Daya Tarik Monumen
T
erdapat 68,97% yang mengatakan kebersihan Monumen Ground Zero adalah baik. Terjaganya kebersihan di sekitar monumen, dikarenakan pihak DKP secara rutin melakukan pembersihan di sekitar areal monumen. Di samping itu untuk menjaga kebersihan monumen sudah ada beberapa tempat sampah yang disediakan. Selanjutnya ada (20,69%) kebersihan monumen adalah cukup, dan yang memberikan padangan sangat baik adalah 8,62%. Berdasarkan keseluruhan penilaian tentang kebersihan monumen, didapatkan total skor sebesar 446, dengan skala 3,84 yang berarti kebersihan monumen relatif terjaga.Penetapan design monumen awalnya pernah terjadi perdebatan dalam menentukan konsep desain. Namun berdasarkan keputusan Pemerintah Kabupaten Badung, disepakati design monumen seperti sekarang ini. Terkait dengan design dan penataan monumen, sebagian besar responden menjawab baik 76 orang atau 65,52%. Selanjutnya ada 30 orang atau 25,86% responden yang menjawab sangat baik. Dari total skor 484 skala 4,17, maka dapat dirata-rata padangan responden terhadap design monumen adalah baik.
Arsitektur monumen, ada 62 orang/53,45% responden yang mengatakan baik, dan ada 38 orang/32,765 mengatakan cukup. Aspek ini merupakan faktor penting dalam menentukkan daya tarik monumen. Berdasarkan hasil persepsi
keseluruhan responden ternyata rata-rata jawabannya adalah baik, yaitu dengan total skor 436 skala 3,76. Terakhir bagian dari daya tarik monumen adalah atribut monumen, sebagian besar responden menjawab baik 72 orang/62,07% dan ada 24 orang/20,69% responden mengatakan sangat baik. Rata-rata pandangan terhadap atribut monumen adalah baik dengan skor 472 atau skala 4,07.
Menurut data 4 (empat) indikator daya tarik monumen tersebut, ditemukan rata-rata pandangan responden adalah baik yaitu dengan skor sebesar 460 atau skala (3,96). Hasil ini mengilustrasikan bahwa monumen mempunyai daya tarik tinggi, untuk diakselerasi sebagai salah satu produk pariwisata damai.
Respons Terhadap Monumen Ground Zero
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor Skala Ket
Daya Tarik Monumen Kebersihan Monumen 0 2 / 1 , 72% 24/20, 69% 80/68, 97% 1 0 / 8 , 62% 1 1 6 / 100% 446 3.84 Baik Design dan p e n a t a a n Monumen 0 0 1 0 / 8 , 62% 76/65, 52% 30/25, 86% 1 1 6 / 100% 484 4.17 Baik Arsitektur Monumen 0 2 / 1 , 72% 38/32, 76 62/53, 45 14/12. 07% 1 1 6 / 100% 436 3.76 Baik A t r i b u t Monumen 0 0 20/12, 24% 72/62, 07 24/20, 69% 1 1 6 / 100% 472 4.07 Baik Rata-rata 460 3.96 Baik
Sumber : Hasil Penelitian (2012)
Wisata Damai dan Nilai Kemanusian
Ada beberapa responden mengatakan, masih tingginya angka kriminalitas di sekitar kawasan monumen. Terbukti ada responden menjawab buruk terkait dengan aspek bebasnya kekerasan di wilayah sekitar Monumen Ground
Zero. Berdasarkan hasil observasi, tingginya patologi sosial
(violence), disebabkan karena aktivitas night light. Di samping
itu, masih tingginya potensi gangguan keamanan yang dapat meyebabkan tindakan kriminal, terutama pada wisatawan, seperti : perampokan, jambret, dan copet.
Secara umum, aspek bebasnya dari kekerasan dalam kondisi sosial masyarakat ini sebagian besar responden menjawab adalah baik yaitu sebanyak 54 orang atau 46,55% dan yang menjawab cukup adalah 32 orang/27,59%. Jadi rata-rata responden memberikan pandangan bahwa bebasnya dari kekerasan adalah baik, yaitu dengan skor sebanyak 462 atau skala 3,98.
Sedangkan dari aspek kemanusian dalam mencitrakan monumen sebagai nilai universalitas kemanusian, ternyata paling tinggi responden menjawab baik (54 orang /46,55%) dan ada 32 orang /27,59% responden yang menjawab cukup. Selanjutnya, ada 28 orang /24,14% yang menjawab sangat baik bahwa nilai universalitas telah diadopsi. Pada pembangunan monumen. Monumen dipandang bukan hanya sebagai bangunan fisikal, namun lebih bernilai sebagai simbol perdamaian dalam menginternalisasi nilai-nilai universalitas. Rata-rata pandangan komponen pariwisata terhadap aspek nilai universalitas adalah baik (3,93).
Hasil telaahan aspek nilai lokal masyarakat, ternyatakan ada 70 orang/60,34% mengatakan baik. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa rutinitas keseharian masyarakat, tepat dijadikan nilai dasar dalam pengelolaan monumen. Konkritnya, masyarakat Kuta di sekitar monumen, setiap hari melakukan persembahyangan dan menyelenggarakan ritual setiap tahunnya, yaitu sebagai simbol mengingatkan tragedi kemanusian yang pernah terjadi. Adapun tujuan utama ritual ini adalah memohon berkah kepada Hyang Kuasa untuk selalu menjaga alam sekitarnya, khususnya
kedamaian umat manusia. Selanjutnya masing-masing responden ada 22 orang/18,97% yang mengatakan cukup dan sangat baik terhadap internalisasi nilai lokal masyarakat menjadi simbol monumen sebagai wisata damai. Konklusi keseluruhan pandangan responden terhadap aspek nilai lokal masyarakat tersebut, dapat dirata-ratakan bahwa responden menjawab adalah baik (skor 460 dan skala 3,97). Rata-rata komponen pariwisata juga menjawab baik terhadap aspek nilai kemanusian (pluralisme) yaitu dengan perolehen skor 466 dengan skala (4, 02).
Harmonisasi hubungan masyarakat Kuta dengan wisatawan dan penduduk pendatang, sebagian besar responden menjawab baik (61 orang/52,59%) dan ada 30 orang/25,86% yang mengatakan cukup, selanjutnya ada 26 orang/22,41% yang menjawab sangat baik. Masyarakat Kuta terkenal dengan sikap keterbukaanya (open minded) untuk siapa saja yang datang. Kuta menjadi global village karena banyak wisatawan yang berkunjung dan masyarakat yang mengais rejeki di sektor pariwisata. Akhirnya, Kuta menjadi pusat bisnis pariwisata dan sekaligus menjadi the Window of
Bali Tourism.
Dari Lima komponen nilai kemanusiaan ditemukan rata-rata respons komponen masyarakat mengatakan bahwa keharmonisan dalam menjaga nilai luhur masyarakat, ternyata sebagian besar menjawab baik (skala 4,03). Temuan ini diperkuat dengan hasil observasi, bahwa nilai warisan hidup masyarakat Kuta. Sejak lama telah mampu hidup berdampingan dengan masyarakat etnis lainnya, seperti : etnis Cina, Bugis, dan Jawa.
Wisata Damai dan Nilai Kemanusiaan
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor Skala Ket
N i l a i Kemanu-siaan
Bebas dari
ke-kerasan 2/ 1.72% 32/ 27,59 54/ 46,55% 30/ 25.86%116/ 100% 462 3.98 Baik Nilai Univer-salitas Kema-nusian 2/ 1.72% 32/ 27,59 54/ 46,55 28/ 24,14 116/ 100% 456 3.93 Baik Nilai Lokal Masyarakat 2/ 1.72% 22/ 18,97 70/ 60,34% 22/ 18,97 116/ 100% 460 3.97 Baik Pluralisme 2/ 1.72% 20/ 12,24% 68/ 58,62 26/ 22,41%116/ 100% 466 4.02 Baik Harmonisasi 2/ 1.72% 30/ 25,86% 61/ 52,59% 26/ 22,41 116/ 100% 468 4.03 Baik Rata-rata 462 3.99 Baik
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Wisata Damai dan Citra Monumen
Ada 48,28% yang menyatakan bahwa kesan sebelum berkunjung adalah cukup dan ada 42, 83% mengatakan baik dan 5,17% mengatakan sangat baik. Sedangkan kesan setelah berkunjung 62,07% mengatakan baik, 24,14% mengatakan sangat baik, dan 13,79% mengatakan cukup. Jadi rata-rata respon stakeholder pariwisata Kuta menjawab baik (skala 3,53) terhadap kesannya sebelum berkunjung ke monumen. Ada juga rata-rata pandangan terhadap kesan setelah berkunjung adalah baik dengan perolehan skor 476 (skala 4,10).
Sedangkan indikator citra sebagai simbol perdamaian 51,72% mengatakan baik dan 24,14% mengatakan sangat baik dan 13,79% mengatakan cukup. Masih tingginya persentase yang mengatakan kesannya adalah cukup, karena belum disediakan penjelasan keberadaaan monumen secara baik
akibatnya. Pesan filosofis dan kandungan makna monumen sebagai simbol perdamaian tidak dipahami secara sempurna oleh pengunjung. Sebaliknya dengan persentase yang tingginya, bahwa citra monumen mampu sebagai wisata damai, menandakan bahwa kuta adalah suatu daerah yang relatif masih aman, dan masih layak untuk dikunjungi. Secara umum memahami yang membuat kejahatan itu murni bukan orang lokal. Jadi rata-rata pandangan respoden terhadap indikator citra perdamaian adalah baik (4,12).
Bila ditautkan dengan branding Bali sebagian besar responden mengatakan bahwa citra monumen adalah baik (56,90%) dan ada 27,59% mengatakan sangat baik. Rata-rata aspek citra sebagai simbol perdamaian, adalah baik (skala 4,12). Sedangkan usaha pemasaran dan promosi yang telah dilakukan oleh pihak pengelola, ada 28,28% mengatakan baik, 22,41%, disusul responden mengatakan sangat baik, dan 20,69% mengatakan cukup dan selanjutnya ada 6,90% mengatakan buruk. Konklusi usaha pemasaran dan promosi adalah rata-rata responden menjawab baik (skala 3,83). Keseluruhan bagian citra monumen yaitu ada 5 aspek, dapat disimpulkan bahwa rata-rata komponen pariwisata memandang Monumen Ground Zero memiliki citra baik. Cara pandang ini menandakan monumen memiliki prosfektus tinggi untuk dikembangkan sebagai wisata damai (peace
Wisata Damai dan Citra Monumen
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor S ka -la Ket
C i t r a M o n u -men Kesan sebe-lum berkun-jung 2/ 1.72% 56/ 48,28%52/ 44,83% 6/ 5.17% 116/ 100% 410 3.53 Baik Kesan setelah berkunjung 16/ 13,79%72/ 62,07% 28/ 24,14%116/ 100% 476 4.10 Baik Citra sebagai simbol perda-maian 2/ 1.72% 16/ 13,79%60/ 51,72% 38/ 32,76%116/ 100% 480 4.14 Baik Citra monu-men dengan Branding bali 18/ 15,52%66/ 56,90% 32/ 27,59 116/ 100% 478 4.12 Baik P e m a s a r a n
dan Promosi 2/ 1.72% 8/ 6,90% 24/ 20,69%56/ 28,28% 26/ 22,41%116/ 100% 444 3.83 Baik
Rata-rata 457 3.94 Baik
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Wisata damai dan Keterlibatan Stakeholder Pariwisata
Keberhasilan destinasi pariwisata banyak ditentukan kemam-puannya dalam mensinergikan stakeholder pariwisata. Ber-dasarkan hal tersebut responden yang memberikan penilaian keterlibatan masyarakat dalam pengelolan monumen, seba-gian besar responden menjawab baik (47,41). Selanjutnya ada 28,45% mengatakan cukup, 20,69% mengatakan sangat baik. Rata-rata respons stakeholder pariwisata, dalam keterlibatan-nya masyarakat di monumen adalah baik (3,85).
Sedangkan dari sisi kebijakan maupun implemetasinya sebagian besar responden mengatakan cukup (37,93%). Urutan kedua, responden yang menjawab baik (33,62 %). Selanjutnya ada 26,72% respoden yang menjawab sangat baik. Bertitik tolak dari jawaban tersebut, ditemukan rata-rata
jawaban responden terhadap indikator kebijakan pemerintah
(government policies) adalah baik (3,77).
Bagian ketiga dari keterlibatan stakeholder pariwisata adalah keterlibatan praktisi/pelaku pariwisata. Ada 39,66% mengatakan baik keteribatannya. Ada responden 35,34% mengatakan cukup, dan 23,28% menjawab sangat baik. Berdasarkan atas hitungan tersebut ditemukan hasil rata-rata pandangan responden adalah baik (3,84), dar sisi keterlibatan pelaku industri pariwisata. Pemerintah dan pelaku pariwisata senantiasa berkoordinasi dan selaras dalam berperan untuk mewujudkan wisata damai di Monumen Ground Zero Kuta.
Penggabungan semua indikator stakeholders involvement
of tourism, didapatkan rata – rata persepsi responden terhadap
stakeholder pariwisata menyatakan baik (skala : 4). Buktinya, partisipasi masyarakat atas pengelolan monumen terkesan baik. Dan pemerintah turut aktif menjaga kebersihan monu-men dengan melibatkan dinas kebersihan dan pertamanan untuk membenahi monumen secara rutin.
Wisata Damai dan Keterlibatan Stakeholder Pariwisata
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor Skala Ket
Keterlibatan Stakeholder Pariwisata Keterlibatan m a sy a ra ka t lokal 4 33/ 28,45%55/ 47,41% 24/ 20,69% 116/ 100% 447 3.85 Baik K e b i j a k a n pemerintah 2/ 1.72%44/ 37,93%39/ 33,62% 31/ 26,72% 116/ 100% 437 3.77 Baik Keterlibatan p r a k t i s i pariwisata 2/ 1.72%41/ 35,34%46/ 39,66% 27/ 23.28% 116/ 100% 446 3.84 Baik Rata-rata 443 4 Baik
Wisata Damai dan Keamanan
Safety and security sebagai syarat mutlak dalam pengembangan
pariwisata. Tanpa jaminan keamanan yang baik akan berimplikasi terhadap keengganan wisatawan berkunjung. Namun nyatanya, aspek ini kerap diabaikan oleh pihak terkait untuk memberikan garansi keamanan kepada wisatawan maupun masyarakat. Ada 58,62% responden mengatakan keramahtamahan masyarakat adalah baik, dan 22,41% mengatakan sangat baik, terakhir ada 18,97% mengatakan cukup. Rata-rata jawaban responden terhadap keramahtamahan masyarakat lokal adalah baik (4,03).
Penguasaan pengetahuan dan keterampilan adalah key
succsess dalam usaha pelayanan jasa. Kualitas pengetahuan
dan keterampilan yang baik, simetris dengan guest satisfaction. Terkait dengan hal ini ada 46,55% menyatakan baik terhadap
knowledge and skill, dan 37,93% menyatakan cukup dan 15,52%
menyatakan sangat baik. Rata-rata jawaban responden terhadap aspek pengetahuan dan keterampilan adalah baik (3,78). Selanjutnya aspek keamanan, ada 50% menyatakan baik, 24,14% mengatakan cukup, dan 20,69% mengatakan sangat baik. Temuan data terkait dengan keamanan, ada responden yang menjab buruk (5,17%). Untuk itu perlu diperhatikan dengan teliti, mengingat begitu banyak terjadi gangguan keamanan yang sampai saat ini belum bisa diatasi, karena belum oftimalnya pola pengamanan terpadu antara komponen masyarakat yang ada.
Indikator terakhir dari bagian jaminan dan keamanan adalah kemampuan berkomunikasi. Berdasarkan dari jumlah responden sebanyak 116 orang, didapatkan ada 56,90% mengatakan baik, 24,14% mengatakan cukup dan 18,97% mengatakan sangat baik. Untuk hasil rata-rata terhadap kemampuan komunikasi, ditemukan tidak berbeda dengan aspek lainnya, yaitu responden juga menjawab baik (3,95). Rata
– rata persepsi responden terhadap jaminan dan keamanan adalah baik (skala : 3,91), untuk mendukung pengembangan wisata damai (peace tourism) di Kawasan Pariwisata Kuta.
Wisata Damai Dan Keamanan
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor Skala Ket
Jaminan dan Ke-amanan K e r a - mahtamah-an masyara-kat 22/ 18,97% 68/ 58,62% 26/ 22,41% 116/ 100% 468 4.03 Baik P e n g e t a -huan dan keterampi-lan 44/ 37,93% 54/ 46,55% 18/ 15,52% 116/ 100% 438 3.78 Baik Keamanan 6/ 5.17% 28/ 24,14% 58/ 50,00% 24/ 20,69% 116/ 100% 448 3.86 Baik Kemampuan Komunikasi 28/ 24,14% 66/ 56,90% 22/ 18,97% 116/ 100% 458 3.95 Baik Rata-rata 453 3.91 Baik
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Fasilitas dan Aksesibilitas Wisata Damai
Fasilitas publik dan kemudahan aksesbilitas menjadi syarat pokok dalam membangun destinasi pariwisata. fasilitas yang tidak memadai dan aksesibilitas yang sulit, akan menyebabkan ketidaknyamanan wisatawan untuk singgah. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, ada 36,21 % masing-masing responden menyatakan cukup dan baik terhadap kelengkapan fasilitas publik. Selanjutnya ada 20,69% menyatakan sangat baik, dan ada 6,9 % menyatakan buruk. Jawaban ekstrim, yang berkomentar buruk, disebabkan karena kurangnya tempat parkir di sekitaran monumen yang menjadi sarana utama penunjang pariwisata. Setelah diolah keseluruhan pandangan
komponen pariwisata tersebut, didapatkan rata-rata persepsi terhadap ketersediannya public facilities dianggap sudah baik (skala :3,71).
Ketersedian fasilitas khusus yang tersedia di sekitar monumen, berdasarkan Tabel 5.7 ada 32,76% responden yang menyatakan cukup, 30,17% yang mengatakan sangat baik, dan terdapat 28,45 % responden yang memberikan jawaban baik . Terakhir didapatkan ada 8,62 % mengatakan buruk terhadap ketersedian fasilitas di sekitar areal monumen. Dengan temuan data seperti tersebut, diperlukan pembangunan sarana prasarana seperti, toilet, penyedian tempat sampah yang representatif dan fasilitas lainnya untuk menjaga kebersihan monumen. Mengacu pada hasil respon seluruh sampel yaitu 116 orang, ditemukan hasil rata-rata pandangan komponen pariwisata terhadap fasilitas monumen adalah baik (3,72).
Kuta tidak diragukan lagi ketersedian atas sarana dan prasarana pendukung kepariwisataannya, namun berdasarkan pengamatan ditemukan, kelemahan pariwisata kuta terdapat pada kesemrawutan lalu lintas. Pada setiap ruas jalan ditemukan kemacetan, tata tertib berlalu lintas juga relatif kurang. Kondisi ini lebih ironis, tatkala dijumpai, bahwa sulit menentukan durasi waktu mencapai DTW Kuta, bila diprediksi dari lokasi konekvitas lainnya, misalnya dari Bandara Ngurah Rai, DTW Sanur, Kota Denpasar dll. Berdasarkan jawaban responden ada 36,21% menyatakan cukup terhadap kemudahan akses, 34,48% mengatakan baik, 24,14% mengatakan sangat baik dan 5,17% mengatakan buruk. Dari hasil jawaban terhadap kategori tersebut, rata-rata persepsi terhadap kemudahan aksesbilitas adalah baik (3,78). Konklusi masing-masing indikator didapatkan rata-rata responden adalah baik (3,74), terhadap aspek fasilitas dan aksesbilitas dalam rencana mengembangakan Monumen Ground Zero sebagai wisata damai di Kuta Bali.
Fasilitas dan Aksebilitas Wisata Damai
Variabel SBR BR C BK SB Jmlh Skor Skala Ket
Fasilitas dan Aksesbilitas F a s i l i t a s Publik 8/ 6,90% 42/ 36,21% 42/ 36,21% 24/ 20,69% 116/ 100% 430 3.71 Baik F a s i l i t a s s e k i t a r monument 10/ 8.62% 38/ 32,76 33/ 28,45% 35/ 30,17% 116/ 100% 432 3.72 Baik Kemudahan akses 6/ 5.17% 42/ 36,21% 40/ 34,48% 28/ 24,14% 116/ 100% 438 3.78 Baik Rata-rata 433 3.74 Baik
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Pandangan komponen pariwisata terhadap keberadaan Monument Ground Zero di Kuta rata-rata menjawab baik (dengan skor 453, atau skala 3,91). Dengan penyajian masing-masing aspek yaitu sebagai berikut : daya tarik monumen adalah baik (3,96). Nilai kemanusian baik ,(3,99), Citra monumen, baik (3,94) Keterlibatan stakeholder pariwisata, baik (4), Jaminan dan Keamanan, baik (3,91), Fasilitas dan aksesbilitas juga baik (3,74).
Konklusi Pandangan Wisata Damai
No. Pertanyaan Skor Skala KET
1
Daya Tarik Monumen
Kebersihan Monumen 446 3.84 Baik 2 Design dan penataan Monumen 484 4.17 Baik 3 Arsitektur Monumen 436 3.76 Baik 4 Atribut Monumen 472 4.07 Baik 5
Nilai Kema-nusiaan
Bebas dari kekerasan 462 3.98 Baik 6 Nilai Universalitas Kemanusian 456 3.93 Baik 7 Nilai Lokal Masyarakat 460 3.97 Baik 8 Pluralisme 466 4.02 Baik 9 Harmonisasi 468 4.03 Baik 10
Citra Monu-men
Kesan sebelumberkunjung 410 3.53 Baik 11 Kesan setelah berkunjung 476 4.10 Baik 12 Citra sebagai simbol perdamaian 480 4.14 Baik 13 Citra monument dengan Branding
Bali 478 4.12 Baik 14 Pemasaran dan Promosi 444 3.83 Baik 15 Kterlibatan
Stakeholder t e r h a d a p Pariwisata
Keterlibatan masyarakat lokal 447 3.85 Baik 16 Kebijakan pemerintah 437 3.77 Baik 17 Keterlibatan praktisi pariwisata 446 3.84 Baik 18
Jaminan dan Keamanan
Keramahtamahan masyarakat 468 4.03 Baik 19 Pengetahuan dan keterampilan 438 3.78 Baik 20 Keamanan 448 3.86 Baik 21 Kemampuan Komunikasi 458 3.95 Baik 22
Fasilitas dan Aksesbilitas
Fasilitas Publik 430 3.71 Baik 23 Fasilitas sekitar monument 432 3.72 Baik 24 Kemudahan akses 438 3.78 Baik
Rata-rata 453 3.91 Baik