

Reason, The University of Georgia Press, Athens.

Purbopranoto, Kuntjoro, 1975, Beberapa Catatan Hukum Tata

Pemerintahan dan Peradilan Administrasi Negara, Alumni,

Bandung.

_____, 1982, Hak-hak Asasi Manusia dan Pancasila, Pradnya Paramita, Jakarta.

Rangkuti, Siti Sundari, 2000, Hukum Lingkungan dan

Kebijaksanaan Lingkungan Nasional, Airlangga University

Press, Surabaya.

Ratnapala, Suri, 2009, Jurisprudence, Cambridge University Press.

101 Rawls, John, 1999, A Theory of Justice, Teh Belknap Press of

Harvard University Press, Cambridge-Massachussets. Sadjijono, 2011, Bab-Bab Pokok Hukum Adminsitrasi, Laksbang

press; Yogjakarta.

Schappel,1 Kim Line, 2004, Law in a time of of emergency: State

of exception and the temptations of 9/11, “ public law and legal theory research paper series. University of Pennsyvania Law School, Research Paper No.60. 1

Sidharta, Bernard Arief, 2000, Refleksi tentang Struktur Ilmu

Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia, Mandar

Maju, Bandung.

Stout,1 H.D., 1994, De Verekenissen van de Wet, W.E.J. Tjeenk Willnk, Zwolle.

Sumaryono, E., 2002, Etika dan Hukum: Relevansi Teori Hukum

Kodrat Thomas Aquinas, Kanisius, Yogyakarta.

1

Syarifuddin, Amir, 2001, Ushul Fiqh Jilid 2, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Utercht, E., 1962, Pengantar Hukum Administrasi Negara

Indonesia, Ichtiar, Jakarta.

Wacks, Raymond, 2006, Philosophy of Law: A Very Short

Introduction, Oxford University Press, Oxford, hlm

43-44, Hans Kelsen , 1967 The Pura Theory of Law,

Universiats of California Press, Berkeley.

Wijoyo, Suparto, 2005, Refleksi Mata Rantai Pengaturan Hukum

Pengelolaan Lingkungan secara Terpadu: Studi Kasus Pencemaran Udara, Airlangga University Press, Surabaya.

Wilk,1 Kurt, 1950, The Legal Philosopy of Lask, Rebdruch and

102

GLOSARIUM

A

Adagium : Di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan).

Akomodatif : Bersifat dapat menyesuaikan diri. Akuntabilitas : Sinonim dengan konsep-konsep seperti

yang dapat dipertanggungjawabkan (responsibility), kemampuan memberi-kan jawaban (answer-ability), yang dapat dipersalahkan

(blameworthy-ness) dan yang mmempunyai ketidak-bebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan harapan dapat menerang-kannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan, hal ini sebenarnya telah menjadi pusat-pusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik, perusahaan nirlaba, yayasan dan perusahaan-perusahaan. Alokasi : Penentuan banyaknya uang (biaya)

yang disediakan untuk suatu keperluan. Alternatif : Pilihan di antara dua atau beberapa

kemungkinan. Aspiratif : Bersifat aspirasi.

103

D

Diskriminasi : Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).

Diskrimunatif : Bersifat diskriminasi (membeda-beda-kan).

E

Efisien : Tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya).

Etimologi : Cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta mperubahan dalam bentuk dan makna.

F

Fakultatif : Bersifat pilihan, boleh memilih salah satu bidang ilmu myang sesuai dengan bakat atau yang disukai (tentang jurusanmbidang ilmu).

I

Ijtihad : Usaha sungguh-sungguh yang dilaku-kan para ahli agama untuk mencapai suatu putusan (simpulan) hukum syarak mengenai kasus yang penyelesaiannya belum tertera dalam Alquran dan Sunah.

Implementasi : Pelaksanaan; penerapan.

Inisiatif : Hak para anggota parlemen untuk mengajukan RUU atau Raperda yang

104

berupa pembaharuan, perubahan, perbaikan serta pencabutan.

K

Konkret : Nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Kualitas : Tingkat baik buruknya sesuatu; kadar. Kuantitas : Banyaknya (benda dan sebagainya);

jumlah (sesuatu).

L

Literatur : Sumber ataupun acuan yang digunakan dalam berbagai macam aktivitas di dunia mpendidikan ilmu.

P

Positivisme : Aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti.

Prespektif : Perspektif adalah konteks sistem dan persepsi visual adalah cara bagaimana objek terlihat pada mata manusia berdasarkan sifat spasial, atau

dimensinya dan posisi mata relatif terhadap objek.

S

Selektif : Dengan melalui seleksi atau penyaring-an; secara dipilih.

Stagnasi : keadaan terhenti (tidak bergerak, tidak aktif, tidak jalan); kemacetan.

Supremasi : Kekuasaan tertinggi (teratas).

105 oleh suatu perkumpulan (negara dan sebagainya) dalam suatu perundingan (musyawarah dan sebagainya); perutusan.

Y

Yudisial : Berhubungan dengan lembaga hukum atau lembaga yudikatif.

106

INDEKS

A Administrasi, 2, 5, 13, 17, 18, 21, 23, 24, 26, 28, 30, 35, 36, 50, 51, 62, 63, 72, 73, 75, 78, 79 Amarullah Salim, 6

Arifin P Soeria Atmadja, 6 Asas Legalitas, 37, 65

Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, 7, 17, 20

B Benjamin Cardozo, 7, 32 C Civil Law, 33 Common Law, 32, 33 D D.H.M . Mueuwissen, 55 Diana Halim Koentjoro, 6

Discretion, 1, 4, 5, 7, 9, 15, 16, 27, 48, 53, 55 Discretionair, 5, 7 Diskresi, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 34, 36, 37, 38, 39, 40, 43, 44, 45, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 55, 56, 57, 58, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76,77, 78, 79, 80, 81, 82 Doelmatigheidstoetsing, 59 E E.Utrecht, 12 Elyn, Raharjo, 11 Equilty, 48

107 F Filsafat, 45, 46 Freies Ermessen, 5, 7, 12, 13, 19, 30, 34, 67 Frydman, 9 G G.H. Addink, 61 Gayus T. Lumbun, 7, 19 H Hakim, 32, 33, 35, 38, 48, 53, 64, 66, 72, 81 Hans J. Wolf, 8 Higher Law, 47, 48 Hukum, 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 18, 19, 20, 21, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 63, 65, 66, 67, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82 Hukum Administrasi Negara, 1, 65

I Ijtihad, 38, 43, 44 J J.B.J.M. Ten Berge, 2, 27 J.H Grey, 27 K Kebijakan, 6, 7, 18, 19, 20, 21, 23, 27, 33, 34, 35, 36, 42, 58, 60, 64, 67, 69 Keputusan, 1, 2, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 21, 22, 23, 24, 28, 29, 45, 52, 53, 54, 56, 63, 66, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 81, 82

Krishna Djaya Darumurti, 48, 52 Kuntjora Purbopranoto, 50, 61 Kwado B Mensah, 9

108 L Lehman, 4 Living Law, 34 Lord Diplock, 10 M Markus, 8, 67 Martina Kunnecke, 14 N N.M.Spelt, 2 Natural Law, 45, 46, 47, 48, 49 O

Oliver Wendell Holmes, 32

P Pemerintah, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 32, 34, 35, 36, 37, 45, 47, 48, 50, 51, 52, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 73, 75, 76, 77, 79, 81, 82 Pengadilan, 7, 31, 32, 78, 81 Peradilan Tata Usaha Negara, 28

Peraturan, 8, 13, 19, 20, 26, 54, 64, 78, 79, 81 Peter Mahmud Marzuki, 48, 49, 50, 56

Philipus M. Hadjon, 6, 59, 60, 63 R Rechtmaticgheidstoetsing, 59 Roman Law, 34 S S. Prajudi Atmosudirjo, 7 S.A. De Smith, 8 S.F.Marbun, 5 Siti Soetami, 6

109 Sjachan Basah, 8, 19 T Thomas J. Aaron, 8, 46 Timothy Endicott, 1, 10, 15 U Undang-Undang, 13, 17, 19, 24, 25, 26, 28, 51, 63, 68, 69, 71, 72, 73, 74, 79 Unsur, 1, 3, 5, 16, 17, 18, 19, 26, 28, 37, 61, 62, 63, 64, 66, 81 W Wewenang, 1, 2, 4, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 20, 27, 28, 29, 34, 64, 65, 67, 70, 77, 78 Y Yurisprudensi, 7, 33

110

Dalam dokumen SURAT PENCATATAN CIPTAAN (Halaman 105-119)