DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
iv
Tabel 5.3. Rata-rata Indeks Diterima Petani (It) Kabupaten Jombang Menurut Sub Sektor PertanianTahun 2010-2012 (2008 = 100) 5.9 Tabel 5.4. Rata-rata Indeks Dibayar Petani (Ib) Kabupaten Jombang Menurut
Kelompok/Jenis Komoditi Tahun 2010-2012 (2008 = 100) 5.11
Tabel 5.5. Rekapitulasi NTP Kecamatan Tahun 2012 5.13
BAB I
BAB IBAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUANPENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar BelakangSektor pertanian mempunyai peranan yang penting, baik dalam masa normal, maupun dalam masa krisis seperti krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1960-an, 1980-an dan tahun 1997 sampai saat ini. Dalam krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997, sektor pertanian yang memiliki local content
tinggi dibandingkan dengan komoditi manufaktur non pertanian, dan berfungsi sebagai katup penyelamat. Peranan sektor pertanian akan tambah besar lagi apabila diperhitungkan:
1. Nilai tambah yang diciptakan melalui penyediaan jasa jasa yang melayani keberlanjutan produksi (transportasi, pergudangan, keuangan dan lain-lain);
2. Industri hulu seperti industri pupuk, alat-alat pertanian dan jasa perdagangan produk primer dan olahan agribisnis.
Untuk itu diperlukan suatu pandangan yang utuh agar output sektor pertanian tidak hanya dilihat sebatas penghasil Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting, baik dalam masa normal, maupun dalam masa krisis seperti krisis an dan tahun 1997 sampai saat ini. Dalam krisis ekonomi yang terjadi sejak content relatif tinggi dibandingkan dengan komoditi manufaktur non pertanian, Peranan sektor pertanian akan tambah besar lagi apabila diperhitungkan:
Nilai tambah yang diciptakan melalui penyediaan jasa-jasa yang melayani keberlanjutan produksi (transportasi,
alat pertanian dan jasa perdagangan produk primer dan olahan
suatu pandangan yang utuh agar output sektor pertanian tidak hanya dilihat sebatas penghasil
bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hewan, tetapi perlu dilihat sebagai suatu sistem agribisnis mulai subsistem sumberdaya alam, pengadaan sarana produksinya, produksi usaha tani, pengolahan (agroindustri), pemasaran dan jasa penunjangnya serta subsistem konsumsinya. Konsekuensi sebagai daerah agraris, yang sebagian besar lahan dan mata pencaharian penduduknya bertumpu pada bidang tersebut, perhatian pembangunan daerah harus lebih banyak terfokus kepada bidang pertanian, artinya bukan hanya sekedar mempertahankan keberadaan bidang pertanian dengan segala ciri tradisionalnya, namun harus lebih mengarah kepada transformasi modern atau industrialisasi pertanian (agroindustri) yang mampu memberikan nilai tambah terhadap bidang pertanian.
Dengan demikian, Nilai Tukar Petani (NTP), khususnya petani produsen yang selalu berada pada tingkat yang lebih rendah, secara berangsur dapat bergeser ke tingkat yang semakin baik. Pada akhirnya daya tawar petani (khususnya petani produsen) menjadi kuat dan secara umum juga akan menunjang posisi tawar daerah, baik secara regional maupun nasional. Untuk melihat keberhasilan dalam menjalankan misi tersebut, selain data tentang pertumbuhan ekonomi diperlukan bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hewan, tetapi perlu dilihat sebagai suatu sistem agribisnis mulai subsistem ya, produksi usaha tani, pengolahan (agroindustri), pemasaran dan jasa-jasa penunjangnya serta subsistem konsumsinya. Konsekuensi sebagai daerah agraris, yang sebagian besar lahan dan mata pencaharian penduduknya bertumpu pada bidang tersebut, mbangunan daerah harus lebih banyak terfokus kepada bidang pertanian, artinya bukan hanya sekedar mempertahankan keberadaan bidang pertanian dengan segala ciri tradisionalnya, namun harus lebih mengarah kepada nian (agroindustri) yang mampu memberikan nilai tambah terhadap bidang
Dengan demikian, Nilai Tukar Petani (NTP), khususnya petani produsen yang selalu berada pada tingkat yang lebih rendah, secara berangsur dapat bergeser ke tingkat yang petani (khususnya petani produsen) menjadi kuat dan secara umum juga akan menunjang posisi tawar daerah, baik secara regional maupun nasional. Untuk melihat keberhasilan dalam menjalankan misi g pertumbuhan ekonomi diperlukan
juga data pendukung di sektor pertanian. Dengan tersedianya data yang lengkap dan aktual akan lebih memudahkan pemerintah dalam melakukan evaluasi pembangunan yang telah dilaksanakan dan perencanaan pembangunan berikutnya.
satu indikator yang digunakan untuk mengukur hasil
pembangunan sektor pertanian adalah Nilai Tukar Petani (NTP). NTP adalah rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Secara konsep, NTP adalah mengukur kemampuan tukar produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani dan barang dan jasa yang diperlukan dalam menghasilkan produk pertanian.
1.2. Maksud dan Tujuan
1. Mengetahui keberhasilan pembangunan sektor
pertanian Kabupaten Jombang tahun 2012 sampai dengan tingkat kecamatan;
2. Mengetahui tingkat kesejahteraan petani sampai dengan tingkat kecamatan;
juga data pendukung di sektor pertanian. Dengan tersedianya data yang lengkap dan aktual akan lebih memudahkan pemerintah dalam melakukan evaluasi pembangunan yang telah dilaksanakan dan perencanaan pembangunan berikutnya. Salah
satu indikator yang digunakan untuk mengukur hasil
pembangunan sektor pertanian adalah Nilai Tukar Petani (NTP). NTP adalah rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Secara konsep, NTP adalah tukar produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani dan barang dan jasa yang diperlukan dalam
Mengetahui keberhasilan pembangunan sektor
tanian Kabupaten Jombang tahun 2012 sampai
1.3. Sasaran
Tersedianya buku penghitungan NTP Kabupaten Jombang tahun 2012 yang dihitung di 21 kecamatan meliputi 5 (lima) sub sektor pertanian yaitu tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, kehutanan, dan perikanan
1.4. Ruang Lingkup
1. Penghitungan indeks harga yang diterima petani yang meliputi subsektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan Kabupaten Jombang tahun 2012 beserta analisis faktor faktor yang mempengaruhi;
2. Penghitungan indeks harga yang dibayar
meliputi indeks konsumsi rumah tangga dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal Kabupaten Jombang Tahun 2012 beserta analisis faktor faktor yang mempengaruhi;
NTP Kabupaten Jombang liputi 5 (lima) sub sektor pertanian yaitu tanaman bahan makanan, tanaman
akan, kehutanan, dan perikanan.
indeks harga yang diterima petani yang meliputi subsektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan Kabupaten Jombang tahun 2012 beserta analisis
petani yang meliputi indeks konsumsi rumah tangga dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal Kabupaten Jombang Tahun 2012 beserta analisis